• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV PEMBAHASAN

B. Analisis Target dan Realisasi Penerimaan Pajak Hotel

1. Target dan Realisasi Pajak Hotel

Berdasarkan tabel 4.1 target dan realisasi penerimaan pajak hotel pada BPPRD selama 3 (Tiga) tahun terakhir, adalah sebagai berikut:

a. Realisasi Penerimaan Pajak Hotel pada tahun 2017 mencapai target yang telah ditetapkan, Dari target Rp.94,980,301,593 yang terlealiasi Rp.

109,117,368,140 dan persentase nya 112,51%

b. Realisasi Penerimaan Pajak Hotel pada tahun 2018 mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya dan mencapai target yang telah ditentukan. Dari target Rp. 117,000,000,000 yang terlealisasi Rp 119,664,695,854 dan persentase nya 102,28%.

c. Realisasi Penerimaan PajakHotel pada tahun 2019 mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya namun tidak mencapai target yang telah ditentukan.

Dari target Rp. 140,700,000,000 yang terlealisasi Rp. 121,142,393,806 dan persentase nya 86,10% Tingkat Ketercapaian Penerimaan Target dan Realisasi Penerimaan Pajak Hotel di Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kota Medan yang dimana pada tingkat ketercapaian ini kita dapat mengetahui efektiftas penerimaan atau ketercapaian tiap tahunnya .

Tabel 4.2

Tingkat Ketercapaian Pajak Hotel terhadap Target dan Realisasi Penerimaan Pajak Hotel dari tahun 2017-2019

TAHUN TARGET REALISASI PERSENTASE

KETERCAPAIAN KETERANGAN 2017 94,980,301,593 109,117,368,140 112,51% TERCAPAI 2018 117,000,000,000 119,664,695,854 102,28% TERCAPAI 2019 140,700,000,000 121,142,393,806 86,10% TIDAK

TERCAPAI Pada tabel di atas dapat kita ketahui untuk tingkat ketercapian

penerimaan atas target yang ditentukan pada pajak hotel yaitu :

1. Pada tahun 2017 mencapai target yang telah ditetapkan, Dari target Rp.94,980,301,593 yang terlealiasi Rp. 109,117,368,140 dan persentase nya 112,51% telah mencapai target 100% dan Tercapai.

2. Pada tahun 2018 mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya dan mencapai target yang telah ditentukan. Dari target Rp. 117,000,000,000 yang terlealisasi Rp. 119,664,695,854 dan persentase nya 102,28% telah mencapai target 100%

dan Tercapai.

3. Pada tahun 2019 mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya namun tidak mencapai target yang telah ditentukan. Dari target Rp 140,700,000,000 yang terlealisasi Rp. 121,142,393,806 dan persentase nya 86,10% belum mencapai 100% dan Tidak Tercapai.

C. Kendala Yang Dihadapi Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kota Medan Dalam Meningkatkan Penerimaan Pajak Hotel

Dalam Proses yang berkaitan dengan birokrasi pasti ada terdapat faktor pendukung dan penghambat, begitu pula dengan Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kota Medan yang tetntu juga mengalami kendala, walaupun semua pihak pasti mengharapkan adanya kelancaran tersebut dari semua pekerjaan, agar tercipta kelancaran tersebut tidak bisa dari satu pihak tetapi dari semua pihak.

Berikut ini sebagaimana hasil wawancara penulis dengan pegawai BPPRD Kota Medan, penulis dapat mengetahui apa yang menjadi hambatan dalam penerimaan pajak hotel. Adapun yang menjadi hambatan tersebut antara lain : a. Rendahnya kesadaran Wajib Pajak (WP) dalam melakukan kewajiban

Pajaknya, Hal ini disebabkan ketidakpahaman masyarakat tentang ketentuan membayar pajaknya. Apalagi dengan diberlakukanya sistem self assessment system pada Pajak Daerah, salahsatunya Pajak Hiotel, yang menuntut masyarakat sebagai Wajib Pajak melaksanakan kewajiban perpajakanya secara aktif, mulai dari mendaftarkan diri, menghitung, membayar serta melaporkan pajaknya.

b. Masih adanya beberapa wajib pajak yang memiliki tunggakan- tunggakan pajak.

c. Susahnya untuk menjumpai pimpinan yang menyelenggarakan Objek pajak hotel guna untuk diminta keterangan mengenai data-data penghasilan yang didapat agar Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kota Medan dapat mengetahui seberapa besar penghasilan yang didapat dan

mengindari penyimpangan terhadap wajib pajak. Masih ditemui atau masih adanya petugas Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kota Medan yang belum bekerja secara efektif khusunya bagi petugas yang berkaitan dengan penyuluhan.

d. Kurangnya profesionalitas Sumber Daya Manusia yang dimiliki oleh Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kota Medan dalam melaksanakan penagihan pajak khusunya untuk juru Tagih Pajak masih belum ada.

D. Tindakan Yang Dilakukan Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kota Medan Dalam Upaya Meningkatkan Penerimaan Pajak Hotel

Berdasarkan data Target dan Realisasi yang diterima penulis sewaktu melaksanakan penelitian, adanya upaya yang dilakukan BPPRD Kota Medan guna meningkatkan Penerimaan Pajak Hotel antara lain :

a. Melakukan kegiatan eksetensifikasi dan intensifikasi pajak hotel, pendataan wajib pajak secara rutin melalui 7 UPT di wilayah Kota Medan.

b. Mengoptimalkan Pendataan Dan Pendapatan Dari Sektor Usaha Hotel Yang Transaksinya Berbasis Aplikasi Seperti Oyo, Airy, Reddoorz.

46

BAB V

SIMPULAN DAN SARAN

A. Simpulan

Berdasarkan uraian permasalahan yang dikemukakan penulis dari hasil riset di Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah Kota Medan dan dari Studi Pustaka yang dilakukan oleh penulis, maka penulis dapat menyimpulkan:

1. Tata cara pemungutan Pajak Hotel dilakukan dengan pendataan dengan menggunakan Surat Pemberitahuan Pajak daerah (STTPD). Menurut Pasal 35 UU PDRD, tarif pajak hotel ditetapkan paling tinggi sebesar 10%.

2. Realisasi Penerimaan Pajak Hotel pada tahun 2017 mencapai target yang telah ditetapkan, Dari target Rp.94,980,301,593 yang terlealiasi Rp. 109,117,368,140 dan persentase nya 112,51%. Pada tahun 2018 mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya dan mencapai target yang telah ditentukan. Dari target Rp.

117,000,000,000 yang terlealisasi Rp 119,664,695,854 dan persentase nya 102,28%. Pada tahun 2019 mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya namun tidak mencapai target yang telah ditentukan. Dari target Rp.

140,700,000,000 yang terlealisasi Rp. 121,142,393,806 dan persentase nya 86,10% Tingkat Ketercapaian Penerimaan Target dan Realisasi Penerimaan Pajak Hotel di Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kota Medan yang dimana pada tingkat ketercapaian ini kita dapat mengetahui efektiftas penerimaan atau ketercapaian tiap tahunnya.

3. Kelemahan dan Kendala dalam Pemungutan dan Penagihan Pajak Hotel dikarenakan Masih didapati wajib pajak yang merasa rugi untuk membayarkan pajak padahal pajak adalah kewajiban dan salah satukontribusi kepada Negara,

selanjutnya masih didapati wajib pajak yang tidak membayar lunas pajaknya atau tunggakan pajak daerahnya.

B. Saran

Untuk mensukseskan penerimaan pajak hotel di Kota Medan pada masa- masa mendatang, penulis memberikan saran agar dapat menjadi bahan masukan, yaitu:

1. Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah Kota Medan harus mensosialisasikan Peraturan Pemerintah Kota Medan agar masyarakat yang terdaftar sebagai wajib pajak dapat memahami dan melaksanakannya dengan baik.

2. Diharapkan agar adanya upaya-upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Medan untuk meningkatkan penerimaan pajak hotel melalui Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah Kota Medan yakni dengan melakukan pemeriksaansecara efektif terhadap usaha yang dijalankan wajib pajak, penagihan tunggakan pajak dan menggali potensi pajak untuk meningkatkan penerimaan pajak hiburan yang sesuai dengan target yang ditentukan atau bahkan yang dapat melebihi target.

3. Memaksimalkan kinerja para pegawai yang berkaitan dengan bidang penyuluhan, penagihan dan pengawasan pajak.

4. Perlunya dilakukan penambahan sarana dan prasarana yang ada pada Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah Kota Medan.

48

DAFTAR PUSTAKA

BUKU :

Azhari aziz. 2016. Perpajakan Di Indonesia : Keuangan ,Pajak dan Retribusi Daerah . Jakarta : PT. RajaGrafindo Persada

Suandy, Erly. 2013. Hukum Pajak. Jakarta : Salemba Empat

Mardiasmo. 2015. Perpajakan Edisi Revisi. Yogyakarta : Andi Offset.

Siahaan. Marihot Pahala. 2008 . Pajak Daerah & Retribusi Daerah. Rajawali Pers.

Tim Fokus Media. 2017. Pajak Daerah dan Retribusi Daerah Edisi 2017.

Bandung : Fokus Media.

PERATURAN UNDANG–UNDANG :

Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retiribusi Daerah.

Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 Pasal 1 angka 20 dan 21, Pajak Hotel adalah pajak atas pelayanan yang disediakan oleh hotel.

SUMBER LAIN :

https://www.online-pajak.com/seputar-efiling/aspek-pajak-bisnis-hotel https://www.online-pajak.com/pajak-hotel

Dokumen terkait