Penyelenggaraan Program Studi
G. Ancaman Prodi Sejenis Baru
1 Fasilitas laboratorium yang lebih lengkap
PS pesaing memiliki fasilitas laboratorium yang lengkap 2 Program studi pada PT lain
memiliki jumlah alumni yang lebih banyak dan sudh tersebar di dunia kerja
Usia PS pesaing lebih tua dari UPJ
Kemenristekdikti
3 Terdapat program studi Teknik sipil yang telah terakreditasi A
PS pesaing telah terakreditasi A
Kemenristekdikti 4 Peningkatan kualitas dan
kuantitas prodi Teknik Sipil yang merata diseluruh wilayah Indonesia
Jumlah perguruan tinggi di Indonesia mencapai 4498
Forlap ristekdikti
Namun dibalik setiap tantangan selalu ada peluang dan Program Studi Teknik Sipil perlu mengidentifikasi peluang-peluang apa saja yang dapat dimanfaatkan agar tujuan penyelenggaraannya tercapai. Adapun peluang adalah hal-hal diluar Program Studi Teknik Sipil yang tak dapat dikendalikan dan memiliki dampak positif/menguntungkan apabila dapat dimanfaatkan dengan baik. Berikut adalah daftar peluang yang perlu dimanfaatkan oleh Program Studi Teknik Sipil:
Tabel 4.Daftar Peluang
No Deskripsi Peluang Justifikasi Sumber Informasi
A Peluang Persaingan
1 Tingkat perekonomian yang stabil akan memberikan peluang siswa untuk
melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi
Pertumbuhan ekonomi terjaga stabil walau agak melambat (5-5.5%)
Ekonomibisnis.com
2 Sistem informasi yang terbuka, akan meningkatkan peluang kerja sama
Layanan internet semakin terjangkau dan pengguna smartphone lebih
24
No Deskripsi Peluang Justifikasi Sumber Informasi
tinggi dari pada total populasi Indonesia, 133%
3 Tersedianya berbagai sumber dana dalam melaksanakan tri dharma perguruan tinggi
Terdapat hibah internal UPJ dan eksternal (Dikti, DIPI
kemenristekdikti
4 Bonus demografi yang dimiliki Indonesia Tahun 2030, jumlah penduduk usia produktif (berusia 15-64 tahun) lebih besar dibanding penduduk usia tidak produktif (berusia di bawah 15 tahun dan di atas 64 tahun).
Data BPS dan Bappenas
B Peluang Perubahan Calon Mahasiswa
1 Semakin mudahnya akses internet sehingga calon mahasiswa memiliki pengetahuan yang luas terhadap informasi yang dibutuhkan
Layanan internet semakin terjangkau dan pengguna internet mencapai 56 % dari populasi Indonesia
Situs we are social
2 Lokasi UPJ yang lebih mudah diakses dan adanya pengembangan
infrastruktur di sekitar kawasan UPJ
Adanya lahan 15 Ha untuk
pengembangan kampus
Masterplan UPJ
3 Semakin baiknya strategi pemasaran yang dilakukan oleh UPJ ke berbagai wilayah di Indonesia sehingga
berpotensi adanya intake mahasiswa dari luar Jabodetabek dan pulau Jawa
UPJ telah melakukan mengembangan jaringan ke Sulawesi, Kalimantan dan Sumatera
Unit Marketing UPJ
4 Terdapat banyak jalur beasiswa yang dpat diperoleh oleh calon mahasiswa baru
Jalur beasiswa melalui prestasi akademik dan non akademik
BKAL - UPJ
C Peluang Kebutuhan Industri
1 Membaiknya perekonomian, akan mendorong pembangunan infrastruktur dan peluang terserapnya lulusan Teknik sipil Pemerintah membentuk Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Indonesia (KPPI) Bappenas
25
No Deskripsi Peluang Justifikasi Sumber Informasi
kegiatan seminar, kuliah umum, kerja magang dan tracer study pengguna lulusan
PT dengan Industri
D Peluang Kemajuan Teknologi/Ilmu
1 Teknologi informasi yang berkembang akan memudahkan pencarian mengenai perkembangan ke Teknik sipilan.
Mudahnya akses internet
2 Banyak pelatihan eksternal yang tersedia untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa di bidang aplikasi komputer Program pelatihan atau workshop bersertifikasi dari Lembaga eksternal JCAL -UPJ
E Peluang Perubahan Regulasi
1 Adanya Otonomi daerah dan program peningkatan pembangunan di daerah oleh pemerintah pusat akan membuka peluang kerja sama antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi
PT memiliki peran penting dalam percepatan pembangunan daerah (Sri Mulyani dalam Empowering University for Continuous PPP Infrastructure Development in Regional Government) UU No.23 tahun 2014 tentang pemerintah daerah
2 Peraturan tentang keinsinyuran mendorong terciptanya kerjasama dengan asosiasi profesi dalam proses sertifikasi . PUPR berkolaborasi baik dengan Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nasional (LPJKN), asosiasi kontraktor dan konsultan, BUMN, perusahaan kontraktor dan konsultan, dan perguruan tinggi. UU No. 11 Tahun 2014
Dalam proses penyenggaraan pendidikannya, Program Studi Teknik Sipil menghadapi beberapa ancaman dan peluang dalam upaya menuju visi, misi dan tujuan program studi. Isu era disrupsi teknologi yang banyak mengubah tatanan kehidupan masyarakat tentu berpengaruh juga ke dunia industri, salah satunya industri konstruksi. Ancaman paling utama yang dihadapi oleh Program Studi Teknik Sipil adalah menghasilkan lulusan yang dapat bersaing ditengah tuntutan industri yang semakin tinggi di tengah persaingan global yang sangat ketat. Penyediaan SDM
26
yang mencukupi dan prasarana pendukung seperti peralatan laboratorium dan aplikasi komputer yang memadai sangat diperlukan dalam menghasilkan lulusan yang siap bersaing. Di sisi lain, program percepatan pembangunan infrastruktur yang sedang dilaksanakan pemerintah akan meningkatkan minat siswa untuk memilih profesi Teknik Sipil. Faktor ini juga didukung oleh bonus demografi yang dimiliki Indonesia dan letak kampus UPJ yang strategis dimana terdapat banyak sekolah dan kawasan pemukiman dapat memacu pertumbuhan jumlah mahasiswa Program Studi Teknik Sipil
Selanjutnya Program Studi Teknik Sipil juga perlu mengevaluasi dirinya sendiri untuk memahami kelemahan apa yang dimiliki dan kekuatan apa yang perlu dibangun. Kelemahan dalam analisis ini adalah hal-hal di dalam Program Studi Teknik Sipil yang dapat dikendalikan dan berdampak negative apabila tidak dikelola dengan baik, serta kelemahan yang sama sudah berhasil diselesaikan oleh pesaing. Berikut adalah daftar kelemahan yang perlu segera diselesaikan oleh Program Studi Teknik Sipil:
Tabel 5.Daftar Kelemahan
No Deskripsi Kelemahan Justifikasi Sumber Informasi
A Kelemahan SDM
1 Turn over dosen yang cukup tinggi, sehingga dengan jumlah SDM terbatas akan berdampak besar terhadap proses perkuliahan Dengan SDM terbatas akan mempengaruhi proses pengajaran apabila terdapat dosen yang resign
HCD -UPJ
2 Kurangnya sumber daya manusia yang memiliki kredibilitas di tingkat
internasional
Belum optimalnya kerja sama dengan institusi luar negeri
Monevin Prodi
3 Jumlah guru besar dan doktor di bidang Teknik Sipil yang masih rendah
Terdapat 3 dari 7 dosen memiliki kualifikasi S3
HCD -UPJ
4 Karya dosen dalam mendapatkan prestasi akademik, publikasi dan hibah yang relatif belum merata dan masih rendah Masih minimnya prestasi akademik dari dosen TSP Monevin Prodi B Kelemahan Finansial
1 Pemasukan yang masih mengandalkan dari intake mahasiswa baru
Belum adanya IG dari Prodi, operasional PS mengandalkan intake mahasiswa
Keuangan UPJ
2 Anggaran terbatas untuk investasi alat laboratorium
Investasi alat laboratorium masih mengandalkan RKAT
rektorat
27
No Deskripsi Kelemahan Justifikasi Sumber Informasi
rumit dan birokratis membutuhkan
hingga 5 persetujuan
C Kelemahan Teknologi/Fasilitas
1 Pemanfaatan fasilitas laboratorium untuk kerjasama dengan pihak luar kampus yang belum optimal dalam rangka memperoleh income generating
Belum terdapat IG dari laboratorium
Data inventaris laboratorium UPJ
2 Belum terpenuhi standar laboratorium minimal untuk Teknik sipil
Fisilitas laboratorium masih terbatas, belum terakreditasi KAN, belum memiliki lap perkerasan jalan
Data inventaris laboratorium UPJ
3 Akurasi data dalam dashboard manajemen yang belum real time
data belum real time dan akurat
ICT-UPJ 4 Fasilitas umum masih minim sehingga
terbatasnya ruang bagi mahasiswa dalam beraktifitas di kampus
Minimnya ruang terbuka hijau untuk ruang mahasiswa beraktifitas di luar kelas
Masterplan UPJ
D Kelemahan Sistem Penyelenggaraan
1 Akreditasi prodi belum bernilai A Akreditasi BAN-PT masih A
BAN-PT 2 Kebijakan strategis ditentukan di level
rektorat sehingga prodi lebih bersifat sebagain pelaksana
Pelaksanaan SOP di lapangan belum optimal
Rektorat, prodi
3 Penelitian, kerja sama dan kemitraan internasional masih kurang
Data P2M menunjukkan pengabdian masyakarat masih minim dan kemitraan internasional
Monevin Prodi
4 Belum terdapatnya kelompok keahlian di program studi Teknik sipil
Terdapat masing-masing 1-2 dosen pada 5 rumpun keilmuan Teknik Sipil
HCD- UPJ
E Kelemahan Ilmu/Kurikulum/Output
1 Masih kesulitan prodi Teknik Sipil dalam mengumpulkan masukan melalui tracer
study kepada pengguna lulusan
Feedback pengembalian formulir tracer study berkisar 40-60% dari total alumni
Laporan tracer study 2019
2 Kemampuan softskill mahasiswa Teknik Sipil masih kurang, terutama dalam
Belum banyak mahasiswa
Profil mahasiswa Teknik Sipil
28
No Deskripsi Kelemahan Justifikasi Sumber Informasi
kemampuan bahasa asing, aplikasi komputer dan teknik komunikasi
mengikuti pelatihan bersertifikasi
3 Mata kuliah pilihan yang terbatas seiring dengan terbatasnya jumlah dosen dan student body yang dimiliki prodi Teknik Sipil
SDM dan Student body masih relatif sedikit sehingga belum dapat membuka kelas dengan banyak peminatan mata kuliah pilihan Kurikulum Teknik Sipil tahun 2019
4 Kurangnya prestasi mahasiswa Teknik Sipil di bidang akademik
Minimnya
mahasiswa Teknik Sipil mengikuti kegiatan ilmiah di bidang Teknik Sipil
Profil mahasiswa Teknik Sipil
5 Minimnya kelengkapan bahan ajar dalam bentuk diktat kuliah atau modul pembelajaran
Kelengkapan materi ajar dalam bentuk diktat berkisar 20%
OCW-UPJ
Selanjutnya Program Studi Teknik Sipil juga perlu memetakan kekuatannya dengan baik. Kekuatan yang dimaksud dalam analisis ini adalah hal-hal di dalam Program Studi Teknik Sipil, dapat dikendalikan, disukai pihak eksternal dan tidak dimiliki oleh pesaing. Berikut adalah daftar kekuatan yang perlu segera dimanfaatkan oleh Program Studi Teknik Sipil:
Tabel 6. Daftar Kekuatan
No Deskripsi Kekuatan Justifikasi Sumber Informasi
A Kekuatan SDM
1 Rasio dosen – mahasiswa masih memenuhi standar dikti
Rasio dosen
terhadap mahasiswa adalah 1 : 22.5
HCD -UPJ
2 Usia dosen yang relatif masih dalam usia produktif (< 45 thn)
Persentasi dosen muda mencapai 75%
HCD - UPJ 3 Pedoman tata laku grup Pembangunan
Jaya dalam mengatur perilaku pegawai UPJ
Terdapat buku tata laku pegawai Jaya dan UPJ
Buku pedoman Tata Laku
B Kekuatan Finansial
29
No Deskripsi Kekuatan Justifikasi Sumber Informasi
transparan, akuntabel, efisien serta efektif
melibatkan seluruh dosen Teknik Sipil 2 Aplikasi sistem pencairan anggaran
cukup canggih Terdapat sistem pencairan anggaran yang dikaitkan dengan KPI Keuangan -UPJ C Kekuatan Teknologi/Fasilitas
1 Dukungan sistem infomasi dalam operasional perkuliahan, manajemen data dan sistem anggaran
Terdapat mysisfo untuk data informasi mahasiswa dan kegiatan perkuliahan
ICT-UPJ
2 Fasilitas jaringan dan koneksi internet yang stabil di setiap area UPJ
Hampir smeua area terjangkau koneksi internet melalui wifi
ICT-UPJ
D Kekuatan Sistem Penyelenggaraan
1 Terbentuknya sistem kendali mutu di prodi Teknik Sipil
Kepala prodi sebagai GKM prodi
SK Rektor 2 Proses pembimbingan akademik yang
dilaksanakan secara rutin oleh dosen PA
Minimal 4 x tatap muka dosen PA dengan mahasiswa Buku PA dan presensi daftar Bimbingan PA 3 Kemudahan bertatap muka antara
mahasiswa dan dosen untuk proses Bimbingan diluar jam kelas sangat baik
Dosen memiliki jam kerja dari 7.30 sampai 16.30
HCD - UPJ
4 Tidak adanya gap yang besar antara rektorat, dekanat dan prodi , sehingga memudahkan dalam pengambilan keputusan Koordinasi untuk menyelesaikan masalah dapat berlangsung efektif SOP UPJ E Kekuatan Ilmu/Kurikulum/Output
1 PS Teknik Sipil melakukan
pengembangan kurikulum secara periodik UPJ melakukan pengembangan kurikulum 4 tahun sekali (memiliki kurikulum 2011, 2015 dan 2019) Kurikulum prodi Teknik Sipil
2 Dukungan grup Pembangunan Jaya dalam peningkatan pengetahuan mahasiswa melalui kegiatan kuliah lapangan, magang dan kerja profesi
Prodi Teknik Sipil rutin melakukan kunjungan lapangan dan mengundang narasumber dri grup Jaya
RKAT dan program kerja Teknik Sipil
3 Melalui Center for urban studies(CUS), prodi Teknik Sipil dapat bekerja sama dalam kajian ilmu mengenai
Prodi Teknik Sipil rutin bekerja sama dengan CUS
Program kerja Teknik Sipil dan CUS
30
No Deskripsi Kekuatan Justifikasi Sumber Informasi
infrastruktur perkotaan mengadakan pelatihan/seminar 4 Lulusan UPJ memiliki kesempatan yang
besar bekerja di salah satu perusahaan di Grup Jaya
Persentase lulusan Teknik sipil yang bekerja di grup Jaya mencapai 40%
BKAL
5 Suasana akademik yang kondusif dalam pelaksanaan tri dharma perguruan tinggi
Dosen berkolaborasi dengan mahasiswa dalam kegiatan penelitian dan pengabian masyarakat LP2M
6 Komitmen penuh dari prodi dalam pengembangan kemahasiswaan melalui himpunan Teknik Sipil
Kaprodi Bersama Pembina hima melakukan pembinaan rutin terhadap pengurus hima
Proker HIMA dan RKAT prodi
Program Studi Teknik Sipil perlu melakukan upaya pembenahan agar mampu meningkatkan daya saing yang semakin sengit. Terdapat beberapa kelemahan yang dimiliki program studi Teknik Sipil adalah sarana laboratorium yang belum memenuhi standar yang harus dimiliki prodi Teknik Sipil, kemitraan dengan institusi internasional yang masih rendah dan minimnya partisipasi atau prestasi mahasiswa di bidang akademik (lomba di bidang Teknik sipil, PKM dan lainnya). Sehingga dalam 5 tahun ke depan, program studi Teknik Sipil perlu melakukan beberapa upaya untuk mengantisipasi kekurangan yang dimiliki. Pertama, meningkatkan investasi dalam bidang prasarana laboratorium dengan melakukan kerjasama dan didukung penuh oleh Jaya Group maupun sumber dana dari hibah eksternal. Hal ini bertujuan untuk memperkuat prodi sipil dalam proses pengajaran sehingga mahasiswa dapat semakin terfasilitasi dengan baik dalam proses pembelajaran dan semakin meningkatkan kemampuan riset dan penelitian dosen serta meningkatkan income generate. Kedua, meningkatkan kerjasama strategis melalui MoU/MoA dengan institusi di Kawasan regional Asia Tenggara terkait bidang keilmuan dan riset. Ketiga, untuk meningkatkan partisipasi mahasiswa dalam beberapa perlombaan yang diselenggarakan baik setingkat nasional maupun internasional dapat dilakukan dengan mengembangkan tugas yang ada dalam perkuliahan.
Berdasarkan analisis terhadap ancaman, peluang, kelemahan dan kekuatan yang telah dilakukan di atas, maka program studi Teknik Sipil harus mampu memaksimalkan kekuatan dengan melihat peluang yang dimiliki. Dengan dukungan perusahaan Grup Jaya, program studi Teknik Sipil dapat menjalin kerja sama yang lebih kuat untuk meningkatkan value proposition terhadap pesaing. Sedangkan terhadap ancaman dan kelemahan yang dimiliki, perlu dilakukan upaya peningkatan melalui program kerja yang lebih efektif untuk memperkuat daya saing program studi Teknik Sipil.
32
Matriks T.O.W.S
Analisis T.O.W.S di atas menunjukan bahwa Program Studi Teknik Sipil Universitas Pembangunan Jaya pada saat ini dinilai memiliki lebih banyak kelemahan dibandingkan kekuatan, dan menghadapi lebih banyak ancaman daripada peluang. Langkah antisipati perlu dilakukan untuk mengatasi ancaman dan meminimalisasi kelemahan tersebut, yang diselaraskan dengan maksimalisasi kekuatan yang dimiliki dalam upaya memaksimalkan peluang. Berdasarkan paparan pada bagian sebelumnya, maka T.O.W.S matrix untuk Program Studi Teknik Sipil Universitas Pembangunan Jaya adalah sebagai berikut:
Tabel 7. TOWS Matrix Mini-Max
Peluang
Kelemahan
Strategy Mini-Max
1 Meningkatkan jumlah penelitian di bidang urban studies melalui pembentukan kelompok riset mengenai isu-isu terkini yang terkait dengan bidang keilmuan
2 Memperkuat branding PS Teknik Sipil melalui sosial media yang lebih informatif dan membuat program kerja yang melibatkan calon mahasiswa dalam skala Jabodetabek maupun nasional
33
Peluang
kerjasama pendanaan dengan Grup Jaya
4 Membuat program peningkatan kompetensi mahasiswa melalui pelatihan atau sertifikasi baik yang dilaksanakan secara internal (bekerja sama dengan JCAL) maupun eksternal dan program magang yang dilaksanakan selama libur semester
5 Peningkatan mutu pengajaran berbasis kompetensi melalui proses evaluasi hasil penilaian dan peningkatan penyediaan bahan ajar berupa diktat di setiap mata kuliah khususnya pada kurikulum 2019
Strategi Mini-Max ini adalah tindakan-tindakan strategis yang harus dilakukan oleh Program Studi Teknik Sipil untuk meminimalisasi kelemahan yang sekaligus dapat memaksimalkan peluang. Selanjutnya Program Studi Teknik Sipil juga perlu menyusun strategi Maksi-Max sebagai berikut:
Tabel 8. TOWS Matrix Maksi-Max
Peluang
Kekuatan
Strategi Maksi-Max
1 Evaluasi kurikulum 2019 terhadap proses pembelajaran secara berkala berdasarkan evaluasi hasil studi mahasiswa dan pengguna lulusan 2 Pemetaan potensi mahasiswa melalui proses pembimbingan akademik
yang efisien sehingga masa studi mahasiswa sesuai harapan (8 semester) 3 Memperkuat kerja sama dengan grup Jaya dalam bidang akademik
melalui program magang, sharing knowledge, pealtihan maupun kunjungan lapangan
4 Meningkatkan peranan dosen dalam bidang Tri dharma perguruan tinggi di bidang penelitian dan pengabdian masyarakat khususya yang
berdampak di bidang keilmuan Teknik Sipil
5 Memperkuat kerja sama yang sinergis dengan pemerintah daerah dalam upaya menjadi pusat kajian urban studi dengan melibatkan grup Jaya maupun institusi luar melalui kegiatan temu ilmiah
Strategi Maksi-Max ini adalah tindakan-tindakan strategis yang harus dilakukan oleh Program Studi Teknik Sipil untuk memaksimalkan kekuatan yang dimiliki demi memaksimalkan peluang yang ada. Selanjutnya Program Studi Teknik Sipil juga perlu untuk meyusun strategi Maksi-Min sebagai berikut:
Tabel 9. TOWS Matrix Maksi-Min
Ancaman
Kekuatan
Strategy Maksi-Min
1 Meningkatkan kompetensi lulusan UPJ sehingga memiliki daya saing dan lulus tepat waktu melalui evaluasi hasil studi
34
Ancaman
2 Meningkatkan kemitraan dengan grup Jaya dalam dalam program penyerapan lulusan terutama untuk mahasiswa yang berprestasi akademik
3 Meningkatkan nilai akreditasi program studi sehingga dapat memperkuat daya saing prodi dan lulusan
4 Pengembangan keilmuan Teknik Sipil oleh dosen melalui kegiatan pelatihan, temu ilmiah maupun asosiasi profesi
5 Memperkuat ciri khas warna prodi melalui strategi branding menggunakan media sosial maupun kegiatan yang lebih menarik peminatan terhadap Teknik sipil
Strategi Maksi-Min ini adalah tindakan-tindakan strategis yang harus dilakukan oleh Program Studi Teknik Sipil untuk memaksimalkan kekuatan yang dimiliki demi mengantisipasi ancaman-ancaman dari luar. Selanjutnya Program Studi Teknik Sipil juga perlu menyusun strategi Mini-Min sebagai berikut:
Tabel 10.TOWS Matrix Mini-Min
Ancaman
Kelemahan
Strategy Mini-Min
1 Meningkatkan jumlah dosen yang memiliki komitmen dan berkualifikasi S3 dan guru besar
2 Meningkatkan jumlah penelitian dan publikasi oleh dosen terutama yang bereputasi internasional
3 Meningkatkan mutu pembelajaran dari sisi metode, bahan ajar dan pengembangan materi yang sesuai dengan kebutuhan industri
4 Peningkatan sarana dn prasarana dan sistem tata kelola laboratorium sehingga mampu meningkatkan pengetahuan mahasiswa dan menjadi sumber pemasukan IG
5 Meningkatkan kerja sama dengan institusi baik skala nasional dan internasional dengan membentuk MoU dan MoA
Strategi Mini-min ini adalah tindakan-tindakan strategis yang harus dilakukan oleh Program Studi Teknik Sipil untuk meminimalisasi kelemahan sekaligus unutk mengantisipasi ancaman. Berdasarkan empat tabel TOWS Matrix tersebut, Program Studi Teknik Sipil selanjutnya menyusun serangkaian sasaran yang spesifik, terukur, dapat dipertanggungjawabkan, rasional, dan memiliki lingkup waktu yang jelas.
35