BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
B. Gambaran Umum Lokasi Penelitan
2. Kondisi Infrastruktur
83
84
Gambar 4.3 Jenis Material Jalan Di Pulau Maratua (Sumber :Survey Lapangan 2019) b. Sistem Jaringan Listrik
Untuk penyediaan listrik pada Kawasan Pulau Maratua masih terkendala pada batas waktu penggunaan yang belum mencapai 24 jam, hal ini dikarenakan belum adanya penyediaan tenaga listrik secara terpadu melalui PLN untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Pulau Maratua terhadap listrik. Sehingga pemenuhan kebutuhan listrik dilakukan secara pribadi lewat penggunaan mesin diesel dan penggunaan panel surya. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar berikut:
Gambar 4.4 Kondisi Jenis Pembangkit Listrik di Pulau Maratua (Sumber: Survey Lapangan 2019)
85 Dimana dalam penggunaannya dianggap masih banyak memilki kekerungan. Seperti dalam penggunaan panel surya yang sangat bergantung pada cuaca, kemudian penggunaan masin diesel yang menggunakan minimal 3 liter bahan bakar solar setiap 12 jam pemakaian masin. Secara hitungan kotor biaya untuk pemenuhan kebutuhan listrik melalui penggunaan mesin diesel adalah Rp.900.000 perbulan.
Namun upaya pemenuhan kebutuhan listrik secara merata mulai rencanakan pada Kawasan Pulau Maratua, dapat dilihat dari pembangunan Kawasan PLN dengan kelengkapan Tangki penampung bahan bakar solar di Desa Teluk Harapan, selain itu pengerjaan tiang listrik juga telah dilaksanakan.
Gambar 4.5 Kondisi Pembangunan Kawasan PLN dengan Bahan Bakar Solar di Pulau Maratua
(Sumber: Survey Lapangan 2019)
86 c. Sistem Jaringan Telekomunikasi
Untuk pemenuhan kebutuhan jaringan telekomunikasi di Kawasan Pulau Maratua mengandalkan pada 1 tower telekomunikasi, namun dalam operasionalnya masih terkendala pada terbatasnya jangkauan signal dari tower tersebut yang hanya menjangkau dua desa saja diantarnya Desa Teluk Harapan dan Desa Payung-payung, sedangkan Desa Boheseilian dan Desa Teluk Alulu masih susah untuk mendapatkan signal telekomunikasi yang baik terlebih pada penyediaan signal internet. Berikut merupakan visualisasi tower telekomunikasi ada di Kawasan Pulau maratua Tepatya di Desa Teluk Harapan.
Gambar 4.6 Kondisi Tower Telekomunikasi Kawasan Pulau Maratua (Sumber: Survey Lapangan 2019)
87 d. Sistem Jaringan Air Bersih
Adapun penyediaan air bersih di Kawasan Pulau Maratua belum menerapkan pelayanan secara terpadu atau dengan kata lain masih pada tahap pengelolaan pribadi masing-masing setiap rumah tangga. Sumber air bersih yang ada pada Kawasan Pulau Maratua di dominasi oleh sumur galian, air tampungan, air hujan menggunakan profiltank, menurut hasil wawancara di pulau Pulaua Maratua sendiri sudah menggunakan teknologi penyulingan air asin ke air tawar namun terkendala pada pipanisasi atau penyaluran air hasil penyulingan yang rusak dan tidak dapat digunakan.
Gambar 4.7 Sumber Air Bersih yang digunakan masyarakat Kawasan Pulau Maratua
(Sumber: Survey Lapangan 2019)
88 e. Sistem Persampahan
Pada umumnya persampahan merupakan masalah yang sukar untuk diselesaikan terlebih pada kawasan pesisir atupun pulau yang berpenghuni. Maka dari itu untuk mengatasinya dibutuhkan pengelolaan yang baik dan sitematis agar tidak berdampak buruk bagi lingkungan hidup sekitar, kesehatan masyarakat.
Untuk pengelolaan sampah yang ada pada Kawasan Pulau Maratua bisa dikatakan belum memiliki sistem yang jelas, hal ini mengakibatkan masih terdapat tumpukan sampah dibeberapa titik yang vital seperti contohnya pada jalan utama kecamatan yang menghubungkan antar kampung. Berikut merupakan kondisi tumpukan sampah dibeberapa yang ada pada Kawasan Pulau Maratua.
Gambar 4.8 Kondisi Tumpukan Sampah di Beberapa Titik Pada Kawasan Pulau Maratua
(Sumber : Survey Lapangan 2019)
89 Meskipun Kawasan Pulau Maratua Belum memiliki sistem yang terpadu dalam pengelolaan sampah, namun berbeda dengan yang terjadi pada Desa Payung-Payung yang memiliki Tempat Pembuangan Sampah (TPS) selain itu pengelolaan, untuk lebih jekasnya berikut merupakan gambaran kondisi TPS Desa Payung-payung.
Gambar 4.9 Kondisi Tempat Pembuangan Sampah di Desa Payung-Payung
(Sumber : Survey Lapangan 2019)
Untuk pengolahan sampah di TPS Payung-Payung sendiri masih menggunakan metode pengumpulan kemudian dilakukan tindakan pembakaran.
90 f. Sarana Pendidikan
Keberadaan sarana pendidikan sangat penting bagi suatu kawasan dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia pada aspek Pendidikan. Penyedian sarana Pendidikan di Kawasan Pulau Maratua sendiri sudah terbilang lengkap.
Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 4.12 Jumlah Sarana Pendidikan Setiap Desa di Kawasan Pulau Maratua
No. Desa
Sarana Pendidikan
PAUD TK SD SMP SMA
1. Bohesilian 1 1 1 - -
2. Payung-Payung 1 1 1 1 1
3. Teluk Harapan 1 1 1 - -
4. Teluk Alulu 1 1 1 - -
Pulau Maratua 3 4 4 1 1
Sumber: Kecamatan Maratua Dalam Angka 2018 dan Survey Lapangan 2019
Berikut merupakan visualisasi kondisi sarana Pendidikan di Pulau Maratua:
Gambar 4.10 Kondisi Sarana Pendidikan di Kawasan Pulau Maratua (Sumber: Survey Lapangan 2019)
91 g. Sarana Perkantoran
Hadirnya sarana perkontoran dianggap penting dalam menunjang kegiatan tata usaha dan aktivitas managemen instansi kecamatan, desa. Penyediaan sarana perkantoran di Kawasan Pulau Maratua terdiri dari berbagai unit instansi, untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 4.13 Jumlah Sarana Perkantoran di Kawasan Pulau Maratua No. Sarana perkantoran Jumlah Unit Kondisi
1. Kantor Kecamatan 1 baik
2. Kantor Desa 4 baik
3. Kantor Kodam 1 baik
4. Kantor Polres 1 baik
5. Kantor KUA 1 baik
6. Kantor Koramil 1 baik
7. Kantor Polsek 1 baik
8. Kantor Bank BPD 1 baik
9. Kantor DanposAL 1 baik
Pulau Maratua 12 baik
Sumber: Survey Lapangan 2019
Menurut hasil survey lapangan tahun 2019, secara keseluruhan sarana perkantoran memiliki kondisi yang baik, untuk lebih lengkapnya dapat dilihat pada visualisasi berikut:
Gambar 4.11 Kondisi Sarana Perkantoran di Kawasan Pulau Maratua (Sumber : Survey Lapangan 2019)
92 h. Sarana Kesehatan
Sebagai sarana penunjang terhadap pelayanan kesehatan keberadaan Sarana Kesehatan sangat dibutuhkan masyarakat Pulau Maratua, secara umum Pulau maratua memilki 1 unit puskesmas dengan standar pelayanan yang maksimal, untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 4.14 Jumlah Sarana Kesehatan Yang Tersebar di Kawasan Pulau Maratua
No. Sarana perkantoran Jumlah
Unit Kondisi
1. Puskesmas 1 baik
2. Pustu 3 baik
3. Posyandu 5 baik
4. Poskesdes 3 baik
Pulau Maratua 12 baik
Sumber: Survey Lapangan 2019
Berikut merupakan data visualisasi dari sarana kesehatan pada Kawasan Pulau Maratua :
Gambar 4.12 Kondisi Sarana Kesehatan di Kawasan Pulau Maratua (Sumber: Survey Lapangan 2019)
93 i. Sarana Perdagangan
Untuk penyebaran sarana perdagangan di Kawasan Pulau Maratua sendiri didiominasi oleh warung, ruko dan beberapa warung makan. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar berikut:
Gambar 4.13 Kondisi Sarana Perdagangan di Kawasan Pulau Maratua
(Sumber : Survey Lapangan 2019)
Hadirnya sarana perdagangan terutama pasar sangat dibutuhkan di Kawasan Pulau Maratua, hal ini dapat berdampak pada kemudahan masyarakat dalam beberlanja kebutuhan sehari-hari. Selain itu hadirnya pasar juga dapat memudahkan masyarakat khususnya yang memilki mata pencaharian sebagai nelayan yang membutuhkan tempat untuk menjual ikan hasil tangkapan.
94 j. Dermaga
Keberadaan dermaga pada kawasan dengan karaktersitik pesisir sangatlah penting, degan fungsi utama sebagai tempat bersandarnya speedboat yang merupakan transportasi air andalan bagi masyarakat baik masuk ataupun keluar dari Kawasan Pulau Maratua. Secara keseluruhan disetiap Desa sda memilki dermaga, ditambah dengan dermaga yang dibangun secara pribadi oleh masyarakat maupun pengelola resort. Berikut merupakan visualisasi dari kondisi beberapa dermaga di Pulau Maratua:
Gambar 4.14 Kondisi Dermaga di Kawasan Pulau Maratua (Sumber: Survey Lapangan 2019)
Secara keseluruhan kondisi dermaga yang ada di Pulau Maratua masih dalam keadaan baik, lokasi dari dermaga pun tersebar di beberapa titik di dalam Kawasan Pulau Maratua.
95 k. Bandar Udara
Selain jalur laut, pada Kawasan Pulau Maratua juga telah tersedia sarana dalam menunjang mobiltas masyarakat maupun wisatawan lewat jalur udara. Bandar udara yang diresmikan pada tahun 2015 ini merupakan bandar udara kedua yang berada di Kabupaten Berau selain bandar udara kalimarau. Keberadaannya dianggap dapat menjadi salah satu strategi pengembangan pariwisata dan juga strategi pertahanan dan keamanan mengingat Pulau Maratua terlatak di perairan laut yang berbatasan langsung dengan philipina dan Malaysia.
Untuk melihat kondisi dari Bandar Udara Maratua dapat dilihat pada visualisasi Berikut:
Gambar 4.15 Kondisi Bandar Udara Maratua (Sumber: Survey Lapangan 2019)
Maskapai yang telah memiliki rute penerbangan menuju bandar udara Maratua yaitu maskapai Susi Air dan Trans Nusa.
96 Berikut merupakan rute penerbangan dari maskapai Susi Air dan maskapai Trans Nusa.
Tabel 4.15 Jadwal Penerbangan dua Maskapai di Bandar Udara Maratua
No. Maskapai
Rute
jadwal Asal Transit Tujuan
1. Susi Air Tarakan Maratua Berau Selasa dan sabtu 2. Trans Nusa Balikpapan - Maratua Selasa dan
sabtu Sumber. Wawancara Staf Bandara 2019
Untuk harga tiket pesawat sendiri termasuk variatif dan dapat berubah-ubah pada kisaran Rp.350.000.00 sampai Rp.700.000,00. Bandar udara Kalimarau juga dilengkapi oleh infrastruktur penunjang, untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 4.16 Kondisi Infrastruktur Pendukung Bandar Udara Maratua
Sumber. Wawancara Staf Bandara 2019
No. Infrastruktur Pendukung Kondisi
1. Terminal Baik
2. Perumahan Baik
3. Tower air navigasi Baik
4. Gedung listrik/power house Baik
5. Pos pemadam Baik
6. Run away Baik
7. Jalan akses menuju bandara Baik
6. Apron Baik
7. Kawasan parkir Baik
97 l. Stasiun Penyediaan Bahan Bakar
Untuk penggunaan jenis bahan bakar di Pulau Maratua didominasi oleh jenis premium, pertalite untuk penggunaan transportasi darat juga transportasi laut dan bahan bakar solar untuk penggunaan mesin diesel. Penyedian bahan bakar sendiri bisa ditemukan diwarung ataupun ruko, untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar berikut:
Gambar 4.16 Kondisi Warung Penyedia Bahan Bakar di Maratua (Sumber : Survey Lapangan 2019)
Untuk menjaga harga bahan bakar tetap stabil, maka keberadaan Stasiun Penyediaan Bahan Bakar atau SPBU umum sangat dibutuhkan di Kawasan Pulau Maratua, mengingat tingkat penggunaan bahan bakar sangat penting di Pulau Maratua.
98
0 5 1 00 120 273 130
5 4 6 100 0 0 0
2 0 1 4 2 0 1 5 2 0 1 6 2 0 1 7
D I A G R A M 4 . 4 J U M L A H K A S U S D B D , D I A R E , T B , D A N M A L A R I A D I P U L A U M A R A T U A ( 2 0 1 4
-2 0 1 7 ) DBD Diare TB Malaria
3. Kondisi Sumber Daya Manusia (SDM)