2.4.2 Analisis Lingkungan Eksternal Bisnis
2.4.2.2 Analisis SWOT
Menurut Rangkuti (2006, p18-19), Analisis SWOT adalah identifikasi berbagai faktor secara sistematis untuk merumuskan strategi perusahaan. Analisis ini didasarkan pada logika yang dapat memaksimalkan kekuatan (Strengths), dan peluang (Opportunities),
Politik Ekonomi Sosial Teknologi
peraturan lingkungan dan
perlindungan Pertumbuhan ekonomi Distribusikan penghasilan
Riset pemerintah membelanjakan Kebijakan pajak Politik moniter demografi, pertumbuhan populasi ,
perbedaan umur
Focus industri pada peningkatan teknologi Peraturan perdagangan
internasional dan restriksi
Pembelanjaan pemerintah
Tenaga kerja / sosial mobilitas
Penemuan baru dan pengembangan Hukum pelaksanaan
kontrak perlindungan pemakai
Kebijakan pengangguran Perubahan gaya hidup Tarif pergantian teknologi
Kebijakan karyawan Pajak Karir and leisure attitudes Entrepreneurial spirit
Perputaran teknologi and dan kecepatan teknologi menjadi
usang Organisasi pemerintah /
sikap Tarif penukaran Pendidikan
Penggunaan energi dan pengeluaran Peraturan persaingan Tingkat inflasi Fashion, hypes Teknologi informasi
Stabilitas politik Perputaran bisnis Kesehatan, perasaan aman Internet Peraturan keselamatan Kepercayaan pelanggan Kondisi tempat tinggal Teknologi mobile
namun secara bersamaan dapat meminimalkan kelemahan (Weaknesses) dan ancaman (Threat).
SWOT adalah singkatan dari bahasa Inggris STRENGTHS (Kekuatan), WEAKNESSES (Kelemahan), OPPORTUNITIES (Peluang) dan THREATS (Ancaman). Analisa SWOT berguna untuk menganalisa faktor-faktor di dalam organisasi yang memberikan andil terhadap kualitas pelayanan atau salah satu komponennya sambil mempertimbangkan faktor-faktor eksternal.
Proses pengambilan keputusan strategis selalu berkaitan dengan pengembangan misi, tujuan, strategi, dan kebijakan perusahaan. Dengan demikian perencana strategis (strategic planner) harus menganalisis faktor – faktor strategis perusahaan (kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman) dalam kondisi yang ada saat ini. Hal ini disebut dengan Analisis Situasi. Model yang paling popular untuk menganalisis situasi adalah Analisis SWOT.
Menurut Thomson & Strickland (2005, p89-88) SWOT dapat didefinisikan sebagai berikut:
1. Kekuatan (Strength) adalah sesuatu hal yang dapat dilakukan dengan baik dalam perusahaan atau suatu karakteristik yang dapat meningkatkan kompetisi perusahaan. kekuatan dapat mengambil berbagai bentuk
• Keahlian perusahaan
• Aset – aset fisik yang penting
Comment [U14]: pelajari
• Sumber daya manusia
• Aset – aset organisasi yang penting
• Aset – aset penting lainnya yang tidak dapat hanya dilihat.
• Kemampuan kompetitif perusahaan
• Posisi perusahaan yang menguntungkan dalam pasar • Kerjasama antar perusahaan
2. Kelemahan (Weaknesses) adalah kekurangan yang ada pada perusahaan dibandingkan dengan perusahaan lain atau kondisi yang menempatkan perusahaan pada suatu kerugian. Kelemahan internal perusahaan dapat berupa :
• Kekurangan dalam kemampuan atau keahlian untuk berkompetisi
• Kurangnya asset – asset yang penting untuk berkompetisi
• Lemah dalam area – area kunci pada kompetisi
3. Peluang (Opportunities) merupakan faktor penting dalam membentuk strategi perusahaan. Tergantung pada keadaan perusahaan, peluang dapat bervariasi, mulai dari cukup hingga berlebih, cukup menarik hingga sangat menarik. Peluang yang paling relevan dengan keadaan perusahaan adalah yang menawarkan keuntungan, meningkatkan sisi kompetitif
perusahaan, dan yang sesuai dengan sumber daya yang dimiliki perusahaan.
4. Ancaman (Threats) dapat terbentuk dari munculnya teknologi baru yang lebih murah atau lebih baik, pesaing yang memperkenalkan produk yang lebih baik, masuknya kompetitor baru, peraturan – peraturan baru yang lebih membebani perusahaan daripada kompetitor, kenaikan suku bunga, potensi pengambil alihan perusahaan secara paksa, dan lain – lain.
Cara membuat analisis SWOT
Penelitian menunjukkan bahwa kinerja perusahaan dapat ditentukan oleh kombinasi faktor internal dan eksternal. Kedua faktor tersebut harus dipertimbangkan dalam analisis SWOT. Analisis SWOT membandingkan antara faktor eksternal Peluang (opportunities) dan Ancaman (threat) dengan faktor internal Kekuatan (strengths) dan Kelemahan (weakness).
Analsis SWOT dapat dibagikan dalam lima langkah:
1. Menyiapkan sesi SWOT.
2. Mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan. 3. Mengidentifikasi kesempatan dan ancaman.
4. Melakukan ranking terhadap kekuatan dan kelemahan. 5. Menganalisis kekuatan dan kelemahan.
Gambar 2.8 Analisis SWOT (Rangkuti, 2006, p19)
1. Kuadran 1 : Ini merupakan situasi yang sangat menguntungkan. Perusahaan tersebut memiliki peluang dan kekuatan sehingga dapat memanfaatkan peluang yang ada. Strategi yang harus diterapkan dalam kondisi ini adalah mendukung kebijakan partumbuhan yang agresif (Growth oriented strategy).
2. Kuadran 2: Meskipun menghadapi berbagai ancaman, perusahaan ini masih memiliki kekuatan dari segi internal. Strategi yang harus diterapkan adalah menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang jangka panjang dengan cara strategi diversifikasi (produk / pasar).
BERBAGAI PELUANG KEKUATAN INTERNAL BERBAGAI ANCAMAN KELEMAHAN INTERNAL 1.Mendukung strategi agresif 2.Mendukung strategi diversifikasi 4.Mendukung strategi defensif 3.Mendukung strategi turn-around
3. Kuadran 3: Perusahaan menghadapi peluang pasar yang sangat besar, tetapi di lain pihak, ia menghadapi beberapa kendala / kelemahan internal. Kondisi bisnis pada kuadran 3 ini mirip dengan Question Mark pada BCG Matrik. Fokus strategi perusahaan ini adalah meminimalkan masalah – masalah internal perusahaan sehingga dapat merebut peluang pasar yang lebih baik. Misalnya, Apple menggunakan strategi peninjauan kembali teknologi yang dipergunakan dengan cara menawarkan produk – produk baru dalam industri microcomputer.
4. Kuadran 4: Ini merupakan situasi yang sangat tidak menguntungkan, perusahaan tersebut menghadapi berbagai ancaman dan kelemahan internal.
2.4.2.2.1 Faktor Eksternal (EFAS) dan Internal (IFAS)
1. Susunlah dalam kolom 1 (5 sampai dengan 10 peluang dan ancaman, bisa lebih atau kurang).
2. Beri bobot masing –masing faktor dalam kolom 2, mulai dari 1,0 (sangat penting) sampai dengan 0,0 (tidak penting). Hasil bobot tersebut bisa diperoleh dari perusahaan atau dengan menggunakan kuisioner yang dilakukan.
3. Hitung rating (dalam kolom 3) untuk masing – masing faktor dengan memberikan skala mulai dari 4 (outstanding) sampai dengan 1 (poor) berdasarkan pengaruh faktor tersebut terhadap kondisi perusahaan
yang bersangkutan, pemberian nilai rating untuk faktor peluang bersifat positif (peluang yang semakin besar diberi rating +4, tetapi jika peluang kecil, diberi rating +1).
4. Kalikan bobot pada kolom 2 dengan rating pada kolom 3, untuk memperoleh faktor pembobotan dalam kolom 4. hasilnya berupa skor pembobotan untuk masing – masing faktor yang nilainya bervariasi mulai dari 4,0 (outstanding) sampai dengan 1,0 (poor).
5. Jumlahkan skor pembobotan (pada kolom 4), untuk memperoleh total skor pembobotan bagi perusahaan yang bersangkutan. Nilai total ini menunjukkan bagaimana perusahaan bereaksi terhadap faktor – faktor strategis eksternalnya. Total skor ini dapat digunakan untuk membandingkan perusahaan ini dengan perusahaan lainnya dalam kelompok industri yang sama.