• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis SWOT

Dalam dokumen BAB 2 LANDASAN TEORI (Halaman 41-49)

2.10. Analisis Lingkungan Internal dan Eksternal Bisnis

2.10.2 Analisis Lingkungan Internal Bisnis

2.10.2.1 Analisis SWOT

Menurut Rangkuti (2006, p18-19) analisis SWOT adalah suatu identifikasi dari bermacam faktor secara sistematis yang digunakan untuk merumuskan strategi suatu perusahaan. Analisis ini dilakukan pada logika yang dapat memaksimalkan kekuatan dan peluang dan secara bersamaan dapat meminimalkan kelemahan dan ancaman. Jadi, analisis SWOT

membandingkan antara faktor eksternal peluang dan ancaman dengan faktor internal kekuatan dan kelemahan.

Analisis SWOT adalah suatu identifikasi dari bermacam faktor secara sistematis yang digunakan untuk merumuskan strategi, berdasarkan logika yang dapat memaksimalkan kekuatan (Strengths) dan peluang

(Opportunities), dan secara bersamaan dapat meminimalkan kelemahan (Weaknesses) dan ancaman (Threats). Jadi, analisis SWOT membandingkan antara faktor eksternal Peluang dan Ancaman dengan faktor internal

Kekuatan dan Kelemahan. Analisis ini terbagi atas 4 komponen dasar yaitu:

Strength (Kekuatan)

Suatu keunggulan sumber daya yang relatif terhadap pesaing dan kebutuhan dari pusat yang dilayani atau hendak dilayani oleh perusahaan kekuasaan yang dimiliki oleh suatu perusahaan dibandingkan dengan pesaing.

Contoh: Memiliki produk yang berkualitas.

Weakness (Kelemahan)

Keterbatasan atau kekurangan dalam sumber daya, keterampilan dan kemampuan yang secara serius menghalangi kinerja efektif

perusahaan. Keterbatasan dalam fasilitas, sumber daya keuangan, kemampuan menejemen, keterampilan pemasaran merupakan sumber dari kelemahan.

Contoh: Pelayanan terhadap pelanggan yang kurang baik atau memuaskan pelanggan.

Opportunity (Peluang)

Suatu daerah kebutuhan pembeli dimana perusahaan dapat beroperasi secara menguntungkan dan untuk merebut lebih banyak konsumen dibanding dengan para pesaing.

Threat (Ancaman)

Merupakan ancaman dari luar bagi organisasi dan dapat mengancam eksistensi organisasi dimasa mendatang.

Contoh: Banyaknya pendatang baru.

Analisis SWOT dapat digunakan dengan berbagai cara untuk

meningkatkan analisis dalam usaha penetapan strategi. Umumnya yang sering digunakan adalah sebagai kerangka sistematis dalam diskusi untuk membahas kondisi alternatif dasar yang mungkin menjadi pertimbangan perusahaan. 2.10.2.1.1 Matrik SWOT

Matrik SWOT adalah alat yang dipakai untuk menyusun faktor-faktor strategis perusahaan. Matrik ini menggambarkan bagaimana peluang dan ancaman eksternal (EFAS) yang dihadapi perusahaan dapat disesuaikan dengan kekuatan dan kelemahan (IFAS) yang dimilikinya. Matrik ini dapat menghasilkan empat set kemungkinan alternatif strategis (Rangkuti, 2006, p31).

Cara membuat Matrik SWOT adalah dengan menggunakan faktor-faktor strategis eksternal maupun internal sebagaimana telah dijelaskan dalam tabel EFAS dan IFAS, yaitu dengan memasukan peluang dan ancaman dari tabel EFAS serta memasukan kekuatan dan kelemahan dari tabel IFAS kedalam sel yang sesuai dalam Matrik SWOT. Kemudian dengan

membandingkan faktor-faktor strategis tersebut lalu dibuatkan empat set kemungkinan alternatif strategi (SO, ST, WO, WT).

• Strategi SO : Strategi ini dibuat berdasarkan jalan pikiran perusahaan, yaitu dengan memanfaatkan seluruh kekuatan untuk merebut dan memanfaatkan peluang sebesar-besarnya.

• Strategi ST : Strategi dalam menggunakan kekuatan yang dimiliki perusahaan untuk mengatasi ancaman.

• Strategi WO : Strategi ini diterapkan berdasarkan pemanfaatan peluang yang ada dengan cara meminimalkan kelemahan yang ada.

• Strategi WT : Strategi ini didasarkan pada kegiatan yang bersifat defendsive dan berusaha meminimalkan kelemahan yang ada serta menghindari ancaman. IFAS EFAS Strength (S) Tentukan 5-10 faktor-faktor kekuatan internal.

Weakness (W) Tentukan 5-10 faktor-faktor kelemahan internal. Opportunity (O)

Tentukan 5-10 faktor-faktor peluang eksternal.

Strategi SO

Ciptakan strategi yang menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang.

Strategi WO

Ciptakan strategi yang meminimalkan kelemahan untuk memanfaatkan peluang.

Threats (T)

Tentukan 5-10 faktor-faktor ancaman eksternal.

Strategi ST

Ciptakan strategi yang menggunakan kekuatan

Strategi WT

Ciptakan strategi yang meminimalkan kelemahan

untuk mengatasi ancaman. dan menghindari ancaman.

Tabel 2.2 Matrix SWOT (Rangkuti, 2006, p31)

2.10.2.1.2 Matrik EFAS

Menurut Rangkuti (2006, p22), sebelum membuat matrix faktor strategi external, kita perlu mengetahui terlebih dahulu faktor strategi EFAS (External Factors Analysis Summary). Berikut ini adalah cara-cara penentuan Faktor Strategi External (EFAS):

a. Tentukan faktor-faktor yang menjadi peluang serta ancaman perusahaan dalam kolom 1.

b. Beri bobot masing-masing faktor tersebut dengan skala dari 1,0 (sangat penting) sampai 0.0 (tidak penting), berdasarkan pengaruh faktor-faktor tersebut terhadap posisi strategis perusahaan. (Semua bobot tersebut jumlahnya tidak boleh melebihi skor total 1,00).

c. Hitung rating (dalam kolom 3) untuk masing-masing faktor dengan memberikan skala mulai dari 4 (Outstanding) sampai dengan 1 (poor), berdasarkan pengaruh faktor tersebut terhadap kondisi perusahaan yang bersangkutan. Variabel yang bersifat positif diberi nilai dari +1 sampai dengan +4 (sangat baik) dengan membandingkan rata-rata industri atau dengan pesaing utama sedangkan variabel yang bersifat negatif merupakan

kebalikannya. Contohnya, jika ancaman perusahaan besar sekali

dibandingkan dengan rata-rata industri nilainya adalah 1 sedangkan jika peluang perusahaan dibandingkan rata-rata industri nilainya adalah 4.

d. Kalikan bobot pada kolom 2 dengan rating pada kolom 3, untuk memperoleh faktor pembobotan dalam kolom 4. Hasilnya berupa skor pembobotan untuk masing-masing faktor yang nilainya bervariasi mulai dari 4,0 (Outstanding) sampai dengan 1,0 (Poor).

e. Gunakan kolom 5 untuk memberikan komentar atau catatan mengapa faktor-faktor tertentu dipilih dan bagaimana skor pembobotannya dihitung.

f. Jumlahkan skor pembobotan (pada kolom 4), untuk memperoleh total skor pembobotan bagi perusahaan yang bersangkutan. Nilai total ini menunjukan bagaimana perusahaan tertentu bereaksi terhadap faktor-faktor strategis eksternalnya. Skor total ini dapat digunakan untuk membandingkan perusahaan ini dengan perusahaan lainnya dalam kelompok industri yang sama.

Berikut adalah tabel matrik EFAS :

FAKTOR STRATEGI EKSTERNAL

BOBOT RATING BOBOT X

RATING

PELUANG TOTAL PELUANG ANCAMAN

TOTAL ANCAMAN TOTAL EFAS

Tabel 2.3 Tabel EFAS

2.10.2.1.3 Matrik IFAS

Menurut Rangkuti(2006, p24-25), setelah faktor-faktor strategi internal suatu perusahaan diidentifikasi, suatu tabel IFAS (Internal Strategic Factor Analysis Summary) disusun untuk merumuskan faktor-faktor strategis internal tersebut dalam kerangka Strength and Weakness perusahaan. Tahapnya adalah sebagai berikut :

a. Tentukan faktor-faktor yang menjadi kekuatan serta kelemahan perusahaan dalam kolom 1.

b. Beri bobot masing-masing faktor tersebut dengan skala dari 1,0 (sangat penting) sampai 0.0 (tidak penting), berdasarkan pengaruh faktor-faktor tersebut terhadap posisi strategis perusahaan. (Semua bobot tersebut jumlahnya tidak boleh melebihi skor total 1,00).

c. Hitung rating (dalam kolom 3) untuk masing-masing faktor dengan memberikan skala mulai dari 4 (Outstanding) sampai dengan 1 (poor), berdasarkan pengaruh faktor tersebut terhadap kondisi perusahaan yang bersangkutan. Variabel yang bersifat positif (semua variabel yang masuk kategori kekuatan) diberi nilai dari +1 sampai dengan +4 (sangat baik) dengan membandingkan rata-rata industri atau dengan pesaing utama

sedangkan variabel yang bersifat negatif merupakan kebalikannya. Contohnya, jika kelemahan perusahaan besar sekali dibandingkan dengan rata-rata industri nilainya adalah 1 sedangkan jika kelemahan perusahaan dibandingkan rata-rata industri nilainya adalah 4.

d. Kalikan bobot pada kolom 2 dengan rating pada kolom 3, untuk memperoleh faktor pembobotan dalam kolom 4. Hasilnya berupa skor pembobotan untuk masing-masing faktor yang nilainya bervariasi mulai dari 4,0 (Outstanding) sampai dengan 1,0 (Poor).

e. Gunakan kolom 5 untuk memberikan komentar atau catatan mengapa faktor-faktor tertentu dipilih dan bagaimana skor pembobotannya dihitung.

f. Jumlahkan skor pembobotan (pada kolom 4), untuk memperoleh total skor pembobotan bagi perusahaan yang bersangkutan. Nilai total ini menunjukan bagaimana perusahaan tertentu bereaksi terhadap faktor-faktor strategis internalnya. Skor total ini dapat digunakan untuk membandingkan perusahaan ini dengan perusahaan lainnya dalam kelompok industri yang sama.

Berikut adalah tabel matriks IFAS :

FAKTOR STRATEGI INTERNAL

BOBOT RATING BOBOT X

RATING

KEKUATAN TOTAL KEKUATAN

KELEMAHAN TOTAL KELEMAHAN

TOTAL IFAS

Tabel 2.4 Tabel IFAS

Dalam dokumen BAB 2 LANDASAN TEORI (Halaman 41-49)

Dokumen terkait