BAB V. DUPAK, PAK JABATAN FUNGSIONAL TEKNISI
A. Angka Kredit
NO BUTIR KEGIATAN SATUAN
HASIL TL. PEMULA TL. PELAKSA NA TL. PELAKS. LANJUT AN TL. PENYE LIA I. PENDIDIKAN
A. Pendidikan sekolah dan memperoleh Gelar/Ijazah
1. Diploma III Ijazah 60 60 60 60
2. Diploma II Ijazah 40 40 40 40
3. Sekolah Menengah Tingkat Atas / Diploma I Ijazah 25 25 25 25
B. Pendidikan dan Pelatihan di bidang Fungsional Teknisi Litkayasa dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPP)
1. Lamanya lebih dari 960 jam STTPP 15 15 15 15
2. Lamanya antara 641 – 960 jam STTPP 9 9 9 9
3. Lamanya antara 481 – 640 jam STTPP 6 6 6 6
NO BUTIR KEGIATAN SATUAN HASIL TL. PEMULA TL. PELAKSA NA TL. PELAKS. LANJUT AN TL. PENYE LIA
5. Lamanya antara 81 – 160 jam STTPP 2 2 2 2 6. Lamanya antara 30 – 80 jam STTPP 1 1 1 1
II. PELAYANAN KEGIATAN PENELITIAN DAN PEREKAYASAAN
A. Pelaksanaan Kegiatan Percobaan 0,71 0,88 1,03 1,17
1. Menyusun rencana percobaan Laporan 0,14 0,18 0,22 0,28
2. Menyusun kebutuhan percobaan Laporan 0,09 0,11 0,14 0,14 3. Menyiapkan kebutuhan percobaan Laporan 0,05 0,05 0,05 0,05 4. Melakukan pengamatan / pengukuran obyek
percobaan Laporan 0,06 0,08 0,08 0,08
5. Mengolah data percobaan Laporan 0,12 0,15 0,15 0,15 6. Menganalisa hasil percobaan Laporan 0,25 0,31 0,39 0,48 B. Pelaksanaan Kegiatan Survei 0,34 0,42 0,49 0,56
1. Menyusun kebutuhan survei Laporan 0,07 0,09 0,11 0,11
2. Mengumpulkan data Laporan 0,04 0,04 0,04 0,04
3. Mengelompokkan data survei obyek percobaan data
survei Laporan 0,06 0,08 0,08 0,08
4. Menganalisa hasil survei Laporan 0,17 0,21 0,26 0,33 C. Pelaksanaan Kegiatan Rancang Bangun/
Perekayasaan 0,66 0,79 0,96 1,43
1. Merencanakan kebutuhan pembuatan proses /
sistem / model / prototip Laporan 0,23 0,28 0,35 0,44 2. Menyiapkan kebutuhan pembuatan proses / sistem /
model / prototip Laporan 0,05 0,05 0,05 0,05
3. Menyusun rangkaian pembuatan proses / sistem /
model / prototip Laporan 0,06 0,07 0,07 0,07
4. Melakukan penyetelan dan pengujian rangkaian
pembuatan proses / sistem / model / prototip Laporan 0,13 0,16 0,20 0,20 5. Melakukan pembuatan bagian-bagian dari prototip Laporan 0,07 0,08 0,11 0,11 6. Melakukan pengawasan kegiatan pelayanan
perekayasaan Laporan 0,12 0,15 0,18 0,23
D. Pelaksanaan Jasa Teknis 0,31 0,37 0,44 0,49
1. Mengambil dan memproses contoh Laporan 0,04 0,04 0,04 0,04 2. Melakukan pengukuran / analisa Laporan 0,05 0,06 0,06 0,06 3. Menguji bahan unjuk kerja alat Laporan 0,09 0,11 0,14 0,14 4. Melakukan layanan informasi teknis ilmiah Laporan 0,13 0,16 0,20 0,25 E. Pemeliharaan Alat dan Fasilitas 0,39 0,46 0,55 0,62
1. Memelihara alat dan fasilitas Laporan 0,06 0,06 0,06 0,06 2. Memperbaiki alat dan fasilitas Laporan 0,06 0,07 0,07 0,07 3. Melakukan penyetelan dan kalibrasialat Laporan 0,07 0,09 0,11 0,11 4. Melakukan peningkatan fungsi alat dan fasilitas Laporan 0,11 0,13 0,17 0,21
5. Melakukan penjaminan mutu laboratorium fasilitas Laporan 0,09 0,11 0,14 0,17 F. Pemasyarakatan Hasil Penelitian dan Perekayasaan 0,47 0,55 0,64 0,70
1. Membuat bahan audio visual Laporan 0,10 0,12 0,15 0,15 2. Membuat alat peraga dan maket Laporan 0,05 0,06 0,06 0,06 3. Menyiapkan bahan penyuluhan brosur, leaflet,
cooklet Laporan 0,13 0,13 0,13 0,13
4. Melakukan penyuluhan penerapan hasil penelitian
dan Perekayasaan Laporan 0,14 0,18 0,24 0,30
5. Memandu kegiatan promosi Iptek Laporan 0,05 0,06 0,06 0,06
G. Pemrosesan hasil penelitian dan perekayasaan Laporan 0,66 0,81 0,96 1,08
1. Melakukan pelayanan pemrosesan hasil penelitian Laporan 0,05 0,05 0,05 0,05 2. Melakukan pelayanan pemrosesan hasil
NO BUTIR KEGIATAN SATUAN HASIL TL. PEMULA TL. PELAKSA NA TL. PELAKS. LANJUT AN TL. PENYE LIA
5. Menganalisis hasil pengujian unjuk kerja produk
Perekayasaan Laporan 0,16 0,20 0,25 0,31
6. Melakukan supervisi proses hasil penelitian /
perekayasaan Laporan 0,16 0,20 0,25 0,31
III. PENGEMBANGAN PROFESI
A. Membuat Karya Tulis/ Karya Ilmiah di Bidang Penelitian dan Perekayasaan
1. Karya ilmiah hasil penelitian, pengkajian, survei, dan evaluasi di bidang penelitian dan perekayasaan yang dipublikasikan:
a. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan
secara Nasional Tiap buku 12,5 12,5 12,5 12,5 b. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI Tiap
makalah 6,0 6,0 6,0 6,0
2. Karya ilmiah hasil penelitian, pengkajian, survei, dan evaluasi di bidang penelitian dan perekayasaan yang tidak dipublikasikan:
a. Dalam bentuk buku Tiap buku 8,0 8,0 8,0 8,0
b. Dalam bentuk makalah Tiap
makalah 4,0 4,0 4,0 4,0
3. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah di bidang rancang bangun bidang penelitian dan
perekayasaan hasil gagasan sendiri yang dipublikasikan:
a. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan
diedarkan secara nasional Tiap buku 8,0 8,0 8,0 8,0 b. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI Tiap
naskah 4,0 4,0 4,0 4,0
4. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah di bidang rancang bangun bidang penelitian dan
perekayasaan hasil gagasan sendiri yang tidak dipublikasikan:
a. Dalam bentuk buku Tiap buku 7,0 7,0 7,0 7,0
b. Dalam bentuk makalah Tiap
makalah 3,5 3,5 3,5 3,5
5. Karya tulis ilmiah popular di bidang penelitian dan perekayasaan yang disebarluaskan melalui media massa
Tiap
naskah 2,5 2,5 2,5 2,5
6. Menyampaikan prasaran berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri di bidang penelitian dan perekayasaan dalam pertemuan ilmiah
Tiap
naskah 2,5 2,5 2,5 2,5
B. Menyusun Petunjuk Teknis Pelaksanaan
Pengelolaan Kegiatan Penelitian dan Perekayasaan
Tiap
naskah 3,0 3,0 3,0 3,0
C. Menerjemahkan / Menyadur Buku dan Bahan-bahan Lain di Bidang Penelitian dan Perekayasaan
1. Terjemahan/ saduran di bidang penelitian dan perekayasaan yang dipublikasikan
a. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan
secara nasional Tiap buku 7,0 7,0 7,0 7,0
b. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI Tiap
naskah 3,5 3,5 3,5 3,5
2. Terjemahan/ saduran di bidang penelitian dan perekayasaan yang tidak dipublikasikan
a. Dalam bentuk buku Tiap buku 3,5 3,5 3,5 3,5
b. Dalam bentuk makalah Tiap
makalah 1,5 1,5 1,5 1,5
D. Mengembangkan Teknologi Tepat Guna di Bidang Pelayanan Kegiatan Penelitian dan Perekayasaan
Tiap
NO BUTIR KEGIATAN SATUAN HASIL TL. PEMULA TL. PELAKSA NA TL. PELAKS. LANJUT AN TL. PENYE LIA IV. KEGIATAN PENUNJANG
A. Mengajar/ Melatih di Bidang Penelitian dan Perekayasaan
1. Mengajar/ melatih diklat Setiap 2
jam 0,04 0,04 0,04 0,04 2. Membimbing siswa Setiap kali 0,04 0,04 0,04 0,04
B. Mengikuti Seminar / Lokakarya
1. Pemrasaran Setiap kali 3,0 3,0 3,0 3,0
2. Moderator / pembahas / narasumber Setiap kali 2,0 2,0 2,0 2,0
3. Peserta Setiap kali 1,0 1,0 1,0 1,0
C. Menjadi Tim Penilai Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa
Menjadi anggota Tim Penilai Jabatan Fungsiona Teknisi Litkayasa
Setiap
tahun 0,5 0,5 0,5 0,5
D. Menjadi Anggota Organisasi Profesi
1. Tingkat Nasional/ Internasional sebagai:
a. Pengurus aktif Per tahun 1,0 1,0 1,0 1,0
b. Anggota aktif Per tahun 0,75 0,75 0,75 0,75 2. Tingkat Provinsi / Kabupaten / Kota sebagai:
a. Pengurus aktif Per tahun 0,5 0,5 0,5 0,5
b. Anggota aktif Per tahun 0,3 0,3 0,3 0,3
E. Memperoleh Penghargaan / Tanda Jasa
1. Satya Lencana Karya Satya 30 (tigapuluh) tahun Tanda jasa 3,0 3,0 3,0 3,0 2. Satya Lencana Karya Satya 20 (duapuluh) tahun Tanda jasa 2,0 2,0 2,0 2,0 3. Satya Lencana Karya Satya 10 (sepuluh) tahun Tanda jasa 1,0 1,0 1,0 1,0 4. Penghargaan Pemerintah atas prestasi dibidangnya *) Tanda jasa 15,0 15,0 15,0 15,0
F. Memperoleh Gelar Kesarjanaan Lain
1. Sarjana (S1) Ijazah 5,0 5,0 5,0 5,0
2. Diploma III Ijazah 3,0 3,0 3,0 3,0
3. Diploma II Ijazah 2,0 2,0 2,0 2,0
Keterangan :
BAB IV
PEMBINAAN KARIER
JABATAN FUNGSIONAL TEKNISI LlTKAYASA
Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa (JFTL) adalah salah satu jabatan dari jabatan fungsional tertentu yang saat ini ada dan dikelola secara nasional. Jabatan ini merupakan jabatan karier bagi PNS dengan ijazah serendah-rendahnya SLTA/Diploma I, yang memungkinkan PNS pemangku jabatan Teknisi Litkayasa meniti karier hingga pangkat/Gol Ruang Penata Tk I – III/d, sesuai dengan jabatan yang dipangkunya berdasarkan angka kredit yang dimiliki.
Oleh karenanya pembinaan dan pengembangan karier bagi Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa perlu mendapat perhatian yang khusus dan seksama tidak saja dari BPPT sebagai Instansi Pembina Jabatan akan tetapi juga dari seluruh pihak yang terkait : pejabat pengelola yang menangani Administrasi Jabatan Teknisi Litkayasa pada Instansi pengguna jabatan; Tim penilai Jabatan; Atasan Langsung / pimpinan unit dimana pemangku jabatan itu berada dan Pemangku jabatan itu sendiri. Pembinaan karier jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa meliputi :
- Pengangkatan pertama dalam jabatan Teknisi Litkayasa - Penempatan Teknisi Litkayasa
- Kenaikan jabatan dan pangkat Teknisi Litkayasa
- Pembebasan sementara dari jabatan Teknisi Litkayasa - Pengangkatan kembali dalam jabatan Teknisi Litkayasa - Pemberhentian dari jabatan Teknisi Litkayasa
- Perpindahan jabatan dari Teknisi Litkayasa ke fungsional lain - Pedoman pembinaan karier jabatan Teknisi Litkayasa
A. Pengangkatan Pertama
1. Pengangkatan Pertama dalam jabatan Teknisi Litkayasa harus memenuhi syarat berikut:
a. Ada formasi untuk jabatan tersebut pada instansi yang bersangkutan.
b. Berijazah minimal Sekolah Menengah Tingkat Atas termasuk Diploma I (DI) sesuai dengan tugas pokok dan fungsi unit kerja yang bersangkutan. Jika tidak sesuai dengan tugas pokok dan fungsi unit kerja, harus dilampirkan surat penugasan (form lampiran 1) dari kepala unit kerja yang bersangkutan.
c. Pangkat serendah-rendahnya Pengatur Muda, golongan ruang II/a. d. Telah bekerja dalam bidang pelayanan penelitian atau
perekayasaan sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun dengan melampirkan surat keterangan (form lampiran 4) yang menerangkan sejak kapan yang bersangkutan bekerja dalam bidang penelitian dan perekayasaan.
e. Sekurang-kurangnya 5 (lima) tahun sebelum mencapai batas usia pensiun berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
f. Penentuan jabatan Teknisi Litkayasa digunakan jumlah Angka Kredit yang berasal dari unsur utama.
g. Semua unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan dalam DP3 pada 1 (satu) tahun terakhir sekurang-kurangnya bernilai baik.
h. Telah mengikuti pendidikan dan pelatihan fungsional Teknisi Litkayasa dan mendapat STTPP.
i. Mengajukan surat permohonan untuk diangkat sebagai Teknisi Litkayasa ( form lampiran 5).
j. Data Usul Penetapan Angka Kredit ( DUPAK ).
k. Surat Pernyataan melakukan kegiatan pelayanan penelitian dan perekayasaan.
l. Surat pengusulan pengangkatan dalam jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa dari Unit Kerja kepada Pejabat yang berhak mengangkat dalam jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa ( form lampiran 6 ). 2. Pengangkatan PNS dari jabatan lain ke dalam jabatan fungsional
Teknisi Litkayasa diatur sebagaimana pengangkatan pertama jabatan fungsional Teknisi Litkayasa, serta dilengkapi Surat Pemberhentian dari Jabatan struktural/Fungsional lain sebelumnya.
3. Calon Teknisi Litkayasa yang diangkat ke dalam Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa, pangkat / golongan ruang ditetapkan sama dengan pangkat / golongan ruang yang dimiliki, sedangkan jenjang jabatan Teknisi Litkayasa ditetapkan berdasarkan Angka Kredit hasil penilaian yang tertuang dalam Surat Keputusan Penetapan Angka Kredit yang bersangkutan.
Contoh 18 :
Penentuan angka kredit untuk pengangkatan pertama.
1) Saudara Zaenal pendidikan terakhir adalah Diploma III, bekerja di salah satu unit kerja di departemen yang tupoksinya adalah di bidang penelitian dan perekayasaan terhitung mulai 1 April 2003, sebagai Calon PNS. Pada tanggal 1 April 2004 yang bersangkutan diangkat sebagai PNS dengan pangkat Pengatur golongan ruang II/c. Untuk dapat diangkat pertama kali sebagai pejabat Teknisi Litkayasa yang bersangkutan harus memenuhi masa kerja dua tahun (paling cepat pada 1 April 2005), mempunyai angka kredit dari unsur utama minimal 60. DP3 untuk 2004 semua unsur minimal bernilai baik. (karena yang bersangkutan berijazah DIII, maka angka kredit yang bersangkutan cukup dari ijazah saja, yaitu 60).
2) Saudara Pande pendidikan terakhir SMA, adalah Calon PNS terhitung mulai tanggal1 April 1998. Pada 6 (enam) tahun pertama (1 April 1998 sampai dengan 1 April 2004) ditempatkan di bidang administrasi, dan sejak 1 April 2004 dipindahkan ke unit dengan tupoksi di bidang penelitian dan perekayasaan. Pangkat terakhir Sdr. Pande adalah Pengatur Muda Tingkat I, golongan ruang II/b ,
jabatan Teknisi Litkayasa, maka ia harus menunggu 2 tahun lagi meskipun angka kreditnya dihitung sejak 1 April 2004 dari unsur utama. Sebelum dapat dilaksanakan diklat fungsional, yang bersangkutan harus mendapat surat pernyataan dari pemimpin unit kerjanya bahwa yang bersangkutan mempunyai kompetensi untuk melaksanakan kegiatan pelayanan penelitian dan perekayasaan sesuai tupoksi unit kerja tersebut, yang bersangkutan baru dapat diangkat paling cepat pada 1 April 2006 dengan golongan tetap II/b dan jabatan tergantung pada jumlah angka kredit yang diperoleh.
B. Penempatan Teknisi Litkayasa
Pejabat Teknisi Litkayasa selain di unit penelitian dan pengembangan, dapat ditempatkan di unit kerja lain yang melaksanakan kegiatan penelitian dan perekayasaan pada Departemen; Kementerian; Lembaga Pemerintah Non Departemen; Pemerintah Provinsi, Kabupaten/Kota.
C. Kenaikan Jabatan dan Pangkat
1. Kenaikan jenjang jabatan bagi pejabat fungsional Teknisi Litkayasa harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:
a. Setiap unsur penilaian DP3 dalam 1 (satu) tahun terakhir sekurang kurangnya bernilai baik.
b. Memenuhi jumlah tambahan angka kredit yang disyaratkan untuk kenaikan jabatan setingkat lebih tinggi.
c. Sekurang-kurangnya telah 1 (satu) tahun dalam jabatan terakhir. 2. Kenaikan pangkat Pejabat Fungsional Teknisi Litkayasa harus
memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:
a. Setiap unsur penilaian DP3 dalam 2 (dua) tahun terakhir sekurang- kurangnya bernilai baik.
b. Memenuhi jumlah tambahan angka kredit yang disyaratkan untuk kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi.
c. Sekurang-kurangnya telah 2 (dua) tahun dalam pangkat terakhir. 3. Angka kredit sebagaimana disebut dalam butir 1 dan 2 di atas
sekurang-kurangnya 80 persen berasal dari unsur utama dan sebanyak-banyaknya 20 persen dari unsur penunjang.
4. PNS yang diangkat dalam Jabatan Teknisi Litkayasa, dan telah mem-peroleh angka kredit yang dipersyaratkan untuk kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi pada tahun pertama dalam masa jabatan yang didudukinya, pada tahun berikutnya, yang bersangkutan tetap diharuskan mengumpulkan angka kredit sekurang-kurangya 20% dari jumlah selisih angka kredit yang dipersyaratkan untuk kenaikan pangkat berikutnya. Angka kredit ini berasal dari unsur utama yaitu kegiatan pelayanan penelitian / rancang-bangun / perekayasaan dan / atau pengembangan profesi.
Contoh 19 :
Seorang Teknisi Litkayasa Pelaksana dengan pangkat Pengatur Muda Tingkat I, golongan ruang II/b dengan angka kredit 40 pada tahun 2001.
Setelah tiga tahun per 1 April 2004 berhasil mengumpulkan angka kredit sampai 85 yang memenuhi syarat sebagai Teknisi Litkayasa Pelaksana dengan pangkat Pengatur Tk I, Golongan II/d.
Untuk itu TMT 1 April 2004 pangkatnya dinaikkan menjadi Pengatur, Golongan Ruang II/c, sedangkan untuk kenaikkan berikutnya menjadi Pengatur Tk. I, Golongan Ruang II/d TMT 1 April 2006 baru akan diproses, apabila Teknisi Litkayasa tersebut dapat mengumpulkan angka kredit sekurang-kurangnya 20 % dari 20. Angka kredit 20 berasal dari selisih angka kredit yang disyaratkan pada Teknisi Litkayasa Pelaksana, Pengatur Tingkat I, Golongan Ruang II/d (80) dengan angka kredit yang disyaratkan pada Teknisi Litkaysa Pelaksana , Pengatur, Golongan Ruang II/c (60).
5. Untuk kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi, Pejabat Teknisi Litkayasa harus telah dua tahun menduduki pangkat terakhir. Oleh karena itu, pengajuan penilaian angka kredit dapat dilakukan paling cepat dua tahun setelah pangkat terakhir, kecuali untuk pejabat Teknisi Litkayasa Penyelia golongan ruang IIl/d diwajibkan setiap tahun sejak menduduki jabatan / pangkat mengumpulkan angka kredit sekurang-kurangnya 10 (sepuluh) dari Unsur Utama.
D. Pembebasan Sementara
Pembebasan sementara adalah pembebasan PNS dari Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa selama jangka waktu tertentu. Pembebasan sementara berarti yang bersangkutan kehilangan hak atas tunjangan, namun angka kredit terakhir yang dimilikinya tetap berlaku.
1. Pejabat Teknisi Litkayasa dapat dibebaskan sementara dari jabatan Teknisi Litkayasanya apabila :
a. Dalam jangka waktu 5 (lima) tahun sejak diangkat dalam pangkat terakhir tidak dapat mengumpulkan angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan pangkat bagi Teknisi Litkayasa Pelaksana Pemula , Golongan Ruang II/a sampai Teknisi Litkayasa Penyelia, Golongan Ruang III/c.
b. Dalam jangka waktu 1 (satu) tahun sejak diangkat dalam pangkat terakhir tidak dapat mengumpulkan angka kredit sekurang-kurangnya 10 (sepuluh), bagi Teknisi Litkayasa Penyelia golongan ruang III/d dari pelayanan kegiatan penelitian dan perekayasaan dan atau Pengembangan Profesi.
2. Teknisi Litkayasa juga dapat dibebaskan sementara dari Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa oleh sebab lainnya yaitu apabila:
a. Dijatuhi hukuman disiplin tingkat sedang atau tingkat berat berupa penurunan pangkat, berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980.
b. Diberhentikan sementara sebagai PNS berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 1966.
fungsional Teknisi Litkayasa tidak diperbolehkan merangkap jabatan.
d. Cuti di luar tanggungan negara, kecuali untuk persalinan keempat dan seterusnya.
e. Tugas belajar lebih dari 6 (enam) bulan,
Selama pembebasan sementara tugas belajar lebih dari 6 (enam) bulan, yang bersangkutan dapat dipertimbangkan kenaikan pangkat regulernya, sesuai dengan ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 1980 pasal 7 sebagai berikut:
- Pangkat belum mencapai pangkat tertinggi/puncak. - Telah 4 (empat) tahun dalam pangkat yang dimilikinya. - Setiap unsur dalam DP3 sekurang-kurangnya bernilai baik
dalam 2 (dua) tahun terakhir.
3. Pejabat yang berwenang menetapkan pembebasan sementara adalah pejabat yang berwenang mengangkat dalam jabatan Teknisi Litkayasa. 4. SK Pembebasan Sementara dari Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa
berlaku terhitung mulai:
a Tanggal berlakunya hukuman disiplin.
b. Tanggal berlakunya SK Pemberhentian Sementara sebagai PNS (sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 1966).
c. Tanggal pelantikan dalam jabatan lain.
d. Tanggal berlakunya cuti di luar tanggungan negara.
e. Bulan ke tujuh sejak tanggal penugasan belajar untuk penugasan belajar lebih dari 6 bulan.
5. Pejabat unit kepegawaian pada instansinya, memberitahukan secara tertulis kepada Teknisi Litkayasa Pelaksana Pemula (golongan ruang II/a), sampai dengan Teknisi Litkayasa Penyelia (golongan ruang IlI/d) yang diperkirakan tidak akan memperoleh jumlah angka kredit yang dipersyaratkan, selambat-Iambatnya :
a. Satu tahun sebelum batas waktu yang ditetapkan berakhir bagi Teknisi Litkayasa Pelaksana Pemula (golongan ruang II/a) sampai dengan Teknisi Litkayasa Penyelia (golongan ruang III/c).
b. Enam bulan sebelum batas waktu yang ditetapkan berakhir bagi Teknisi Litkayasa Penyelia (golongan ruang IlI/d).
6. Teknisi Litkayasa yang dibebaskan sementara kecuali: yang dijatuhi hukuman disiplin, diberhentikan sementara dari PNS, dan cuti di luar tanggungan negara dapat tetap melaksanakan kegiatan bidang penelitian dan perekayasaan, dan kegiatan tersebut dapat dinilai untuk diberikan angka kredit, walaupun tunjangan fungsionalnya tidak dibayarkan.
E. Pengangkatan Kembali Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa
1. Pengangkatan kembali ke dalam jabatan fungsional Teknisi Litkayasa setelah menjalani Pembebasan Sementara dapat dipertimbangkan apabila:
waktu 1 (satu) tahun sejak dibebaskan sementara.
b. Telah selesai menjalankan hukuman disiplin tingkat sedang dan berat.
c. Dinyatakan tidak bersalah atau dijatuhi pidana percobaan oleh pengadilan yang memiliki kekuatan hukum tetap.
d. Telah selesai menjalani tugas di luar jabatan Teknisi Litkayasa. e. Telah diangkat kembali pada instansi semula setelah cuti di luar
tanggungan negara.
f. Telah selesai tugas belajar lebih dari 6 bulan.
2. Jenjang jabatan bagi PNS yang diangkat kembali ditetapkan berdasarkan jumlah angka kredit yang pernah dimiliki dan angka kredit baru yang diperoleh selama Teknisi Litkayasa yang bersangkutan dibebaskan sementara.
3. Bagi Teknisi Litkayasa yang dijatuhi hukuman disiplin ringan dan sedang, angka kredit baru yang diperoleh selama yang bersangkutan dibebaskan sementara, tidak dapat diikutsertakan dalam perhitungan penetapan angka kredit.
Contoh 20 :
Saudara Yudhi pendidikan terakhir Diploma III, pangkat Penata, golongan ruang III/c dan menjabat sebagai Teknisi Litkayasa Penyelia, terhitung mulai tanggal 1 Oktober 2001 dengan angka kredit 210. Yang bersangkutan sejak 1 Desember 2001 dibebaskan sementara dari jabatan fungsional Teknisi Litkayasa Karena diangkat sebagai pejabat struktural yaitu Kepala Sub Bidang. Tanggal 1 Oktober 2005 yang bersangkutan naik pangkat menjadi Penata Tingkat I, golongan ruang III/d. Pada tanggal 1 Desember 2005 yang bersangkutan tidak lagi memangku jabatan struktural dan kembali menekuni profesi sebagai pejabat fungsional Teknisi Litkayasa.
Untuk menentukan jenjang jabatan yang bersangkutan, setelah kembali menjadi fungsional Teknisi Litkayasa, maka yang bersangkutan mengajukan Data Usul Penilaian Angka Kredit (DUPAK) dengan masa penilaian 1 Okotber 2001 sampai dengan 30 September 2005. Angka kredit yang diusulkan sebesar 100 yang diperoleh dari pelaksanaan kegiatan utama 80 dan kegiatan penunjang sebesar 20. Angka kredit tersebut sebagian diperoleh selama yang bersangkutan menduduki jabatan struktural. Penetapan Angka Kredit (PAK) yang bersangkutan disetujui sebesar 310 (210 lama + 100 baru). Sdr. Yudhi diangkat kembali dalam jabatan fungsional Teknisi Litkayasa Penyelia, golongan ruang III/d, bila yang bersangkutan belum mencapai batas usia pensiun (56 tahun).
F. Pemberhentian dari Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa
Pemberhentian dari jabatan fungsional Teknisi Litkayasa tidak berarti pemberhentian sebagai PNS, kecuali yang bersangkutan memang berhenti atau diberhentikan sebagai PNS.
1. Teknisi Litkayasa akan diberhentikan dari jabatan fungsionalnya apabila yang bersangkutan:
a. Dalam jangka waktu 1 (satu) tahun setelah pembebasan sementara bagi Teknisi Litkayasa Pemula, golongan ruang II/a sampai dengan Teknisi Litkayasa Penyelia golongan ruang III/d, tidak dapat memenuhi angka kredit yang disyaratkan.
c. Dijatuhi hukuman penjara atau kurungan berdasarkan keputusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan yang tetap.
d. Berhenti dari PNS karena permintaan sendiri, atau pensiun. e. Mengajukan permohonan berhenti sebagai Teknisi Litkayasa.
2. Teknisi Litkayasa yang diberhentikan dari Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa tidak dapat diangkat kembali ke dalam jabatan fungsional Teknisi Litkayasa.
3. Teknisi Litkayasa yang telah diberhentikan dari Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa dapat dinaikkan pangkatnya secara reguler, sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
G. Perpindahan Jabatan
Teknisi Litkayasa yang melanjutkan pendidikan dan memperoleh ijazah sarjana (S1)/Diploma IV (D4) dan telah disesuaikan pada instansi yang bersangkutan sehingga mempunyai pangkat/golongan ruang minimal Penata Muda III/a, dapat beralih kejabatan fungsional keahlian yang tersedia pada instansi yang bersangkutan.
Ketentuan alih jabatan ke fungsional keahlian sebagai berikut : 1. Berhenti dari jabatan fungsional Teknisi Litkayasa
2. Mengajukan permohonan menjadi pemangku jabatan fungsional keahlian yang dituju.
3. Ada formasi untuk jabatan tersebut.
4. Lulus pendidikan dan pelatihan untuk jabatan tersebut.
5. Usia maksimal 5 (lima) tahun sebelum mencapai usia pensiun.
6. Setiap unsur dalam DP3 sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir.
7. Telah bekerja sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun sesuai dengan tupoksi untuk jabatan itu.
H. Pembinaan Karir Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa
Sebagai instansi pembina, BPPT mempunyai tugas sebagai berikut : 1. Menyusun pedoman formasi Teknisi Litkayasa.
2. Menyusun standar kompetensi Jabatan Teknisi Litkayasa. 3. Mengusulkan tunjangan jabatan Teknisi Litkayasa.
4. Menyusun kurikulum diklat Teknisi Litkayasa.
5. Menyelenggarakan diklat fungsional dan diklat teknis bagi Teknisi Litkayasa.
6. Membangun dan mengembangkan sistem informasi jabatan Teknisi Litkayasa.
7. Memfasilitasi pelaksanaan jabatan Teknisi Litkayasa.
8. Memfasilitasi pembentukan organisasi profesi bagi Pejabat Teknisi Litkayasa.
9. Memfasilitasi penyusunan kode etik jabatan Teknisi Litkayasa. 10. Melakukan monitoring dan evaluasi jabatan Teknisi Litkayasa.
BAB V
DATA USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT (DUPAK) DAN
PENETAPAN ANGKA KREDIT (PAK)
JABATAN FUNGSIONAL TEKNISI LlTKAYASA
A. Angka Kredit1. Pengertian Angka Kredit
Angka Kredit adalah suatu angka yang diberikan berdasarkan penilaian atas prestasi yang telah dicapai oleh Teknisi Litkayasa dalam mengerjakan butir kegiatan dan digunakan sebagai salah satu syarat untuk pengangkatan dan kenaikan pangkat dan jabatan Teknisi Litkayasa.
Dari batasan tersebut terlihat bahwa angka kredit merupakan faktor penentu status jabatan dan kepangkatan Teknisi Litkayasa. Kenaikan jabatan /pangkat dapat dipercepat, tepat waktu, diperlambat atau bahkan dibebaskan sampai diberhentikan dari jabatan, tergantung pada kemampuan Teknisi Litkayasa dalam mengumpulkan angka kredit.
Angka Kredit diperlukan untuk:
- PNS yang akan diangkat untuk pertama kali dalam jabatan fungsional Teknisi Litkayasa, yaitu untuk menentukan jenjang jabatan yang bersangkutan sebagai pejabat fungsional Teknisi Litkayasa.
- Teknisi Litkayasa Pemula sampai Teknisi Litkayasa Penyelia yang akan naik pangkat jabatan atau mempertahankan (maintenance) jabatan.
Angka kredit diperoleh berdasarkan hasil penilaian atas prestasi dari pelaksanaan setiap butir rincian kegiatan sebagaimana disebutkan pada Lampiran I Keputusan Menpan No. 23/KEP/M.PAN/2/2003 dan peraturan Bersama Kepala BPPT dan Kepala BKN Nomor : 160/KA/BPPT/X/2005 nomor : 19A Tahun 2005. Oleh karena itu setiap Teknisi Litkayasa perlu memahami benar dalam melaksanakan kegiatan agar selalu sesuai dengan rincian butir kegiatan dalam