• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis variasi karakteristik pada varietas

Dalam dokumen ADLN - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA (Halaman 129-136)

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1.4 Analisis variasi karakteristik pada varietas

Setelah mengetahui perbedaan karakter dari enam varietas M. acuminata C. berdasarkan karakter morfologinya secara deskriptif, data karakteristik selanjutnya dianalisis kembali dengan menggunakan program komputer. Analisis dengan metode fenetik bertujuan untuk mengetahui pengelompokan hubungan enam varietas dari M. acuminata C. dan satu varietas dari M. paradisiaca L. berdasarkan 59 karakteristik. Limapuluh sembilan karakteristik yang digunakan meliputi tiga karakteristik perawakan, tujuh karakteristik batang semu, Sembilan belas karakteristik daun, empat belas karakteristik bunga, dan enam belas karakteristik buah.

Data karakteristik dinilai secara numerik dengan melakukan skoring. Pemberian skor berdasarkan ketentuan yang terdapat pada lampiran 1. Pengelompokan enam varietas M. acuminata C. dan satu varietas M. paradisiaca L. dilakukan menggunakan analisis Classify Hierarchial Cluster dan analisis PCA (Principal Component Analysis). Data karakteristik yang telah diproses dengan program komputer IBM SPSS 22.0 akan menghasilkan nilai indeks kesamaan antar sampel yaitu Proximility Matrix (Tabel 4.3). Data yang telah ada pada tabel Proximility Matrix selanjutnya akan disambung dengan hasil nilai koefisien pengelompokan kesamaan karakteristik morfologi sampel yang didapatkan dari Agglomerative (pendekatan penggabungan) berdasarkan klaster (Tabel 4.4) yaitu Average Linkage.

Tabel 4.3 Tabel Proxymility Matrix (Nilai kesamaan)

Keterangan :

K1 : Kongkong1 S1 : Susu1 KA1 : Kavendis1 BA1 : Barlian1 K2 : Kongkong2 S2 : Susu2 KA2 : Kavendis2 BA2 : Barlian2 K3 : Kongkong3 S3 : Susu3 KA3 : Kavendis3 BA3 : Barlian3 M1 : Mas Kirana1 A1 : Ambon 1 AS1 : Agung Semeru1

M2 : Mas Kirana2 A2 : Ambon 2 AS2 : Agung Semeru2 M3 : Mas Kirana 3 A3 : Ambon 3 AS3 : Agung Semeru3

Tabel 4.3 menunjukkan nilai kesamaan diantara sampel yang diamati. Dari tabel tersebut didapatkan beberapa spesimen yang memiliki nilai kesamaan yang beragam. Nilai kesamaan terendah adalah 0,077 yaitu antara sampel AS1 dan S2. Nilai ini menunjukkan bahwa antar varietas tersebut memilik banyak perbedaan karakter. Sedangkan dengan adanya nilai kesamaan yang lebih tinggi maka karakter yang dimiliki oleh sampel memiliki cukup banyak kesamaan. Kesamaan karakter yang dimiliki dapat memperlihatkan bagaimana kedekatan hubungan kekerabatan pada varietas sampel.

Tabel 4.4 Tabel koefisien Average Linkage

Keterangan:

2. Angka yang terdapat pada kolom Coeffisients menunjukkan besarnya kesamaan morfologi dari dua varietas (OTU) yang dibandingkan serta menyebabkan kedua varietas (OTU) yang dibandingkan tersebut tergabung dalam satu kelompok.

Berikut dendrogram yang terbentuk dari data pada tabel 4.4. :

Gambar 4.50 Dendrogram hubungan antara enam varietas M. acuminata C. berdasarkan analisis karakteristik morfologi

Keterangan :

1 : Kongkong1 10 : Barlian1 19 : Agung Semeru1 2 : Kongkong2 11 : Barlian2 20 : Agung Semeru2 3 : Kongkong3 12 : Barlian3 21 : Agung Semeru3 4 : Susu1 13 : Mas Kirana1

5 : Susu2 14 : Mas Kirana2 6 : Susu3 15 : Mas Kirana 3 7 : Kavendis1 16 : Ambon 1 8 : Kavendis2 17 : Ambon 2 9 : Kavendis3 18 : Ambon 3

Berdasarkan dendrogram, dengan nilai koefisien 0,227 didapatkan dua kelompok yaitu kelompok A yang beranggotakan Mas Kirana, Kongkong, Susu, Barlian, Ambon, dan Kavendis, serta kelompok B beranggotakan Agung Semeru. Kelompok A memisah pada nilai koefisien 0,314 menjadi kelompok C dan D, kelompok C yang beranggotakan Mas Kirana, Kongkong, dan Susu, serta kelompok D yang beranggotakan Barlian, Ambon dan Kavendis. Kelompok D memisah kembali pada nilai koefisien 0,361 menjadi kelompok G dan H, kelompok G yang beranggotakan Barlian, serta kelompok H yang beranggotakan Ambon dan Kavendis. Kelompok C memisah kembali pada nilai koefisien 0,408 menjadi kelompok E dan F, kelompok E yang beranggotakan Mas Kirana, serta kelompok F yang beranggotakan Kongkong dan Susu. Nilai koefisien yang paling tinggi yang memisahkan dua varietas yaitu pada pisang varietas Susu dan varietas Kongkong sebesar 0,524.

Analisis Classify Hierarchial Cluster dengan hasil tabel indeks kesamaan, Average Linkage, dan dendrogram dapat dikonfirmasi kembali dengan menggunakan analisis PCA (Principal Component Analysis). Hasil analisis PCA (Principal Component Analysis) menunjukkan nilai yang menyebabkan sampel yang diamati berada dalam satu kelompok atau tidak dalam satu kelompok. Nilai pada analisis PCA (Principle Component Analysis) yang didapatkan dari hasil analisis perbedaan karakteristik yang dimiliki oleh setiap varietas pada tabel skoring. Karakteristik yang menunjukkan kesamaan pada seluruh sampel tidak digunakan untuk menentukan nilai dari analisis PCA (Principal Component

Analysis). Hanya karakter yang seluruh varietasnya memiliki perbedaan saja yang digunakan dalam analisis ini.

Tabel 4.5 Nilai komponen utama karakteristik sampel varietas

Component Matrixa

Component

1 2 3

Jumlah sisir dalam satu tandan -.604 .648 -.207

Berat buah .945 -.166 -.167

Diameter tangkai buah .838 -.323 .180

Panjang tangkai buah .815 -.526 -.159

Jumlah buah dalam satu sisir -.229 .032 .412

Warna daging buah -.362 .088 -.473

Tebal kulit buah .749 -.279 .091

Bentuk buah .342 .596 -.326

Panjang buah .941 .169 -.161

Diameter buah .905 -.180 -.003

Rasio buah .479 .534 -.234

Penampang melintang -.676 -.369 -.581

Bentuk ujung buah -.854 -.184 -.237

Warna buah muda -.443 .393 -.448

Warn buah masak -.121 -.685 .250

Warna tangkai tandan -.085 .138 -.605

Panjang tangkai tandan -.116 .823 .430

Diameter tangkai tandan .744 .194 .254

Panjang braktea .751 .145 -.503

Lebar braktea .550 -.079 -.497

Rasio braktea .881 .062 -.364

Laju warna pada braktea -.815 .526 .159

Bentuk ujung braktea .118 -.552 .432

Warna braktea -.152 .397 .078

Tinggi tanaman .824 .266 .416

Jumlah anakan .064 .401 .304

Warna batang semu -.311 .386 -.014

Bercak batang semu -.256 -.702 .030

Tinggi batang semu .754 .251 .285

Lingkar batang semu .549 .661 .053

Diameter batang semu .631 .545 -.013

Arah tumbuh daun .193 .215 -.909

Bangun daun -.815 .526 .159

Bentuk pangkal daun -.407 .392 .146

Tebal daun .304 -.448 .727

Panjang helaian daun .259 .693 .571

Lebar helaian daun .618 .595 .424

Rasio helaian daun -.438 .563 .379

Tekstur permukaan daun .815 -.526 -.159 Jumlah daun dalam satu pohon -.231 .520 -.030

Warna tangkai daun .275 -.069 .627

Ujung tangkai daun .079 -.060 .627

Panjang tangkai daun .130 .651 .071

Lebar tangkai daun .402 .538 .218

Bentuk jantung .121 .545 -.495

Bentuk pangkal braktea -.145 .549 .277

Tipe pelepasan braktea .545 .603 -.490

Keterangan :

1. Karakteristik yang mempunyai nilai ≥ 0,750 yang berarti karakteristik tersebut mempunyai pengaruh yang kuat dalam pengelompokan sampel varietas.

2. Karakteristik yang mempunyai nilai 0,500≤ x ≤ 0,750 yang berarti karakteristik tersebut cukup mempunyai pengaruh dalam pengelompokan.

Pada Tabel 4.5 komponen matrix PCA (Principal Component Analysis) terdapat 3 komponen utama, yaitu komponen 1, komponen 2, dan komponen 3. Komponen 1 merupakan komponen yang memiliki karakteristik yang sangat berpengaruh terhadap pemisahan sampel varietas. Komponen 2 merupakan komponen karakteristik pendukung pertama yang mendukung komponen 1, dan komponen 3 merupakan komponen karakteristik pendukung kedua yang mendukung komponen 1. Karakteristik pada tabel 4.5 yang mempunyai nilai ≥ 0,750 merupakan karakteristik yang paling berpengaruh terhadap pengelompokan sampel varietas M. acuminata C. dan outgroup. Karakteristik yang memiliki nilai

0,500≤ x ≤ 0,750 merupakan karakteristik yang cukup memiliki pengaruh terhadap pengelompokan sampel varietas M. acuminata C. dan outgroup. Sedangkan karakteristik yang memiliki nilai ≤ 0,500 merupakan karakteristik yang tidak berngaruh kuat terhadap pengelompokan M. acuminata C. dan outgroup.

Karakteristik yang berpengaruh kuat terhadap pengelompokan M. acuminata C. dan outgroup (karakteristik yang memiliki nilai ≥0,750) antara lain adalah berat buah, diameter tangkai buah, panjang tangkai buah, panjang buah, diameter buah, bentuk ujung buah, panjang tangkai tandan, panjang braktea, rasio braktea, laju warna braktea, tinggi tanaman, tinggi batang semu, arah tumbuh daun, bangun daun, dan tekstur permukaan atas daun.

Dalam dokumen ADLN - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA (Halaman 129-136)

Dokumen terkait