C. Pengembangan Destinasi Wisata Heritage Melalui Analisis SWOT dan Analisis 4A
1. Analisis SWOT (Strengths, Weakness, Opportunities, Threats)
a. Kelurahan Kestalan (Stasiun Solo Balapan, Stasiun Radio Republik Indonesia (RRI), dan Ponten).
Tabel 6. Analisis SWOT (Strengths, Weakness, Opportunities, Threats) (Stasiun Solo Balapan, Stasiun Radio Republik Indonesia (RRI), dan Ponten)
Strengths Weakness
Faktor Internal
a) Masih terawatnya bangunan bersejarah tersebut.
b) Sudah diakui sebagai cagar budaya di Kota Surakarta. c) Terletak di lokasi yang
a) Kurang sadarnya masyarakat sekitar terhadap potensi wisata yang dimiliki dari kawasan heritage tersebut. b) Kurangnya informasi kepada
strategis.
d) Memiliki arsitektur yang menarik.
e) Adanya akomodasi di sekitar tersebut.
f) Memiliki nilai sejarah yang sangat lama dan sampai sekarang masih dilestarikan keberadaannya.
g) Memiliki sarana komunikasi dan teknologi yang memadai. h) Banyaknya pengunjung (Stasiun Solo Balapan dan Monumen Pers).
i) Memiliki potensi wisata yang sangat menarik karena merupakan wisata minat khusus.
j) Memiliki jam berkunjung setiap hari dan gratis.
masyarakat sekitar.
c) Belum mengetahui letak potensi wisata yang menguntungkan berbagai pihak.
d) Masih rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai obyek tersebut. e) Kurangnya sosialisasi kepada
masyarakat.
f) Banyaknya masyarakat yang kurang peduli dengan sadar wisata di lingkungan sendiri. g) Bertambah banyaknya
bangunan-bangunan lain, sehingga kurang diminati. h) Lokasi yang kurang strategis
(Ponten) karena masuk di dalam kampung.
i) Sudah dirubahnya bangunan tidak seperti aslinya (Ponten).
j) Masyarakat yang belum mengerti manfaat dari kawasan heritage tersebut.
Opportunities Threats
Faktor Eksternal
a) Dapat dijadikan obyek wisata alternatif di Kota Surakarta. b) Menjadi salah satu obyek
dengan cagar budaya.
c) Merupakan salah bangunan bersejarah yang dapat dijadikan sebagai daya tarik wisatawan (wisata minat khusus).
d) Potensi wisata yang cukup banyak.
e) Dapat menambah
penghasilan masyarakat sekitar, apabila dikelola dengan baik dan benar. f) Dijadikan peluang bagi
stakeholders yang ingin bekerjasama.
g) Berfungsi sebagai tempat atau obyek wisata yang bisa dimanfaatkan dengan baik, apabila mengetahui potensi
a) Adanya masyarakat yang kontra.
b) Belum sadarnya masyarakat sekitar mengenai potensi wisata yang ada dari obyek ini.
c) Banyak yang sudah dikelola oleh pihak swasta, sehingga masyarakat segan untuk bekerjasama.
d) Kurangnya tingkat keamanan.
e) Banyak masyarakat yang malas dan bosan untuk datang.
wisata apa yang perlu dijalankan.
h) Kawasan heritage yang bersejarah dan bermanfaat sebagai media promosi dan pengenal terhadap kampung sekitar di Kecamatan Banjarsari.
i) Adanya kelompok sadar wisata di kelurahan ini, dapat menjembatani dalam pengembangan destinasi wisata.
j) Dapat memperkenalkan obyek wisata ini secara luas, sehingga dikenal.
b. Kelurahan Setabelan (Villa Park Banjarsari dan Monumen „45).
Tabel 7. Analisis SWOT (Strengths, Weakness, Opportunities, Threats) (Villa Park Banjarsari dan Monumen ‘45)
Strengths Weakness
Faktor Internal
a) Terletak di jalan yang strategis
b) Merupakan cagar budaya. c) Masih dilestarikannya
peninggalan sejarah tersebut sampai sekarang.
d) Memiliki daya tarik sebagai taman yang asri untuk dikunjungi.
e) Memiliki halaman yang cukup luas apabila digunakan sebagai kegiatan.
f) Adanya taman bermain untuk anak-anak.
g) Sebagai saksi sejarah dari Serangan Umum Empat Hari di Kota Surakarta pada tahun 1949.
h) Memiliki sarana umum seperti toilet.
i) Adanya jajanan pedagang kaki lima di sekitar obyek. j) Memiliki empat pintu untuk
akses di taman dan monumen tersebut.
a) Masih banyak masyarakat yang kurang peduli dengan kebersihan taman, sehingga membuang sampah tidak pada tempatnya.
b) Masih banyak masyarakat yang belum mengetahui manfaat dibentuknya taman tersebut.
c) Banyaknya bangunan-bangunan kuno di sekitar obyek, namun tidak difungsikan dengan baik (rumah kosong).
d) Kurangnya sistem
penjagaan dan keamanan yang baik.
e) Belum difungsikan dengan baik.
f) Masih kurangnya minat masyarakat untuk berkunjung ke taman, apabila tidak ada atraksi apa yang harus dilakukan. g) Kurangnya atraksi wisata.
h) Perlu ditambahkannya papan penunjuk arah di sekitar obyek.
i) Perlu adanya promosi dan pemasaran mengenai obyek wisata ini.
j) Banyak pedagang kaki lima, yang kadang merusak pemandangan taman.
Opportunities Threats
Faktor Eksternal
a) Dapat difungsikan sebagai taman bermain, edukasi, dan rekreasi bagi masyarakat. b) Adanya kelompok sadar
wisata di kelurahan ini, dapat menjadi fasilitator dalam pengembangan destinasi wisata.
c) Dapat digunakan sebagai penyelenggaraan event sekitar obyek.
d) Dapat difungsikan sebagai sarana edukasi bagi pelajar untuk outing class.
e) Dapat ditambahkan penerangan yang lebih baik dari sebelumnya.
f) Bisa ditambahkan fasilitas pendukung lainnya, seperti arena outbound.
g) Bisa digunakan kegiatan bagi masyarakat kampung sekitar untuk menarik pengunjung. h) Dapat mempercantik taman
tersebut dengan bantuan pihak dari luar, supaya menarik pengunjung.
i) Memberikan kesempatan kepada masyarakat luas untuk menikmati keindahan taman ini secara gratis.
j) Dapat ditambahkan jenis-jenis tanaman yang beragam agar lebih menarik.
a) Apabila kurangnya sistem penjagaan dan keamanan dapat menyebabkan rusaknya kembali taman ini. b) Bisa dilalui dengan empat pintu, tanpa adanya penjagaan.
c) Adanya masyarakat yang pro dan kontra.
d) Banyak masyarakat yang tidak sadar mengenai buang sampah pada tempatnya. e) Dapat terbengkalai kembali
apabila tidak dikelola dengan baik dan benar.
c. Kelurahan Keprabon (Pasar Antik Windujenar Triwindu dan Istana Pura Mangkunegaran).
Tabel 8. Analisis SWOT (Strengths, Weakness, Opportunities, Threats) (Pasar Antik Windujenar Triwindu dan Istaana Pura Mangkunegaran)
Strengths Weakness
Faktor Internal
a) Terletak di jantung kota. b) Memiliki cagar budaya. c) Sebagai salah satu ikon Kota
Surakarta.
d) Memiliki nilai sejarah, seni, dan budaya yang masih dijaga dan dilestarikan. e) Pengunjung atau wisatawan
yang datang dari berbagai daerah dan negara.
f) Adanya promosi untuk meningkatkan kunjungan wisatawan.
g) Memiliki sistem keamanan yang cukup baik.
h) Adanya local guide di Istana Pura Mangkunegaran.
i) Mudah dilalui akses transportasi.
j) Memiliki ciri khas dari masing-masing obyek.
a) Kurangnya minat pengunjung untuk datang ke Pasar Antik Windujenar Triwindu, karena bentuk pasar sudah mengalami perombakan tidak seperti aslinya.
b) Kurangnya kesadaran
masyarakat dalam
membuang sampah pada tempatnya.
c) Banyak obyek wisata pilihan lain bagi masyarakat.
d) Kurangnya lahan parkir (Pasar Antik Windujenar Triwindu)
e) Harga souvenir yang terlalu mahal (Istana Pura Mangkunegaran. f) Direvitalisasinya Pasar Antik Windujenar Triwindu, sehingga mengurangi jumlah wisatawan yang berkunjung.
g) Belum adanya local guide di kawasan Pasar Antik Windujenar Triwindu. h) Kurangnya promosi dan
pemasaran yang luas. i) Banyak para pedagang
Pasar Antik Windujenar Triwindu yang mulai pesimis untuk berdagang. j) Perlu ditambahnya
aksesoris untuk menarik minat wisatawan, seperti lampu (penerangan), dan sebagainya (Pasar Antik Windujenar Triwindu).
Opportunities Threats
Faktor Eksternal
a) Sebagai media promosi yang baik mengenai barang antik yang ada di Kota Surakarta. (Pasar Antik Windujenar Triwindu).
b) Menambah penghasilan masyarakat sekitar.
c) Pertumbuhan ekonomi semakin baik.
d) Dapat dikemas menjadi paket wisata yang menarik.
e) Menjadikan obyek wisata yang unggul, khususnya di Kecamatan Banjarsari.
f) Mengurangi pengangguran di sekitar obyek.
g) Mempertahankan obyek wisata cagar budaya.
h) Melestarikan warisan sejarah yang masih terjaga hingga sekarang.
i) Promosi yang lebih menarik minat wisatawan.
j) Adanya konsep dan strategi dalam mengembangkan obyek heritage yang memiliki potensi wisata.
a) Lama kelamaan Pasar Antik Windujenar Triwindu,
dapat terancam
keberadaannya apabia tidak dikelola dengan benar dan baik.
b) Daya saing antar obyek di Kota Surakarta semakin tinggi.
c) Kurangnya kesadaran dalam kebersihan.
d) Banyak wisatawan yang tidak mematuhi peraturan
(Istana Pura
Mangkunegaran) seperti memfoto di Dalem Ageng. e) Toilet yang kurang bersih,
dapat menimbulkan bibit penyakit.
d. Kelurahan Ketelan (Masjid Al-Wustho).
Tabel 9. Analisis SWOT (Strengths, Weakness, Opportunities, Threats) (Masjid Al-Wustho)
Strengths Weakness
Faktor Internal
a) Letak yang strategis.
b) Merupakan masjid yang bersejarah.
c) Sebagai salah satu bangunan cagar budaya di Kota Surakarta.
d) Masih terdapatnya bedug. e) Adanya sarana pendukung di
sekitar masjid, seperti klinik, dan sebagainya.
f) Adanya ciri khas dari masjid tersebut, yaitu dari bentuk dan warna.
g) Dibuka untuk umum setiap
a) Masjid yang seharusnya dijadikan tempat ibadah, namun dapat dijadikan tempat tidur sementara bagi para jamaah yang datang. b) Banyaknya transportasi
umum yang memenuhi arena masjid, pada hari Minggu.
c) Kurang luasnya halaman parkir masjid.
d) Kurangnya sistem penjagaan dan keamanan di sekitar masjid.
hari.
h) Berseberangan dengan Istana Pura Mangkunegaran.
i) Dekat dengan rumah sakit, restoran, dan hotel.
j) Memiliki jarak yang cukup dekat dengan pusat kota.
e) Kurangnya promosi secara luas, baik melalui media cetak ataupun internet. f) Kurangnya sosilisasi dan
pengenalan terhadap masjid Al-Wustho.
g) Tidak banyak masyarakat yang mengetahui akan masjid ini.
h) Bangunan yang perlu dijaga dan dilestarikan dengan baik, sehingga apabila parkir, diharap lebih tertib dan rapi.
i) Banyak masyarakat yang belum mengetahui manfaat dari potensi wisata di obyek ini.
j) Perlunya informasi secara luas dari masjid ini.
Opportunities Threats
Faktor Eksternal
a) Menarik minat masyarakat luas.
b) Menyadarkan semangat dan membangkitkan minat masyarakat sekitar terhadap obyek heritage.
c) Memberikan peluang bagi masyarakat sekitar, untuk mendapatkan pekerjaan. d) Menambah penghasilan
masyarakat sekitar.
e) Nama kampung dan nama kelurahan akan lebih dikenal masyarakat luas.
f) Mempertahankan obyek sebagai cagar budaya.
g) Sudah memiliki label cagar budaya, sehingga merupakan kawasan yang benar-benar bersejarah untuk dikunjungi. h) Perlu adanya fasilitas
pendukung untuk
mempercantik kawasan heritage ini.
i) Bisa disediakan local guide di kawasan sekitar.
a) Masih terbatasnya pengetahuan masyarakat megenai masjid ini.
b) Di Kota Surakarta banyak masjid yang bersejarah pula.
c) Tempat parkir yang perlu dikaji kembali.
d) Kurangnya keamanan, menyebabkan was-was pengunjung.
e) Adanya masyarakat yang pro dan kontra.
j) Menjaga nama baik daerah kampung sekitar melalui wisata.
e. Kelurahan Timuran (Monumen Pers).
Tabel 10. Analisis SWOT (Strengths, Weakness, Opportunities, Threats) (Monumen Pers)
Strengths Weakness
Faktor Internal
a) Letak lokasi yang strategis. b) Merupakan kawasan cagar
budaya.
c) Sebagai sumber informasi bagi masyarakat Kota Surakarta.
d) Dapat difungsikan sebagai ruang pameran.
e) Adanya fasilitas perpustakaan dan media center.
f) Memiliki sistem keamanan yang baik.
g) Dapat dikunjungi setiap hari dan tanpa tiket masuk (gratis).
h) Memiliki koleksi yang bersejarah, yang berkaitan dengan berita.
i) Adanya struktur organisasi. j) Dapat difungsikan sebagai
seminar.
a) Perlu adanya local guide di kawasan tersebut.
b) Tidak adanya penjaga loket yang tetap.
c) Kurangnya informasi kepada masyarakat mengenai obyek ini.
d) Kurangnya lahan untuk parkir.
e) Sistem kunjungan yang masih manual.
f) Kurangnya pencahayaan di dalam monumen.
g) Banyak masyarakat yang kurang minat dengan monumen ini.
h) Banyaknya pilihan obyek wisata lain di Kota Surakarta.
i) Kurang menariknya monumen ini untuk dikunjungi wisatawan. j) Terlalu luas bangunan,
namun koleksi kurang banyak.
Opportunities Threats
Faktor Eksternal
a) Bisa dijadikan tempat untuk edukasi.
b) Sebagai sarana dalam pembuatan pameran.
c) Sebagai monumen yang dikelola secara terstruktur sehingga lebih mudah untuk dipelajari.
d) Memberikan kesempatan bagi masyarakat yang gemar membaca.
e) Memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk
a) Tidak adanya penjaga loket tetap.
b) Dikelola oleh pemerintah, sehingga susah untuk bekerjasama dengan pihak luar.
c) Kurangnya penjagaan di dalam monumen.
d) Koleksi yang sedikit, membuat wisatawan yang berkunjung berkurang. e) Kurang menarik apabila
mengetahui informasi yang ada di koran setiap harinya. f) Memiliki jam buka yang
baik, sehingga pengunjung yang datang bisa setiap hari. g) Memberikan kesempatan
bagi masyarakat yang ingin melakukan riset dan kunjungan ilmiah di monumen ini.
h) Memberikan peluang bagi masyarakat sekitar untuk membantu mengelola obyek. i) Memiliki visi dan misi yang
jelas.
j) Memiliki tugas pokok dan fungsi yang jelas.
monumen yang ada di luar Kota Surakarta.
f. Kelurahan Manahan (Taman Balekambang).
Tabel 11. Analisis SWOT (Strengths, Weakness, Opportunities, Threats) (Taman Balekambang)
Strengths Weakness
Faktor Internal
a) Sebagai cagar budaya.
b) Memiliki tempat yang luas sebagai taman.
c) Melestarikan hewan-kewan yang hampir punah, seperti rusa.
d) Dapat mengenal hewan-hewan reptil.
e) Dapat dijadikan tempat menyelenggarakan event kota, seperti festival dan sendratari.
f) Adanya papan penunjuk arah.
g) Dapat digunakan sebagai outbound.
h) Memiliki fasilitas umum, seperti toilet.
i) Dapat digunakan sebagai tempat pemancingan.
j) Dapat digunakan sebagai tempat rekreasi keluarga.
a) Lebih berfungsinya pintu belakang, di banding dengan pintu utama obyek. b) Kurang terawatnya papan
nama pada pohon, banyak yang sudah lepas.
c) Kurangnya kebersihan akan membuang sampah pada tempatnya.
d) Kurangnya penataan taman yang rapi.
e) Banyak masyarakat sekitar yang sudah bosan.
f) Perlu update mengenai wisata, sehingga menambah daya tarik yang lebih untuk wisatawan.
g) Kurangnya sistem keamanan dan penjagaan di taman ini.
h) Di dalam papan informasi, kurang mnarik untuk dibaca para pengunjung.
sekitar obyek, seperti rumah
makan yang sepi
pengunjung.
j) Tingkat kesadaran masyarakat akan wisata belum merata.
Opportunities Threats
Faktor Eksternal
a) Sebagai media edukasi. b) Sebagai tempat untuk sarana
seni dan budaya.
c) Dapat digunakan sebagai
venue event yang
diselenggarakan oleh Kota Surakarta.
d) Di bawah kelembagaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surakarta. e) Dekat dengan jantung kota. f) Bisa membantu penghasilan
masyarakat sekitar.
g) Dapat menyadarkan masyarakat akan pelestarian lingkungan hidup.
h) Diberinya tempat photo booth, untuk menambah daya tarik wisatawan.
i) Bisa digunakan sebagai tempat terselenggaranya sendratari, baik out door atau pun in door.
j) Buka setiap hari, sehingga pengunjung bisa datang sewaktu-waktu dan gratis.
a) Kurang adanya sistem keamanan dan penjagaan, dapat menyebabkan mudahnya akses bagi orang-orang yang tidak bertanggung jawab untuk masuk ke obyek ini.
b) Banyak hewan-hewan yang meminta makanan kepada
pengunjung dapat
mengganggu aktivitas wisatawan.
c) Belum adanya kesadaran untuk memelihara fasilitas dengan baik.
d) Dapat mengurangi jumlah wisatawan, apabila banyak fasilitas yang belum diperbaiki.
e) Wisatawan lokal yang sudah mulai bosan dengan keberadaan taman ini.
Dari data analisis SWOT (Strengths, Weakness, Opportunities, Threats) di atas dapat disimpulkan bahwa fungsi dari dibentuknya strategi SWOT (Strengths, Weakness, Opportunities, Threats) ini adalah untuk mengetahui seberapa besar kekuatan dan peluang potensi wisata pada obyek-obyek heritage ini apabila dibentuknya destinasi wisata heritage dengan kekuatan dan peluang heritage yang dimiliki dari tiap-tiap obyek yang dikaji.
Selanjutnya, data-data dari analisis SWOT (Strengths, Weakness, Opportunities, Threats) tersebut diringkas sebagai berikut.
Dari masing-masing obyek yang dianalisis, semua merupakan bangunan cagar budaya yang memiliki nilai sejarah yang menarik untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata heritage di Kota Surakarta khususnya di Kecamatan Banjarsari. Memiliki lokasi yang strategis dan memiliki heritage intangible di sekitar obyek merupakan modal utama untuk terlaksananya pengembangan destinasi wiata heritage ini. Selain atraksi wisata, sarana dan prasarana yang ada di obyek ini juga sudah memadai seperti dengan adanya akomodasi dan restoran di sekitar kawasan obyek heritage.
b. Weakness (Kelemahan) :
Kelemahan dari masing-masing obyek adalah, kurangnya pemanfaatan potensi wisata yang dapat menarik minat wisatawan untuk berkunjung ke tempat-tempat heritage tersebut. Bangunan-bangunan terebut masih belum dikelola dengan baik, hanya sebagian bangunan saja yang ramai dikunjungi wisatawan. Oleh karena itu, dari analisis ini dapat diketahui bahwa kelemahan yang ada dalam masing-masing obyek perlu dibenahi untuk menjadi kekuatan yang ada pada obyek ini.
c. Opportunities (Kesempatan atau Peluang) :
Masing-masing obyek heritage memiliki potensi wisata yang dapat dikembangkan dan dimanfaatkan sebagai daya tarik dan destinasi wisata heritage dengan bantuan dari berbagai pihak yang terkait dalam memajukan kawasan ini untuk alternatif wisata di Kota Surakarta, khususnya Kecamatan Banjarsari. Tidak hanya menguntungkan masyarakat sekitar, namun juga akan mengangkat nama kampung dan daerah yang memiliki kawasan heritage tersebut. Potensi wisata yang dimiliki dari masing-masing obyek memang sangat besar peluangnya untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata heritage di Kecamatan Banjarsari Kota Surakarta. Dengan data dari analisis ini dapat diketahui bahwa kesempatan yang ada pada obyek-obyek ini merupakan salah satu cara atau strategi dalam mengembangkan suatu kawasan wisata heritage di sebuah kota dengan tujuan untuk menarik minat wisatawan yang berkunjung dan menginformasikan kepada masyarakat luas, bahwa obyek-obyek ini masih berdiri dengan kokoh dan perlu dilestarikan serta dilindungi bersama dalam menjaga bangunan bangunan ini supaya tetap terawatt keaslian dan keunikan dari masing-masing obyek.
d. Threats (Ancaman) :
Ancaman yang dimiliki dari masing-masing obyek adalah mengenai keamanan. Tidak banyak dari obyek-obyek tersebutyang sudah dijaga dengan aman keberadaannya. Namun, banyak pula masing-masing dari obyek tersebut memilki penjagaan yang baik. Masih kurangnya penjagaan yang ketat dari masing-masing obyek, sehingga kurang aman dan nyamannya wisatawan apabila berkunjung ke tempat tersebut. Penjagaan tersebut, sebenarnya bisa dilakukan oleh siapa saja. Tidak perlu menunggu pemerintah daerah untuk menjaga kawasan tersebut. Untuk penjagaan, bisa dilakukan oleh masyarakat sekitar secara bergiliran. Namun, hal tersebut nampaknya masih belum bisa diterapkan dalam kobyek-obyek heritage yang ada di Kecamatan Banjarsari Kota Surakarta. Oleh karena itu, dari berbagai ancaman yang perlu dikaji kembali agar menemukan solusi yang baik dan tepat dalam penanganan potensi wisata heritage di kawasan ini.
2. Analisis 4A (Atraksi, Aksesibilitas, Amenitas, Ancillary)
a. Atraksi
Atraksi yang ada pada obyek ini kebanyakan merupakan atraksi event tahunan kota atau event yang diselenggarakan kampung itu sendiri. Event tahuna kota seperti adanya festival di lingkungan obyek ini yang dilaksanakan pada satu tahun sekali contohnya Festival Jenang di Ngarsopuro, lalu ada event dari kampung itu sendiri dengan menyelenggarakannya pentas seni untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai kebudayaan di lingkungan sendiri seperti yang dilakukan oleh masyarakat Kelurahana Keprabon. Tentu atraksi-atraksi ini masih merupakan atraksi-atraksi sederhana yang apabila ditampilkan di hadapan wisatawan mungkin kurang menarik. Oleh karena itu, dari analisis ini maka dibentuklah konsep semenarik mungkin untuk menciptakan kawasan heritage ini sebagai destinasi wisata.
b. Aksesibilitas
Letak obyek-obyek wisata heritage yang cukup strategis, dan jarak antar obyek juga tidak terlalu jauh, sehingga mempermudah jalannya pengoperasiaan konsep ini.
Transportasi yang digunakan terjangkau dalam menelusuri jalan-jalan yang akan dilewati selama perjalanan.
Aksesibilitas yang dilalui juga cukup memadai, karena sering digunakan masyarakat umum.
Papan petunjuk arah juga banyak ditemui di jalan untuk menuju ke obyek-obyek wisata tersebut.
c. Amenitas
Banyaknya fasilitas umum dan pendukung yang cukup memadai di kawasan obyek ini, seperti adanya akomodasi, restoran, money changer, rumah sakit, pertokoan, pusat informasi, dan lain sebagainya yang masuk dalam kategori ini. d. Ancillary
Dapat terlaksana dengan baik, apabila pihak masyarakat bekerjasama dengan stakeholders baik pemerintah maupun swasta, sehingga dapat dijadikan sebagai salah satu destinasi wisata heritage yang sangat diminati pengunjung.