BAB IV POLITISASI PEMBERITAAN STASIUN TELEVISI TVONE
B. Pemberitaan Pilpres di tvOne
3. Analisis Wacana Pemberitaan Pilpres 2014 van Dijk
Bagian ini akan menuangkan hasil analisis teks dan konteks yang didapat dari lima sampel pemberitaan tvOne yang telah disebutkan dalam daftar sampel berita. Pemaparannya adalah sebagai berikut:
a. Analisis Teks
Struktur wacana yang dikemukakan van Dijk digambarkan sebagai berikut:91
TABEL 1V.IV Elemen Wacana van Dijk
Struktur Wacana Hal yang Diamati Elemen
Struktur Makro Tematik
(Apa yang dikatakan)
Topik
Superstruktur Skematik
(Bagaimana pendapat disusun dan dirangkai)
Skema
Struktur Mikro Semantik
(Makna yang ingin ditekankan dalam teks berita)
Latar, Detail, Maksud, Peranggapan, Nominalisasi Sumber: Diadopsi dari Eriyanto (2008a: 7-8) dan Eriyanto (2001:228-229)
91
- Analisis Teks Berita 1
o Struktur Makro : Berita ini menampilkan video mengenai kegiatan massa simpatisan kedua capres.
o Superstruktur : Laporan dari simpatisan Prabowo-Hatta berdurasi 1 menit 2 detik, pertama datang dari Mandiling Natal, Sumatera Utara dan Pagar Alam, Sumatera Selatan. Dilaporkan Bupati Mandailing Natal secara terang-terangan mendukung keduanya, dan mengenai perayaan megah dari berbagai elemen masyarakat di Pagar Alam. Selanjutnya berita mengenai deklarasi dukungan Jokowi di Palembang, Sumatera Selatan dikabarkan membuat macet dan dilakukan seadanya di posko yang dibangun relawan.
o Struktur Mikro : Dalam berita ini seakan-akan ditekankan bahwa kedatangan Prabowo-Hatta merupakan suatu hal yang sudah ditunggu-tunggu oleh seluruh elemen masyarakat Sumatera, sedangkan dukungan untuk Jokowi-JK terkesan sangat biasa dan dilakukan tidak sebaik dukungan terhadap pasagan Prabowo-Hatta.
o Struktur Makro : Berita bertema mengenai pelanggaran Pilpres yang berjudul ―Gugatan Pelanggaran Pilpres: Bawaslu berencana memanggil Jokowi‖.
o Suprastruktur : Berita ini menekankan tentang betapa jauhnya pelanggaran yang dilakukan oleh capres Jokowi dengan menggambarkan potongan momen pidato penentuan nomor urut yang digunakan Jokowi untuk menyatakan kesediaan masyarakat mencoblosnya. Kemudian tvOne melakukan konfirmasi kepada komisioner Bawaslu, Nelson Simanjuntak yang menyatakan bahwa dalam masa Pilpres segala hal menjadi sensitif sehingga banyak yang menilai hal tersebut sebagai tindakan curi start kampanye.
o Struktur Mikro : tvOne menarasikan seakan-akan tindakan Jokowi tersebut sangat salah sehingga Bawaslu menyatakan bahwa pelanggaran tersebut memang benar adanya dan harus segera ditindak, padahal Nelson Simanjuntak hanya mengatakan bahwa tiap capres dan timnya harus hati-hati agar tidak terjadi kesalahpahaman dan menolak secara halus bahwa hal tersebut termasuk pelanggaran.
o Struktur Makro : Berita bertema tentang indikasi pelanggaran peraturan kampanye dalam Pilpres 2014 dengan judul berita ―Bawaslu Selidiki Laporan Pertemuan Polisi dan Timses Jokowi-JK.‖
o Suprastruktur : Berita berdurasi 13 menit 8 detik ini menghadirkan dialog dengan saksi mata terkait, FX Arief Puyouno, yang melihat langsung pertemuan antara timses Jokowi-JK. Salah satunya adalah Trimedya Panjaitan (timses Jokowi-JK yang kemudian disebut sedang bermasalah dengan polisi), dengan seorang perwira tinggi Komjen Budi Gunawan (kemudian disebut sebagai petinggi POLRI yang pernah dicurigai memiliki rekening gendut) di sebuah restoran. Arief menyatakan pertemuan tersebut serius dikarenakan cara bicara setiap orang di sana yang berbisik-bisik serius, diikuti pula seorang cukong (sebutan pengusaha keturunan Tionghoa) dengan berusaha meyakinkan news anchor dan audiens karena merasa pernah melihat. Ia juga menyatakan pertemuan tersebut disengaja dari kesemuanya yang datang dan pulang secara bersamaan, dan telah terjadi pembohongan publik dari timses Jokowi karena mengatakan itu hanya sekedar pertemuan biasa karena Budi Gunawan tampak melakukan kegiatan notulensi dan tukar menukar handphone. Pertemuan
tersebut disimpulkan sebagai konsolidasi kedua belah pihak menjadi timses Jokowi-JK. Hal ini menjadi berbahaya karena menyalahi kode etik dan diasumsikan Budi akan mempengaruhi dukungan Polri dalam Pilpres. Arief menambahkan tidak seharusnya pertemuan biasa berlangsung selama itu di dalam tempat tertutup, ditambah dalam masa sensitif politik. Sementara itu Komisioner Bawaslu, Nelson simanjuntak menyatakan akan memverifikasi laporan tersebut dan mengapresiasi masyarakat yang melaporkan setiap kegiatan dalam masa Pilpres.
o Struktur Mikro : Berita ini terlihat sangat provokatif karena menghadirkan narasumber yang tidak memiliki kualitas untuk menjadi saksi karena mengatakan segala sesuatu atas asumsi belaka, secara tidak langsung tvOne menyatakan bahwa pertemuan ini sangat berbahaya karena akan mempengaruhi pilihan POLRI sehingga timses Jokowi harus ditindak. Hal ini juga nampak bertujuan untuk menginformasikan kepada masyarakat bahwa timses Jokowi-JK bergerak dengan tidak sehat dan lagi-lagi menunjukkan bahwa Bawaslu seakan-akan mengiyakannya.
- Analisis Teks Berita 4
o Struktur Makro : Berita melaporkan mengenai kegiatan kampanye cawapes Jusuf Kalla bersama Ketua Umum PDI-P dengan judul ―Megawati Kawal Kampanye JK di Bandarlampung.‖
o Superstruktur :Berita berdurasi 1 menit 10 detik, menggambarkan kegiatan kampanye cawapres Jusuf Kalla ditemani Ketua Umum PDI-P Megawati di Lapangan Merah, Bandarlampung. Megawati berorasi agar memilih pasangan Jokowi-JK karena memiliki rekam jejak yang baik, sosok sederhana dan kinerjanya terbukti nyata. Namun kampanye ini disayangkan oleh tvOne karena dihadiri oleh anak-anak di bawah umur dan puluhan pelajar yang masih berseragam sekolah.
o Struktur Mikro : Terdapat sinisme dalam pemberitaan ini, bahkan sejak dari pemilihan judul. Mengingat bahwa kandidat capres Jokowi-JK ditengarai menjadi boneka Ketum PDI-P Megawati, seakan-akan selain tidak dapat berkampanye sendiri, terdapat campur tangan yang kental olehnya. Dalam kesimpulan peneliti, tvOne memberikan gambaran tersebut untuk membangun opini negatif masyarakat.5
- Analisis Teks Berita 5
o Struktur Makro : Topik tvOne kali ini mengenai pelanggaran Pilpres yang diberi judul ―Pesan BBM Menang atau Perang Beredar Di Masa Tenang Pilpres.‖
o Superstruktur : Berita dalam bentuk dialog yang berdurasi 5 menit 20 detik ini menampilkan Ratna Sarumpaet yang juga aktivis dan ketua Majelis Kedaulatan Republik Indonesia (MKRI) sebagai narasumber. Berita mengenai beredarnya pesan broadcast blackberry messenger (bbm) mengatasnamakan timses Jokowi-JK yang diterimanya dari teman yang juga pendukung Jokowi-JK. Pesan tersebut disinyalir memprovokasi dan mengintimidasi masyarakat, ditambah dikirim pada masa tenang kampanye. Ratna menegaskan bahwa seharusnya ada komitmen antara pemerintah dan para kontestan Pilpres agar tercipta Pilpres yang baik.
o Struktur Mikro : Berita ini mengesankan ada sejumlah pendukung Jokowi-JK yang mengancam anarki apabila pasangan mereka tersebut tidak terpilih. Dan tanpa diberikannya tanggapan verifikasi dari pihak timses Jokowi-JK, tvOne menarasikan seakan-akan hal tersebut terjadi general pada pihak mereka.
b. Analisis Konteks
Dari hasil analisis peneliti, didukung oleh analisis teks dan kerangka analisis konteks van Dijk, pemberitaan di tvOne disimpulkan memiliki indikasi keberpihakan kepada salah satu capres dalam Pilpres 2014 dikarenakan adanya setiran atau kemauan redaksi.
―Secara keseluruhan, media harusnya normal berimbang dan cover both
side. Namun kenyataannya di lapangan ketika ada rapat, atau ketika sebelum masuk masa Pilpres, kita dikumpulkan dan diarahkan.. Terutama divisi lapangan dan divisi news. Memang sama sekali tidak ada
perkataan ‗nanti PILPRES kalian harus membela KMP‘ atau ‗nanti KIH
harus lebih disudutkan. Tetapi kita di lapangan sama-sama paham ketika
redaksi mengatakan kepada kita ‗semoga kerjanya baik dan benar, kan di
sini kita semua sama-sama.‘‖92
―Layak tidak layak berita tvOne tidak seperti sedang kuliah; harus
beretika dan 5W1H. Peristiwa bisa naik, tetapi untuk politik ada pemilihan dari Redaksi, biasanya agenda setting, untuk bagaimana packaging nya ke luar, semua kan bisa dikemas.‖93
Hal ini disimpulkan penelit sebagai suatu strategi kampanye politik pemilik tvOne sebagai Ketua Umum Partai Golkar yang berkoalisis dengan capres Prabowo-Hatta sehingga mengubah framing dan narasi teks berita demi membangun-menggiring opini masyarakat agar bersimpati pada capres Prabowo-Hatta dan antipasti kepada lawannya Jokowi-JK.
92
Wawancara langsung peneliti dengan Mina Apratima Nour, Reporter tvOne pada Jum‘at 5
Desember 2014 di Kelapa Gading.
93Wawancara langsung peneliti dengan Mina Apratima Nour, Reporter tvOne pada Jum‘at 5