• Tidak ada hasil yang ditemukan

Total Volume Kendaraan

IV.4.9 Analisis Tingkat Pelayanan (LOS)

LOS (Level of Service) atau tingkat pelayanan jalan adalah salah satu metode yang digunakan untuk menilai kinerja jalan yang menjadi indikator dari kemacetan.Suatu jalan dikategorikan mengalami kemacetan apabila hasil perhitungan LOS menghasilkan nilai mendekati 1.

Level of Service (LOS) dapat diketahui dengan melakukan perhitungan perbandingan antara volume lalu lintas dengan kapasitas dasar jalan (V/C). Dengan melakukan perhitungan terhadap nilai LOS, maka dapat diketahui klasifikasi jalan atau tingkat pelayanan pada suatu ruas jalan tertentu.

V = 2109,25 smp/jam C = 4766,58 smp/jam

LOS = 2109,25

41 IV.5 Analisis Lokasi Kedua

IV.5.1 Analisis Volume Lalu Lintas

Gambar 4.2 Sketsa Lokasi Kedua

Selama 12 jam pelaksanaan survey dimulai pada pukul 06.00 – 18.00 WITA pada tanggal 19 November 2016 dan 22 November 2016, lokasi kedua survey ruas jalan Poros Pallangga dilewati oleh 32.485 kendaraan dengan klasifikasi :

TERMINAL CAPPA BUNGAYA Jl. Poros Pallangga

Lokasi Pengamatan 2

42 • Sepeda Motor (Motorcycle - MC) sebanyak 24007 kendaraan

• Kendaraan Ringan (Light Vehicles - LV) sebanyak 6617 kendaraan • Kendaraan Berat (Heavy Vehicles - HV) sebanyak 1132 kendaraan

• Kendaraan tak bermotor (UnMotorizhed - UM) sebanyak 729 kendaraan

Berdasarkan hasil survey , diperoleh jumlah volume lalu lintas tertinggi terjadi pada hari sabtu. Volume kendaraan di segmen jalan Poros Pallangga khususnya yang melewati lokasi kedua dapat dilihat pada Gambar 4.5 berikut ini.

Grafik 4.3 Grafik volume kendaraan lokasi kedua

Terlihat pada Gambar 4.5 pada ruas jalan Poros Pallangga di lokasi kedua pencatatan didominasi oleh Sepeda Motor. Volume sepeda motor tertiggi terjadi pada sore hari pada pukul 17.00 – 18.00 WITA yaitu sebanyak 3565 kendaraan yang melintasi lokasi pencatatan. Dapat dimaklumi bahwa jam-jam ini merupakan arus balik setelah beraktivitas seharian. Sedangkan Volume sepeda motor terendah terjadi pada pukul 06.00 – 07.00 WITA yaitu sebanyak 1374 kendaraan.

0 500 1000 1500 2000 2500 3000 3500 4000 V ol u m e K e n d ar aa n (K e n d /Ja m ) Periode (Pukul) LV HV MC UM

43 Untuk kendaraan ringan, volume kendaraan tampak stabil sepanjang harinya tidak terjadi lonjakan drastis dari waktu ke waktu, tertinggi terjadi pada sore hari pada pukul 16.00 – 17.00 WITA yakni sebanyak 739 kendaraan dan terendah terjadi pada pagi hari pada pukul 06.00 – 07.00 WITA yakni sebanyak 265 kendaraan.

Volume puncak untuk kendaraan berat terjadi pada sore hari pada pukul 16.00 – 17.00 WITA yakni sebanyak 159 kendaraan yang melewati lokasi kedua pencatatan. Sementara itu untuk kendaraan tak bermotor seperti becak, gerobak, becak motor, dan sepeda tercatat terbanyak pada pukul 17.00 – 18.00 WITA sebanyak 92 kendaraan tak bermotor. Total Volume kendaraan yang melintasi lokasi pencatatan pertama selengkapnya dapat dilihat pada Gambar 4.6 berikut ini.

Grafik 4.4 Grafik Total Volume Kendaraan Lokasi Kedua

Total volume kendaraan pada lokasi pencatatan kedua tercatat sebanyak 32.485 kendaraan, dengan volume puncak terjadi pada pukul 17.00 – 18.00 WITA dengan jumlah kendaraan tercatat sebanyak 4.494 kendaraan.

Dari hasil surey volume lalu lintas lokasi kedua diperoleh jam puncak pada sore hari pada pukul 17.00 - 18.00 WITA

0 1000 2000 3000 4000 5000 V ol u m e K e n d ar aa n (K e n d /Ja m ) Periode (Pukul)

44 Selanjutnya volume puncak kendaraan dikalibrasi kedalam smp/jam dengan factor emp 1,0 untuk kendaraan ringan (LV), 1,2 untuk kendaraan berat (HV), dan 0,25 untuk sepeda motor (MC).

Tabel 4.9 Volume Puncak lalu Lintas Lokasi Kedua

Sumber : Hasil Survey, 2016

IV.5.2 Analisis Hambatan Samping

Tabel 4.10 Penentuan Frekuensi Kejadian Hambatan Samping Lokasi Kedua

No Tipe Kejadian Hambatan Samping Faktor Bobot

Frekuensi Kejadian

Frekuensi Bobot

1 Pejalan Kaki (PED) 0.5 92 46

2 Parkir, Kendaraan Berhenti (PSV) 1 69 69

3 Kendaraan Masuk + Keluar (EEV) 0.7 115 80.5

4 Kendaraan Lambar (SMV) 0.4 121 48.4

TOTAL 243.9

Total frekuensi bobot kejadian pada lokasi pengamata kedua adalah 243.9

IV.5.3 Analisis Kecepatan Arus Bebas

Kecepatan Arus Bebas (FV) didefinisikan sebagai kecepatan pada tingkat arus nol, yaitu kecepatan yang dipilih pengemudi jika mengendarai kendaraan bermotor tanpa dipengaruhi oleh kendaraan bermotor lain di jalan.

Dalam Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI 1997) kecepatan arus bebas dasar kendaraan ringan dipilih sebagai kriteria dasar untuk kinerja segmen jalan pada arus sama dengan nol.

kend/jam smp/jam kend/jam smp/jam kend/jam smp/jam kend/jam smp/jam

17.00-18.00 711 711 126 151,2 3565 891,25 4402 1753,45

Waktu

Jenis Kendaraan Volume Jam

Puncak

45 FV = (FV0 + FVW) × FFVSF × FFVCS

Perhitungan kecepatan arus bebas di ruas jalan sekitar Terminal Cappa Bungayya Kabupaten Gowa dibagi tiap lokasi pengamatan.Analisis perhitungan kecepatan arus bebas selegkapnya sebagai berikut.

Analisa kecepatan arus bebas pada lokasi kedua :

FV0 = kecepatan arus bebas dasar kendaraan ringan untuk jalan empat-lajur tak terbagi (4/2 UD) 51 km/jam (Tabel B-1 : 1, MKJI, 1997, Hal 5-44)

FVW = penyesuain kecepatan untuk lebar jalan adalah -4 km/jam (Tabel B-2 : 1, MKJI, 1997, Hal 5-45)

FFVSF = faktor penyesuain kondisi hambatan samping adalah 1,00 (Tabel B-3 : 1, MKJI, 1997, Hal 5-46)

FFVCS = faktor penyesuain kecepatan untuk ukuran kota adalah 0,93 (Tabel B-4 : 1, MKJI, 1997, Hal 5-48)

Sehingga :FV = (FV0 + FVW) × FFVSF × FFVCS

= (51 +(- 4) × 1,00 × 0,93 = 43,71 km/jam

Langkah-langkah perhitungan kecepatan arus bebas kendaraan ringan tersebut bila ditabelkan dapat dilihat pada Tabel 4.11 berikut ini.

Tabel 4.11 Perhitungan Kecepatan Arus Bebas Kendaraan Ringan Lokasi Kedua

FV0 FVW (FV0 + FVW) Faktor Penyesuaian FV

FFVSF FFVCS

46 IV.5.4 Analisis Kapasitas Ruas Jalan

Kapasitas adalah arus lalu-lintas maksimum yang dapat dipertahankan pada kondisi tertentu ( geometrik, distribusi arah, dan komposisi lalu-lintas, serta factor lingkungan). Kapasitas adalah salah satu faktor untuk mendapatkan derajat kejenuhan (DS).

Dalam perhitungan kapasitas ruas jalan, langkah-langkah perhitungannya adalah menentukan nilai-nilai yang dijadikan dasar perhitugan kapasitas yaitu kapasitas dasar dan dan beberapa factor penyesaian.

C = CO× FCW× FCSP × FCSF × FCCS

Analisa kapasitas ruas jalan pada lokasi kedua :

CO = Kapasitas dasar adalah 1.500 smp/jam. Karena jalan yang disurvey memiliki 4 lajur tak terbagi, maka nilai kapasitas dasar menjadi 6.000 smp/jam (Tabel C-1 : 1, MKJI, 1997, Hal 5-50)

FCW =Faktor penyesuaian kapasitas untuk lebar jalur arus lalu-lintas adalah 0,91 (Tabel C-2 : 1, MKJI, 1997, Hal 5-51)

FCSP = Faktor penyesuaian kapasitas untuk pemisah arah adalah 1,0 (Tabel C-3 : 1, MKJI, 1997, Hal 5-52)

FCSF =Faktor penyesuaian kapasitas untuk hambatan samping adalah 0,97 (Tabel C-4 : 1, MKJI, 1997, Hal 5-53)

FCCS =Faktor penyesuaian kapasitas untuk ukuran kota adalah 0,90 (Tabel C-5 : 1, MKJI, 1997, Hal 5-55)

Sehingga : C = CO× FCW× FCSP × FCSF × FCCS

47 = 4766,58 smp/jam

Langkah-langkah perhitungan kapasitas lokasi kedua bila ditabelkan dapat dilihat pada Tabel 4.12 berikut ini.

Tabel 4.12 Perhitungan Kapasitas Ruas Jalan Lokasi Kedua CO

Faktor Penyesuaian

C

FCW FCSP FCSF FCCS

6000 0,91 1,0 0,97 0,90 4766,58

IV.5.5 Analisis Derajat Kejenuhan

Derajat Kejenuhan adalah rasio arus lalu-lintas (smp/jam) terhadap kapasitas (smp/jam) pada bagian jalan tertentu, dimana DS digunakan untuk parameter menentukan tingkat pelayanan jalan. Nilai derajat kejenuhan menunjukkan apakah suatu ruas jalan mempunyai masalah kaapsitas atau tidak. Derajat kejenuhan dapat dihitung dengan :

D = 𝑄 𝐶

Analisa derajat kejenuhan pada lokasi kedua : Q = 1753,45 smp/jam

C = 4766,58 smp/jam

D = 𝑄

𝐶

=

1753,45

4766,58

=

0,37 smp/jam

IV.5.6 Analisis Kecepatan Kendaraan Rata-Rata

Sampel kecepatan yang diambil per lima belas menit dirata-ratakan. Survey kecepatan dilakukan di tiap lokasi pengamatan di ruas jalan sekitar Terminal Cappa Bungayya Kabupaten Gowa. Sampel pada jam puncak volume lalu-lintas yaitu pada pagi dan sore hari. Berikut ini adalah hasil perhitungan kecepatan rata-rata tiap lokasi.

48 Tabel 4.13 Kecepatan Kendaraan Rata-Rata Pada Jam Puncak Lokasi Kedua

Waktu Kecepatan (Km/Jam)

LV HV MC 16.00 - 06.15 23.36 20.58 25.93 16.15 - 16.30 22.61 22.27 25.28 16.30 - 16.45 25.82 17.01 24.78 16.45 - 17.00 13.65 11.33 11.86 Total 85.43 71.19 87.85 Rata - rata 21.36 17.8 21.96

Dari hasil perhitungan kecepatan rata-rata kendaraan di lokasi pengamatan kedua adalah 21 km/jam

IV.5.7 Analisis Kecepatan dan Waktu Tempuh

Perhitungan kecepatan dan waktu tempuh dilokasi kedua dibagi menjdi dua bagian, yakni kecepatan dan waktu tepuh dengan metode MKJI 1997, serta kecepatan dan waktu tempuh dilapangan berdasarkan hasil survey.

➢ Kecepatan dan Waktu Tempuh (Hasil Survey) V = 𝐿

𝑇𝑇 V = 21 km/jam

L = 100 m = 0,100 km TT = 0,0071 jam = 25,71 detik

Dokumen terkait