• Tidak ada hasil yang ditemukan

Angka IPG (Indek Pembangunan Gender) Dengan beberapa program kegiatan antara lain :

-Penyusunan Indeks Pembangunan Gender

Sesuai dengan tabel di atas dapat dilihat pada tahun 2012 realisasi Angka IPG 75,27 dan pada tahun 2013 belum terealisasi karena kegiatan IPG tahun 2013 tidak dilaksanakan. Tahun 2014 Angka IPG 75,45 realisasinya 75,30 angka IPG ini merupakan hasil perhitungan riil dari data yang diperoleh tahun 2014 dengan random di 6 (enam) kecamatan di Kabupaten Badung 75,30, namun hal itu belum termasuk £ tingkat kepercayaan sebesar 5% sesuai dengan ketentuan penelitian dalam sosial ekonomi, sehingga rentan hasil perhitungan IPG setelah memasukkan £ tingkat kepercayaan terhadap data, maka IPG Kabupaten Badung antara 74,8-75,8. Jika dilihat dari trend peningkatan IPG di Kabupaten Badung dan kemungkinan perkembangan IPG (karena penelitian hanya sampai September 2014) maka target 75,45 telah tercapai. Keluaran kegiatan ini adalah terlaksananya penyusunan buku indek pembangunan gender, sedangkan hasil dari kegiatan ini adalah tersedianya data Indek Pembangunan Gender (IPG).

4. Predikat dalam evaluasi kabupaten layak anak (KLA)

Program yang sudah ditetapkan adalah Program keserasian kebijakan peningkatan kualitas anak dan perempuan.

Kegiatannya :

- Pelatihan Pokja BKB tingkat kecamatan dan desa/kelurahan

Dapat dilihat pada tabel di atas bahwa pada tahun 2012 predikat yang diraih adalah predikat tingkat nindya sesuai dengan yang ditargetkan ( 100 % ) .

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Kantor Pemberdayaan Perempuan Tahun 2014 27 KANTOR PEMBERDAYAAN PEREMPUAN KABUPATEN BADUNG

Sedangkan pada tahun 2013 realisasi yang dicapai yaitu predikat tingkat nindya sesuai dengan target ( 100 % ) pada awal tahun yang telah ditetapkan, sehingga realisasinya mencapai 100%.

Sedangkan tahun 2014 ditargetkan predikat tingkat nindya namun pada tahun yang bersangkutan tidak ada penilaian dari pusat sehingga realisasinya tidak tercapai , adapun keluaran dari kegiatan ini adalah terlaksananya pelatihan Pokja BKB tingkat kecamatan dan kelurahan, sedangkan hasil dari kegiatan ini adalah meningkatnya pengetahuan dan ketrampilan kader BKB.

3.2.1. Analisis Pencapaian Sasaran 1 (Pertama)

Meningkatnya peranan perempuan. Secara rinci mengenai analisis pencapaian sasaran pertama sesuai dengan tugas dan fungsi Kantor Pemberdayaan Perempuan dalam bidang pemberdayaan perempuan dapat dilihat pada tabel 3.5.

Tabel 3.5

Analisis Pencapaian Sasaran Pertama

Kantor Pemberdayaan Perempuan Kabupaten Badung

No Indikator Kinerja Satuan Tahun 2013 Capaian Kinerja Tahun 2013 Tahun 2014 Capaian Kinerja Tahun 2014 Target Realisasi Target Realisasi

1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 Persentase peningkatan Jumlah kelompok usaha perempuan KK/kl plp 100 KK/2 klp 100 KK/2 klp 100% 650 KK/ 13 klp 650 KK/ 13 klp 100%

Berdasarkan hasil analisis pencapaian sasaran pertama yang terdiri dari 1 (satu) indikator kinerja tersebut diatas diperoleh gambaran sebagai berikut :

Secara umum Kantor Pemberdayaan Perempuan Kabupaten Badung telah dapat melaksanakan tugas dan fungsinya dalam bidang pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak dalam rangka mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan dalam RPJM SKPD Kantor Pemberdayaan Perempuan Kabupaten Badung Tahun 2011-2015, dari sasaran pertama terhadap 1 (satu) indikator kinerja dalam kurun waktu 2 (dua) tahun sudah sesuai dengan target yang diharapkan, dilihat dari perbandingan realisasi tahun 2013 dengan tahun 2014 secara capaian kinerja sudah mencapai target yang ditetapkan pada awal tahun, berdasarkan hal tersebut disimpulkan bahwa kinerja Kantor Pemberdayaan Perempuan sesuai sasaran pertama dengan satu indikator yang sudah ditetapkan bisa mendukung visi dan misi

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Kantor Pemberdayaan Perempuan Tahun 2014 28 KANTOR PEMBERDAYAAN PEREMPUAN KABUPATEN BADUNG

diselesaikan dengan terlaksananya berbagai program kegiatan yang sudah dicanangkan.

Kantor Pemberdayaan Perempuan sebagai salah satu SKPD di pemerintah Kabupaten Badung memiliki sasaran yang jelas dituangkan dalam beberapa indikator- indikator utama sebagai bentuk sasaran yang ingin dicapai, sesuai dengan visi dan misi yang sudah ditetapkan yaitu “Terwujudnya Kesetaraan dan Keadilan Gender (KKG) Kesejahteraan dan Perlindungan Anak (KPA) dalam Berkelurga, Bermasyarakat, Berbangsa dan Bernegara”.

Dilihat realisasi akumulasi pencapaian sasaran sampai dengan tahun 2014 dibandingkan dengan rencana yang tercantum dalam RENSTRA SKPD dapat dilihat pada tabel 3.6.

Tabel 3.6

Realisasi Akumulasi Pencapaian Sasaran Kedua Kantor Pemberdayaan Perempuan Kabupaten Badung

No. Indikator Kinerja Satuan Realisasi Akumulasi s/d. Tahun 2014 Rencana sesuai dengan RENSTRA SKPD Tahun 2015 Persentase Capaian Kinerja % 1 2 3 4 5 6 1 Persentase peningkatan jumlah kelompok usaha perempuan KK/ 2 klp 950 KK/19 klp 1550 KK/31 klp 61,29%

Berdasarkan hasil analisis realisasi akumulasi pencapaian sasaran pertama terhadap indikator jumlah keluarga yang mendapat pembinaan P2WKSS, persentase pencapaiannya masih sangat jauh dari yang ditargetkan sesuai dengan RENSTRA SKPD tahun 2015, hal ini dikarenakan jumlah KK/kelompok yang ditargetkan akan semakin banyak dari tahun ke tahun sehingga mencapai sebanyak 1.550 KK pada akhir tahun 2015 atau sebesar 100%.

3.2.2 Analisis Pencapaian Sasaran 2 (Kedua)

Meningkatnya perlindungan perempuan dan anak. Secara rinci mengenai analisis pencapaian sasaran pertama sesuai dengan tugas dan fungsi Kantor

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Kantor Pemberdayaan Perempuan Tahun 2014 29 KANTOR PEMBERDAYAAN PEREMPUAN KABUPATEN BADUNG

Pemberdayaan Perempuan dalam bidang pemberdayaan perempuan dapat dilihat pada tabel 3.7 berikut :

Tabel 3.7

Analisis Pencapaian Sasaran Kedua

Kantor Pemberdayaan Perempuan Kabupaten Badung

No Indikator Kinerja Satuan Tahun 2013 Capaian Kinerja Tahun 2013 Tahun 2014 Capaian Kinerja Tahun 2014 Target Realisasi Target Realisasi

1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 Persentase penanganan kasus KDRT yg terselesaikan kasus 25 kasus 11 kasus 100% Dari kasus yg masuk 25 kasus 6 kasus 100% Dari kasus yg masuk

Dalam rangka mewujudkan sasaran Kantor Pemberdayaan Perempuan di dukung oleh 2 (dua) indikator untuk mendukung dalam mewujudkan visi dan misi yang sudah ditetapkan. Untuk mendukung pencapaian sasaran yang berkaitan dengan bidang pemberdayaan perempuan sesuai dengan tabel 3.7 terlihat bahwa capaian kinerja untuk sasaran kedua yang terdiri dari 2 (dua) indikator, tahun 2013 dan tahun 2014 indikator pertama dari 2 (dua) indikator sudah tercapai sesuai dengan yang diharapkan karena dari sebanyak 11 kasus pada tahun 2013 dan 6 kasus pada tahun 2014 yang masuk sudah dapat ditangani seluruhnya, sedangkan sasaran kedua dari indikator kedua tercapai sesuai dengan target indikator 2 (dua) pada tahun 2013 sebanyak 1456 orang dan tahun 2014 sebanyak 1440 orang yang ditargetkan mendapat pembinaan GSI-B pada tiap-tiap kelurahan/desa sudah melebihi target yang telah ditetapkana pada awal tahun. Dalam rangka mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan dalam RPJMD SKPD Kantor Pemberdayaan Perempuan Kabupaten

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Kantor Pemberdayaan Perempuan Tahun 2014 30 KANTOR PEMBERDAYAAN PEREMPUAN KABUPATEN BADUNG

Badung, dari sasaran kedua di tahun 2014 terdapat 2 (dua) indikator yang mana seluruhnya sudah memenuhi target yang telah ditetapkan.

Realisasi akumulasi pencapaian kinerja sampai dengan tahun 2014 dibandingkan dengan RENSTRA SKPD, dapat dilihat pada tabel 3.8.

Tabel 3.8

Realisasi Akumulasi Pencapaian Sasaran Kedua Kantor Pemberdayaan Perempuan Kabupaten Badung

No. Indikator Kinerja Satuan Realisasi Akumulasi s/d. Tahun 2014 Rencana sesuai dengan RENSTRA SKPD Tahun 2015 Persentase Capaian Kinerja % 1 2 3 4 5 6 1 Jumlah penanganan kasus KDRT

Kasus 29 kasus 125 kasus 23,2%

Berdasarkan hasil analisis realisasi akumulasi pencapaian sasaran kedua terhadap 2 (dua ) indikator sasaran tersebut diperoleh gambaran sebagai berikut : 1. Persentase penanganan kasus KDRT yang terselesaikan sudah mencapai target

yang ditetapkan, artinya seluruh kasus KDRT yang masuk sudah dapat terselesaikan seluruhnya.

3.2.3 Analisis Pencapaian Sasaran 3 (Ketiga)

Menurunnya kesenjangan pencapaian pembangunan antara perempuan dan laki-laki. Percepatan terwujudnya pembangunan yang responsif gender dengan melaksanakan program Penguatan Kelembagaan Pengarusutamaan Gender dan Anak sesuai Visi Kantor Pemberdayaan Perempuan Kabupaten Badung yaitu Terwujudnya Kesetaraan dan Keadilan Gender Kesejahjteraan dan Perlindungan Anak dalam berkeluarga, Bermasyarakat, Berbangsa dan Bernegara.

Misi Kantor Pemberdayaan Perempuan Kabupaten Badung 1. Meningkatkan kemampuan dan kemandirian perempuan

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Kantor Pemberdayaan Perempuan Tahun 2014 31 KANTOR PEMBERDAYAAN PEREMPUAN KABUPATEN BADUNG

2. Terjaminnya perlindungan anak dan perempuan. 3. Meningkatkan pemberdayaan perempuan.

4. Menghapus segala bentuk diskriminasi terhadap perempuan.

Sebagai salah satu indikator untuk menuju percepatan Pengarusutamaan dan keadilan gender, analisis pencapaian sasaran ketiga dilihat pada tabel 3.9

Tabel 3.9

Analisis Pencapaian Sasaran Ketiga

Kantor Pemberdayaan Perempuan Kabupaten Badung

No Indikator Kinerja Satuan Tahun 2013 Capaian Kinerja Tahun 2013 Tahun 2014 Capaian Kinerja Tahun 2014 Target Realisasi Target Realisasi

1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 Angka IPG (Indeks pembang unan gender) Data- - - - 75,45 75,30 99,8%

Dalam rangka mewujudkan sasaran Kantor Pemberdayaan Perempuan di dukung oleh 1 (satu) indikator untuk mendukung dalam mewujudkan visi dan misi yang sudah ditetapkan. Dalam rangka mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan dalam RPJMD SKPD Kantor Pemberdayaan Perempuan Kabupaten Badung, dari sasaran ketiga di tahun 2014 terdapat 1 (satu) indikator, dilihat dari tabel di atas dapat dilihat tahun 2013 angka realisasi IPG mencapai 0 karena untuk tahun 2013 IPG tidak terealisasi karena kegiatan ini tidak dilaksanakan.

Realisasi akumulasi pencapaian kinerja sampai dengan tahun 2014 dibandingkan dengan RENSTRA SKPD, dapat dilihat pada tabel 3.10

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Kantor Pemberdayaan Perempuan Tahun 2014 32 KANTOR PEMBERDAYAAN PEREMPUAN KABUPATEN BADUNG

Tabel 3.10

Realisasi Akumulasi Pencapaian Sasaran Ketiga Kantor Pemberdayaan Perempuan Kabupaten Badung

No. Indikator Kinerja Satuan

Realisasi Akumulasi s/d. Tahun 2014 Rencana sesuai dengan RENSTRA SKPD Tahun 2015 Persentase Capaian Kinerja % 1 2 3 4 5 6

1 Angka IPG data 75,45 75,50 99,93

Berdasarkan hasil analisis realisasi akumulasi pencapaian sasaran ketiga terhadap indikator angka IPG, persentase pencapaiannya mendekati dari target RENSTRA SKPD tahun 2015 target 75,50 dan angaka IPG tahun 2014 tercapai 75,30. Artinya mencapai 99,93 %.

3.2.4 Analisis Pencapaian Sasaran 4 (Keempat)

Meningkatnya pemenuhan hak anak. Secara rinci mengenai analisis pencapaian sasaran pertama sesuai dengan tugas dan fungsi Kantor Pemberdayaan Perempuan

Kabupaten Badung dalam bidang pemberdayaan perempuan dapat dilihat pada tabel 3.11

Tabel 3.11

Analisis Pencapaian Sasaran Keempat

Kantor Pemberdayaan Perempuan Kabupaten Badung

No Indikator Kinerja Satuan Tahun 2013 Capaian Kinerja Tahun 2013 Tahun 2014 Capaian Kinerja Tahun 2014 Target Realisasi Target Realisasi

1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 Predikat dalam evaluasi kabupaten layak anak setahun Predikat tk nindyar Predikat tk nindya 100% Predikat tk nindya - -

Dalam rangka mewujudkan sasaran Kantor Pemberdayaan Perempuan di tabel 3.11 dapat dilihat bahwa predikat dalam evaluasi kabupaten layak tahun 2013

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Kantor Pemberdayaan Perempuan Tahun 2014 33 KANTOR PEMBERDAYAAN PEREMPUAN KABUPATEN BADUNG

capaiannya sangat baik sepeti yang ditargetkan yitu predikat tingkat nindya sedangkan untuk tahun 2014 predikat tingkat nindya dibisa terealisasi karen atidak ada penilaian dari pusat sehingga realisasinya tidak ada (nihil ).

Realisasi akumulasi pencapaian kinerja sampai dengan tahun 2014 dibandingkan dengan RENSTRA SKPD, dapat dilihat pada tabel 3.12

Tabel 3.12

Realisasi Akumulasi Pencapaian Sasaran Keempat Kantor Pemberdayaan Perempuan Kabupaten Badung

No. Indikator Kinerja Satuan

Realisasi Akumulasi s/d. Tahun 2014 Rencana sesuai dengan RENSTRA SKPD Tahun 2015 Persentase Capaian Kinerja % 1 2 3 4 5 6 1 Predikat tk nindya setahun Predikat tk nindya Predikat tk nindya 100 %

Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa pada indikator predikat dalam penilaian kabupaten layak anak pada akhir tahun 2014 tidak tercapai . Hal ini dikarenakan tahun 2014 tidak diadakan penilaian kabupaten layak anak maka capaiannya menjadi nihil (tidak ada ).

3.3 Akuntabilitas Keuangan

Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) dan Dokumen Anggaran Perubahan (DPAP) Kantor Pemberdayaan Perempuan Kabupaten Badung pada Tahun Anggaran 2014 sebesar Rp 5.043.099.339 dengan rincian Realisasi Anggaran Belanja sebesar Rp 4.478.270.701 sehingga dana yang terserap 88,80 %, adapun Realisasi Belanja Langsung sebesar Rp 1.597.867.488 sedangkan Realisasi Belanja Tidak Langsung

sebesar Rp 2.880.403.213 sehingga sisa anggaran tahun 2014 sebesar Rp 564.828.638.

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Kantor Pemberdayaan Perempuan Tahun 2014 34 KANTOR PEMBERDAYAAN PEREMPUAN KABUPATEN BADUNG

3.3.1. Belanja Tidak Langsung

Belanja tidak langsung merupakan belanja yang dianggarkan tidak terkait secara langsung dengan pelaksanaan program dan kegiatan. Belanja tidak langsung meliputi Belanja Pegawai, dalam bentuk gaji dan tunjangan, tambahan penghasilan PNS, insentif pemungutan retribusi.

3.3.2 Belanja Langsung

Belanja langsung merupakan belanja yang dianggarkan terkait langsung dengan program dan kegiatan meliputi :

1) Belanja Pegawai, dipergunakan untuk pengeluaran honorarium PNS, honorarium non PNS dan uang lembur.

2) Belanja Barang dan Jasa, dipergunakan untuk pengeluaran bahan habis pakai, bahan material, jasa kantor, perawatan kendaraan, cetak dan penggandaan, sewa alat berat, sewa perlengkapan dan alat kantor, makanan dan minuman, pakaian kerja, perjalanan dinas, dan sosialisasi.

3) Belanja Modal, dipergunakan untuk pengeluaran pengadaan kendaraan dinas, peralatan gedung kantor, meubelair, perbaikan senderan, pengadaan alat-alat kebersihan, sarana dan prasarana kebersihan.

3.3.3 Target dan Realisasi Kantor Pemberdayaan Perempuan Kabupaten Badung 2014

Anggaran (DPA) Kantor Pemberdayaan Perempuan Kabupaten Badung pada Tahun 2014 sebesar Rp 5.043.099.339,- dengan rincian realisasi anggaran sebesar Rp 4.478.270.701,- atau Surplus sebesar Rp 564.828.638.

Sesuai standar akuntansi Pemerintahan belanja terinci atas :

1. Belanja Tidak Langsung, belanja yang dipergunakan untuk Belanja Pegawai,

dalam bentuk gaji dan tunjangan, tambahan penghasilan PNS, Rp 3 224.578.597,- terealisasi menjadi Rp 2.880.403.213,- atau atau 89,33%.

2. Belanja Langsung, belanja yang dipergunakan untuk Belanja Pegawai dipergunakan untuk pengeluaran honorarium PNS, honorarium non PNS , Penyediaan Jasa Pegawai Tidak tetap anggaran semula 1.818.520.742,- terealisasi menjadi Rp 1.597.867.488,- atau 87,87%, belanja langsung merupakan belanja yang dianggarkan terkait langsung dengan program dan kegiatan meliputi :

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Kantor Pemberdayaan Perempuan Tahun 2014 35 KANTOR PEMBERDAYAAN PEREMPUAN KABUPATEN BADUNG

 Belanja Pegawai dipergunakan untuk pengeluaran honorarium PNS, honorarium non PNS , dengan Pagu Anggaran Rp 3.265.378.597,- Anggaran yang terealisasi sebesar Rp 2.919.503.213,- atau 89,41%.

 Belanja Barang dan Jasa, dengan Pagu Anggaran sebesar Rp 1.405.629.700,- dengan anggaran yang terealisasi menjadi Rp 1.220.959.488,- atau 86,86%.

 Belanja Modal dengan Pagu Anggaran Rp 372.091.042 dengan anggaran yang terealisasi sebesar Rp 337.808.000 atau 90,79%.

3.4 Capaian Prestasi dan Penghargaan

1. Diraihnya prestasi Anugerah Parahita Ekapraya yaitu prestasi yang diberikan oleh Pemerintah Pusat kepada Kepala Daerah yang memiliki komitmen dalam upaya mewujudkan kesetaraan gender dan perlindungan anak. Prestasi tersebut sudah diraih dari tahun 2008 sampai dengan tahun 2014 dengan katagori sebagai berikut :

- Tahun 2008 Anugrah Parahita Ekapraya Tingkat Madya - Tahun 2009 Anugrah Parahita Ekapraya Tingkat Madya - Tahun 2010 Anugrah Parahita Ekapraya Tingkat Utama - Tahun 2011 Anugrah Parahita Ekapraya Tingkat Madya - Tahun 2012 Anugrah Parahita Ekapraya Tingkat Utama - Tahun 2013 Anugrah Parahita Ekapraya Tingkat Utama - Tahun 2014 Anugrah Parahita Ekapraya Tingkat Utama

2. Dalam Evaluasi ke Tingkat Provinsi Bali, P2WKSS Kabupaten Badung meraih katagori juara sebagai berikut :

- Tahun 2008 Terbaik II Tingkat Provinsi Bali - Tahun 2009 Terbaik VII Tingkat Provinsi Bali - Tahun 2010 Terbaik II Tingkat Provinsi Bali - Tahun 2011 Terbaik I Tingkat Provinsi Bali - Tahun 2012 Terbaik IV Tingkat Provinsi Bali - Tahun 2013 Terbaik III Tingkat Provinsi Bali - Tahun 2014 Terbaik II Tingkat Provinsi Bali

3. Gerakan Sayang Ibu Baru Lahir (GSI-B) Kabupaten Badung meraih katagori juara sebagai berikut :

- Tahun 2009 Terbaik I Tingkat Provinsi Bali - Tahun 2010 Terbaik III Tingkat Provinsi Bali - Tahun 2012 Terbaik IV Tingkat Provinsi Bali - Tahun 2013 Terbaik VI Tingkat Provinsi Bali - Tahun 2014 Harapan III Tingkat Provinsi Bali

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Kantor Pemberdayaan Perempuan Tahun 2014 36 KANTOR PEMBERDAYAAN PEREMPUAN KABUPATEN BADUNG

4. Bina Keluarga Balita (BKB) meraih penghargaan sebagai berikut : - Tahun 2011 Terbaik IV Tingkat Provinsi Bali

- Tahun 2012 Terbaik V Tingkat Provinsi Bali - Tahun 2013 Terbaik V Tingkat Provinsi Bali

- Tidak dinilai karena ada acara berbarengan di Kabupaten Badung. 5. Kota menuju layak anak meraih penghargaan sebagai berikut :

- Tahun 2011 Peringkat I Kategori Nindya - Tahun 2012 Peringkat I Kategori Nindya - Tahun 2013 Peringkat Utama Kategori Nindya - Tahun 2014 Peringkat Utama Katagori Nindya

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Kantor Pemberdayaan Perempuan Tahun 2014 37 KANTOR PEMBERDAYAAN PEREMPUAN KABUPATEN BADUNG

BAB IV

Dokumen terkait