• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Wujud Campur Kode Dalam Lirik Lagu One More Time

ANALISIS KONTEKS DAN CAMPUR KODE DALAM LIRIK LAGU ONE MORE TIME

3.3 Analisis Wujud Campur Kode Dalam Lirik Lagu One More Time

Pada lirik lagu One More Time terjadi peristiwa campur kode antara bahasa Jepang dan Bahasa Inggris. Berikut wujud-wujud campur kode dalam lirik lagu One More Time:

Bait 2:

Yeah, I ain‟t got time to waste my time 今すぐ言いたい

でも感じる fear いくじなし けど 勇気出して try

好きと優しい 笑顔くれたら Baby, everything's gonna be all right

Pada bait 2 terjadi campur kode pada tuturan [Fear] dan [Try]

1. tuturan [Fear] merupakan bentuk campur kode kata dari bahasa Inggris. Kata fear berarti

„malu‟ dalam bahasa Indonesia. Kata yang merujuk pada perasaan tidak enak hati, rendah diri, atau takut. Karena itu kata „malu‟ termasuk ke dalam kategori kata sifat atau adjektiva.

Dan jenis campur kodenya adalah campur kode keluar (outer code mixing) karena sisipannya bukan menggunakan bahasa Jepang.

2. tuturan [try] merupakan bentuk campur kode kata dari bahasa Inggris. Kata try dalam bahasa Indonesia berarti „mencoba‟. Kata „mencoba‟ merujuk pada kegiatan melakukan sesuatu untuk mengetahui keadaannya. Maka, kata „mencoba‟ termasuk ke dalam kategori kata kerja atau verba. Jenis campur kodenya adalah campur kode keluar (outer code mixing) karena sisipannya adalah kata yang berasal dari bahasa Inggris.

Bait 3:

Gimme gimme more 君のそばにいるよ One more time

gimme gimme one more time, oh, oh 昨日とは 違う空の下で

One more time 明日も

one more time, oh, oh始めるの

Pada bait 3 terjadi peristiwa campur kode pada tuturan [gimme gimme more] [one more time]

dan [gimme gimme one more time]

1. tuturan [gimme gimme more] merupakan bentuk campur kode frasa. Kata gimme merupakan bahasa santai dalam bahasa Inggris, yang merupakan singkatan dari give me.

Gimme more berarti dalam bahasa Indonesia „berikan aku lebih‟. Frasa ini merupakan jenis frasa verba, karena kata „berikan‟ merupakan kata kerja. Jenis campur kodenya adalah

campur kode keluar (outer code mixing) karena sisipannya adalah kata yang berasal dari bahasa Inggris.

2. tuturan [one more time] merupakan bentuk campur kode frasa. Frasa one more time dalam bahasa Indonesia berarti „sekali lagi‟. Yang merujuk pada permintaan untuk satu kali lagi.

Frasa one more time termasuk ke dalam kategori frasa adverbia. Jenis campur kodenya adalah campur kode keluar (outer code mixing) karena penyisipan dari bahasa Asing.

3. tuturan [gimme gimme one more time] merupakan bentuk campur kode frasa. Kata gimme diucapkan dua kali karena ingin menyesuaikan dengan irama lagu, bukan termasuk pengulangan kata atau reduplikasi. Maka frasa aslinya adalah gimme one more time. Kata gimme merupakan bahasa informal dalam bahasa Inggris, yang merupakan singkatan dari give me. Gimme one more time dalam bahasa Indonesia berarti „berikan aku waktu sekali lagi‟. Frasa ini merupakan jenis frasa verba, karena kata „berikan‟ merupakan kata kerja.

Jenis campur kodenya adalah campur kode keluar (outer code mixing) karena sisipannya adalah kata yang berasal dari bahasa Inggris.

Bait 4:

One more time 二人 one more time

One more time, give it to me, one more time

Pada bait 4 terjadi peristiwa campur kode pada tuturan [one more time] dan [give it to me].

1. tuturan [one more time] merupakan bentuk campur kode frasa. Frasa one more time dalam bahasa Indonesia berarti „sekali lagi‟. Yang merujuk pada permintaan untuk satu kali lagi.

Frasa one more time termasuk ke dalam kategori frasa adverbia. Jenis campur kodenya adalah campur kode keluar (outer code mixing) karena penyisipan dari bahasa Asing.

2. tuturan [give it to me] merupakan bentuk campur kode frasa. Karena frasa give it to me tidak memiliki subjek dan predikat. Frasa give it to me dalam bahasa Indonesia berarti

„berikan itu padaku‟. Yang merujuk pada meminta untuk menyerahkan sesuatu. Frasa give it to me tergolong dalam frasa verba karena kata give merupakan kata kerja. Jenis campur

Pada bait 5 terjadi peristiwa campur kode pada tuturan [Yeah, what‟s up boys], [about girls], [look], dan [rule].

1. Tuturan [Yeah, what‟s up boys] merupakan bentuk campur kode frasa. Kata yeah merupakan keterangan. Dan what‟s up boys merupakan frasa karena terdiri dari dua kata atau lebih. Frasa what‟s up boys dalam bahasa Indonesia berarti „apa kabar para pria‟. Dan merupakan sapaan kepada pria-pria. Frasa ini merupakan frasa nomina. Campur kodenya tergolong ke dalam campur kode keluar (outer code mixing) karena sisipannya bukan bahasa Jepang.

2. Tuturan [about girls] merupakan bentuk campur kode frasa. Karena tida memiliki subjek dan predikat. Frasa about girls dalam bahasa Indonesia berarti „tentang gadis-gadis‟. Yang merujuk mengenai para perempuan. Kata „gadis‟ merupakan kata benda, maka about girls termasuk kategori frasa nomina. Dan jenis campur kodenya adalah campur kode keluar (outer code mixing) karena disisipi bahasa Inggris.

3. Tuturan [look] merupakan bentuk campur kode kata. Kata look dalam bahasa Indonesia berarti „melihat‟. Kata yang merujuk pada kegiatan yang menggunakan mata untuk memperhatikan sesuatu. Dan campur kodenya termasuk kedalam jenis campur kode keluar (outer code mixing).

4. Tuturan [rule] merupakan bentuk campur kode kata. Kata rule berarti „peraturan‟ dalam bahasa Indonesia. Kata yang merujuk pada sebuah ketentuan atau petunjuk yang dibuat untuk mengatur. Sehingga termasuk dalam kategori kata benda. Dan campur kodenya tergolong dalam campur kode keluar (outer code mixing) karena sisipannya merupakan bahasa Asing, yaitu bahasa Inggris.

Pada bait 6 terjadi peristiwa campur kode pada tuturan [feel so good] [higher] dan [wonder].

1. Tuturan [feel so good] merupakan bentuk campur kode frasa. Karena tidak memiliki subjek dan predikat. Frasa feel so good dalam bahasa Indonesia berarti „merasa baik‟. Frasa ini merujuk pada keadaan atau perasaan yang senang. Kata good merupakan kata sifat, maka frasa feel so good termasuk ke dalam kategori frasa adjektiva. Campur kodenya merupakan jenis campur kode keluar (outer code mixing) karena sisipannya bukan bahasa Jepang.

2. Tuturan [higher] merupakan bentuk campur kode kata. Kata higher dalam bahasa Indonesia berarti „tinggi‟. Kata „tinggi‟ merujuk pada posisi yang jauh jaraknya dari bawah.

Kata „tinggi‟ termasuk ke dalam kategori kata sifat. Dan campur kodenya termasuk ke dalam jenis campur kode keluar (outer code mixing) karena sisipannya berasal dari bahasa Inggris.

3. Tuturan [wonder] merupakan bentuk campur kode kata. Kata wonder berarti‟keajaiban‟

dalam bahasa Indonesia. Kata yang merujuk pada suatu keanehan atau keganjilan yang tidak biasa. Dan kata „keajaiban‟ termasuk kategori kata benda. Campur kodenya tergolong ke dalam campur kode keluar (outer code mixing) karena sisipannya bukan bahasa Jepang.

Bait 7:

一度のハグじゃ まだ足りない Twice 大好きな声 もっと聞きたい Twice つないだ手の-中 キセキが広がる トキメキ止まらない

Baby, you‟re in my heartbeat

Pada bait 7 terjadi peristiwa campur kode pada tuturan [Twice]. Twice merupakan bentuk campur kode kata.Kata twice dalam bahasa Indonesia berarti „dua kali‟. Yang merujuk pada suatu perhitungan. Kata twice termasuk dalam kategori kata keterangan. Dan campur kodenya termasuk ke dalam jenis campur kode keluar (outer code mixing), karena sisipannya berupa kata bahasa asing, yaitu bahasa Inggris.

Bait 8:

Gimme gimme more 君と歩いてゆく One more time

gimme gimme one more time, oh, oh 手をつなぎ 見える 全てが好き One more time 誰より

One more time, oh, oh輝くの

Pada bait 8 terjadi peristiwa campur kode pada tuturan [gimme gimme more] [one more time]

dan [gimme gimme one more time]. Bait 8 sama dengan bait 3 karena bait ini merupakan bagian reff yang akan berulang kali diucapkan.

1. tuturan [gimme gimme more] merupakan bentuk campur kode frasa. Kata gimme merupakan bahasa santai dalam bahasa Inggris, yang merupakan singkatan dari give me.

Gimme more berarti dalam bahasa Indonesia „berikan aku lebih‟. Frasa ini merupakan jenis frasa verba, karena kata „berikan‟ merupakan kata kerja. Jenis campur kodenya adalah campur kode keluar (outer code mixing) karena sisipannya adalah kata yang berasal dari bahasa Inggris.

2. tuturan [one more time] merupakan bentuk campur kode frasa. Frasa one more time dalam bahasa Indonesia berarti „sekali lagi‟. Yang merujuk pada permintaan untuk satu kali lagi.

Frasa one more time termasuk ke dalam kategori frasa adverbia. Jenis campur kodenya adalah campur kode keluar (outer code mixing) karena penyisipan dari bahasa Asing.

3. tuturan [gimme gimme one more time] merupakan bentuk campur kode frasa. Kata gimme diucapkan dua kali karena ingin menyesuaikan dengan irama lagu, bukan termasuk pengulangan kata atau reduplikasi. Maka frasa aslinya adalah gimme one more time. Kata gimme merupakan bahasa informal dalam bahasa Inggris, yang merupakan singkatan dari give me. Gimme one more time dalam bahasa Indonesia berarti „berikan aku waktu sekali lagi‟. Frasa ini merupakan jenis frasa verba, karena kata „berikan‟ merupakan kata kerja.

Jenis campur kodenya adalah campur kode keluar (outer code mixing) karena sisipannya adalah kata yang berasal dari bahasa Inggris.

Bait 9:

二人なら happy 幸せが Twice もう隠さない 素直な truth 最高に lucky 煌めくの Twice 身体中に走る coolest groove

Pada bait 9 terjadi peristiwa campur kode pada tuturan [happy] [Twice] [truth] [lucky] dan [coolest groove].

1. tuturan [happy] merupakan bentuk campur kode kata. Kata happy berarti „bahagia‟ dalam bahasa Indonesia. Kata yang merujuk pada perasaan senang atau tentram. Maka, kata

„bahagia‟ termasuk ke dalam kategori kata sifat. Campur kodenya adalah jenis campur kode keluar (outer code mixing) karena mneggunakan sisipan bahasa asing.

2. tuturan [Twice] merupakan bentuk campur kode kata. Kata twice dalam bahasa Indonesia berarti „dua kali‟. Yang merujuk pada suatu perhitungan. Kata twice termasuk dalam kategori kata keterangan. Dan campur kodenya termasuk ke dalam jenis campur kode keluar (outer code mixing), karena sisipannya berupa kata bahasa asing, yaitu bahasa Inggris.

3. Tuturan [truth] merupakan bentuk campur kode kata.Kata truth berarti „kebenaran‟ dalam bahasa Indonesia. Kata yang merujuk pada suatu keadaan yang sesungguhnya. Kata

„kebenaran‟ termasuk kategori kata benda. Campur kodenya termasuk ke dalam jenis campur kode keluar (outer code mixing) karena sisipannya merupakan bahasa Inggris. Kata lucky dalam bahasa Indonesia berarti „beruntung‟. Kata yang merujuk pada seseorang yang mendapat nasib baik. Kata „beruntung‟ termasuk ke dalam kategori kata kerja. Campur kodenya merupakan campur kode keluar karena sisipannya berupa kata dalam bahasa Inggris.

4. tuturan [coolest groove] merupakan bentuk campur kode frasa. Karena merupakan nonpredikatif. Frasa coolest groove dalam bahasa Indonesia berarti „alur paling keren‟. yang

merujuk pada keadaan atau jalan yang bagus. Coolest kata dasarnya cool yang merupakan kata sifat, maka frasa coolest groove termasuk ke dalam kategori frasa adjektiva. Campur kodenya adalah jenis campur kode keluar, karena sisipannya berupa bahasa Inggris.

Bait 10:

Gimme gimme more 君のそばにいるよ

One more time gimme gimme one more time, oh, oh 昨日とは 違う空の下で

One more time 明日も one more time, oh, oh

Pada bait 10 terjadi peristiwa campur kode pada tuturan [gimme gimme more] [one more time] dan [gimme gimme one more time]. Bait 10 sama dengan bait 3 dan 8 karena bait ini merupakan bagian reff yang akan berulang kali diucapkan.

1. tuturan [gimme gimme more] merupakan bentuk campur kode frasa. Kata gimme merupakan bahasa santai dalam bahasa Inggris, yang merupakan singkatan dari give me.

Gimme more berarti dalam bahasa Indonesia „berikan aku lebih‟. Frasa ini merupakan jenis frasa verba, karena kata „berikan‟ merupakan kata kerja. Jenis campur kodenya adalah campur kode keluar (outer code mixing) karena sisipannya adalah kata yang berasal dari bahasa Inggris.

2. tuturan [one more time] merupakan bentuk campur kode frasa. Frasa one more time dalam bahasa Indonesia berarti „sekali lagi‟. Yang merujuk pada permintaan untuk satu kali lagi.

Frasa one more time termasuk ke dalam kategori frasa adverbia. Jenis campur kodenya adalah campur kode keluar (outer code mixing) karena penyisipan dari bahasa Asing.

3. tuturan [gimme gimme one more time] merupakan bentuk campur kode frasa. Kata gimme

pengulangan kata atau reduplikasi. Maka frasa aslinya adalah gimme one more time. Kata gimme merupakan bahasa informal dalam bahasa Inggris, yang merupakan singkatan dari give me. Gimme one more time dalam bahasa Indonesia berarti „berikan aku waktu sekali lagi‟. Frasa ini merupakan jenis frasa verba, karena kata „berikan‟ merupakan kata kerja.

Jenis campur kodenya adalah campur kode keluar (outer code mixing) karena sisipannya adalah kata yang berasal dari bahasa Inggris.

Bait 11:

One more time, one more time (forever more) One more time, one more time 連れて行って One more time, one more time

君と素晴らしい 恋しよう

Pada bait 11 terjadi peristiwa campur kode pada tuturan [one more time] dan [forever more].

1. tuturan [one more time] merupakan bentuk campur kode frasa. Frasa one more time dalam bahasa Indonesia berarti „sekali lagi‟. Yang merujuk pada permintaan untuk satu kali lagi.

Frasa one more time termasuk ke dalam kategori frasa adverbia. Jenis campur kodenya adalah campur kode keluar (outer code mixing) karena penyisipan dari bahasa Asing.

3. tuturan [forever more] merupakan bentuk campur kode frasa. Karena merupakan nonpredikatif. Forever more dalam bahasa Indonesia berarti „lebih dari selamanya‟. Frasa ini merupakan jenis frasa adverbia. Jenis campur kodenya adalah campur kode keluar (outer code mixing) karena sisipannya adalah kata yang berasal dari bahasa Inggris.

Bait 12:

Gimme gimme more

君と歩いてゆく One more time

gimme gimme one more time, oh, oh 手をつなぎ 見える 全てが好き

One more time 誰より one more time, oh, oh Gimme gimme more

Pada bait 12 terjadi peristiwa campur kode pada tuturan [gimme gimme more] [one more time] dan [gimme gimme one more time]. Bait 12 sama dengan bait 3, 8 dan 10 karena bait ini merupakan bagian reff yang akan berulang kali diucapkan.

1. tuturan [gimme gimme more] merupakan bentuk campur kode frasa. Kata gimme merupakan bahasa santai dalam bahasa Inggris, yang merupakan singkatan dari give me.

Gimme more berarti dalam bahasa Indonesia „berikan aku lebih‟. Frasa ini merupakan jenis frasa verba, karena kata „berikan‟ merupakan kata kerja. Jenis campur kodenya adalah campur kode keluar (outer code mixing) karena sisipannya adalah kata yang berasal dari bahasa Inggris.

2. tuturan [one more time] merupakan bentuk campur kode frasa. Frasa one more time dalam bahasa Indonesia berarti „sekali lagi‟. Yang merujuk pada permintaan untuk satu kali lagi.

Frasa one more time termasuk ke dalam kategori frasa adverbia. Jenis campur kodenya adalah campur kode keluar (outer code mixing) karena penyisipan dari bahasa Asing.

3. tuturan [gimme gimme one more time] merupakan bentuk campur kode frasa. Kata gimme diucapkan dua kali karena ingin menyesuaikan dengan irama lagu, bukan termasuk pengulangan kata atau reduplikasi. Maka frasa aslinya adalah gimme one more time. Kata gimme merupakan bahasa informal dalam bahasa Inggris, yang merupakan singkatan dari give me. Gimme one more time dalam bahasa Indonesia berarti „berikan aku waktu sekali

Jenis campur kodenya adalah campur kode keluar (outer code mixing) karena sisipannya adalah kata yang berasal dari bahasa Inggris.

BAB IV

Dokumen terkait