Stasiun 7 IMM 1 8 IMM 2 9 IMM 3 10 IMM 4 11 IMM 5 12 IMM 6
5. Sub Zona KKP3K (Zona Inti, Pemanfaatan Terbatas dan
4.9. Analisis Citra Satelit Suhu Permukaan Laut (Sea Surface Temperature) dan Konsentrasi Klorofil-a (Chlorophyl-a)
4.9.1. Analisis Suhu Permukaan Laut (Sea Surface Temperature)
DOKUMEN AWAL
110
Identifikasi dan Pemetaan Zonasi Kawasan Konservasi Perairan dan Pulau-Pulau Kecil (KKP3K) Kabupaten Kutai Kartanegara4.9. Analisis Citra Satelit Suhu Permukaan Laut (Sea Surface Temperature) dan Konsentrasi
DOKUMEN AWAL
111
Identifikasi dan Pemetaan Zonasi Kawasan Konservasi Perairan dan Pulau-Pulau Kecil (KKP3K) Kabupaten Kutai KartanegaraGambar 4.72. Fluktuasi Suhu Permukaan Laut Januari – Desember
Pada Agustus mengalami peningkatan sebesar 1,500C dari bulan Juli, terjadi peningkatan suhu dari 27,850C menjadi 29,360C, sedangkan suhu maksimumnya mengalami kenaikan juga sebesar 1,900C, sementara suhu minimum kenaikannya sebesar 0,820C. Secara keseluruhan kisaran suhu minimum SPL terendah pada bulan April sebesar 24,800C dan tertinggi Oktober sebesar 26,930C dengan perbedaan sebesar 2,140C. Suhu kisaran maksimum tertinggi pada bulan September sebesar 32,980C dan terendah Juli sebesar 30,600C, dengan rentang perbedaan sebesar 2,380C, sementara nilai rata-rata suhu permukaan laut tertinggi bulan Nopember dan terendah Juli, masing-masing sebesar 30,240C dan 27,850C. Nilai tengah suhu permukaan laut tertinggi pada bulan Nopember sebesar 30,270C dan terendah bulan Juli sebesar 27,920C, serta nilai modus SPL tertinggi pada bulan September sebesar 30,720C dan terendah bulan Februari sebesar 27,940C.
Tabel 4.16. Nilai Sebaran Suhu Permukaan Laut Januari – Desember
Bulan Suhu Permukaan Laut (0C)
Minimum Maksimum Rata-rata Standar
Deviasi Nilai Tengah Modus
Januari 25,98 31,07 28,59 0,904 28,64 29,40
Februari 26,11 30,63 28,08 0,926 28,10 27,94
Maret 26,36 31,08 28,84 0,676 28,88 28,80
April 24,80 31,69 29,59 0,574 29,58 29,50
Mei 25,54 31,11 29,54 0,478 29,57 29,66
Juni 26,16 31,38 29,08 0,588 29,12 29,02
Juli 25,72 30,60 27,85 0,826 27,92 28,57
Agustus 26,54 32,51 29,36 0,940 29,49 29,74
September 26,07 32,98 29,91 0,944 30,13 30,72
Oktober 26,93 31,99 29,91 0,932 30,13 30,72
Nopember 26,39 31,48 30,24 0,659 30,27 30,22
Desember 26,83 30,98 29,99 0,512 30,00 30,06
Rata-rata 26,12 31,46 29,25 0,75 29,32 29,53
Minimum 24,80 30,60 27,85 0,48 27,92 27,94
Maksimum 26,93 32,98 30,24 0,94 30,27 30.72
Sumber : Data Primer Diolah
Rata-rata SPL bulan Agustus, September, Oktober dan Nopember mengalami kenaikan bila dibandingkan bulan Juni dan Juli. Pada bulan ini suhu minimum dan maksimum mengalami kenaikan sebesar 0,910C. Hal ini diduga disebabkan pada bulan Agustus – Nopember terjadi musim kemarau di daerah Provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, tingginya pancaran sinar matahari ke permukaan air laut menyebabkan tingginya suhu permukaan laut di daerah perairan Selat Makassar
DOKUMEN AWAL
112
Identifikasi dan Pemetaan Zonasi Kawasan Konservasi Perairan dan Pulau-Pulau Kecil (KKP3K) Kabupaten Kutai Kartanegaradan Laut Sulawesi yang termasuk dalam Wilayah Pengelolaan Perikanan 713 (WPP 713) dan 716 di Laut Sulawesi. Fluktuasi suhu permukaan laut menurut musim dapat dilihat pada Gambar 4.73 di bawah ini.
Gambar 4.73. Fluktuasi Suhu Permukaan Laut Menurut Musim
Kedua kawasan perairan ini dikenal ada empat musim yang cukup berpengaruh terhadap sebaran suhu permukaan laut, klorofil-a, arus, angin, cuaca dan sebaran populasi ikan yang menjadi target spesies oleh nelayan yang melakukan penangkapan ikan pelagis kecil di perairan ini. Keempat musim itu adalah di antaranya musim barat yang terjadi pada bulan Desember, Januari dan Februari, musim barat ini oleh nelayan di Kabupaten Kutai Kartanegara dikenal musim angin utara, kemudian lanjut musim pancaroba/peralihan I pada bulan Maret, April dan Mei, selanjutnya musim timur pada bulan Juni, Juli dan Agustus, oleh nelayan di Kabupaten Kutai Kartanegara dikenal musim angin selatan, dan terakhir musim pancaroba/peralihan II terjadi pada bulan September, Oktober dan Nopember.
Informasi nelayan musim barat dan timur merupakan musim yang berbahaya bagi keselamatan nelayan saat mereka melakukan operasi penangkapan ikan di laut karena kedua musim ini tinggi gelombang besar 2,5 – 3 meter bahkan hingga 4 meter. Sementara kapasitas kapal yang dimiliki nelayan di daerah Kabupaten Kutai Kartanegara, didominasi kapal berukuran kecil sekitar kurang dari 5 GT, dan ada juga yang berukuran di atas 10 GT dan 30 GT namun jumlahnya sangat sedikit. Diakui nelayan walaupun hambatan gelombang besar namun nelayan mampu memanfaatkan situasi laut, yang ada kalanya tenang dan teduh pada saat pagi pukul 05.00 – 11.00, karena saat subuh hingga pagi dan menjelang siang angin kadang bertiup tidak kuat. Kedua musim ini setiap tahunnya kadang datangnya lebih cepat, kadang lambat tidak pasti terjadi pada bulan tersebut di atas.
Pada musim ini juga populasi ikan umumnya lebih banyak dibandingkan pada musim pancaroba/peralihan I & II, yang keadaan laut diuraikan nelayan lebih tenang atau teduh. Berikut pada Gambar 4.74 hasil analisis citra satelit dan interpolasi data SST, penyebaran SPL cukup bervariasi selama 12 bulan.
DOKUMEN AWAL
113
Identifikasi dan Pemetaan Zonasi Kawasan Konservasi Perairan dan Pulau-Pulau Kecil (KKP3K) Kabupaten Kutai Kartanegaraa. Januari b. Februari
c. Maret d. April
e. Mei f. Juni
DOKUMEN AWAL
114
Identifikasi dan Pemetaan Zonasi Kawasan Konservasi Perairan dan Pulau-Pulau Kecil (KKP3K) Kabupaten Kutai Kartanegarag. Juli h. Agustus
i. September j. Oktober
k. Nopember l. Desember
Gambar 4.74. Sebaran Suhu Permukaan Laut (SPL 0C)
Pada musim barat suhu permukaan laut berkisar sebesar 25,980C - 31,070C, dengan suhu rata-rata sebesar 28,890C dan nilai tengah suhu permukaan berada pada suhu 28,920C, serta modus suhu didominasi pada suhu 29,130C. Pada musim barat ini suhu yang rendah disebabkan oleh musim
DOKUMEN AWAL
115
Identifikasi dan Pemetaan Zonasi Kawasan Konservasi Perairan dan Pulau-Pulau Kecil (KKP3K) Kabupaten Kutai Kartanegarapenghujan yang setiap tahun selalu terjadi pada musim barat ini. Berbeda dengan musim pancaroba/peralihan I yang terjadi dari bulan Maret - Mei suhu minimum dan maksimum berada pada kisaran 24,800C - 31,690C, sedangkan suhu rata-ratanya mengalami kenaikan juga sebesar 0,430C dari suhu permukaan laut pada musim barat, sementara nilai tengah suhu kenaikannya sebesar 0,420C. Nilai suhu permukaan laut pada empat musim sepanjang 12 bulan dapat dilihat pada Tabel 4.17 di bawah ini.
Tabel 4.17. Nilai Suhu Permukaan Laut Pada 4 Musim
Musim Suhu Permukaan Laut (0C)
Minimum Maksimum Rata-rata Standar
Deviasi Nilai
Tengah Modus
Barat 25,98 31,07 28,89 0,78 28,92 29,13
Pancaroba I 24,80 31,69 29,32 0,58 29,34 29,32
Timur 25,72 32,51 28,77 0,78 28,85 29,11
Pancaroba II 26,07 32,98 30,02 0,85 30,17 30,55
Sumber : Data Primer Diolah
Secara keseluruhan berdasarkan musim kisaran suhu minimum SPL terendah pada musim pancaroba I sebesar 24,800C dan tertinggi pancaroba II sebesar 26,070C dengan perbedaan sebesar 1,270C. Suhu kisaran maksimum tertinggi pada musim pancaroba II sebesar 32,980C dan terendah pada musim barat sebesar 31,070C, dengan rentang perbedaan sebesar 1,910C, sementara nilai rata-rata suhu permukaan laut tertinggi musim pancaroba II dan terendah musim timur, masing-masing sebesar 30,020C dan 28,770C. Nilai tengah suhu permukaan laut tertinggi pada musim pancaroba II sebesar 30,170C dan terendah musim timur sebesar 28,850C, serta nilai modus SPL tertinggi pada musim pancaroba II sebesar 30,550C dan terendah musim timur sebesar 29,110C.