BAB 4. KESEHATAN
7. Angka Kesakitan Demam Berdarah Dengue (DBD) per 100.000
selesai berobat dapat dilihat pada tabel 57-60.
7. Angka Kesakitan Demam Berdarah Dengue (DBD) per 100.000 penduduk
Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) salah satu penyakit menular yang upaya penurunan kasusnya terkait dengan komitmen nasional, dan sering muncul sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) dengan angka kesakitan dan kematian yang relatif tinggi. Di Provinsi Bengkulu kasus (DBD) ditemui sebanyak 1.439 kasus, terdiri dari laki-laki 765 orang dan perempuan 674 orang. Kasus terbanyak terjadi di Kota Bengkulu yaitu 427 kasus.
61
8. Angka Kematian Demam Bedarah
Jumlah meninggal akibat demam berdarah di Provinsi Bengkulu sebanyak 12 orang terdiri dari laki-laki sebanyak 7 orang dan perempuan 5 orang. Incidince Rate DBD di Provinsi Bengkulu Tahun 2018 yaitu sebesar 72 per 100.000. Gambaran jumlah kasus DBD dan kasus DBD yang ditangani dapat dilihat pada lampiran.
Gambar 4.30 Jumlah Kasus Demam Berdarah Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Bengkulu Tahun 2018
Sumber: Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, 2019
9. Angka Kesakitan Malaria per-1000 Penduduk
Malaria adalah salah satu penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan di Provinsi Bengkulu, dalam upaya penurunan kasusnya masih terkait dengan komitmen pemerintah. Angka kesakitan malaria diukur dengan menggunakan malaria klinis dalam bentuk Angka Kesakitan (API), artinya indikator ini menyatakan kesakitan berdasarkan gejala klinis bukan berdasarkan pada pemeriksaan laboratorium. Jumlah penderita malaria tanpa pemeriksaan sediaan darah di Provinsi Bengkulu pada tahun 2018 sebanyak 13.473 penderita. Angka kesakitan malaria dalam bentuk API di Provinsi Bengkulu pada tahun 2018 sebesar 0,16 per 1000 penduduk.
62
10. Case Fatality Rate (CFR)
Dari sebanyak 13.473 penderita suspek malaria, terdapat 318 penderita positif dan tidak ada penderita yang meninggal, sehingga Case Fatality Rate (CFR) malaria di Provinsi Bengkulu adalah 0.
11. Penderita Kronis Filariasis
Filariasis merupakan penyakit infeksi menahun yang disebabkan oleh cacing filaria yaitu nematoda (cacing gelang) berbentuk benang dan ditularkan oleh vektor nyamuk yang menyerang saluran kelenjar getah bening dan serta menyebabkan kecacatan seumur hidup. Manifestasi yang sering dijumpai adalah manifestasi kronis berupa kaki gajah dan timbunan cairan setempat khususnya terjadi pada buah zakar. Pada tahun 2018 di Provinsi Bengkulu dilaporkan ada 69 kasus penderita penyakit filariasis tahun sebelumnya dengan rincian laki-laki sebanyak 39 kasus dan perempuan 30 kasus dan tidak ditemukan kasus baru.
4.7 Kesehatan Lingkungan
1. Persentase Sarana Air Minum Dengan Risiko Rendah + Sedang
Sarana air minum yang dilakukan pengawasan adalah sarana air minum sebagaimana diamanatkan dalam Permenkes No.736/Menkes/Per/
VI/2010. Sesuai pasal 10 proses kegiatan yang dilakukan adalah:
1. Inspeksi kesehatan lingkungan, dilakukan dengan cara pengamatan dan penilaian kualitas fisik air minum dan faktor resikonya
2. Pengambilan sampail air minum dilakukan berdasarakan hasil inspeksi kesehatan lingkungan
3. Pengujian kualitas air minum dilakukan di Laboratorium yang
63
terakreditasi
4. Analisa hasil pengujian sampail air minum
5. Rekomendasi untuk pelaksanaan tindak lanjut kepada penyelenggara sarana air minum
6. Pemantauan pelaksanaan tindak lanjut yang dilakukan oleh penyelenggara sarana air minum.
Sarana air minum meliputi sarana air minum dengan jaringan perpipaan dan sarana air minum bukan jaringan perpipaan yang berasal dari sumur dangkal, sumur pompa tangan, bak penampungan air hujan, terminal air, mobil tangki air atau bangunan perlindungan mata air dan depot air minum. Pada tahun 2018 di Provinsi Bengkulu persentase sarana air minum dengan Risiko Rendah + Sedang sebesar 3.541 (94%) dari 15.933 jumlah sarana air minum yang ada.
Gambar 4.31 Persentase Sarana Air Minum dengan Resiko Rendah + Sedang di Provinsi Bengkulu tahun 2018
Sumber: Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, 2019
64
2. Persentase Sarana Air Minum Memenuhi Syarat
Kualitas air minum yang memenuhi syarat adalah kualitas air minum yang memenuhi syarat secara fisik, kimia, mikrobiologi, dan Penyelenggara air minum adalah Badan usaha milik negara (BUMN)/badan usaha milik daerah (BUMD), koperasi, badan usaha swasta, usaha perorangan, kelompok masyarakat dan/atau individual yang melakukan penyelenggaraan penyediaan air minum, tidak termasuk air kemasan, depot air minum isi ulang, penjual air keliling, dan pengelola tangki air. Tahun 2018 di Provinsi Bengkulu telah dilakukan pemeriksaan air bersih sebanyak 51 dari 15.933 jumlah sarana air minum yang ada dan yang memenuhi syarat sebanyak 36 (63%). Rincian persentase air minum memenuhi syarat selengkapnya dapat dilihat pada (tabel 72).
3. Persentase Penduduk Dengan Akses Terhadap Sanitasi Yang Layak (Jamban Sehat)
Sanitasi Layak adalah fasilitas pembuangan tinja (jamban) yang digunakan sendiri atau bersama, yang efektif untuk memutus mata rantai penularan penyakit, dilengkapi dengan tanki septik (septic tank)/Sistem Pengolahan Air Limbah (SPAL), dengan kloset leher angsa atau tidak leher angsa yang tertutup dan pembuangan akhir tidak mencemari sumber air/tanah. Dari 396.131 jumlah KK di Provinsi Bengkulu pada tahun 2018, Akses terhadap fasilitas sanitasi layak yang digunakan adalah Komunal sebanyak 10.374, JSS 270.837 dan JSP sebanyak 987.230. Penduduk dengan akses sanitasi layak adalah 1.268.441 (324%). Rincian Jumlah penduduk dengan akses terhadap fasilitas sanitasi yang layak selengkapnya dapat dilihat pada (tabel 73).
65
4. Peresentase Desa Stbm
Pendekatan untuk mengubah perilaku higiene dan sanitasi meliputi 5 pilar yaitu tidak buang air besar (BAB) sembarangan, mencuci tangan pakai sabun, mengelola air minum dan makanan yang aman, mengelola sampah dengan benar, mengelola limbah cair rumah tangga dengan aman melalui pemberdayaan masyarakat dengan metode pemicuan. Desa yang sudah melakukan pemicuan minimal 1 (satu) dusun, mempunyai tim kerja masyarakat/Natural Leader, dan telah mempunyai rencana tindak lanjut untuk menuju Sanitasi Total.
Desa yang telah mencapai 100% penduduk melaksanakan 5 pilar maka desa tersebut dapat dikategorikan Desa STBM. Desa yang peduduknya 100% mengakses jamban sehat maka desa tersebut dapat dikatakan Desa Stop BABS (SBS). Tahun 2018 dari 1.513 desa/kelurahan yang ada di Provinsi Bengkulu desa yang sudah melaksanakan STBM sebanyak 790 (52%), Desa Stop BABS sebanyak 184 (12%) dan Desa STBM sebanyak 248 (16%).
5. Persentase Tempat–Tempat Umum Memenuhi Syarat Kesehatan
Tempat-Tempat Umum (TTU) adalah tempat atau sarana yang diselenggarakan pemerintah/swasta atau perorangan yang digunakan untuk kegiatan bagi masyarakat yang meliputi sarana kesehatan (rumah sakit, puskesmas), sarana sekolah (SD/MI, SLTP/MTs, SLTA/MA), Tempat Ibadah dan Pasar.
66
Di Provinsi Bengkulu, TTU yang ada berjumlah 3.640, memenuhi syarat sebanyak 2.836 (78%), yang terdiri dari Sarana Pendidikan dengan rincian: SD 1.468, SLTP 470, SLTA 252, Sarana Kesehatan dengan rincian : Puskemas 179, Rumah Sakit 23, Tempat Ibadah 1.141 dan Pasar 126. Yang memenuhi syarat sebanyak 2.835 (23%) : Sarana Pendidikan yaitu : SD sebanyak 1.231 (84%), SLTP 470 (73%), SLTA 227 (90%), Sarana Kesehatan dengan rincian:Puskesmas 179 (100%), Rumah Sakit Umum 23 (100%), Tempat Ibadah 174 (63%) dan Pasar 126 (94%). selengkapnya dapat dilihat pada (lihat tabel 75).
Gambar 4.32 Persentase Tempat-Tempat Umum (TTU) Memenuhi Syarat Kesehatan di Provinsi Bengkulu Tahun 2018
Sumber: Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, 2019
67
BAB 5. PENDIDIKAN
http://depoktren.com
Pendidikan merupakan suatu hal yang penting dalam membangun karakter suatu bangsa. Berkualitas atau tidaknya sumber daya manusia suatu bangsa bergantung dengan maju atau tidaknya dunia pendidikan di daerah tersebut. Untuk mengatasi hal ini, Pemerintah Indonesia telah menunjukkan komitmen besar dalam upaya mencerdaskan bangsa dan membentuk kualitas sumberdaya manusia. Komitmen Pemerintah tersebut tertuang dalam pasal 31 UUD 1945 yang menyatakan bahwa Pemerintah wajib memajukan pendidikan dengan mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional, yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang diatur dengan Undang-undang, memprioritaskan anggaran pendidikan serta memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia.
68
5.1 Statistik Pendidikan Provinsi Bengkulu
Secara umum Pendidikan di Provinsi Bengkulu dibagi dalam 4 (empat) jenjang yaitu jenjang pendidikan usia dini, Pendidikan Dasar, Pendidikan Menengah dan Pendidikan Tinggi. Distribusi jenjang pendidikan di Provinsi Bengkulu dapat dilihat pada Gambar 5.1. Berikut ini:
Gambar 5.1 Distribusi Jenjang Pendidikan Provinsi Bengkulu Tahun 2018
Sumber: Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu, 2019
Pada Gambar 5.1 dapat dilihat jenjang pendidikan Sekolah Dasar (SD) merupakan jenjang pendidikan terbanyak di Provinsi Bengkulu dengan jumlah sebanyak 1.302 Sekolah dengan angka persentase sebanyak 66 persen.
Kemudian di urutan kedua terbanyak yaitu SMP dengan jumlah sebanyak 421 sekolah dengan angka persentase sebesar 21 persen.
Jika dilihat dari klasifikasinya, pendidikan terbagi dalam dua klasifikasi yaitu pendidikan Negeri dan Pendidikan Swasta. Pada Gambar 6.2 dibawah ini disajikan data mengenai klasifikasi pendidikan di Provinsi Bengkulu.
SD; 1.302 SMP; 421
SMA; 140
SMK; 105 SLB; 17
69
Gambar 5.2 Klasifikasi Pendidikan Provinsi Bengkulu Tahun 2018
Sumber: Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu, 2019
Untuk melihat statistik jumlah sekolah berdasarkan klasifikasinya per Kabupaten/Kota dapat dilihat Pada Tabel 6.1 dibawah ini:
Tabel 5.1 Statistik Pendidikan Provinsi Bengkulu Tahun 2018
NO WILAYAH
TOTAL
Jumlah Negeri Swasta
1 Kab.Bengkulu Utara 340 324 16
2 Kab.Rejang Lebong 274 237 37
3 Kab.Seluma 248 244 4
4 Kab.Mukomuko 210 194 16
5 Kota.Bengkulu 204 129 75
6 Kab.Kaur 201 185 16
7 Kab.Bengkulu Selatan 176 162 14
8 Kab.Kepahiang 143 134 9
9 Kab. Bengkulu Tengah 138 135 3
10 Kab.Lebong 129 122 7
TOTAL 2.063 1.866 197
Sumber: Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu, 2019 Negeri;
1.866 Swasta;
197
Pada Gambar 5.2 dapat dilihat bahwa Pendidikan Negeri lebih dominan di Provinsi Bengkulu yaitu dengan jumlah sebanyak 1.866 sekolah dan Pendidikan Swasta hanya berjumlah 197 Sekolah
70
Adapun statistik untuk setiap jenjang pendidikan dapat dilihat pada bagian sebagai berikut:
1. Pendidikan Anak Usaha Dini (PAUD)
Pendidikan Anak Usia Dini dibagi menjadi 4 kategori yaitu TK/RA dengan jumlah sebanyak 1.173 unit, KB sebanyak 868 unit sekolah, jenis TPA sebanyak 119 unit dan yang terakhir yaitu SPS sebanyak 82 unit. Visualisasi jumlah PAUD sebagai berikut:
Gambar 5.3 Jumlah PAUD di Provinsi Bengkulu Tahun 2018
Sumber: Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu, 2019 0
500 1.000 1.500
TK/RA
KB TPA
SPS 1.173
868
119 82
71
2. Sekolah Dasar (SD)
Pada Tahun 2018 terdapat sejumlah 1.380 SD di Provinsi Bengkulu, dengan Jumlah SD Negeri sebanyak 1.302 dan SD Swasta sebanyak 78.
Gambar 5.4 Jumlah SD di Provinsi Bengkulu Tahun 2018
Sumber: Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu, 2019
Adapun jumlah sebaran SD di Provinsi Bengkulu berdasarkan kabupaten/kota dapat dilihat pada Gambar 6.4 sebagai berikut:
Gambar 5.4 Statistik SD Provinsi Bengkulu Tahun 2018
Sumber: Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu, 2019 1302
72
Pada Gambar 5.4 dapat dilihat bahwa pola sebaran dari distribusi SD di Provinsi Bengkulu lebih banyak berada di Kabupaten Bengkulu Utara dengan jumlah SD sebanyak 236 kemudian diikuti oleh Rejang Lebong dengan jumlah SD sebanyak 187, sedangkan yang paling sedikit adalah Kabupaten Lebong dengan 91 SD dan Bengkulu Tengah hanya terdapat 93 SD
3. Sekolah Menengah Pertama (SMP)
Pada Tahun 2018 berdasarkan data dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu terdapat sebanyak 421 SMP di Provinsi Bengkulu, secara statistik SMP di Provinsi Bengkulu masih didominasi oleh SMP Negeri sebesar 90 % dan sisanya SMP Swasta sebesar 10 %, hal ini dapat dilihat pada Gambar 5.5 sebagai berikut:
Gambar 5.5 Distribusi SMP Provinsi Bengkulu Tahun 2018
Sumber: Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu, 2019 378
43
Negeri Swasta
DATA SEKTORAL PROVINSI BENGKULU 2018
73
Adapun jumlah sebaran SMP di Provinsi Bengkulu Berdasarkan kabupaten/kota dapat dilihat pada Gambar 5.6 sebagai berikut:
Gambar 5.6 Statistik SMP Provinsi Bengkulu Tahun 2018
Sumber: Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu, 2019
Pada Gambar 5.6 dapat dilihat bahwa pola sebaran dari distribusi SMP di Provinsi Bengkulu lebih banyak berada di Kabupaten Bengkulu Utara dengan jumlah SMP sebanyak 71 sekolah kemudian diikuti oleh Rejang Lebong dengan jumlah SMP sebanyak 54 sekolah, sedangkan yang paling sedikit adalah Kabupaten Lebong yang hanya terdapat 24 sekolah.
71 54
47 49 42 40 33 29
32 24
0 10 20 30 40 50 60 70 80
Kab. Bengkulu Utara Kab. Rejang Lebong Kab. Seluma Kab. Muko-muko Kota Bengkulu Kab. Kaur Kab. Bengkulu Selatan Kab. Kepahiang Kab. Bengkulu Tengah Kab. Lebong
74
4. Sekolah Menengah Atas (SMA)
Sekolah Menengah Atas di Provinsi Bengkulu pada tahun 2018 berdasarkan data dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu berjumlah 140 Sekolah dengan SMA berstatus swasta sebanyak 31 Sekolah (22%) dan SMA Negeri sebanyak 109 Sekolah (78%).
Gambar 5.7 Distribusi SMA Provinsi Bengkulu Tahun 2018
Sumber: Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu, 2019
Adapun jumlah sebaran SMA di Provinsi Bengkulu paling banyak berada di Kota Bengkulu sebanyak 26 Sekolah kemudian diikuti oleh Kabupaten Rejang Lebong dengan 18 sekolah dan Bengkulu Utara dengan 19 sekolah. Untuk Kabupaten yang memliki jumlah SMA paling sedikit yaitu Kabupaten Lebong dan Bengkulu Tengah dengan jumlah SMA masing-masing sebanyak 7 sekolah. Untuk lebih jelas mengenai Jumlah SMA berdasarkan kabupaten/kota dapat dilihat pada Gambar 5.8 sebagai berikut:
Negeri; 109 Swasta; 31
DATA SEKTORAL PROVINSI BENGKULU 2018
75
Gambar 5.8 Statistik SMA Provinsi Bengkulu Tahun 2018
Sumber: Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu, 2019
5. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)
Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Provinsi Bengkulu pada tahun 2018 berjumlah 105 sekolah. SMK Swasta sebanyak 41 sekolah dan SMK Negeri sebanyak 64 Sekolah.
Gambar 5.9 Distribusi SMK Provinsi Bengkulu Tahun 2018
Sumber: Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu, 2019 19
76
Adapun jumlah sebaran SMK di Provinsi Bengkulu paling banyak berada di Kota Bengkulu yaitu sebanyak 24 Sekolah kemudian diikuti oleh Kabupaten Rejang Lebong dengan jumlah SMK sebanyak 14 sekolah dan Kabupaten Bengkulu Utara dan Kaur yang memiliki SMK masing-masing sebanyak 13 dan 12 sekolah. Untuk Kabupaten yang memliki jumlah SMK paling sedikit yaitu Bengkulu Tengah dengan jumlah SMK sebanyak 5 sekolah.
Untuk lebih jelas mengenai Jumlah SMK berdasarkan kabupaten/kota dapat dilihat pada Gambar 5.10 sebagai berikut:
Gambar 5.10 Statistik SMK Provinsi Bengkulu Tahun 2018
Sumber: Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu, 2019
6. Sekolah Luar Biasa (SLB)
Sekolah Luar Biasa (SLB) di Provinsi berjumlah 17 Sekolah dengan rincian sekolah yang berstatus swasta sebanyak 4 sekolah dan sekolah yang berstatus Negeri sebanyak 13 sekolah. Untuk lebih jelas mengenai sebaran jumlah Sekolah Luar Biasa di Provinsi Bengkulu dapat dilihat pada Tabel 5.2 berikut ini:
77
Tabel 5.2 Statistik Pendidikan SLB Provinsi Bengkulu Tahun 2018
NO WILAYAH SLB
JUMLAH NEGERI SWASTA
1 Kab.Bengkulu Utara 1 1 0
2 Kab.Rejang Lebong 1 1 0
3 Kab.Seluma 1 1 0
4 Kab.Mukomuko 2 1 1
5 Kota.Bengkulu 7 4 3
6 Kab.Kaur 1 1 0
7 Kab.Bengkulu Selatan 1 1 0
8 Kab.Kepahiang 1 1 0
9 Kab.Bengkulu Tengah 1 1 0
10 Kab.Lebong 1 1 0
TOTAL 17 13 4
Sumber: Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu, 2019
57
78
5.2 Jumlah Guru Sekolah
1. Sekolah Dasar (SD)Pada Tahun 2018 terdapat sejumlah 14.222 guru SD di Provinsi Bengkulu, dengan Jumlah guru laki-laki sebanyak 4.729 orang dan Jumlah guru perempuan sebanyak 9.943 orang.
Gambar 5.11 Distribusi guru SD Provinsi Bengkulu Tahun 2018
Sumber: Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu, 2019
Adapun jumlah sebaran guru SD di Provinsi Bengkulu berdasarkan Kabupaten/kota dapat dilihat pada Gambar 5.12 sebagai berikut:
Gambar 5.12 Statistik guru SD Provinsi Bengkulu Tahun 2018
Sumber: Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu, 2019 Laki-Laki;
79
Pada Gambar 5.12 dapat dilihat bahwa pola sebaran dari distribusi guru SD di Provinsi Bengkulu guru terbanyak berada di Kabupaten Bengkulu Utara dengan jumlah guru SD sebanyak 2.468 orang kemudian diikuti oleh Kota Bengkulu dengan jumlah guru SD sebanyak 1.935 orang, sedangkan yang paling sedikit adalah Kabupaten Lebong dengan 798 guru SD.
2. Sekolah Menengah Pertama (SMP)
Pada Tahun 2018 berdasarkan data dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu terdapat sebanyak 6.851 guru SMP di Provinsi Bengkulu, secara statistik SMP di Provinsi Bengkulu masih didominasi oleh guru perempuan sebanyak 4.566 orang dengan guru laki-laki yang berjumlah hampir setengahnya yaitu sebanyak 2.285 orang, hal ini dapat dilihat pada Gambar 5.13 sebagai berikut:
Gambar 5.13 Distribusi guru SMP Provinsi Bengkulu Tahun 2018
Sumber: Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu, 2019 2.285
4.566 Laki-Laki
Perempuan
80
Adapun jumlah sebaran guru SMP di Provinsi Bengkulu berdasarkan kabupaten/kota dapat dilihat pada Gambar 5.14 sebagai berikut:
Gambar 5.14 Statistik guru SMP Provinsi Bengkulu Tahun 2018
Sumber: Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu, 2019
Pada Gambar 5.14 dapat dilihat bahwa pola sebaran dari distribusi guru SMP di Kota Bengkulu dengan jumlah guru SMP sebanyak 1.165 orang kemudian diikuti oleh dengan jumlah Kabupaten Bengkulu Utara guru SMP sebanyak 1.063 orang, sedangkan yang paling sedikit adalah Kabupaten Lebong yang hanya terdapat 354 guru SMP.
3. Sekolah Menengah Atas (SMA)
Guru Sekolah Menengah Atas di Provinsi Bengkulu pada tahun 2018 berdasarkan data dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu berjumlah 3.892 orang dengan guru laki-laki sebanyak 1.433 orang dan guru perempuan sebanyak 2.459 orang.
1.165
81
Gambar 5.15 Distribusi guru SMA Provinsi Bengkulu Tahun 2018
Sumber: Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu, 2019
Adapun jumlah sebaran guru SMA di Provinsi Bengkulu paling banyak berada di Kota Bengkulu sebanyak 829 guru kemudian diikuti oleh Kabupaten Bengkulu Utara dengan 510 orang guru, untuk Kabupaten yang memliki jumlah SMA paling sedikit yaitu Kabupaten Lebong dengan jumlah guru SMA sebanyak 165 orang. Untuk lebih jelas mengenai Jumlah guru SMA berdasarkan kabupaten/kota dapat dilihat pada Gambar 5.16 sebagai berikut:
Gambar 5.16 Statistik guru SMA Provinsi Bengkulu Tahun 2018
Sumber: Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu, 2019 1.433
82
4. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)
Guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Provinsi Bengkulu pada tahun 2018 berjumlah 2.599 orang yang terdiri dari 1.044 guru laki-laki dan 1.555 guru perempuan.
Gambar 5.17 Distribusi guru SMK Provinsi Bengkulu Tahun 2018
Sumber: Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu, 2019
Adapun jumlah sebaran SMK di Provinsi Bengkulu paling banyak berada di Kota Bengkulu yaitu sebanyak 24 Sekolah kemudian diikuti oleh Kabupaten Rejang Lebong dengan jumlah SMK sebanyak 14 sekolah dan Kabupaten Bengkulu Utara dan Kaur yang memiliki SMK masing-masing sebanyak 13 dan 12 sekolah, untuk Kabupaten yang memliki jumlah SMK paling sedikit yaitu Bengkulu Tengah dengan jumlah SMK sebanyak 5 sekolah. Untuk lebih jelas mengenai Jumlah SMK berdasarkan kabupaten/kota dapat dilihat pada Gambar 5.18 sebagai berikut:
Laki-Laki;
1.044 Perempuan;
1.555
83
Gambar 5.18 Statistik SMK Provinsi Bengkulu Tahun 2018
Sumber: Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu, 2019
5. Sekolah Luar Biasa (SLB)
Guru Sekolah Luar Biasa (SLB) di Provinsi Bengkulu berjumlah 260 orang dengan guru yang berjenis kelamin perempuan sebanyak 199 orang dan guru laki-laki sebanyak 61 orang. Untuk lebih jelas mengenai sebaran jumlah guru Sekolah Luar Biasa di Provinsi Bengkulu dapat dilihat pada gambar berikut ini :
Gambar 5.19 Statistik SLB Provinsi Bengkulu Tahun 2018
Sumber: Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu, 2019 706
84
6. Jumlah Siswa
Berdasarkan data peserta didik Provinsi Bengkulu-Dapodikdasmen 2019 meliputi peserta didik (Siswa) berjenis kelamin Laki-laki dan Perempuan dengan jumlah total 375.887 siswa yang terdiri dari 194.589 siswa Laki-laki dan 181.298 siswa Perempuan. Pada jenjang pendidikan sekolah Dasar (SD) sebanyak 209.207 Siswa, yaitu 109.975 Laki-laki dan 99.232 Perempuan. Siswa pada jenjang pendidikan SD paling banyak berada di Kota Bengkulu yaitu 36.638 Siswa. Jenjang pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP) dengan jumlah total 88.906 siswa dengan Siswa Laki-laki sebanyak 45.100 dan 43.806 Siswa Perempuan. Siswa SMP terbanyak di Kabupaten Rejang Lebong yaitu 12.864 siswa. Selanjutnya, Siswa pada jenjang pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA) dengan jumlah total sebanyak 48.088 Siswa meliputi 21.690 Laki-laki dan 26.398 Perempuan, yang mana Siswa SMA terbanyak berada di Kota Bengkulu yaitu 10.957 Siswa. Kemudian Siswa pada jenjang pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) terdiri dari 17.005 Siswa Laki-laki dan 11.338 Siswa Perempuan dengan total Siswa 28.343. Siswa SMK terbanyak berada di Kota Bengkulu yaitu 7.958 Siswa. Siswa pada jenjang pendidikan Sekolah Luar Biasa (SLB) ini terdiri dari 819 siswa Laki-laki dan 524 siswa Perempuan, dengan Siswa terbanyak berada di Kota Bengkulu yaitu 563 Siswa.
85
Tabel 5.3 Jumlah Siswa menurut Jenis Kelamin di Kabupaten/Kota Provinsi Bengkulu Tahun 2018
No Wilayah Jumlah Jenis Kelamin
L P
1 Kota Bengkulu 73,166 38,125 35,041
2 Kab. Bengkulu Utara 56,161 28,906 27,255 3 Kab. Rejang Lebong 52,933 27,25 25,683
4 Kab. Seluma 36,922 19,265 17,657
5 Kab. Muko-muko 35,006 18,263 16,743
6 Kab. Bengkulu Selatan 33,612 17,19 16,422
7 Kab. Kaur 24,109 12,567 11,542
8 Kab. Kepahiang 24,063 12,569 11,494
9 Kab. Bengkulu Tengah 20,908 10,866 10,042
10 Kab. Lebong 19,007 9,588 9,419
Total 375,887 194,589 181,298
Sumber: Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu, 2019
86
BAB 6. PERTANIAN
Pertanian mempunyai peranan yang penting terhadap Perekonomian Provinsi Bengkulu, sampai saat ini sektor pertanian merupakan penyumbang tertinggi terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi Bengkulu yaitu sebesar 29,85 % (Data tahun 2016).
ANGKA SEMENTARA 2018 LUAS PANEN, HASIL PER HEKTAR DAN PODUKSI PADI DAN PALAWIJA MENURUT KABUPATEN/KOTA
SE-PROVINSI BENGKULU
Tabel 6.1 Luas Panen, Produktivitas dan Produksi Kacang hijau
KABUPATEN/KOTA
Realisasi Jan-Apr Perkiraan Mei-Agt Luas
Panen
(Ha) Produktivitas Produksi (Ton)
Luas Panen
(Ha) Produktivitas Produksi (Ton)
01. BENGKULU SELATAN 7 10 7 15 9,8 15
02. REJANG LEBONG 8 10 8 3 9,93 3
03. BENGKULU UTARA 35 10,57 37 11 9,94 11
04. KAUR 21 10 21 18 9,93 18
05. SELUMA 10 10 10 18 9,66 17
06. MUKOMUKO 14 10 14 11 9,94 11
07. LEBONG - - - 0 - -
08. KEPAHIANG - - - 0 - -
09. BENGKULU TENGAH 1 10 1 4 10,43 4
10. KOTA BENGKULU - - - 0 - -
PROVINSI BENGKULU 96 10,21 98 80 9,87 79
Sumber: Dinas Pertanian Provinsi Bengkulu, 2019
87
Lanjutan tabel 6.1.
KABUPATEN/KOTA
Perkiraan Sept-Des Perkiraan Jan-Des Luas
Panen
(Ha) Produktivitas Produksi (Ton)
Luas Panen
(Ha) Produktivitas Produksi (Ton)
Sumber: Dinas Pertanian Provinsi Bengkulu, 2019
Berdasarkan tabel 6.1, realisasi Kacang Hijau di bulan Januari sampai dengan bulan April luas panen tertinggi terdapat pada Kabupaten Bengkulu Utara yaitu 35 Ha, kemudian produktivitas tertinggi terdapat pada Kabupaten Bengkulu Utara dengan jumlah produktivitas 10,57 dan produksi paling tinggi terdapat pada Kabupaten Bengkulu Utara dengan jumlah 37 ton. Perkiraan bulan Mei sampai dengan bulan Agustus, jumlah luas panen tertinggi terdapat pada Kabupaten Kaur dan Seluma yaitu 18 Ha, untuk produktivitas tertinggi terdapat pada Kabupaten Bengkulu Tengah dan produksi tertinggi terdapat pada Kabupaten Kaur. Perkiraan pada bulan September sampai dengan bulan Desember jumlah luas panen terbesar terdapat pada Kabupaten Kaur yaitu 21 Ha, produktivitas terbesar terdapat pada 5 (lima) kabupaten yaitu Kabupaten Bengkulu Selatan, Rejang Lebong, Bengkulu Utara, Mukomuko dan Bengkulu Tengah dengan jumlah 10 dan produksi terbesar terdapat pada Kabupaten Kaur yaitu 20 ton. Perkiraan Januari sampai Desember adalah jumlah dari perkiraan sebelumnya, luas panen Kacang Hijau di Provinsi Bengkulu diperkirakan berjumlah 250 Ha dengan
88
produktivitas sebesar 9,88 dan jumlah produksi Kacang Hijau di Provinsi Bengkulu diperkirakan berjumlah 247 ton pada tahun 2018.
Tabel 6.2 Luas Panen, Produktivitas dan Produksi Ubi kayu
KABUPATEN/KOTA
Realisasi Jan-Apr Perkiraan Mei-Agt
Realisasi Jan-Apr Perkiraan Mei-Agt