HASIL PENELITIAN
4.2 Hasil Penelitian
4.2.1 Analisis Univariat
5 2 28,95 23,68 18,42 10,53 13,16 5,26 Total 38 100,00
Berdasarkan tabel 4.3 dapat dilihat bahwa bayi yang paling banyak berumur 7 dan 8 bulan dengan prosentase masing-masing 28,95% dan 23,68%. 4.1.2.4Jenis Kelamin Bayi
Distribusi frekuensi berdasarkan jenis kelamin bayi dapat dilihat pada tabel.di bawah ini:
Tabel 4.4 Jenis Kelamin Bayi
Jenis Kelamin Jumlah Prosentase (%)
Laki-laki Perempuan 18 20 47,37 52,63 Total 38 100,00
Berdasarkan tabel 4.4 dapat dilihat bahwa jenis kelamin bayi adalah laki-laki sebanyak 18 bayi (47,37%) dan perempuan 20 bayi (52,63%).
4.2 Hasil Penelitian
4.2.1 Analisis Univariat
Analisis univariat dilakukan terhadap tiap-tiap variabel penelitian yang dalam penelitian ini adalah pengetahuan, sikap dan pemberian ASI eksklusif.
4.2.1.1Pengetahuan Responden
Distribusi frekuensi berdasarkan pengetahuan responden dapat dilihat pada tabeldi bawah ini:
Tabel 4.5 Distribusi Frekuensi Pengetahuan Ibu
Pengetahuan Frekuensi Prosentase (%)
Baik Kurang Baik 21 17 55,3 44,7 Total 38 100,00
Berdasarkan tabel 4.5 dapat dilihat responden dengan pengetahuan baik berjumlah 21 orang (55,3%), pengetahuan kurang baik sebanyak 17 orang (44,7%).
4.2.1.2Sikap Responden
Distribusi frekuensi berdasarkan sikap responden dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
Tabel 4.6 Distribusi Frekuensi Sikap Ibu
Sikap Ibu Frekuensi Prosentase (%)
Baik Kurang Baik 15 23 39,47 60,53 Total 38 100,00
Berdasarkan tabel 4.6 dapat dilihat responden dengan sikap baik sebanyak 15 orang (39,47%), sikap kurang baik sebanyak 23 orang (60,53%).
Distribusi frekuensi pemberian ASI eksklusif dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
Tabel 4.7 Distribusi Frekuensi Pemberian ASI Eksklusif
Berdasarkan tabel 4.7 dapat dilihat responden yang memberi ASI eksklusif sebanyak 23 orang (60,5%) dan yang tidak memberikan ASI eksklusif sebanyak 15 orang (39,5%).
4.2.2 Analisis Bivariat
Uji bivariat pada penelitian “hubungan pengetahuan dan sikap ibu dengan pemberian ASI eksklusif di Kelurahan Gunungpati Kecamatan Gunungpati Kota Semarang tahun 2009“ menggunakan rumus chi square, dimana uji tersebut digunakan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap ibu dengan pemberian ASI eksklusif di Kelurahan Gunungpati Kecamatan Gunungpati yang meliputi:
4.2.2.1 Hubungan Pengetahuan Ibu dengan Pemberian ASI Eksklusif
Hasil pengujian untuk pengetahuan ibu dengan pemberian ASI
Pemberian ASI Jumlah Prosentase (%)
Eksklusif Noneksklusif 23 15 60,5 39,5 Total 38 100,0
eksklusif menyatakan hasil seperti di bawah ini:
Tabel 4.8 Hasil Uji Hubungan Pengetahuan Ibu dengan Pemberian ASI Eksklusif
Variabel Bebas Variabel Terikat
P value Pengetahuan Ibu
Pemberian ASI Total
Eksklusif Non Eksklusif
∑ % ∑ % ∑ %
Baik 16 42,1 5 13,2 21 55,3
0,028 Kurang Baik 7 18,4 10 26,3 17 44,7
Total 23 60,5 15 39,5 38 100,0
Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa responden yang mempunyai pengetahuan baik dan memberikan ASI Eksklusif pada bayi sebanyak 16 orang (42,1%) dan responden dengan pengetahuan baik tetapi tidak memberikan ASI eksklusif pada bayi sebanyak 5 orang (8,3%). Sedangkan responden dengan pengetahuan kurang baik dan memberi ASI eksklusif pada bayi sebanyak 7 orang (18,4%), dan responden dengan pengetahuan kurang baik tapi tidak memberikan ASI eksklusif pada bayi sebanyak 10 orang (26,3%).
Berdasarkan hasil uji statistik dengan Chi square antara variabel pengetahuan ibu tentang ASI dengan variabel pemberian ASI eksklusif diperoleh nilai p value 0,028 (<0,05) yang artinya ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan ibu tentang ASI dengan pemberian ASI eksklusif di Kelurahan Gunungpati Kecamatan Gunungpati.
Hasil Uji Hubungan Pengetahuan Ibu dengan Pemberian ASI Eksklusif
42.1 18.4 13.2 26.3 0 10 20 30 40 50
Baik Kurang Baik
Pengetahuan Ibu F re k ue ns i (%) Eksklusif Noneksklusif
Grafik 4.8 Hasil Uji Hubungan Pengetahuan Ibu dengan Pemberian ASI Eksklusif
4.2.2.2 Hubungan Sikap Ibu dengan Pemberian ASI Eksklusif
Hasil pengujian untuk sikap ibu dengan pemberian ASI eksklusif menyatakan hasil seperti di bawah ini:
Tabel 4.9 Hasil Uji Hubungan Sikap Ibu dengan Pemberian ASI Eksklusif Variabel
Bebas
Variabel Terikat
P value Sikap Ibu
Pemberian ASI Total
Eksklusif Non Eksklusif
∑ % ∑ % ∑ %
Baik 10 26,3 5 13,2 21 55,3
0,523 Kurang Baik 13 34,2 10 26,3 17 44,7
Total 23 60,5 15 39,5 38 100,0
Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa responden yang mempunyai sikap baik dan memberikan ASI eksklusif pada bayi sebanyak 10 orang (26,3%) dan responden dengan pengetahuan baik tetapi tidak memberikan
ASI eksklusif pada bayi sebanyak 13 orang (34,2%). Responden dengan pengetahuan kurang baik dan memberi ASI eksklusif sebanyak 5 orang (13,2%), sedangkan responden dengan pengetahuan kurang baik tapi tidak memberikan ASI eksklusif pada bayi sebanyak 10 orang (26,3%).
Berdasarkan hasil uji statistik dengan chi square antara variabel sikap ibu tentang ASI dengan variabel pemberian ASI eksklusif diperoleh nilai p value 0,532 (>0,05), yang artinya tidak ada hubungan yang bermakna antara sikap ibu tentang ASI dengan pemberian ASI eksklusif di Kelurahan Gunungpati Kecamatan Gununugpati.
Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada grafik di bawah ini: Hasil Uji Hubungan Sikap Ibu dengan pemberian ASI
eksklusif 26.3 34.2 13.2 26.3 0 10 20 30 40
Baik Kurang Baik
Sikap Ibu F reku en si (% ) Eksklusif Noneksklusif
9
BAB V PEMBAHASAN 5.1 Pembahasan
5.1.1 Hubungan antara Pengetahuan Ibu dengan Pemberian ASI Eksklusif Berdasarkan hasil penelitian menunjukkkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan ibu dengan pemberian ASI eksklusif di Kelurahan Gunungpati Kota Semarang dengan nilai p value sebesar 0,028. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden (55,3%) dengan pengetahuan baik dan 44,7% (17 responden) mempunyai pengetahuan kurang baik.
Hasil penelitian ini sejalan dengan teori yang menyatakan bahwa pengetahuan atau kognitif merupakan domain yang sangat penting dalam membentuk tindakan seseorang. Dari pengalaman dan penelitian terbukti bahwa perilaku yang didasari oleh pengetahuan lebih langgeng daripada perilaku yang tidak didasari pengetahuan (Soekidjo Notoatmodjo, 2003:121).
Hal ini sejalan pula dengan teori Green bahwa perilaku dipengaruhi oleh 3 faktor utama dimana salah satu faktor predisposisi yang ada di dalamnya terdapat pengetahuan (Soekidjo Notoatmodjo, 2003:13).
penelitian terdahulu (Tri Rahayuningsih, 2005), yang menyatakan bahwa ada hubungan antara pengetahuan ibu dengan pemberian ASI eksklusif tetapi dengan tingkat keeratan yang berbeda.
5.1.2 Hubungan antara Sikap Ibu dengan Pemberian ASI Eksklusif
Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa tidak ada hubungan antara sikap ibu dengan pemberian ASI eksklusif di Kelurahan Gunungpati Kecamatan Gunungpati dengan nilai p value sebesar 0,532. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa responden yang mempunyai sikap baik sebanyak 39,5 % (15 responden) dan 60,5% (23 responden) mempunyai sikap kurang baik.
Pembentukan dan perubahan sikap tidak terjadi dengan sendirinya. Sikap terbentuk dalam hubungan suatu obyek, orang, kelompok, lembaga, nilai melalui hubungan antar individu, hubungan di dalam kelompok, komunikasi surat kabar, buku, poster, radio, televisi, dan sebagainya (Abu Ahmadi, 1999:172). Sikap dapat bersifat positif dapat pula bersifat negatif.
Hasil penelitian ini tidak sesuai dengan penelitian terdahulu (Sofiyatun, 2007), yang menyatakan bahwa ada hubungan antara sikap ibu dengan pemberian ASI eksklusif, tetapi dengan tingkat keeratan yang berbeda.