• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN

5.3 Analisis Kecelakaan

5.3.1 Angka Ekivalen Kecelakaan (AEK)

Berdasarkan data jumlah korban kecelakaan yang didapatkan dari Polsek Tualang maka dapat dilakukan perhitungan angka kecelakaan pada ruas jalan Pemda Perawang Barat dengan menggunakan Metode AEK (Angka Ekivalen Kecelakaan).

Metode AEK (Angka Ekivalen Kecelakaan) dihitung dengan menjumlahkan kejadian kecelakaan pada setiap kilometer atau segmen kemudian

13

Segmen 1 Segmen 2 Segmen 3 Segmen 4 Segmen 5

60

dikalikan dengan nilai bobot sesuai dengan kelas korban. Nilai bobot standar yang digunakan adalah Meninggal dunia (MD) = 12, Luka berat (LB) = 3, Luka ringan (LR) = 3, Kerusakan kendaraan (K) = 1 (Pd T-09-2004-B).

Sebagai salah satu contoh perhitungan dalam perhitungan angka kecelakaan Metode AEK (Angka Ekivalen Kecelakaan) pada penelitian ini adalah ruas jalan Pemda Perawang Barat, Kabupaten Siak km 11- km 28 selama jangka waktu 2016 – 2020, dari ruas jalan Pemda Perawang Barat tersebut didapatkan data jumlah korban pada tahun 2016 di segmen 1 meninggal dunia sebanyak 3 orang, korban luka berat sebanyak 8 orang, luka ringan sebanyak 2 orang. Dengan mengunakan Persamaan (3.1) dapat diperoleh angka kecelakaan pada ruas jalan Pemda Perawang Barat yaitu AEK= 12 (3) + 3 (8) + 3 (2) = 66. Jadi, nilai angka kecelakaan AEK (Angka Ekivalen Kecelakaan) pada ruas jalan Pemda Perawang Barat di segmen 1 tahun 2016 adalah sebesar 66.

Analisis ini dilakukan untuk pembobotan tingkat kecelakaan lalu lintas.

Dimana lokasi rawan kecelakaan ditentukan berdasarkan pembobotan terhadap korban akibat kecelakaan lalu lintas. Adapun hasil analisis angka kecelakaan AEK (Angka Ekivalen Kecelakaan) pada tahun 2016 pada Tabel 5.1

Tabel 5. 1 Nilai Angka Ekivalen Kecelakaan (AEK) Tahun 2016 (Analisis, 2021) Ruas jalan Jumlah

Kejadian

Jumlah korban Nilai AEK

NILAI AEK yang memiliki nilai Angka Ekivalen Kecelakaan (AEK) tertinggi berada pada

segmen 3 dengan total nilai Angka Ekivalen Kecelakaan (AEK) 147 dikarenakan pada segmen 3 ini punya jumlah kejadian yang tinggi dan didukung juga oleh korban yang meninggal dunia sangat tinggi di segmen 3 sehingga akan meningkatkan nilai AEK yang signifikan pada lokasi segmen 3. Sedangkan nilai Angka Ekivalen Kecelakaan (AEK) terendah berada pada segmen 5 dengan nilai Angka Ekivalen Kecelakaan (AEK) 60 karena jumlah korban meninggal dunia paling rendah. Total nilai Angka Ekivalen Kecelakaan (AEK) disemua segmen pada tahun 2016 dengan total nilai 471.

Hasil analisis Angka Ekivalen Kecelakaan (AEK) pada tahun 2017 untuk masing - masing segmen di ruas jalan Pemda Perawang Barat dapat dilihat pada Tabel 5.2

Tabel 5. 2 Nilai Angka Ekivalen Kecelakaan (AEK) tahun 2017 (Analisis, 2021) Ruas jalan Jumlah

Kejadian

Jumlah korban Nilai AEK

NILAI AEK MD LB LR MD*12 LB*3 LR*3

Segmen 1 4 2 2 5 24 6 15 45

Segmen 2 4 3 3 3 36 9 9 54

Segmen 3 3 3 0 6 36 0 18 54

Segmen 4 5 2 2 3 24 6 9 39

Segmen 5 8 6 6 7 72 18 21 111

Total 24 16 13 24 192 39 72 303

Pada Tabel 5.2 dapat dilihat analisis data yang memiliki angka Angka Ekivalen Kecelakaan (AEK) tertinggi berada pada segmen 5 dengan nilai Angka Ekivalen Kecelakaan (AEK) 111 dikarenakan pada segmen 5 ini punya jumlah kejadian yang tinggi dan didukung juga oleh korban yang meninggal dunia sangat tinggi di segmen 5 sehingga akan meningkatkan nilai Angka Ekivalen Kecelakaan (AEK) yang signifikan pada lokasi segmen 5. Sedangkan nilai Angka Ekivalen Kecelakaan (AEK) terendah berada pada segmen 4 dengan nilai AEK 39. Total

62

nilai Angka Ekivalen Kecelakaan (AEK) disemua segmen pada tahun 2017dengan total nilai 303.

Hasil analisis AEK (Angka Ekivalen Kecelakaan) pada tahun 2018 untuk masing - masing segmen di ruas jalan Pemda Perawang Barat dapat dilihat pada Tabel 5.3

Tabel 5. 3 Nilai Angka Ekivalen Kecelakaan (AEK) tahun 2018 (Analisis, 2021)

Ruas jalan Jumlah Kejadian

Jumlah Korban Nilai AEK

NILAI AEK MD LB LR MD*12 LB*3 LR*3

Segmen 1 10 1 7 9 12 21 27 60

Segmen 2 8 0 2 4 0 6 12 18

Segmen 3 6 1 4 4 12 12 12 36

Segmen 4 9 2 3 13 24 9 39 72

Segmen 5 12 3 5 13 36 15 39 90

Total 45 7 21 40 84 63 129 276

Pada Tabel 5.3 dapat dilihat analisis data yang memiliki angka Angka Ekivalen Kecelakaan (AEK) tertinggi berada pada segmen 5 dengan nilai Angka Ekivalen Kecelakaan (AEK) 90 dikarenakan pada segmen 5 ini punya jumlah kejadian yang tinggi dan didukung juga oleh korban yang meninggal dunia sangat tinggi di segmen 5 sehingga akan meningkatkan nilai Angka Ekivalen Kecelakaan (AEK) yang signifikan pada lokasi segmen 5. Sedangkan nilai Angka Ekivalen Kecelakaan (AEK) terendah berada pada segmen 2 dengan nilai AEK 18 dikarenakan disegmen 2 tidak terdapat korban meninggal dunia. Total nilai AEK disemua segmen pada tahun 2018 dengan jumlah 276.

Hasil analisis Angka Ekivalen Kecelakaan (AEK) pada tahun 2019 untuk masing – masing segmen di ruas jalan Pemda Perawang Barat dapat dilihat pada Tabel 5.4

Tabel 5.4 Nilai Angka Ekivalen Kecelakaan (AEK) tahun 2019 (Analisis, 2021)

Ruas jalan Jumlah Kejadian

Jumlah korban Nilai AEK

NILAI AEK MD LB LR MD*12 LB*3 LR*3

Segmen 1 6 2 3 11 24 9 33 66

Segmen 2 3 0 2 3 0 6 9 15

Segmen 3 5 0 5 2 0 15 6 21

Segmen 4 4 2 4 3 24 12 9 45

Segmen 5 9 2 5 20 24 15 60 99

Total 27 6 19 39 72 57 117 246

Pada Tabel 5.4 dapat dilihat analisis data yang memiliki Angka Ekivalen Kecelakaan (AEK) tertinggi berada pada segmen 5 dengan total nilai Angka Ekivalen Kecelakaan (AEK) 99 dikarenakan pada segmen 5 ini punya jumlah kejadian yang tinggi dan didukung juga oleh korban luka ringan sangat tinggi di segmen 5 sehingga akan meningkatkan nilai Angka Ekivalen Kecelakaan (AEK) yang signifikan pada lokasi segmen 5. Sedangkan nilai Angka Ekivalen Kecelakaan (AEK) terendah berada pada segmen 2 dengan nilai Angka Ekivalen Kecelakaan (AEK) 15 dikarenakan jumlah kejadian disegmen 2 sangat rendah dan tidak adanya korban meninggal dunia disegmen 2. Total nilai Angka Ekivalen Kecelakaan (AEK) disemua segmen pada tahun 2019 dengan jumlah 246.

Hasil analisis Angka Ekivalen Kecelakaan (AEK) pada tahun 2020 untuk masing – masing segmen di ruas jalan Pemda Perawang Barat dapat dilihat pada Tabel 5.5

64

Tabel 5. 5 Nilai Angka Ekivalen Kecelakaan (AEK) tahun 2020 (Analisis, 2021) Ruas jalan Jumlah

Kejadian

Jumlah korban Nilai AEK

NILAI AEK MD LB LR MD*12 LB*3 LR*3

Segmen 1 5 4 1 1 48 3 3 54

Segmen 2 3 1 1 2 12 3 6 21

Segmen 3 5 0 5 7 0 15 21 36

Segmen 4 5 0 9 7 0 27 21 48

Segmen 5 5 7 3 6 84 9 18 111

Total 23 12 19 23 144 57 69 270

Pada Tabel 5.5 dapat dilihat analisis data yang memiliki angka Angka Ekivalen Kecelakaan (AEK) tertinggi berada pada segmen 5 dengan nilai Angka Ekivalen Kecelakaan (AEK) 111 dikarenakan pada segmen 5 ini punya jumlah kejadian yang tinggi dan didukung juga oleh korban meninggal dunia yang tinggi di segmen 5 sehingga akan meningkatkan nilai Angka Ekivalen Kecelakaan (AEK) yang signifikan pada lokasi segmen 5. Sedangkan nilai Angka Ekivalen Kecelakaan (AEK) terendah berada pada segmen 2 dengan nilai AEK 21 dikarenakan jumlah kejadian di segmen 2 sangat rendah dan jumlah korban yang sedikit. Total nilai AEK disemua segmen pada tahun 2020 dengan jumlah 270.

Pada Tabel 5.1, Tabel 5.2, Tabel 5.3, Tabel 5.4, dan Tabel 5.5 diperoleh nilai AEK (Angka Ekivalen Kecelakaan) selama lima tahun terakhir yang dibagi per segmen setiap tahunnya. Berikut ini adalah nilai AEK (Angka Ekivalen Kecelakaan) dalam bentuk grafik pada Gambar 5.19 selama lima tahun.

Gambar 5.19 Grafik Nilai AEK (Angka Ekivalen Kecelakaan) Selama 5 Tahun Per Segmen (Analisa, 2021).

Pada Gambar 5.19 dapat dilihat yang memiliki nilai AEK (Angka Ekivalen Kecelakaan) tertinggi berada pada segmen 3 pada tahun 2016 dengan jumlah AEK 147, pada tahun 2017 dengan nilai AEK tertinggi sebesar 111 di segmen 5, pada tahun 2018 dengan nilai AEK tertinggi sebesar 90 di segmen 5, selanjutnya pada tahun 2019 dengan nilai AEK tertinggi sebesar 99 di segmen 5, dan pada tahun 2020 dengan nilai AEK tertinggi sebesar 111 di segmen 5. Adapun hasil analisis dari Gambar 5.21 total jumlah nili AEK (Angka Ekivalen Kecelakaan) tertinggi selama lima tahun berada pada segmen 5 dengan total nilai AEK (Angka Ekivalen Kecelakaan) sebesar 471 dan nilai AEK (Angka Ekivalen Kecelakaan) terendah terjadi pada segmen 2 dengan dengan total nilai AEK (Angka Ekivalen Kecelakaan) sebesar 201.