Tabel berikut ini merupakan analisis univariat variabel independen dan dependen pada penelitian Pengaruh Persepsi Provider Swasta tentang Implementasi Jaminan Kesehatan Nasional Terhadap Keikutsertaan Sebagai Provider Pratama BPJS Kesehatan di Kota Medan Tahun 2014.
4.2.1 Distribusi Responden Berdasarkan Persepsi tentang Manfaat
Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa responden yang menyatakan sangat setuju JKN memiliki manfaat yang lebih besar daripada program sebelumnya sebanyak 37 orang (54,4%), yang setuju sebanyak 18 orang (26,5%), dan responden yang menyatakan kurang setuju sebanyak 13 orang (19,1%). Responden yang menyatakan sangat setuju JKN memiliki manfaat lebih dari 75% sebanyak 29 orang (42,6%), yang menyatakan setuju sebanyak 28 orang (41,2%), dan yang menyatakan
kurang setuju sebanyak 11 orang (16,2%). Responden yang menyatakan setuju jumlah kunjungan pasien meningkat sebanyak 44 orang (64,7%), dan yang menyatakan kurang setuju sebanyak 24 orang (35,7%). Responden yang menyatakan setuju pendapatan meningkat sebanyak 34 orang (50,0%), dan yang menyatakan kurang setuju sebanyak 34 orang (50,0%). Responden yang menyatakan setuju cakupan wilayah pelayanan bertambah sebanyak 26 orang (38,2%), dan yang menyatakan kurang setuju sebanyak 42 orang (61,8%). Secara rinci dapat pada tabel 4.3 berikut ini.
Tabel 4.3. Distribusi Responden Menurut Uraian tentang Manfaat Sebagai Provider Swasta BPJS Kesehatan di Kota Medan Tahun 2014
No Persepsi Kriteria Jumlah %
3 Jumlah kunjungan Meningkat Setuju 44 64,7
Kurang Setuju 24 35,7
Total 68 100
4 Pendapatan Meningkat Setuju 34 50,0
Kurang Setuju 34 50,0
Total 68 100
5 Cakupan wilayah pelayanan bertambah Setuju 26 38,2 Kurang Setuju 42 61,8
Total 68 100
Berdasarkan uraian diatas dapat diketahui bahwa setelah dilakukan pengkategorian berdasarkan jawaban responden, responden yang memiliki persepsi
baik tentang manfaat sama besar dengan responden yang memiliki persepsi kurang baik yaitu sebesar 34 orang (50%). Secara rinci dapat dilihat pada Tabel 4.4.
Tabel 4.4. Distribusi Frekuensi Variabel Manfaat Sebagai Provider Swasta BPJS Kesehatan tentang Implementasi Jaminan Kesehatan Nasional
di Kota Medan Tahun 2014
Variabel Jumlah Persentase (%)
Manfaat
Baik 34 50,0
Kurang Baik 34 50,0
Jumlah 68 100,0
4.2.2 Distribusi Responden Berdasarkan Persepsi tentang Kepentingan
Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa responden yang menyatakan sangat setuju sistem JKN mendukung kepentingannya sebanyak 39 orang (57,4%), yang setuju sebanyak 17 orang (25,%), dan responden yang menyatakan kurang setuju sebanyak 12 orang (17,6%). Responden yang menyatakan sangat setuju visi dan misi klinik sejalan dengan JKN sebanyak 34 orang (50%), yang menyatakan setuju sebanyak 23 orang (41,2%), dan yang menyatakan kurang setuju sebanyak 11 orang (16,2%). Responden yang menyatakan sangat setuju sistem JKN memperkuat keberadaan klinik sebanyak 46 orang (67,6%), yang menyatakan setuju sebanyak 11 orang (16,2%), dan yang menyatakan kurang setuju sebanyak 11 orang (16,2%).
Responden yang menyatakan sangat setuju sistem JKN mendukung program-program yang ada di klinik sebanyak 40 orang (58,8%), yang menyatakan setuju sebanyak 17 orang (25%), dan yang menyatakan kurang setuju sebanyak 11 orang (16,2%). Secara rinci dapat dilihat pada tabel 4.5.
Tabel 4.5. Distribusi Responden Menurut Uraian tentang Kepentingan Sebagai Provider Swasta BPJS Kesehatan di Kota Medan Tahun 2014
No Persepsi Kriteria Jumlah %
1
2
Kepentingan bapak/ibu didukung dengan adanya JKN
3 Sistem JKN memperkuat keberadaan klinik Sangat Setuju 46 67,6
Setuju 11 16,2
Kurang Setuju 11 16,2
Total 68 100
4 Sistem JKN mendukung program-program yang ada di klinik
Sangat Setuju 40 58,8
Setuju 17 25,0
Kurang Setuju 11 16,2
Total 68 100
Berdasarkan uraian diatas setelah dilakukan pengkategorian dapat diketahui bahwa sebagian besar responden memiliki persepsi baik tentang kepentingan yaitu sebanyak 41 orang (60,3%) dan sebagian kecil responden memiliki persepsi kurang baik yaitu sebanyak 27 orang (39,7%). Secara rinci dapat dilihat pada Tabel 4.6.
Tabel 4.6. Distribusi Frekuensi Variabel Kepentingan Sebagai Provider Swasta BPJS Kesehatan tentang Implementasi Jaminan Kesehatan Nasional
di Kota Medan Tahun 2014
Variabel Jumlah Persentase (%)
Kepentingan
Baik 27 39,7
Kurang Baik 41 60,3
Jumlah 68 100,0
4.2.3 Distribusi Responden Berdasarkan Persepsi tentang Profit
Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa responden yang menyatakan sangat setuju system JKN menambah penghasilan klinik sebanyak 44 orang (64,7%), yang setuju sebanyak 10 orang (14,7%), dan responden yang menyatakan kurang setuju sebanyak 14 orang (20,6%). Responden yang menyatakan sangat setuju pendapatan meningkat lebih dari 50% sebanyak 34 orang (50%), yang menyatakan setuju sebanyak 20 orang (29,4%), dan yang menyatakan kurang setuju sebanyak 14 orang (20,6%). Responden yang menyatakan sangat setuju bahwa penghasilan yang diperoleh sesuai dengan pengeluaran yang ada sebanyak 27 orang (39,7%), yang menyatakan setuju sebanyak 26 orang (38,2%) dan yang menyatakan kurang setuju sebanyak 15 orang (22,1%). Responden yang menyatakan setuju dengan system JKN bisa menutupi operasional klinik sebanyak 41 orang (60,3%), dan yang menyatakan kurang setuju sebanyak 27 orang (39,7%). Responden yang menyatakan setuju bisa mempunyai penghasilan yang tetap tinggi sebanyak 28 orang (41,2%), dan yang menyatakan kurang setuju sebanyak 40 orang (58,8%). Responden yang menyatakan setuju bisa mempunyai penghasilan yang terus bertambah sebanyak 37 orang (54,4%), dan yang menyatakan kurang setuju sebanyak 31 orang (45,6%). Secara rinci dapat pada tabel 4.7 berikut ini.
Tabel 4.7. Distribusi Responden Menurut Uraian tentang Profit Sebagai Provider Swasta BPJS Kesehatan di Kota Medan Tahun 2014
No Persepsi Kriteria Jumlah %
1 Sistem JKN akan menambah penghasilan Sangat Setuju 34 50,0
Setuju 23 33,8
Kurang Setuju 11 16,2
Total 68 100
2 Pendapatan meningkat lebih dari 50% Sangat Setuju 46 67,6
Setuju 11 16,2
Kurang Setuju 11 16,2
Total 68 100
3 Penghasilan yang diperoleh sesuai dengan pengeluaran yang ada
Keuntungan menutupi operasional klinik Setuju 41 60,3 Kurang Setuju 27 39,7
Total 68 100
Penghasilan lebih besar dari sebelum JKN Setuju
Kurang Setuju
Penghasilan tetap tinggi Setuju 37
31
54,4 45,6 Kurang Setuju
Total 68 100
Berdasarkan hasil penelitian setelah dilakukan pengkategorian diketahui bahwa sebagian besar responden memiliki persepsi baik tentang profit yaitu sebesar 40 orang (58,8%) dan sebagian kecil responden memiliki persepsi kurang baik yaitu sebesar 28 orang (41,2%). Secara rinci dapat dilihat pada Tabel 4.8.
Tabel 4.8. Distribusi Frekuensi Variabel Bisnis dan Profit Sebagai Provider Swasta BPJS Kesehatan tentang Implementasi Jaminan Kesehatan Nasional
di Kota Medan Tahun 2014
Variabel Jumlah Persentase (%)
Bisnis dan Profit
Baik 40 58,8
Kurang Baik 28 41,2
Jumlah 68 100,0
4.2.4 Distribusi Responden Berdasarkan Persepsi tentang Kredensialing
Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa responden yang menyatakan sangat setuju dengan sistem kredensialing yang ada sebanyak 32 orang (47,1%), yang setuju sebanyak 20 orang (29,4%), dan responden yang menyatakan kurang setuju sebanyak 16 orang (23,5%). Responden yang menyatakan sangat setuju kredensialing mudah diterapkan di klinik sebanyak 29 orang (42,6%), yang menyatakan setuju sebanyak 23 orang (33,8%), dan yang menyatakan kurang setuju sebanyak 16 orang (23,5%). Responden yang menyatakan sangat setuju kredensialing dipermudah persyaratannya sebanyak 50 orang (73,5%), yang menyatakan setuju sebanyak 14 orang (20,6%) dan yang menyatakan kurang setuju sebanyak 4 orang (5,9%).
Responden yang menyatakan sangat setuju kredensialing dilakukan setahun sekali sebanyak 29 orang (42,6%), yang menyatakan setuju sebanyak 16 (23,5%), dan yang kurang setuju sebanyak 23 orang (33,8%). Secara rinci dapat dilihat pada tabel 4.9.
Tabel 4.9. Distribusi Responden Menurut Uraian tentang Kredensialing Sebagai Provider Swasta BPJS Kesehatan di Kota Medan Tahun 2014
No Persepsi Kriteria Jumlah %
1 Setuju dengan sistem kredensialing yang ada
Sangat Setuju 32 47,1
Setuju 20 29,4
Kurang Setuju 16 23,5
Total 68 100
2 Kredensialing mudah diterapkan di klinik Sangat Setuju 29 42,6
Setuju 23 33,8 Kurang Setuju 16 23,5
Total 68 100
3 Setuju sistem kredensialing dipermudah persyaratannya
Sangat Setuju 50 73,5
Setuju 14 20,6
Kurang Setuju 4 5,9
Total 68 100
4 Setuju kredensialing dilakukan setiap 1 tahun sekali
Sangat Setuju 29 42,6
Setuju 16 23,5
Kurang Setuju 23 33,8
Total 68 100
Berdasarkan hasil penelitian setelah dilakukan pengkategorian diketahui bahwa sebagian besar responden memiliki persepsi baik tentang kredensialing yaitu sebesar 41 orang (60,3%) dan sebagian kecil responden memiliki persepsi kurang baik yaitu sebesar 27 orang (39,7%). Secara rinci dapat dilihat pada Tabel 4.10.
Tabel 4.10. Distribusi Frekuensi Variabel Kredensialing Sebagai Provider Swasta BPJS Kesehatan tentang Implementasi Jaminan Kesehatan
Nasional di Kota Medan Tahun 2014
Variabel Jumlah Persentase (%)
Kredensialing
Baik 40 58,8
Kurang Baik 28 41,2
Jumlah 68 100,0
4.2.5 Distribusi Responden Berdasarkan Persepsi tentang Kapitasi dan Sistem Klaim
Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa responden yang menyatakan sangat setuju dengan sistem klaim yang diterapkan BPJS sebanyak 36 orang (52,9%), yang setuju sebanyak 17 orang (25%), dan responden yang menyatakan kurang setuju sebanyak 15 orang (22,1%). Responden yang menyatakan sangat setuju dengan
waktu klaim selama 15 hari sebanyak 35 orang (51,5%), yang menyatakan setuju sebanyak 21 orang (30,9%), dan yang menyatakan kurang setuju sebanyak 12 orang (17,6%). Responden yang menyatakan sangat setuju dengan prosedur klaim yang ditetapkan BPJS sebanyak 36 orang (52,9%), yang menyatakan setuju sebanyak 20 orang (29,4%), dan yang menyatakan kurang setuju sebanyak 12 orang (17,6%).
Responden yang menyatakan sangat setuju dengan system kapitasi yang diterapkan BPJS sebanyak 46 orang (67,6%), yang menyatakan setuju sebanyak 10 orang (14,7%), dan yang menyatakan kurang setuju sebanyak 12 orang (17,6%).
Tabel 4.11. Distribusi Responden Menurut Uraian tentang Kapitasi dan Sistem Klaim Sebagai Provider Swasta BPJS Kesehatan di Kota Medan Tahun 2014
No Persepsi Kriteria Jumlah %
2 Setuju dengan waktu klaim selama 15 hari Sangat Setuju 35 51,5
Setuju 21 30,9
Berdasarkan hasil penelitian setelah dilakukan pengkategorian diketahui bahwa sebagian besar responden memiliki persepsi baik tentang kapitasi dan sistem klaim yaitu sebesar 41 orang (60,3%) dan sebagian kecil responden memiliki persepsi kurang baik yaitu sebesar 27 orang (39,7%). Secara rinci dapat dilihat pada Tabel 4.12.
Tabel 4.12. Distribusi Frekuensi Variabel Kapitasi dan Sistem Klaim Sebagai Provider Swasta BPJS Kesehatan tentang Implementasi Jaminan Kesehatan
Nasional di Kota Medan Tahun 2014
Variabel Jumlah Persentase (%)
Kapitasi dan Sistem Klaim
Baik 45 66,2
Kurang Baik 23 33,8
Jumlah 68 100,0
4.2.6 Distribusi Responden Berdasarkan Keikutsertaan Sebagai Provider Pratama BPJS Kesehatan
Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa sebagian besar responden ikut serta sebagai provider pratama BPJS kesehatan yaitu sebesar 52 orang (76,5%) dan sebagian kecil responden tidak ikut serta yaitu sebesar 16 orang (23,5%). Secara rinci dapat dilihat pada Tabel 4.7.
Tabel 4.13.Distribusi Frekuensi Variabel Keikutsertaan Sebagai Provider Swasta BPJS Kesehatan tentang Implementasi Jaminan Kesehatan Nasional
di Kota Medan Tahun 2014
Variabel Jumlah Persentase (%)
Keikutsertaan
Ya 52 76,5
Tidak 16 23,5
Jumlah 68 100,0 4.3. Hasil Analisis Bivariat
Analisis Bivariat digunakan untuk melihat ada tidaknya hubungan antara variabel bebas (meliputi manfaat, kepentingan, Bisnis dan Profit, Kredensialing, Kapitasi dan Sistem Klaim) dengan variabel terikat (keikutsertaan sebagai provider pratama BPJS kesehatan) dengan menggunakan uji Kai Kuadrat dengan tingkat kemaknaan α=0,05.
4.3.1 Hubungan antara Persepsi Tentang Manfaat dengan Keikutsertaan Sebagai Provider Pratama BPJS Kesehatan
Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan diketahui bahwa responden dengan persepsi baik tentang manfaat memiliki proporsi lebih besar dalam keikutsertaan sebagai provider pratama BPJS kesehatan yaitu sebesar 97,1% dan responden dengan persepsi kurang baik memiliki proporsi sebesar 55,9%.
Hasil uji kai kuadrat menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara responden yang memiliki persepsi baik dengan responden yang memiliki persepsi kurang baik tentang manfaat dengan keikutsertaan sebagai provider pratama BPJS kesehatan. Hal ini ditunjukkan dari nilai ρ= 0,001 ≤ ,05. Nilai Odds Ratio (OR)
=26,053 artinya responden yang memiliki persepsi baik tentang manfaat mempunyai kecenderungan 26,053 kali untuk ikut serta sebagai provider pratama BPJS kesehatan. Secara rinci dapat dilihat pada tabel 4.14.
Tabel 4.14. Hubungan antara Persepsi Tentang Manfaat dengan Keikutsertaan Sebagai Provider Pratama BPJS Kesehatan
Kategori Manfaat
Keikutsertaan Sebagai
Provider Pratama Total
ρ value
OR
Ya Tidak
f % f % f %
Baik 33 97,1% 1 2,9 34 100
0,001 26,053 Kurang Baik 19 55,9 15 44,1 34 100
4.3.2 Hubungan antara Persepsi Tentang Kepentingan dengan Keikutsertaan Sebagai Provider Pratama BPJS Kesehatan
Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan diketahui bahwa responden dengan persepsi baik tentang kepentingan memiliki proporsi lebih besar dalam keikutsertaan sebagai provider pratama BPJS kesehatan yaitu sebesar 90,2% dan responden dengan persepsi kurang baik memiliki proporsi sebesar 55,6%.
Hasil uji kai kuadrat menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara responden yang memiliki persepsi baik dengan responden yang memiliki persepsi kurang baik tentang kepentingan dengan keikutsertaan sebagai provider pratama BPJS kesehatan. Hal ini ditunjukkan dari nilai ρ= 0,001 ≤ 0,05. Nilai OR
=7,4 artinya responden yang memiliki persepsi baik tentang kepentingan mempunyai kecenderungan 7,4 kali untuk ikut serta sebagai provider pratama BPJS kesehatan.
Secara rinci dapat dilihat pada tabel 4.15.
Tabel 4.15. Hubungan antara Persepsi Tentang Kepentingan dengan Keikutsertaan Sebagai Provider Pratama BPJS Kesehatan
Kategori Kepentingan
Keikutsertaan Sebagai
Provider Pratama Total
ρ value
OR
Ya Tidak
f % f % f %
Baik 37 90,2 4 9,8 41 100
0,001 7,4 Kurang Baik 15 55,6 12 44,4 27 100
4.3.3 Hubungan antara Persepsi Tentang Profit dengan Keikutsertaan Sebagai Provider Pratama BPJS Kesehatan
Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan diketahui bahwa responden dengan persepsi baik tentang profit memiliki proporsi lebih besar dalam keikutsertaan sebagai provider pratama BPJS kesehatan yaitu sebesar 95,0% dan responden dengan persepsi kurang baik memiliki proporsi sebesar 50,0%.
Hasil uji kai kuadrat menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara responden yang memiliki persepsi baik dengan responden yang memiliki persepsi kurang baik tentang profit dengan keikutsertaan sebagai provider pratama BPJS kesehatan. Hal ini ditunjukkan dari nilai ρ= 0,001 ≤ 0,05. Nilai OR = 19 artinya responden yang memiliki persepsi baik dan profit mempunyai kecenderungan 19 kali untuk ikut serta sebagai provider pratama BPJS kesehatan. Secara rinci dapat dilihat pada tabel 4.16.
Tabel 4.16. Hubungan antara Persepsi Tentang Profit dengan Keikutsertaan Sebagai Provider Pratama BPJS Kesehatan
Kategori Bisnis dan
Profit
Keikutsertaan Sebagai
Provider Pratama Total ρ
value OR
Ya Tidak
f % f % f %
Baik 38 95,0 2 5,0 40 100
0,001 19 Kurang Baik 14 50,0 14 50,0 28 100
4.3.4 Hubungan antara Persepsi Tentang Kredensialing dengan Keikutsertaan Sebagai Provider Pratama BPJS Kesehatan
Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan diketahui bahwa responden dengan persepsi baik tentang kredensialing memiliki proporsi lebih besar dalam keikutsertaan sebagai provider pratama BPJS kesehatan yaitu sebesar 90,0% dan responden dengan persepsi kurang baik memiliki proporsi sebesar 57,1%.
Hasil uji kai kuadrat menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara responden yang memiliki persepsi baik dengan responden yang memiliki persepsi kurang baik tentang kredensialing dengan keikutsertaan sebagai provider pratama BPJS kesehatan. Hal ini ditunjukkan dari nilai ρ= 0,002. Nilai OR = 6,75 artinya responden yang memiliki persepsi baik tentang kepentingan mempunyai kecenderungan 6,75 kali untuk ikut serta sebagai provider pratama BPJS kesehatan.
Secara rinci dapat dilihat pada tabel 4.17.
Tabel 4.17. Hubungan antara Persepsi Tentang Kredensialing dengan Keikutsertaan Sebagai Provider Pratama BPJS Kesehatan
Kategori Kredensialing
Keikutsertaan Sebagai
Provider Pratama Total
ρ value
OR
Ya Tidak
f % f % f %
Baik 36 90,0 4 10,0 40 100
0,002 6,75 Kurang Baik 16 57,1 12 42,9 28 100
4.3.5 Hubungan antara Persepsi Tentang Kapitasi dan Sistem Klaim dengan Keikutsertaan Sebagai Provider Pratama BPJS Kesehatan
Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan diketahui bahwa responden dengan persepsi baik tentang kredensialing memiliki proporsi lebih besar dalam keikutsertaan sebagai provider pratama BPJS kesehatan yaitu sebesar 93,3% dan responden dengan persepsi kurang baik memiliki proporsi sebesar 43,5%.
Hasil uji kai kuadrat menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara responden yang memiliki persepsi baik dengan responden yang memiliki persepsi kurang baik tentang kapitasi dan system klaim dengan keikutsertaan sebagai provider pratama BPJS kesehatan. Hal ini ditunjukkan dari nilai ρ= 0,001. Nilai OR = 18,2 artinya responden yang memiliki persepsi baik tentang kapitasi dan sistem klaim mempunyai kecenderungan 18,2 kali untuk ikut serta sebagai provider pratama BPJS kesehatan. Secara rinci dapat dilihat pada tabel 4.18.
Tabel 4.18. Hubungan antara Persepsi Tentang Kapitasi dan Sistem Klaim dengan Keikutsertaan Sebagai Provider Pratama BPJS Kesehatan
Kategori
Berdasarkan hasil analisis di atas diketahui bahwa seluruh variabel yaitu variabel persepsi tentang manfaat (ρ=0,001), kepentingan (ρ=0,001), bisnis dan profit (ρ=0,001), kredensialing (ρ=0,002) serta kapitasi dan sistem klaim (ρ=0,001) menunjukkan ρ value < 0,05 artinya ada hubungan yang signifikan antara kelima variabel tersebut dengan variabel keikutsertaan sebagai provider BPJS kesehatan.
Tabel 4.19. Hasil Analisis Bivariat antara Variabel Independen dengan Variabel Dependen
No Variabel Ρ value
1 Persepsi tentang Manfaat 0,001
2 Persepsi tentang Kepentingan 0,001
3 Persepsi tentang Bisnis dan Profit 0,001
4 Persepsi tentang Kredensialing 0,002
5 Persepsi tentang Kapitasi dan Sistem Klaim 0,001