HASIL PENELITIAN
4.3. Hasil Penelitian
4.3.1. Analisis univariat 1. Gaya kepemimpinan
Gaya kepemimpinan diukur berdasarkan persepsi karyawan terhadap dimensi memprakarsai struktur dan pertimbangan.
a. Gaya Kepemimpinan Memprakarsai Struktur
Gaya kepemimpinan memprakarsai struktur terdiri dari indikator mengatur dan mengarahkan, mengawasi atau memantau dan suasana formal. Tanggapan
responden mengenai gaya kepemimpinan dalam mengatur dan mengawasi dapat dilihat pada Tabel 4.6 berikut :
Tabel 4.6. Distribusi Responden Berdasarkan Gaya Kepemimpinan Memprakarsai Struktur dalam Mengatur dan Mengarahkan
Tidak Pernah
Jarang Sering Sangat Sering No Indikator
F % F % F % F %
1 Merencanakan langkah-langkah yang tegas
- - 15 17,9 59 70,2 10 11,9
2 Menyampaikan tujuan dengan jelas
- - 18 21,4 56 66,7 10 11,9
3 Menunjukkan cara kerja yang baku
6 7,1 29 34,5 44 52,4 5 6,0 4 Mencari cara kerja yang
lebih baik
4 4,8 18 21,4 56 66,7 6 7,1
5 Menetapkan tujuan yang harus dicapai
4 4,8 19 22,6 56 66,7 5 6,0
Jumlah 14 3,3 99 23,6 271 64,5 36 8,6
Pada indikator mengatur dan mengarahkan mayoritas responden 70% sering pimpinan merencanakan langkah-langkah yang tegas kemudian pimpinan sering menyampaikan tujuan dengan jelas, pimpinan sering mencari cara kerja yang lebih baik dan menetapkan tujuan yang harus dicapai, masing-masing sebesar 66,7%. Hal ini menunjukkan pimpinan selalu mengatur dan mengarahkan karyawan agar dapat melaksanakan tugas-tugas yang diberikan.
Tanggapan responden mengenai gaya kepemimpinan dalam mengawasi atau memantau terlihat pada Tabel 4.7 dibawah ini :
Tabel 4.7. Distribusi Responden Berdasarkan Gaya Kepemimpinan Memprakarsai Struktur dalam Mengawasi atau Memantau
Tidak Pernah
Jarang Sering Sangat Sering No Indikator F % F % F % F % 1 Memantau agar karyawan mencapai acuan kerja 4 4,8 31 36,9 44 52,4 5 6,0 2 Menetapkan batas waktu penyelesai pekerjaan 4 4,8 31 36,9 44 52,4 5 6,0 3 Memantau pekerjaan karyawan agar pekerjaan bermutu 4 4,8 26 31,0 49 58,3 5 6,0 4 Memantau tindakan karyawan dalam menyelesaikan tugas 4 4,8 22 26,2 57 67,9 1 1,2 Jumlah 16 4,8 110 32.7 194 57,7 16 4.8
Pada indikator mengawasi atau memantau menjelaskan bahwa mayoritas responden (67,9%) menyatakan pimpinan sering memantau tindakan karyawan untuk dapat menyelesaiakan tugasnya. 58,3% responden menyatakan pimpinan sering memantau pekerjaan karyawan agar pekerjaan bermutu. Kemudian sering pimpinan memantau agar karyawan mencapai acuan kerja dan pimpinan menetapkan batas waktu penyelesaian pekerjaan, masing-masing sebesar 52,4%. Hal ini menunjukkan pimpinan selalu mengawasi atau memantau karyawan dalam meyelesaiakan pekerjaan.
Tanggapan responden tentang gaya kepemimpinan berkaitan dengan suasana formal dapat dilihat pada Tabel 4.8 berikut ini :
Tabel 4.8. Distribusi Responden Berdasarkan Gaya Kepemimpinan Memprakarsai Struktur dengan Suasana Formal
Tidak Pernah
Jarang Sering Sangat Sering No Indikator
F % F % F % F %
1 Memberi kesempatan dan wewenang melaksanakan tugas 4 4,8 16 19,0 59 70,2 5 6,0 2 Menekankan karyawan bekerja maksimal - - 4 4,8 69 82,1 11 13,1 3 Memberikan instruksi jelas - - 6 7,1 71 84,5 7 8,3 4 Memperingatkan
karyawan selalu taat pada peraturan
- - 4 4,8 73 86,9 7 8,3
5 Memprioritaskan perhatian terhadap tugas yang harus dikerjakan
- - 23 27,4 58 69,0 3 3,6
6 Meminta pertanggung jawaban atas pelaksanaan pekerjaan
- - 21 25,0 46 54,8 17 20,2
Jumlah 4 0.8 74 14,7 376 74,6 50 9,9
Pada Tabel 4.8 diatas bahwa mayoritas responden (86,9%) menyatakan pimpinan sering memperingatkan petugas selalu taat pada peraturan. 84,9% responden menyatakan pimpinan sering memberi instruksi jelas kepada karyawan. 82,1% responden juga menyatakan pimpinan sering menekankan karyawan bekerja maksimal. 70,2% responden menyatakan bahwa sering pimpinan memberi kesempatan dan wewenang pada karyawan untuk melaksanakan tugas sesuai aturan. Kemuadian pada pernyataan pimpinan memprioritaskan perhatian terhadap tugas yang harus dikerjakan 69,0% responden menyatakan sering.
b. Gaya Kepemimpinan Pertimbangan
Gaya kepemimpinan pertimbangan terdiri dari indikator motivasi, kesempatan berpartisipasi dan suasana kekeluargaan. Tanggapan responden mengenai gaya kepemimpinan dalam memotivasi karyawan ditunjukkan pada Tabel 4.9 berikut ini :
Tabel 4.9. Distribusi Responden Berdasarkan Gaya Kepemimpinan Pertimbangan dalam Memotivasi
Tidak Pernah
Jarang Sering Sangat
Sering No Indikator
F % F % F % F %
1 Memberi pujian kepada karyawan berprestasi 12 14,3 23 27,4 45 53,6 4 4,8 2 Menemukan keinginan karyawan 14 16,6 44 52,4 26 31,0 - - 3 Memberi informasi mengenai organisasi 2 2,4 42 50,0 39 46,4 1 1,2 4 Memberi perhatian
kepada karyawan baru
3 3,6 48 57,1 33 39,3 - - 5 Memberi keleluasaan
kepada karyawan
9 10,7 29 34,5 45 53,6 1 1,2
Jumlah 40 9.5 186 44,3 188 44,8 6 1,4
Dari Tabel 4.9. menggambarkan mayoritas responden 57,1% menyatakan bahwa pimpinan jarang memberikan perhatian kepada karyawan baru dan hanya 39,3% menyatakan sering. Pada pernyataan bahwa pimpinan memberi pujian kepada karyawan yang berprestasi, 53% menyatakan sering dan 27% menyatakan jarang. Pada pernyataan bahwa pimpinan memberikan keleluasan kepada karyawan untuk bekerja sesuai dengan caranya masing-masing, 53% menyatakan sering dan 34% menyatakan jarang. Pada pernyataan bahwa pimpinan berusaha menemukan
keinginan karyawan 52,4% menyatakan jarang dan hanya 31,0% menyatakan sering. Pada pernyataan bahwa pimpinan memberi informasi mengenai organisasi kepada karyawan 50% menyatakan jarang dan hanya 46,4% menyatakan sering.
Tanggapan responden mengenai gaya kepemimpinan dalam memberikan kesempatan berpartisipasi ditunjukkan pada Tabel 4.10 berikut :
Tabel 4.10. Distribusi Responden Berdasarkan Gaya Kepemimpinan Pertimbangan dalam Memberikan Kesempatan Berprestasi
Tidak Pernah
Jarang Sering Sangat Sering No Indikator
F % F % F % F %
1 Meminta pendapat dan saran karyawan 8 9,5 26 31,0 42 50 8 9,5 2 Bersedia melakukan perubahan 3 3,6 20 23,8 61 72,6 - - 3 Menyediakan waktu,
mendengar pendapat atau saran karyawan 1 1,2 21 25,0 62 73,8 - - 4 Mengambil keputusan setelah mendengar pendapat karyawan 1 1,2 24 28,6 58 69,0 1 1,2 Jumlah 13 3.8 91 27.1 223 66.4 9 2,7
Data diatas menunjukkan 73,8% responden menyatakan sering pada pernyataan bahwa pimpinan menyediakan waktu untuk mendengarkan pendapat bawahannya dan 25,0% menyatakan jarang. Pada pernyataan bahwa pimpinan bersedia melakukan perubahan kebijakan apabila dipandang perlu oleh karyawan, 72,6 menyatakan sering dan 23,8% menyatakan jarang. Pada pernyataan bahwa pimpinan mengambil keputusan setelah mendengar pendapat dari karyawan, 69% menyatakan sering dan 28% menyatakan jarang. Sedangkan pada pernyataan bahwa
pimpinan meminta pendapat dan saran karyawan dalam melakukan suatu tugas tertentu, 50% menyatakan sering dan 31,0% menyatakan jarang.
Tanggapan responden mengenai gaya kepemimpinan dalam suasana kekeluargaan ditunjukkan pada Tabel 4.11. berikut :
Tabel 4.11. Distribusi Responden Berdasarkan Gaya Kepemimpinan Pertimbangan dalam Suasana Kekeluargaan
Tidak Pernah
Jarang Sering Sangat Sering No Indikator F % F % F % F % 1 Bersikap ramah - - 12 14,3 61 72,6 11 13,1 2 Menciptakan hubungan sosial - - 19 22,6 60 71,4 5 6,0 3 Membantu menyelesaikan masalah 4 4,8 27 32,1 49 58,3 4 4,8 4 Membuat karyawan merasa tenang 7 8,3 22 26,2 47 56,0 8 9,5 5 Suasana hubungan kerja yang menggembirakan 5 6,0 24 28,6 47 56,0 8 9,5 6 Membuat karyawan merasa senang berbicara dengannya. 1 1,2 25 29,8 50 59,5 8 9,5 Jumlah 17 3,4 129 25,6 314 62,3 44 8.7
Dari Tabel 4.11. menunjukkan mayoritas responden 72,6% menyatakan sering pada pernyataan bahwa pimpinan bersikap ramah terhadap karyawan dan 14,3% responden menyatakan jarang. Pada pernyataan bahwa pimpinan menciptakan hubungan sosial yang baik dengan karyawan, 71,4% responden menyatakan sering dan 22,6% menyatakan jarang. Pada pernyataan bahwa pimpinan membuat karyawan merasa senang apabila berbicara dengannya, 59,5% responden menyatakan sering dan
29,8% menyatakan jarang. Pada pernyataan bahwa pimpinan membantu menyelesaikan masalah pekerjaan yang dihadapi karyawan, 58,3% responden menyatakan sering dan 32,1% responden menyatakan jarang. Pada pernyataan bahwa pimpinan menciptakan suasana hubungan kerja yang menggembirakan karyawan, 56,0% responden menyatakan sering dan 28,6% responden menyatakan jarang. Sedangkan pada pernyataan bahwa pimpinan membuat karyawan merasa senang apabila berbicara dengannya, 56,0% responden menyatakan sering dan 26,2% menyatakan jarang.
2. Kepuasan Kerja
Kepuasan kerja diukur terdiri dari indikator penghargaan moneter dan nonmoneter, karakteristik pekerjaan dan lingkungan kerja. Tanggapan responden mengenai penghargaan moneter dan nonmoneter dapat dilihat pada Tabel 4.12 berikut ini:
Tabel 4.12. Distribusi Responden Berdasarkan Kepuasan Kerja dalam Penghargaan Moneter dan Non Moneter
No Indikator Tidak Baik Kurang Baik Baik Sangat Baik F % F % F % F %
1 Kesesuaian gaji dengan pekerjaan
- - 12 14,5 67 79,8 5 6,0 2 Kesesuaian gaji dengan
pendidikan
3 3,6 18 21,4 62 73,8 1 1,2
3 Besar dan jenis
tunjangan 12 14,3 25 29,8 46 54,8 1 1,2 4 Kebijaksanaan promosi 2 2,4 44 52,4 37 44,0 1 1,2 5 Kesempatan untuk pertumbuhan dan pengembangan diri 2 2,4 41 48,8 41 48,8 - - Jumlah 19 4.5 140 33,4 253 60,2 8 1,9
Data diatas menunjukkan mayoritas responden pada pernyataan kesesuaian gaji yang diterima dengan pekerjaan, 79,8% responden menyatakan baik dan 14,5% menyatakan kurang baik. Pada pernyataan kesesuaian gaji yang diterima dengan pendidikan, 73,8% responden menyatakan baik dan 21% responden menyatakan kurang baik. Pada pernyataan besar dan jenis tunjangan yang diterima, 54,8% responden menyatakan baik dan 29,8% responden menyatakan kurang baik. Pada pernyataan kebijaksanaan promosi ditempat bekerja, 52,4% responden menyatkan Kurang baik dan 44,0% responden menyatakan baik. Sedangkan pernyataan kesempatan untuk pertumbuhan dan pengembangan diri dalam posisi manajemen, 48,8% responden menyatakan baik dan 48,8% responden menyatakan kurang baik.
Tabel 4.13. Distribusi Responden Berdasarkan Kepuasan Kerja dalam Karakteristik Pekerjaan No Indikator Tidak Baik Kurang Baik Baik Sangat Baik F % F % F % F % 1 Penghargaan terhadap keberhasilan tugas 3 3,6 39 46,4 41 48,8 1 1,2 2 Otonomi yang diberikan dalam menyelesaikan tugas 2 2,4 31 36,9 50 59,5 1 1,2
3 Kesesuaian tugas dan keterampilan yang dimiliki
1 1,2 23 27,4 60 71,4 - -
4 Dukungan dan bantuan
pimpinan dalam bekerja 1 1,2 25 29,8 53 63,1 5 6,0 5 Objektivitas pimpinan menilai kinerja 1 1,2 18 21,4 58 69,0 7 8,3 6 Kesesuaian tugas dengan minat 2 2,4 19 22,6 55 65,5 8 9,5 7 Saran dan pendapat
bawahan
dipertimbangkan pimpinan
2 2,4 16 19,0 62 73,8 4 4,8
Jumlah 12 2.1 171 29,1 379 64,4 26 4,4
Data diatas menunjukkan mayoritas responden pada pernyataan saran dan pendapat bawahan diterima dan dipertimbangkan pimpinan, 73,8% responden menyatakan baik dan 19,0% responden menyatakan kurang baik. Pada pernyataan kesesuaian tugas dengan keterampilan yang dimiliki, 71,4% responden menyatakan baik dan 27,4% responden menyatakan kurang baik. Pada pernyataan objektivitas pimpinan dalam menilai kinerja sesama karyawan, 69,0% responden menyatakan baik dan 21,4% responden menyatakan kurang baik. Pada pernyataan kesesuaian
tugas dengan minat yang dimiliki, 65,5% responden menyatakan baik dan 22,6% responden menyatakan kurang baik. Pada pernyataan dukungan dan bantuan pimpinan terhadap karyawannya dalam bekerja, 63,1% responden menyatakan baik dan 29,8% responden menyatakan kurang baik. Pada pernyataan tingkat otonomi yang diberikan kepada karyawan dalam menyelesaikan pekerjaan, 59,5% responden menyataka baik dan 36,9% responden menyatakan kurang baik. Sedangakan pada pernyataan penghargaan pengawas terhadap keberhasilan menjalankan tugas, 48,8% responden menyatakan baik dan 46,4% responden menyatakan kurang baik.
Tabel 4.14. Distribusi Responden Berdasarkan Kepuasan Kerja dalam Karakteristik Lingkungan No Indikator Tidak Baik Kurang Baik Baik Sangat Baik F % F % F % F % 1 Keadaan lingkungan - - 9 10,7 71 84,5 4 4,8
2 Hubungan dengan rekan - - 3 3,6 75 89,3 6 7,1
3 Kerja sama antar bagian - - 9 10,7 73 86,9 2 2,4
4 Hubungan atasan dengan bawahan
- - 8 9,5 72 85,7 4 4,8
Jumlah 29 8.6 291 86.6 16 4,8
Data diatas menunjukkan pada pernyataan hubungan dengan rekan sekerja, 89,3 responden menyatakan baik dan 7,1% menyatakan sangat baik. Pada pernyataan hubungan kerjasama antar bagian ditempat kerja, 86,9% responden menyatakan baik dan 10,7% responden menyatakan kurang baik. Pada pernyataan hubungan atasan dengan bawahan ditempat kerja, 85,7% responden menyatakan baik dan 9,5% responden menyatakan kurang baik. Sedangakan pada pernyataan keadaan fisik dan
lingkungan kerja, 84,5% responden menyatakan baik dan 10,7% responden menyatakan kurang baik.