• Tidak ada hasil yang ditemukan

SUMBER DATA DAN KOMPONEN KEPENDUDUKAN

6) Angka Kematian Ibu

Angka Kematian Ibu (AKI) adalah banyaknya kematian perempuan pada saat hamil atau selama 42 hari sejak terminasi kehamilan tanpa memandang lamanya kehamilan dan tempat persalinan per 100.000 kelahiran hidup. Kematian ini disebabkan karena faktor kehamilan atau komplikasi kehamilan dan kelahiran atau pengelolaannya, dan bukan karena sebab-sebab lain.

Informasi mengenai tingginya AKI akan bermanfaat untuk pengembangan program peningkatan kesehatan reproduksi, terutama pelayanan kehamilan dan menjadikan kehamilan yang aman dan bebas resiko tinggi, program peningkatan jumlah kelahiran yang dibantu oleh tenaga kesehatan, penyiapan sistem rujukan dalam penanganan komplikasi kehamilan, penyiapan keluarga dan suami siaga dalam menyongsong kelahiran.

7. Pendidikan

a. Jumlah Penduduk Menurut Pendidikan

Pendidikan yang dicapai merupakan salah satu indikator kualitas penduduk. Hal ini perlu mendapat perhatian dari pemerintah, jumlah Sumber Daya Manusia (SDM) yang besar kalau tidak dibarengi dengan kualitas yang mumpuni akan berdampak buruk, apalagi sekarang ini kita akan menyongsong era globalisasi persaingan untuk memperoleh kesempatan kerja semakin ketat, peningkatan pendidikan perlu dilakukan mengingat bahwa sebagian besar peluang kerja membutuhkan tenaga terdidik yang memiliki keterampilan khusus.

Tabel 3.30

Jumlah Penduduk Menurut Pendidikan Kabupaten Kuningan Tahun 2020 No. Pendidikan Terakhir Jenis Kelamin

Jumlah

No. Pendidikan Terakhir Jenis Kelamin

Sumber : DKB Semester II Tahun 2020 Disdukcapil Kab. Kuningan

Tabel 3.30 terlihat bahwa dari data SIAK menunjukkan bahwa tingkat pendidikan tertinggi yang ditamatkan penduduk Kabupaten Kuningan yang terbesar yaitu Pendidikan Tamat SD/sederajat sebesar 428.840.

b. Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan

Tingkat Pendidikan Tertinggi adalah persentase jumlah penduduk, baik yang masih sekolah ataupun tidak sekolah lagi, menurut pendidikan tertinggi yang telah ditamatkan. Tingkat Pendidikan tertinggi bermanfaat untuk menunjukkan pencapaian pembangunan pendidikan di suatu daerah. Tingkat pendidikan tertinggi juga berguna untuk melakukan perencanaan penawaran tenaga kerja, terutama untuk melihat kualifikasi pendidikan angkatan kerja di suatu wilayah.

Tabel 3.31

Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan di Kabupaten Kuningan Tahun 2020 No. Kecamatan Jml. Pendidikan

Usia 16-18 Tahun

No. Kecamatan Jml. Pendidikan

Sumber : Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Kuningan Tahun 2020

c. Angka Melek Huruf (AMH)

Angka melek huruf menyajikan persentasi/proporsi penduduk berusia 15 tahun ke atas yang dapat membaca dan menulis huruf latin dibandingkan jumlah penduduk seluruhnya pada satu tahun tertentu.

Indikator ini menggambarkan mutu dan kemampuan sumber daya manusia di suatu daerah menyerap informasi penidikan. Semakin tinggi nilai indikator maka semakin tinggi pula mutu sumberdaya manusia di suatu daerah.

Indikator AMH dapat digunakan untuk :

• Mengukur keberhasilan program-program pemberantasan buta huruf, terutama didaerah pedesaan dimana masih banyak ditemukan penduduk yang tidak pernah bersekolah atau tidak tamat SD.

• Menunjukkan kemampuan penduduk di suatu wilayah dalam menyerap informasi dari berbagai media.

• Menunjukkan kemampuan untuk berkomunikasi secara lisan dan tertulis.

Sehingga angka melek huruf mencerminkan potensi perkembangan intelektual sekaligus kontribusi terhadap pembangunan daerah.

Tabel 3.32

Jumlah Angka Melek Huruf (AMH) di Kabupaten Kuningan Tahun 2020

No. Kecamatan Sumber : Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan

0%

Darma Kadugede Nusaherang Ciniru Hantara Selajambe Subang Cilebak Ciwaru Karangkancana Cibingbin Cibeureum Luragung Cimahi Cidahu Kalimanggis Ciawigebang Cipicung Lebakwangi Maleber Garawangi Sindang Agung Kuningan Cigugur Kramatmulya Jalaksana Japara Cilimus Cigandamekar Mandirancan Pancalang Pasawahan

JUMLAH PENDUDUK USIA 7-12 TAHUN JUMLAH MURID APK

d. Angka Partisipasi Kasar (APK)

Partisipasi sekolah merupakan salah satu ukuran yang digunakan dalam menilai keberhasilan program wajib belajar. Angka pertisipasi sekolah mengukur daya serap sektor pendidikan terhadap penduduk usia sekolah, dimana angka ini memperhitungkan adanya perubahan umur penduduk terutama penduduk umur muda.

Dalam hal ini meningkatnya persentase jumlah murid bukan berarti partisipasi sekolah juga meningkat, karena ukuran perubahan jumlah murid sekolah tidk langsung berpengaruh terhadp partisipasi sekolah.

Angka Partisipasi Kasar (APK) adalah rasio jumlah muris, berapapun usianya, yang sedang sekolah di tingkat pendidikan tertentu terhadap jumlah penduduk pada kelompok usia yang berkaitan dengan jenjang pendidikan tertentu. APK menunjukkan tingkat partisipasi penduduk secara umum di masing-masing tingkat atau jenjang pendidikan.

Misal APK Sekolah Dasar (SD) adalah perbandingan antara jumlah murid yang duduk di sekolah dasar terhadap penduduk usia 7 sampai 12 tahun. APK dapat dihitung dengan membagi jumlah penduduk yang sedang sekolah pada jenjang pendidikan tertentu dengan jumlah penduduk pada kelompok usia standar yang berkaitan dengan jenjang masing-masing pendidikan. Di bawah ini penyajian APK dibuat dalam bentuk Grafik sebagai berikut :

Gambar 3.3

Grafik Angka Partisipasi Kasar (APK) Kabupaten Kuningan Tahun 2020

Sumber : Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan

0%

10%

20%

30%

40%

50%

60%

70%

80%

90%

100%

Darma Kadugede Nusaherang Ciniru Hantara Selajambe Subang Cilebak Ciwaru Karangkancana Cibingbin Cibeureum Luragung Cimahi Cidahu Kalimanggis Ciawigebang Cipicung Lebakwangi Maleber Garawangi Sindang Agung Kuningan Cigugur Kramatmulya Jalaksana Japara Cilimus Cigandamekar Mandirancan Pancalang Pasawahan JUMLAH

JUMLAH PENDUDUK USIA 7-12 TAHUN JUMLAH MURID USIA 7-12 TAHUN APM

e. Angka Partisipasi Murni (APM)

Angka Partisipasi Murni adalah persentase siswa dengan umur yang berkaitan dengan jenjang pendidikannya dari jumlah penduduk di usia sama.

Angka Partisipasi Murni dapat menunjukkan partisipasi sekolah penduduk usia sekolah pada tingkat pendidikan tertentu. Seperti halnya APK, APM juga merupakan indikator daya serap penduduk usia sekolah di setiap jenjang pendidikan. Namun APM merupakan indikator daya serap yang lebih baik dibanding APK, karena APM melihat atau menunjukkan partisipasi penduduk pada kelompok usia standar pada jenjang pendidikan yang sesuai dengan standar kelompok umurnya.

Cara menghitung APM pada setiap jenjang pendidikan adalah dengan membagi jumlah siswa atau penduduk umur sekolah yang sedang bersekolah dengan jumlah penduduk pada kelompok umur yang berkaitan dengan jenjang pendidikannya.

Gambar 3.4

Grafik Angka Partisipasi Murni (APM) Kabupaten Kuningan 2020

Sumber : Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan 2020

8. Ekonomi

a. Proporsi Jumlah Tenaga Kerja dan Angkatan Kerja 1) Jumlah dan Proporsi Tenaga Kerja

Tenaga kerja (man power) adalah seluruh penduduk dalam usia kerja (15-64 tahun) yang potensial dapat memproduksi barang dan jasa.

Indikator ini berguna sebagai wacana pengambil kebijakan dalam menyusun rencana ketenagakerjaan. Disamping itu juga untuk mengetahui berapa banyak tenaga kerja (penduduk usia kerja) potensial.

Perhitungan persentase tenaga kerja dilaksanakan dengan membandingkan antara jumlah penduduk usia 15 tahun ke atas (usia kerja) dengan jumlah penduduk keseluruhan.

Interpretasi : semakin besar jumlah tenaga kerja di suatu daerah maka penawaran tenaga kerja juga semakin tinggi. Namun apabila tidak diikuti dengan permintaan tenaga kerja (kesempatan kerja), maka akan terjadi pengangguran yang cukup besar pula.

Tabel 3.33

Jumlah dan Proporsi Tenaga Kerja Berdasarkan Jenis Kelamin di Kabupaten Kuningan Tahun 2020

No. Jenis Pekerjaan L P Jumlah 20. Buruh Tani/Perkebunan 17.321 1.194 18.515

21. Buruh Nelayan/Perikanan 59 3 62

22. Buruh Peternakan 98 4 102

No. Jenis Pekerjaan L P Jumlah

No. Jenis Pekerjaan L P Jumlah

Sumber : DKB Semester II Tahun 2020 Disdukcapil Kab. Kuningan

Dokumen terkait