Analisis secara sederhana dapat diartikan sebagai memilih data yang sudah terkumpul yang kemudian dapat diolah. Senadadenganitu, Sugiyono (2011, hlm. 207) dalam penelitian kuantitatif, analisis data merupakan kegiatan setelah data dari seluruh responden atau sumber data lain terkumpul. Teknik analisis data dalam penelitian kuantitatif menggunakan statistik. Terdapat beberapa dua macam statistik yang digunakan untuk analisis data dalam penelitian, yaitu : statistik deskriptif, dan statistik inferensial.
Statistik deskriptif adalah statistik yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi. Sedangkan menurut Sugiyono (2013,hlm. 209) statistik inferensial disebut juga dengan statistika induktif atau statistika probabilitas), adalah teknik statistik yang digunakan untuk menganalisis data sampel dan hasilnya diberlakukan untuk populasi. Statistik ini akan cocok digunakan bila sampel diambil dari populasi yang jelas, dan teknik pengambilan sampel dari populasi itu dilakukan secara random.
Menurut Taniredja & Mustafidah, (2011, hlm. 61) Statistik Deskriptif yaitu bagian yang menjelaskan bagaimana data dikumpulkan dan diringkas
pada hal-hal yang penting dalam data tersebut. Bidang Statistik deskriptif meliputi :
a) Menyajikan Data
Data bisa disajikan dalam bentuk Tabel dan Grafik b) Meringkas dan Menjelaskan Data.
Data bisa diringkas dan disajikan dalam tiga hal utama untuk menggambarkan distribusi data:
Letak Data
Variasi Data
Bentuk Data
Lebih jauh lagi Sugiyono (2011, hlm. 207) mengungkapkan bahwa dalam penelitian kuantitatif, analisis data merupakan kegiatan dari seluruh responden atau sumber data lain terkumpul.
Sugiyono (2011, hlm. 207) mengungkapkan bahwa statistik deskriptif adalah statistik yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi. Dalam penelitian ini, peneliti akan menganalisis data yang telah dikumpulkan selāma proses penelitian untuk kemudian ditafsirkan dan dideskripsikan.
Untuk menemukan jawaban serta simpulan dari penelitian yang telah dilakukan ini melalui angket dan tes,(Prasetyo & Jannah, 2010, hal. 170) mengungkapkan bahwa terdapat proses dengan beberapa tahap yang sebaiknya dilakukan, namun tahapan ini tidak baku dan tergantung pada kepentingan peneliti. Tahapan-tahapan ini memudahkan peneliti dalam melakukan analisis terhadap data yang telah dikumpulkan dari angket penguasaan teori dan praktek tajwīd beserta latar belakang responden. Analisis terhadap data yang terkumpul dilakukan beberapa tahapan.
Tahapan tersebut digambarkan sebagai berikut: Data Koding
Ada Kesalahan Tidak Ada Kesalahan
58
Risa Haelani, 2015
Studi Realitas Penguasaan Teori D an Praktek Tajwīd D i Kalangan Mahasiswa/Mahasiswi Prodi IPAI FPIPS UPI Angkatan 2012-2014
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu
Bagan 3.2 Tahapan Dalam Analisis Data Kuantitatif (Prasetyo & Jannah, 2010, hal 171)
1. Pengkodean data (Data Coding).(Prasetyo & Jannah, 2010, hal. 171) menyatakan bahwa data coding merupakan suatu proses penyusunan secara sistematis data mentah (yang ada di dalam angket) ke dalam bentuk yang mudah dibaca selain itu memudahkan peneliti pula dalam pengolah data seperti komputer. Selain itu, Silalahi (2009, hal
322-333) mengungkapkan bahwa pengkodean data (data
coding)merupakan kegiatan memberi kode berupa angka terhadap data, sebagaimana tampak dalam kategori respons menurut macamnya. Memberi kpde berarti mengubah respons ke dalam kode numerik. Pemberian kode untuk kategori dimaksdukan untuk memudahkan analisis data dengan menggunakan statistik dan komputer. Karena dalam penelitian ini, terdapat beberapa rumusan masalah yang di analisi oleh komputer. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan kode angka dalam jawaban latar belakang responden beserta angket. 2. Pembersihan Data (Data Cleaning), yaitu yaitu memastikan bahwa
seluruh data yang telah dimasukkan ke dalam mesin pengolah data DATA CLEANING DATA OUTPUT NUMERIK DATA ANALYZING UNIVARIAT BIVARIAT MULTIVARIAT
sudah sesuai dengan yang sebenarnya. (Prasetyo & Jannah, 2010, hal. 173). Pada tahapan ini peneliti melakukan meriksa kembali data yang telah dipindah ke dalam komputer apakah sesuai atau tidak. Karena dalam penelitian ini ada beberapa item yang diharuskan untuk dianalisis di komputer.
3. Penyajian Data (Data Output), yaitu hasil pengolahan data. Bentuk hasil pengolahan data dapat berupa numerik (dalam bentuk angka) yang disajikan dalam bentuk tabel frekuensi dan tabel silang, bentuk lain adalah grafik atau dalam bentuk gambar (Prasetyo & Jannah, 2010, hal. 177-178). Dalam penelitian ini, peneliti menyajikan data Dalam bentuk tabel frekuensi.
4. Penganalisisan Data (Data Analyzing) proses lanjutan dari proses pengolahan data untuk melihat bagaimana menginterpretasikan data, kemudian menganalisis data dari hasil yang sudah ada pada tahap hasil pengolahan data. (Prasetyo & Jannah, 2010, hal. 184). Dalam penelitian ini digunakan analisis univerat, yakni analisis terhadap satu variabel (Prasetyo & Jannah, 2010, hal. 184). Analisi Dalam penelitian ini dengan memberikan interpretasi hasil sebaran angket kepada 148 responden penelitian sebagai berikut:
Kategori persentase menurut Arikunto (1998:246), yang digunakan untuk menginterpretasi hasil sebaran angket berdasarkan skor yang diperoleh responden.
Tabel 3.2 Kategori Persentase menurut Arikunto
Baik 76-100%
Cukup 56%-75%
Kurang baik 40%-55%
Tidak baik Kurang dari 40%
Selain itu, untuk membaca persentase pelaksanaan aspek-aspek penelitian peneliti menggunakan acuan umum yang dijelaskan oleh Direktorat Tenaga Kependidikan Direktorat Jendral Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan Departemen Pendidikan Nasional (2008, hlm 36) yaitu :
60
Risa Haelani, 2015
Studi Realitas Penguasaan Teori D an Praktek Tajwīd D i Kalangan Mahasiswa/Mahasiswi Prodi IPAI FPIPS UPI Angkatan 2012-2014
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu
Tabel 3.3 interpretasi Persentase No. Persentase Interpretasi/Penafsiran
1. 0 Tidak ada sama sekali
2. 1 – 9 Sedikit sekali
3. 10 – 39 Sebagian kecil 4. 40 – 49 Hampir setengahnya
5. 50 Setengahnya
6. 51 – 59 Lebih dari setengahnya 7. 60 – 89 Sebagian besar
8. 90 – 99 Hampir seluruhnya
9. 100 Seluruhnya
a. Uji Hipotesis
Uji hipotesis dilakukan untuk menguji hipotesis atau jawaban sementara dari suatu penelitian (Riduwan, 2012, hal. 229).
Uji hipotesis dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan SPSS V.21 dengan langkah : Analyze > Regression > Linear.
Diketahui :
Ho : Tidak adanya pengaruh yang signifikan antara latar belakang pendidikan terhadap penguasaan teori maupun praktek tajwīd. Ha : Adanya pengaruh yang signifikan antara latar belakang
pendidikan terhadap penguasaan teori maupun praktek tajwīd. Dan kriteria keputusan sebagai berikut : apabila nilai Sig,> 0,05 maka Ho diterima.
Kemudian, untuk mengetahui signifikansi hasil penilaian berdasarkan latar belakang responden dan perbandingan tiap angkatan, digunakan hitungan dengan menggunakan SPSS Versi 21 dengan menggunakan one way anova, yaitu analisis satu variabel independent digunakan untuk meguji pengaruh satu variabel independent terhadap satu variabel dependent dan perbandingan. Selain itu, peneliti menggunakan analisis data dengan menggunakan regresi linear sederhana. Sunyoto (2010, hal. 29) mengungkapkan bahwa analisi regresi adalah suatu analisis yang mengukur pengaruh antara variabel bebas terhadap variabel terikat. Dalam analsis regresi maka selain mencari ada atau tidaknya pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat juga mencari hubungan antara kedua
variabel tersebut. Analisis regresi dan hubungan antar variabel tersebut dilakukan dengan menggunakan SPSS Versi 21 dengan langkah sebagai berikut (Sunyoto, 2010, hal. 284) .
b. Uji koefisien Kolerasi dan Regresi Linier sederhana
Uji koefisien Kolerasi dan Regresi Linier sederhana yang mana uji ini dilakukan untuk mengetahui seberapa besar tingkat hubungan yang terjadi antara pengaruh latar belakang pendidikan terhadap peenguasaan teori dan praktek tajwīd. Tingkat signifikansi diketahui dengan melihat angka Sig > 0,05 maka Ho diterima artinya tidak ada hubungan antara latar belakang mahasiswa dengan penguasaan teori dan praktek tajwīd dan apabila < 0,05 maka Ho ditolak artinya terdapat hubungan yang signifikansi antara latar belakang mahasiswa dengan penguasaan teori dan praktej tajwīd. Sedangkan analsis regresi linier sederhana dilakukan dengan menggunakan SPSS V.21 dengan langkah Analyze > Regression > Linier, masukan masing- masing variabel lalu tekan OK.
Adapun kriteria kolerasi sebagai berikut :
Tabel 3.4 Interpretasi Koefisien Kolerasi Nilai R
Interval Koefisien Tingkat Hubungan
0,80 - 1,00 Sangat Kuat 0,60 - 0,799 Kuat 0,40 – 0,599 Cukup Kuat 0,20 – 0,399 Rendah 0,00 – 0,199 Sangat Rendah (Arikunto, 2012, hal. 89) c. Koefisien Determinasi
Untuk menyatakan besar atau kecilnya sumbangan Variabel X terhadap Y dapat ditentukan dengan rumus koefisiensi determinasi sebagai berikut (Riduwan, 2012, hal. 139):
Keterangan :
62
Risa Haelani, 2015
Studi Realitas Penguasaan Teori D an Praktek Tajwīd D i Kalangan Mahasiswa/Mahasiswi Prodi IPAI FPIPS UPI Angkatan 2012-2014
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu
r : nilai koefisiensi kolerasi
Kemudian tahapan terakhir adalah pendeskripsian. Maksud dari pendeskripsian ini adalah penjabaran dari gambar hasil sebaran angket dan juga tes yang telah peneliti lakukan. Penjabaran tersebut dilakukan sesuai dengan apa yang didapatkan dan juga sesuai pada kemampuan penelitian untuk menjabarakan hasil penelitiannya tersebut. Adapun untuk lebih lengkap dan jelas. Mengenai penjabaran dari hasil penelitian ini akan dibahas pada bab selanjutnya.
BAB V
SIMPULAN DAN REKOMENDASI