• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

G. Alat Pengumpulan Data

1. Angket Pola Asuh Orang Tua Demokratis

Angket dalam penelitian ini terdiri dari 12 indikator yang terdiri dari item positif dan item negatif. Keseluruhan item berjumlah 60 item yang terdiri dari 37 item positif dan 23 item negatif. Peneliti mengadopsi indikator yang digunakan oleh Nobertus (2001) dalam melakukan penelitian. Peneliti mengadopsi indikator yang digunakan oleh Nobertus (2001) karena penelitian yang dilakukan Nobertus sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh peneliti. Sedangkan untuk item dalam angket tersebut, baik itu item positif maupun item

negatif peneliti menyusunnya sendiri dengan menjabarkan indikator yang telah diadopsi.

Angket ini disusun dengan bentuk skala bertingkat yang memuat beberapa pernyataan tentang pola asuh orang tua demokratis terhadap prestasi belajar siswa. Angket ini disusun berdasarkan “Summated Rating acale (skala Likert)” (Sugiyono, 2010 : 134 – 138). Skala ini diubah dengan empat pilihan jawaban yaitu “Sangat Setuju (SS)”, “Setuju (S)”, “ Kadang Setuju (KS)”, dan “Tidak Setuju (TS)”. Item positif diberi skor yang bergerak dari 4-1 untuk pilihan yang berturut-turut dari “ Sangat Setuju (SS)” sampai “Tidak Setuju (TS)”. Sedangkan, untuk item negatif diberi skor yang bergerak dari 1-4 untuk pilihan “Sangat Setuju (SS)” sampai pilihan “ Tidak Setuju (TS)”.

Berikut ini akan dijabarkan skor untuk item positif dan skor untuk item negatif :

a. Jawaban dan skor untuk item positif, yaitu : 1. Sangat Setuju ( SS) : 4

2. Setuju (S) : 3 3. Kurang Setuju (KS) : 2 4. Tidak setuju (TS) : 1

b. Jawaban dan skor untuk item negatif, yaitu : 1. Sangat Setuju ( SS) : 1

2. Setuju (S) : 2 3. Kurang Setuju (KS) : 3

4. Tidak setuju (TS) : 4

Angket pola asuh demokratis disusun berdasarkan indikator sebagai berikut :

Tabel 3.3 Indikator Pola Asuh Orang Tua Demokrati

Indikator Item Positif Item negative

Hangat namun tegas • Orang tua selalu

mendengarkan, ketika saya hendak

menceritakan sesuatu • Orang tua senang jika

saya merencanakan kegiatan di luar sekolah • Orang tua senang jika

mendengarkan saya bercerita tentang kegiatan saya diluar sekolah • Orang tua membiarkan saya jika menghadapi kesulitan dalam mengerjakan tugas • Saya selalu sendiri jika saya sedang sedih di rumah

Mengenakan seperangkat standar untuk mengatur anak-anaknya yang sesuai dengan perkembangan anak

• Orang tua selalu

mengingatkan saya untuk bertingkah laku sopan pada setiap orang • Orang tua selalu

menasehati saya untuk berpakaian yang sopan dan rapi

• Orang tua selalu mengajari saya untuk berpenampilan yang rapi • Jika saya melakukan

• Orang tua jarang mengingatkan saya untuk selalu menepati janji • Orang tua memberikan batasan kepada saya untuk bermain dengan teman-teman

kesalahan, orang tua selalu menasehati saya • Orang tua selalu

mengingatkan saya untuk belajar

Menempatkan nilai yang tinggi pada perkembangan kemandirian dan pengaturan diri sendiri

• Setelah bangun tidur, orang tua selalu mengajarkan kepada saya untuk merapikan tempat tidur

• Orang tua selalu

membiasakan saya untuk cuci kaki setelah pulang sekolah

• Orang tua selalu

menanyakan kepada saya jika saya pulang

terlambat

• Orang tua yang menentukan saya jam untuk makan di rumah

• Orang tua memaksa saya untuk cuci kaki dan sikat gigi sebelum tidur

Menanamkan kebiasaan-kebiasaan rasional,

berorientasi pada masalah serta sering melibatkan diri dalam perbincangan dan penjelasan pada anak-anak seputar persoalan disiplin.

• Orang tua selalu

mengingatkan saya untuk berhati-hati jika pergi ke luar rumah

• Orang tua selau

mengingatkan saya untuk mengerjakan pekerjaan rumah

• Orang tua selalu

membiasakan saya untuk mematuhi tata tertib.

• Orang tua selalu sibuk jika saya membutuhkan bantuan pada saat belajar

• Orang tua selalu mencurigai saya jika pergi bersama teman-teman

Mendorong tumbuhnya interaksi saling member dan

• Orang tua memberi uang saku secukupnya sesuai

• Orang tua jarang mendengarkan

menerima dengan kebutuhan • Orang tua selalu

menfasilitasi saya untuk mengembangkan hobi • Orang tua memahami

kelebihan dan

kekurangan pada diri saya

usulan-usulan dari saya

• Orang tua marah jika saya protes terhadap aturan-aturan yang diberikan pada saya

Mendukung, menerima dan bertanggung jawab dalam mempertimbangkan berbagai alternative, akan tetapi tidak mendominasi dari sudut pandang mereka sendiri.

• Orang tua membiasakan saya untuk mau

membicarakan rencana-rencana yang ingin saya lakukan

• Orang tua mendukung setiap kegiatan saya • Orang tua selalu

membantu saya dalam belajar

• Setelah saya berbicara kepada orang tua tentang keinginan saya, maka orang tua berusaha untuk memenuhinya

• Orang tua kurang mendukung terhadap hobi saya

Menggunakan wewenang akan tetapi dalam

penerapannya bersifat membimbing anak

• Orang tua mengajari kepada saya untuk selalu minta maaf jika saya berbuat salah kepada orang lain

• Orang tua selalu

membiasakan saya untuk berterima kasih jika

• Saya

merahasiakan masalah yang saya miliki kepada orang tua. • Orang tua

membiarkan saya untuk

menerima sesuatu dari orang lain

• Orang tua selalu

membiasakan saya untuk membicarakan masalah yang saya hadapi secara terbuka

menyelesaikan masalah yang saya hadapi.

Melibatkan atau

mengijinkan anak dalam membuat keputusannya dan mengekspresikan

pandangannya sendiri serta menghargai individualitas anak, sementara orang tua ikut memberikan penjelasan yang masuk akal (bekerja sama dalam membuat keputusan)

• Orang tua memberikan kebebasan untuk mengungkapkan keinginan saya

• Orang tua menghargai keputusan saya untuk memilih kegiatan ekstrakurikuler • Saya diijinkan untuk

menginap untuk tidak pulang kerumah dengan alas an yang jelas

• Orang tua mebuat aturan dalam keluarga tanpa melibatkan saya • Orang tua merubah tujuan berlibur sesuai keinginan mereka.

Menghargai pendapat anak dan mendorongnya untuk mengungkapkannya

• Orang tua memberikan kesempatan pada saya untuk meminta kado ulang tahun

• Orang tua selalu menanyakan pada saya apakah bersedia untuk pergi bersama mereka • Saya selalu meceritakan

permasalahan kepada orang tua

• Orang tua selalu memaksakan kehendaknya kepada saya • Pendapat saya

jarang diterima oleh orang tua

anak untuk berfikir dan merenungkan setiap kejadian yang mereka hadapi

memberikan kesempatan pada saya untuk belajar mandiri

• Saya selalu ditanyakan alasan jika pulang tidak tepat waktu

• Orang tua mengajari saya untuk memahami kelebihan dan

kekurangan yang saya miliki mengajak saya untuk merenungkan kesalahan yang saya lakukan • Orang tua selalu

marah jika saya melakukan kesalahan tanpa mendengarkan penjelasannya terlebih dahulu Meyakinkan anak bahwa

orang tua menghargai apa yang ingin dicoba lakukan dan apa yang dihasilkan

• Orang tua memberikan kesempatan pada saya untuk menyapu,

mengepel, dan berkebun • Jika saya naik kelas,

maka orang tua selalu memberikan semangat dan menunjukkan rasa bangga kepada saya.

• Bila saya mendapatkan nilai jelek, maka orang tua akan marah

• Orang tua menunjukkan rasa bangga yang berlebihan Mendorong anak untuk

secara berangsur-angsur melepaskan diri dari ketergantungan terhadap peran orang tua

• Saya diberikan

kesempatan oleh orang tua untuk bergaul dengan teman-teman

• Orang tua memberikan tanggung jawab kepada saya untuk melakukan segala kegiatan

• Saya dikontrol sangat ketat oleh orang tua • Saya selalu disbanding-bandingkan dengan orang lain

Berdasarkan tabel indikator tersebut, maka peneliti menyusun indikator beserta sebaran item sebagai berikut :

Tabel 3.4 Indikator dan sebaran Item Pola Asuh Orang Tua Demokratis

No Indikator No. Item Positif

No. Item Negatif

+ - Total

1. Hangat namun tegas 2,4,5 1, 3 3 2 5 2. Mengenakan

seperangkat standar untuk mengatur anak-anaknya yang sesuai dengan perkembangan anak

6, 7, 9,10, 12, 8, 11 5 2 7

3. Menempatkan nilai yang tinggi pada perkembangan kemandirian dan pengaturan diri sendiri 13, 15, 17 14, 16 3 2 5 4. Menanamkan kebiasaan-kebiasaan rasional, berorientasi pada masalah serta sering melibatkan diri dalam perbincangan dan penjelasan pada anak-anak seputar persoalan disiplin.

18, 19, 21 20,22 3 2 5

tumbuhnya interaksi saling member dan menerima 6. Mendukung, menerima dan bertanggung jawab dalam mempertimbangkan berbagai alternative, akan tetapi tidak mendominasi dari sudut pandang mereka sendiri.

28, 29,30, 32 31 4 1 5

7. Menggunakan

wewenang akan tetapi dalam penerapannya bersifat membimbing anak 34, 36, 37 33, 35 3 2 5 8. Melibatkan atau mengijinkan anak dalam membuat keputusannya dan mengekspresikan pandangannya sendiri serta menghargai individualitas anak, sementara orang tua ikut memberikan penjelasan yang masuk akal (bekerja

sama dalam membuat keputusan) 9. Menghargai pendapat anak dan mendorongnya untuk mengungkapkannya 43, 45, 46 44, 47 3 2 5 10. Memberikan waktu kepada anak untuk berfikir dan

merenungkan setiap kejadian yang mereka hadapi

48, 49, 50 51,52 3 2 5

11. Meyakinkan anak bahwa orang tua menghargai apa yang ingin dicoba lakukan dan apa yang

dihasilkan

53, 55 54, 56 2 2 4

12. Mendorong anak untuk secara berangsur-angsur melepaskan diri dari ketergantungan terhadap peran orang tua

58,60 57, 59 2 2 4

Dokumen terkait