• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV: HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.5 Analisis Temuan Penelitian

4.5.1 Uji Asumsi Klasik

Digunakan penulis untuk mendapatkan sebuah model regresi yang baik, model regresi yang baik harus memenuhi syarat Best Linear Unbias Estimator (BLUE). Menurut pendapat pendapat Algifari mengatakan “model regresi yang diperoleh dari metode kuadrat terkecil biasa (Odinary Least Square/OLS) merupakan model regresi yang menghasilkan estimator linear yang tidak bias yang terbaik (Best Linear Unbias Estimator/BLUE)”. Untuk mendapatkan nilai pemeriksa yang efisien dan tidak bias atau BLUE dari satu persamaan regresi berganda dengan metode kuadrat terkecil (least square), maka perlu dilakukan pengujian untuk mengetahui model regresi yang dihasilkan memenuhi persyaratan asumsi klasik.40 Biasanya uji ini dilakukan pada analisis dengan variabel yang jumlahnya lebih dari dua. Cara yang digunakan untuk menguji penyimpangan asumsi kaslik, adalah sebagai berikut:41

40Algifari,

Analisis Regresi: Teori, Kasus,dan Solusi Edisi Kedua (Yogyakarta: BPFE, 2009), h.83.

41 Imam Ghozali,

Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program SPSS (Semarang: Universitas Diponogoro, 2001), h. 57.

1. Uji Multikoleniaritas

Uji multikoleniaritas ini bertujuan untuk menguji apakah di dalam sebuah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas. Pada model regresi yang baik, sebaiknya tidak terjadi korelasi diantara variabel bebas. Berikut ini hasil pengujian multikoleniaritas yang dibantu dengan program SPSS:

Tabel 4.6 Uji Multikoleniarritas Model Collinearity Statistics Tolerance VIF 1 X1 .972 1.029 X2 .972 1.029 a. Dependent Variable: Y

Sumber: hasil olah data

Berdasarkan tabel diatas menunjukkan bahwa nilai dari tolerance dan VIF untuk variabel upah dan loyalitas menunjukkan nilai yang sama. Dari kriteria pengujian multikolonieritas menunjukkan bahwa semua nilai tolerance lebih besar dari nilai yang ditentukan sebesar 0,10. Sedangkan untuk nilai VIF juga menunjukkan di bawah angka 10. Sehingga dapat disimpulkan bahwa semua variabel telah memenuhi persyaratan ambang toleransi dan nilai VIF, artinya bahwa variabel bebas terhadap variabel terikat tidak terjadi multikolinieritas.

2. Uji Heteroskedastisitas

Uji heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam sebuah model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual data yang ada. Model regresi

yang baik adalah model regresi yang tidak mengalami gejala heteroskedastisitas. Cara yang digunakan dalam pengujian ini adalah dengan analisa grafik plot:

a) Jika ada pola tertentu yaitu terdapat titik-titik yang ada membentuk sebuah pola tertentu yang teratur (bergelombang, melebar kemudian, menyempit) maka mengindikasikan telah terjadi heteroskedastisitas.

b) Jika tidak ada pula yang jelas yaitu terdapat titik-titik yang menyebar diatas dan dibawah angka 0 pada sumbu Y, maka tidak terjadi heteroskedastisitas.

Gambar 4.2 Uji Heterokedastisitas Sumber: hasil olah data

Berdasarkan gambar diatas menunjukan bahwa pada model regresi ini tidak terjadi masalah heterokedastisitas, hal tersebut dilihat dari titik-titik yang menyebar secara acak serta menyebar baik di atas maupun di bawah angka 0 pada sumbu Y tidak teratur dan tidak membentuk pola tertentu.

3. Uji Autokorelasi

Autokorelasi merupakan korelasi yang terjadi antar observasi dalam satu variabel. Autokorelasi dapat terjadi jika observasi yang berturut-turut sepanjang waktu memiliki korelasi antara satu dengan yang lain. Dalam penelitian ini uji autokorelasi dilakukan dengan menggunakan statistik Durbin Watson. Hasil uji autokorelasi dapat dilihat pada tabel 4.7.

Tabel 4.7 Model Durbin-Watson Model Summaryb Model Durbin-Watson 1 2.194 b. Dependent Variable: Y

Sumber: hasil olah data

Tabel 4.8

Keterangan Hasil Uji Autokorelasi

Keterangan Nilai N 43 K 3 Dl 1,3663 dU 1,6632 4 – dL 2,6337 4 – dU 2,3368 d-stat 2,194 N = Jumlah sampel K = Jumlah variabel independent

dL = Batas bawah tabel DW dU = Batas atas tabel DW

Berdasarkan tabel di atas diketahui bahwa nilai Durbin Watson adalah sebesar 2,194 (berada di atas dU dan di bawah 4-dL), sehingga dapat disimpulkan bahwa model regresi dalam penelitian ini terbebas dari autokorelsi.

4. Uji Normalitas

Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam sebuah modal regresi, variabel terikat dan variabel bebas keduanya mempunyai distribusi normal atau tidak. Model regresi yang baik memiliki distribusi data normal atau mendekati normal. Salah satu cara termudah untuk melihat normalitas adalah dengan melihat histrogram yang membandingkan antara data observasi dengan distribusi yang mendekati distribusi normal. Model regresi yang baik adalah model regresi yang memiliki distribusi data normal atau mendekati normal, artinya kriteria untuk sebuah model regresi yang berdistribusi normal apabila tampilan grafiknya menunjukkan pola penyebaran disekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal.42

Gambar 4.3 Uji Normalitas Sumber: hasil olah data

42Imam Ghozali,

Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program SPSS (Semarang: Universitas Diponogoro, 2001), h. 74.

Berdasarkan gambar diatas menunjukkan bahwa pengujian normalitas berdistribusi normal. Hal ini dapat dilihat bahwa garis yang menggambarkan data sesungguhnya mengikuti garis diagonal. Artinya bahwa sebaran data dikatakan tersebar di sekeliling garis lurus (tidak terpencar jauh dari garis lurus) sehingga persyaratan normalitas bisa dipenuhi.

4.5.2 Analisis Linier Berganda

Analisis regresi berganda digunakan untuk mengetahui pola perubahan nilai suatu variabel (dependent) yang disebabkan oleh variabel lain (independent). Analisis regresi berganda menggunakan suatu model matematis berupa persamaan garis lurus yang mampu mendefinisikan hubungan antar variabel sesuai dengan tujuan penelitian, dengan disiplin kerja karyawan sebagai variabel dependent (terikat) dan upah dan loyalitas sebagai variabel independent (bebas) maka persamaan regresi berganda dapat ditulis sebagai berikut:

Tabel 4.9

Uji Regresi Berganda Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients T Sig. 95.0% Confidence Interval for B B Std. Error Beta Lower Bound Upper Bound 1 (Constant) 1.641 .373 4.397 .000 .887 2.395 X1 .539 .091 .617 5.936 .000 .356 .723 X2 .192 .056 .354 3.408 .002 .078 .306 a. Dependent Variable: Y

Berdasarkan tabel diatas, maka dapat disusun persamaan regresi berganda, sebagai berikut:

Hasil persamaan regresi berganda diatas memberikan pengertian bahwa:

1. Bila dilihat dari nilai konstanta sebesar 1,641 dapat diasumsikan bahwa apabila nilai variabel independent lainnya adalah 0, maka nilai variabel dependent dalam hal ini disiplin kerja karyawan tanpa dipengaruhinya variabel independent adalah tetap sebesar 1,641.

2. Koefisien regresi X1 sebesar 0,539. Dapat diasumsikan jika variabel loyalitas

tetap dan upah ditingkatkan sebesar 1, maka disiplin kerja karyawan meningkat sebesar 0,539.

3. Koefisien regresi X2 sebesar 0,192. Dapat diasumsikan jika variabel upah tetap

dan loyalitas ditingkatkan sebesar 1, maka disiplin kerja karyawan meningkat sebesar 0,192.

4. Jadi berdasarkan persamaan regresi berganda tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa faktor yang berpengaruh lebih besar dalam disiplin kerja karyawan pada Bank BRISyariah Cabang Bogor adalah faktor upah, hal tersebut dibuktikan dengan besarnya nilai koefisien regresi sebesar 0,539.

4.5.3 Koefisien Determinasi

Koefisien determinasi pada intinya berfungsi untuk mengukur seberapa jauh kemampuan model regresi dalam menerangkan pengaruh variabel-variabel independent dalam mempengaruhi variable dependentnya. Nilai koefisien determinasi

adalah antara nol dan satu. Nilai koefisien determinasi yang kecil berarti kemampuan variabel-variabel independent dalam mempengaruhi variabel dependent. Untuk menentukan nilai koefisien determinasi dinyatakan dengan nilai Adjusted R Square.

Tabel 4.10 Koefisien Determinasi

Model Summaryb

Model R R Square Adjusted R Square

Std. Error of the

Estimate Durbin-Watson

1 .762a .580 .559 .419 2.194

a. Predictors: (Constant), X2, X1 b. Dependent Variable: Y

Sumber: hasil olah data

Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa besarnya pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat berdasarkan nilai Adjusted R Square yaitu sebesar 0,559 sehingga dapat disimpulkan bahwa 55,9% disiplin kerja karyawan dipengaruhi oleh upah dan loyalitas sedangkan sisanya sebesar 44,1% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.

4.5.4 Pengujian Hipotesis

Pengujian hipotesis digunakan untuk menguji adanya pengaruh upah dan loyalitas terhadap disiplin kerja karyawan. Untuk pengujian secara parsial dilakukan dengan menggunakan uji t sedangkan untuk pengujian secara simultan dilakukan dengan menggunakan uji F.

1. Uji t

Tabel 4.11 Uji t

Variabel Significant t Alpha Kesimpulan

Upah (X1) 0,000 0,05 Ha diterima H0 ditolak

Loyalitas (X2) 0,002 0,05 Ha diterima H0 ditolak

Sumber: data primer yang diolah

a) Berdasarkan data diatas dapat diketahui bahwa nilai untuk variabel upah mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap disiplin kerja karyawan, dimana nilai signifikan t sebesar 0,000 < 0,05 (nilai alpha) sehingga dapat disimpulkan bahwa Ha diterima dan H0 ditolak yang menunjukan upah berpengaruh terhadap disiplin kerja karyawan pada Bank BRISyariah Cabang Bogor.

b) Berdasarkan data diatas dapat diketahui bahwa nilai untuk variabel loyalitas mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap disiplin kerja karyawan, dimana nilai signifikan t sebesar 0,002 < 0,05 (nilai alpha) sehingga dapat disimpulkan bahwa Ha diterima dan H0 ditolak yang menunjukan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan variable loyalitas terhadap disiplin kerja karyawan pada Bank BRISyariah Cabang Bogor.

c) Jadi berdasarkan hasil dari uji t tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa faktor yang berpengaruh paling signifikan dalam mempengaruhi disiplin kerja karyawan pada Bank BRISyariah Cabang Bogor adalah faktor upah, hal tersebut dilihat dari nilai signifikan t sebesar 0,000.

2. Uji F

Tabel 4.12 Uji F ANOVAb

Model Sum of Squares Df Mean Square F Sig.

1 Regression 9.682 2 4.841 27.617 .000a

Residual 7.012 40 .175

Total 16.694 42

a. Predictors: (Constant), X2, X1 b. Dependent Variable: Y

Sumber: hasil olah data

Berdasarkan data diatas dapat diketahui bahwa nilai untuk variabel upah dan loyalitas (secara simultan) mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap disiplin kerja karyawan, dimana nilai signifikan F sebesar 0,000 < 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa Ha diterima dan H0 ditolak atau dengan kata lain terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel upah dan loyalitas secara simultan / bersama-sama terhadap disiplin kerja karyawan pada Bank BRISyariah Cabang Bogor.

Dokumen terkait