• Tidak ada hasil yang ditemukan

A. Peralatan dan Mesin 1

V. HASIL DAN PEMBAHASAN

5.2. Analisis SWOT (strength, weakness, opportunities, threat)

Analisis SWOT dilakukan setelah menganalisi faktor strategi internal (kekeuatan dan kelemahan) pada CV Alam Kibra cabang Makassar dapat di lihat pada tabel 5 berikut.

27 Tabel 5. IFAS internal foctor analysis summary.

Matriks Factor Internal

Sumber : Data primer setelah diolah 2014.

Pada tabel 5 faktor internal menunjukkan terdapat 5 kekuatan dan 5 kelemahan yang ada pada CV. Alam Kibra dalam pengembangan tepung mocaf faktor kekuatan, kelemahan ini disusun berdasarkan bobot dampak sangat penting hingga tidak penting. Kekuatan dan kelemahan yang diberikan terdapat pengembangan tepung mocaf. Data menunjukkan bahwa bobot kekuatan lebih besar dibandingkan dengan bobot kelemahan. Tergambar jelas bahwa perusahaan memiliki kekuatan yang lebih besar dibandingkan dengan kelemahan.

Kekuatan diberikan dengan ranting pada skala terbesar 4 hingga skala terkecil 1 dan setiap kekuatan diberikan ranting dengan 1 hingga 4 didasarkan pada hasil wawancara dengan karyawan, konsumen dan dinas pertanian serta kondisi perusahaan. Hasil perkalian antara bobot dengan ranting merupakan skor bagi faktor kekuatan dan kelemahan perusahaan. Total nilai skor kekuatan dan kelemahan adalah 2.76.

28 a. Kekuatan

1. Tenaga kerja yang terampil. Kartyawan yang bekerja pada CV.Alam Kibra merupakan karyawan yang memiiki keterampian dalam tepung mokaf.sebelum di pekerjakan,mereka diberikan pelatihan dalam teknis pengelolaan singkong menjadi tepung mokaf.

2. Produk tepung mocaf yang merupakan produk olahan dan memiliki kualitas yang baik dari hasil wawancara beberapa konsumen yang menjadi responden.

Mereka telah menggunakan tepung mocaf dari perusahaan ini sebagai bahan baku pembuatan mie dan kue.

3. Sistem pemasaran tepung mocaf telah terbentuk jalur-jalur distribusi keberbagai lapisan industri-industri lanjutan seperti : pabrik mie, kecap dan industri rumahan (home industri) kue serta para pedagang yang menjual tepung dari CV. Alam Kibra.

4. Pelayanan pembelian merupakan bagian dari kegiatan perusahaan. Pelayanan pembelian yang diberikan oleh perusahaan kepada pembeli baik. Ini yang diperkuat oleh hasil wawancara dengan konsumen.

5. Mesin dan peralatan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam kegiatan produksi. Mesin dan peralatan yang dimiliki oleh perusahaan merupakan aset dan milik pribadi perusahaan, sehingga mempermudah kegiatan produksi.

b Kelemahan

1. Singkong sebagai bahan baku dalam pembuatan tepung mocaf terbatas, sehingga kapasitas produksi tepung mocaf masih terbatas. Menurut pimpinan

29 CV. Alam Kibra bahwa kebutuhan industri adalah 200 ton perbulan, tetapi karena keterbatasan bahan baku maka kebutuhan industri atau konsumen masih belum terpenuhi.

2. Tingkat produksi menjadi rendah karena keterbatasan bahan baku singkong.

3. Jumlah karyawan sedikit, disebabkan karena keterbatasan bahan baku singkong yang digunakan dalam pembuatan tepung mocaf, sementara pembuatan tepung mocaf besar.

4. Tepung mocaf adalah industri rumah tangga yang dikelolah dengan sistem pengemasan sederhana.

Sedangkan hasil klarifikasi faktor eksternal ( peluang dan ancaman) dapat di lihat pada tabel 6

Tabel 6. EFAS (external factor analysis summary) Matriks factor eksternal 3. Semakin berkurangnya lahan pertanian

bagi budidaya singkong

0.08 2 0.16

4. Keterbatasan kendaraan operasional 0.12 3 0.36

5. Pesatnya teknologi informasi 0.12 3 0.36

Total 1.00 25 2.76

Sumber : Data primer setelah diolah 2014

30 Tabel 6 menunjukkan terdapat 5 peluang dan 5 ancaman yang dihadapi oleh perusahaan dalam pengembangan tepung mocaf. Ini disusun dengan bobot sangat penting hingga tidak penting dari dampak ancaman dan peluang yang ada pada pengembangan tepung mocaf. Bobot nilai peluang lebih besar dari pada nilai ancaman. Ini menunjukkan bahwa perusahaan memiliki peluang yang lebih besar dibandingkan dengan ancaman yang akan dihadapi.

Peluang diberikan ranting dengan skala 4 hingga skala terkecil 1 dan setiap peluang diberikan ranting dengan skala 1 hingga 4 di dasarkan pada hasil wawancara dengan informan (karyawan), konsumen dan dari dinas pertanian serta kondisi perusahaan. Hasil perkalian dari antara bobot dan ranting merupakan skor bagi setiap faktor peluang dan ancaman. Total nilai skor peluang dan ancaman adalah 2,76. Nilai skor ini di perlukan untuk matriks eksternal dan internal posisi perusahan dalam mengembangkan tepung mokaf

c. Peluang

1. Meningkatkan permintaan konsumen terhadap tepung mocaf, karena jenis tepung ini relatif murah dibandingkan dengan tepung terigu yang menggunakan tanaman gandum dijual dipasaran. Tepung mocaf digunakan oleh konsumendalam diversifikasi produk seperti : roti, kue dan kerupuk.

2. Selera konsumen terhadap tepung mocaf cukup tinggi, karena tepung mocaf yang berbahan baku dari singkong memiliki kualitas yang setara tepung terigu dengan dengan harga yang murah, serta dapat dimanfaatkan untuk berbagai produk olahan.

31 3. Pasar luar negeri mulai melihat tepung mocaf dengan manfaatnya banyak dimiliki, sehingga membuka peluang ekspor. Tepung mocaf selain menjadi konsumsi dalam negeri bias juga menjadi konsumsi dunia.

4. Iklim, secara agroklimat sangat potensial bagi budidaya singkong sebgai bahan baku mocaf, sehingga secara iklim mendukung bagi pertumbuhan dan perkembangan tepung mocaf.

5. Kondisi ekonomi Indonesia mulai membaik, mendapat dukungan dari pemerintah bagi keberadaan industri kecil dan program dari pertanian (diversifikasi pangan). Pemerintah memberikan harapan bagi kepastian dan investasi dalam usaha mikro.

d. Ancaman

1. Pesaing/kompetitor merupakan bagian dari resiko bisnis yang harus dijalani.

Pesaing dalam usaha sejenis dengan pemberian harga lebih murah dari perusahaan CV. Alam Kibra adalah ancaman terhadap kelangsungan perusahaan.

2. Produk-produk dari luar negeri bermunculan ke Indonesia termasuk tepung mocaf, karena tidak adanya tariff bea masuk ke Indonesia dalam rangka pasar bebas.

3. Lahan pertanian telah banyak dikonversi pada pemukiman baik untuk tempat tinggal dan usaha, sehingga lahan yang digunakan untuk budidaya singkong semakin berkurang setiap tahun.

32 4. Kendaraan operasional yang terbatas, sehingga mempersulit untuk mencari

bahan baku singkong ditempat lain.

5. Teknologi informasi merupakan sarana epektif dalam mempromosikan terhadap produk dihasilkan dan hal-hal lain yang dibutuhkan oleh perusahaan seperti informasi lokasi bahan baku singkong. Teknologi informasi bias menjaring banyak konsumen dan informasi guna eksistensi keberadaan perusahaan.

Nilai EFAS dan IFAS perusahaan pada matriks eksternal-internal dapat diketahui pada matriks 5 (2.76-2.76).

Tabel 7. Matriks eksternal-internal posisi perusahaan EFAS-IFAS.

Total skor

2 Pertumbuhan 3 Penciutan Sedang

8 Pertumbuhan 9 Likuidasi Sumber : Data primer setelah diolah 2014.

Posisi matriks strategi yang berbeda sebagai berikut : Posisi 1 : strategi konsentrasi melalui integrasi vertikal.

Posisi 2 : strategi konsentrasi melalui integrasi horizontal.

Posisi 3 : strategi turnaround.

Posisi 4 : strategi stabilitas.

Posisi 5 : strategi konsentrasi melalu integrasi horizontal/stabilitas.

Posisi 6 : strategi divestasi.

33 Posisi 7 : strategi diversifikasi konsentrik.

Posisi 8 : strategi diversifikasi konglomerat.

Posisi 9 : likuidasi atau bangkrut.

CV. Alam Kibra dalam pengembangan tepung mocaf berada pada posisi matriks 5, menunjukkan bahwa perusahaan memiliki prospek pengembangan tepung mocaf yang baik. Strategi yang diberlakukan adalah strategi pertumbuhan (growth strategy). Strategi ini didesain untuk mencapai pertumbuhan baik dalam penjualan asset yang dimiliki perusahaan serta profil yang dihasilkan pada perusahaan. Hal ini dapat dicapai dengan cara menambah jumlah produk yang dihasilkan, meningkatkan kualitas produk, harga yang relatif murah dibandingkan dengan pesaing. Cara ini merupakan strategi terpenting apabila kondisi perusahaan dalam pertumbuhan cepat dan terdapat kecenderungan pesaing untuk melakukan peran harga dalam usaha meningkatkan pangsa pasar dalam negeri dan luar negeri.

Berdasarkan matriks EFAS-IFAS dapat dijadikan landasan dalam penyusunan alternatif bagi CV. Alam Kibra dalam pengembangan tepung mocaf.

Penyusunan alternatif-alternatif didasarkan pada unsur-unsur kekuatan (Strengths), kelemahan (weakness), peluang (opportunities), dan ancaman (theats).

Matriks singkatan analisis SWOT yang berisikan keadaan internal dan eksternal perusahaan dapat dilihat pada tabel 7 berikut.

34 Tabel 8. Analisis SWOT CV. Alam Kibra.

INTERNAL

5.Mesin dan peralatan milik pribadi

Kelemahan (weakness):

1. Bahan baku terbatas 2. Tingkat produksi yang makanan dalam rangka lebih memperluas menjangkau pasar luar negeri (ekspor). produksi tepung mokaf dengan memanfaatkan

lahan pertanian bagi budidaya tanaman tanaman singkong pada petani dengan system pemberdayaan petani

sentra-35 dengan syarat ringan bagi industry kecil seperti industry tepung mocaf dalam pembelian sarana operasional seperti kendaraan guna pemenuhan bahan

sentra penghasil bahan baku selain yang ada di desa atau kecamatan dalam negeri terhadap persaingan pasar bebas.

Sumber : Data primer setelah diolah 2014.

Ada empat gabungan kekuatan dan peluang (SO), kekuatan dan ancaman (ST), kelemahan dan peluang (WO) serta kelemahan dan ancaman (WT). hal ini dapat menjadi landasan bagi CV. Alam Kibra dalam pengembangan tepung mokaf untuk menerapkan strategi pengembangan. Adapun uraian dari gabungan analisis SWOT tersebut adalah ;

Kekuatan dan Peluang (SO):

1. Membangun kemitraan dengan industri-industri makanan dalam rangka lebih memperluas jaringan pemasara dengan memperhatikan kualitas.

2. Meningkatkan kualitas produk, sehingga mampu menjangkau pasar luar negeri (ekspor).

3. Meningkatkan konsumen yang setia dengan memperhatikan apa yang menjadi selera mereka.

36 Kelemahan dan Peluang (WO) :

1. Meningkatkan jumlah bahan baku guna memenuhi permintaan konsumen.

2. Meningkatkan produksi dalam menghadapi permintaan tepung mokaf yang semakin meningkat.

3. Pemberian pelatihan pengemasan produk, sehingga memperoleh nilai tambah dalam penjualan produk.

Kekuatatan dan Ancaman (ST) :

1. Menjual produk tepung mokaf dengan harga murah dan tetap menjaga produk dalam menghadapi pesaing.

2. Peningkatan skil bagi karyawan dalam menghadapi pasar bebas.

3. Pemberian kredit dengan syarat ringan bagi industri kecil seperti industri tepung mokaf dalam pembelian sarana operasional seperti kendaraan pemenuhan bahan baku.

4. Peningkatan teknologi informasi bagi karyawan guna mengakses informasi utamanya informasi bahan baku dan pasar.

Kelemahan dan Ancaman (WT) :

1. Peningkatan budidaya tanaman singkong pada petani dengan system pemberdayaan petani dan dalam rangka peningkatan pendapatan bagi petani.

2. Peningkatan produksi dengan mencari sentra-sentra penghasilan bahan baku selain yang ada di desa atau kecamatan sekitar perusahaan.

3. Keterlibatan pemerintah ditingkatkan untuk melindungi industri dalam negeri terhadap persaingan pasar bebas.

Dokumen terkait