HASIL DAN PEMBAHASAN
4.5 Analisis Tabel Silang
Berdasarkan tabel di atas mayoritas responden menyatakan akan menerapkan jarak minimal antara anak pertama dan anak kedua. Adapun alasan responden mengapa akan menerapkan jarak minimal antara anak pertama dan anak kedua karena responden tidak ingin terlalu repot untuk mengurus dua bayi dalam jarak yang berdekatan sekaligus serta jarak minimal ini dapat menguntungkan perekonomian keluarga.
4.5 Analisis Tabel Silang
Analisis tabel silang akan memuat tentang penilaian data dalam suatu tabel. Analisis tabel silang merupakan salah satu teknik yang dipergunakan untuk menganalisis dan mengetahui variabel yang satu memiliki hubungan dengan variabel yang lainnya, sehingga dapat diketahui apakah variabel tersebut bernilai positif atau negatif.
Tabel 4.42
Mengetahui Isi Pesan dalam Tayangan Iklan BKKBN Versi Pernikahan Dini – Hindari 4T dengan Mengetahui tentang Pendewasaan Usia Perkawinan
Mengetahui Pendewasaan Usia Perkawinan Total Tidak Mengetahui Kurang Mengetahui Mengetahui Sangat Mengetahui Mengetahui Isi Pesan dalam Tayangan Iklan Tidak Mengetahui 3 4 10 1 18 Kurang Mengetahui 2 8 13 2 25 Mengetahui 2 4 34 7 47 Sangat Mengetahui 2 0 2 3 7 Total 9 16 59 13 97 Sumber : FC 009 dan FC 024
Tabel di atas menjelaskan hubungan antara pengetahuan responden tentang isi pesan dalam tayangan iklan BKKBN Versi Pernikahan Dini dengan pengetahuan responden tentang pendewasaan usia perkawinan. Dari tabel
tersebut, dapat dilihat bahwa dari total 18 responden yang tidak mengetahui isi pesan dalam tayangan iklan BKKBN Versi Pernikahan Dini – Hindari 4T, 3 responden menyatakan bahwa mereka tidak mengetahui pendewasaan usia perkawinan, 4 responden menyatakan kurang mengetahui mengenai pendewasaan usia perkawinan, 10 responden menyatakan mengetahui mengenai pendewasaan usia perkawinan, dan 1 responden menyatakan sangat mengenai pendewasaan usia perkawinan. Selanjutnya, dari 25 responden yang menyatakan kurang mengetahui isi pesan iklan BKKBN Versi Pernikahan Dini – Hindari 4T, 2 responden menyatakan tidak mengetahui mengenai pendewasaan usia perkawinan, 8 responden menyatakan kurang mengetahui mengenai pendewasaan usia perkawinan, 13 responden menyatakan mengetahui tentang pendewasaan usia perkawinan, dan 2 responden menyatakan sangat mengetahui tentang pendewasaan usia perkawinan.
Tabel di atas juga menunjukkan, dari 47 responden yang mengaku mengerti isi pesan dalam tayangan iklan BKKBN Versi Pernikahan Dini – Hindari 4T, 2 responden menyatakan tidak mengetahui tentang pendewasaan usia perkawinan, 4 responden menyatakan kurang mengetahui tentang pendewasaan usia perkawinan, 34 responden menyatakan mengetahui mengenai pendewasaan usia perkawinan, dan 7 responden sangat mengetahui mengenai pendewasaan usia perkawinan. Selanjutnya, dari 7 responden yang mengaku sangat mengetahui isi pesan dalam tayangan iklan, 2 responden menyatakan tidak mengetahui tentang pendewasaan usia perkawinan, 2 responden menyatakan mengetahui mengenai pendewasaan usia perkawinan, dan 3 responden menyatakan mengetahui mengenai pendewasaan usia perkawinan.
Berdasarkan data di atas, dapat diketahui bahwa ada 59 responden yang mengetahui mengenai pendewasaan usia perkawinan. Tabel di atas menunjukkan ada 34 responden yang mengetahui isi pesan dalam tayangan iklan BKKBN Versi Pernikahan Dini – Hindari 4T dan mengetahui tentang pendewasaan usia perkawinan. Dari hasil perhitungan tabel silang di atas, iklan sepertinya bukan faktor utama responden mengetahui tentang pendewasaan usia perkawinan, karena seperti dapat terihat di tabel, ada responden yang tidak mengetahui isi pesan iklan tetapi mengetahui pendewasaan usia perkawinan.
Tabel 4.43
Mengetahui Slogan Tayangan Iklan BKKBN Versi Pernikahan Dini – Hindari 4T dengan Mengetahui Jumlah Anak Terbaik dalam Satu Keluarga
Mengetahui Jumlah Anak Terbaik dalam Satu Keluarga Total Tidak Mengetahui Kurang Mengetahui Mengetahui Sangat Mengetahui Mengetahui Slogan Tayangan Iklan Tidak Mengetahui 5 1 10 10 26 Kurang Mengetahui 0 3 17 4 24 Mengetahui 2 1 24 13 40 Sangat Mengetahui 0 0 1 6 7 Total 7 5 52 33 97 Sumber : FC 011 dan FC 036
Tabel di atas menunjukkan ada 26 responden yang tidak mengetahui slogan tayangan iklan BKKBN Versi Pernikahan Dini – Hindari 4T, 5 responden menyatakan tidak mengetahui jumlah anak terbaik dalam satu keluarga, 1 responden menyatakan kurang mengetahui jumlah anak terbaik dalam satu keluarga, 10 responden menyatakan mengetahui jumlah anak terbaik dalam satu keluarga mengetahui jumlah anak terbaik dalam satu keluarga, dan 10 responden menyatakan sangat mengetahui jumlah anak terbaik dalam satu keluarga. Selanjutnya ada 24 responden yang menyatakan kurang mengetahui slogan dari tayangan iklan BKKBN Versi Pernikahan Dini – Hindari 4T, 3 responden menyatakan kurang mengetahui jumlah anak terbaik dalam satu keluarga, 17 responden menyatakan mengetahui jumlah anak terbaik dalam satu keluarga, dan 4 responden menyatakan sangat mengetahui jumlah anak terbaik dalam satu keluarga.
Berdasarkan tabel di atas juga diketahui bahwa ada 40 responden yang mengetahui slogan tayangan iklan BKKBN Versi Pernikahan Dini – Hindari 4T, 2 responden menyatakan tidak mengetahui jumlah anak terbaik dalam satu keluarga,
1 responden menyatakan kurang mengetahui jumlah anak terbaik dalam satu keluarga, 24 responden menyatakan mengetahui jumlah anak terbaik dalam satu keluarga, dan 13 responden menyatakan sangat mengetahui jumlah anak terbaik dalam satu keluarga. Selanjutnya dari 7 responden yang mengaku sangat mengetahui slogan dari tayangan iklan BKKBN Versi Pernikahan Dini – Hindari 4T, tidak ada responden yang tidak mengetahui dan kurang mengetahui jumlah anak terbaik dalam satu keluarga, 1 responden menyatakan mengetahui jumlah anak terbaik dalam satu keluarga, dan 6 responden menyatakan sangat mengetahui jumlah anak terbaik dalam satu keluarga.
Berdasarkan hasil tabel silang tersebut, maka dapat dikemukakan bahwa mengetahui slogan tayangan iklan BKKBN Versi Pernikahan Dini – Hindari 4T cukup berpengaruh dengan pengetahuan tentang jumlah anak terbaik dalam satu keluarga meskipun tidak terlalu signifikan. Dari tabel di atas dapat kita lihat, ada 20 responden yang tidak mengetahui slogan tayangan iklan BKKBN Versi Pernikahan Dini – Hindari 4T tetapi 10 diantaranya mengetahui jumlah anak terbaik dalam satu keluarga dan 10 lainnya sangat mengetahui jumlah anak terbaik dalam satu keluarga.
Tabel 4.44
Mengerti Isi Pesan dalam Tayangan Iklan BKKBN Versi Pernikahan Dini dengan Penerapan Pendewasaan Usia Perkawinan
Penerapan Pendewasaan Usia Perkawinan Total Tidak Akan Menerapkan Belum Pasti akan Menerapkan Akan Menerapkan Pasti akan Menerapkan Mengerti Isi Pesan dalam Tayangan Iklan Tidak Mengerti 4 5 3 2 14 Kurang Mengerti 0 5 8 8 21 Mengerti 1 7 34 11 53 Sangat Mengerti 1 1 5 2 9 Total 6 18 50 23 97 Sumber : FC 010 dan FC 037
Tabel di atas menunjukkan ada 14 responden yang mengaku tidak mengerti isi pesan dalam tayangan iklan BKKBN Versi Pernikahan Dini – Hindari 4T, 4 responden menyatakan bahwa mereka tidak akan menerapkan pendewasaan usia perkawinan, 5 responden menyatakan belum pasti akan menerapkan pendewasaan usia perkawinan, 3 responden menyatakan akan menerapkan pendewasaan usia perkawinan, dan 2 responden menyatakan pasti akan menerapkan pendewasaan usia perkawinan. Selanjutnya, ada 21 responden yang mengaku kurang mengerti isi pesan dalam tayangan iklan BKKBN Versi Pernikahan Dini – Hindari 4T, 5 responden menyatakan belum pasti akan menerapkan pendewasaan usia perkawinan, 8 responden menyatakan akan menerapkan pendewasaan usia perkawinan, dan 8 responden menyatakan pasti akan menerapkan pendewasaan usia perkawinan.
Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat juga ada 53 responden yang mengaku mengerti isi pesan dalam tayangan iklan BKKBN Versi Pernikahan Dini – Hindari 4T, 1 responden menyatakan tidak akan menerapkan pendewasaan usia
perkawinan, 7 responden menyatakan belum pasti akan menerapkan pendewasaan usia perkawinan, 34 responden menyatakan akan menerapkan pendewasaan usia perkawinan, dan 11 responden menyatakan pasti akan menerapkan pendewasaan usia perkawinan. Selanjutnya ada 9 responden yang mengaku sangat mengerti isi pesan dalam tayangan iklan BKKBN Versi Pernikahan Dini – Hindari 4T, 1 responden menyatakan tidak akan menerapkan pendewasaan usia perkawinan, 1 responden menyatakan belum pasti akan menerapkan pendewasaan usia perkawinan, 5 responden akan menerapkan pendewasaan usia perkawinan, dan 2 responden menyatakan pasti akan menerapkan pendewasaan usia perkawinan.
Berdasarkan penjelasan tabel di atas maka dapat disimpulkan bahwa, mayoritas yang mengerti dan sangat mengerti isi tayangan iklan BKKBN Versi Pernikahan Dini – Hindari 4T akan menerapkan pendewasaan usia perkawinan. Disini terlihat bahwa tayangan iklan BKKBN cukup berpengaruh walaupun masih ada responden yang tidak mengerti isi pesan tetapi tetap akan menerapkan pendewasaan usia perkawinan.