BAB II KAJIAN TEORI
A. Kajian Teori
4. Ansambel Perkusi
Kata ansambel berasal dari ensemble (Perancis), yang berarti bersama-sama. Menurut Banoe (2003: 133) ansambel adalah “kelompok musik dalam satuan kecil, permainan musik dalam satuan kecil instrumen musik”.
Ansambel merupakan suatu kelompok bermain musik atau bernyanyi, yang musiknya dimainkan secara bersamaan dalam satu waktu. Ansambel bukan hanya sekedar asal bermain musik dan bernyanyi saja, namun dibutuhkan tanggung jawab pada setiap pemainnya. Hal ini, sangat dibutuhkan agar tujuan bermain ansambel dapat terwujud yaitu keselarasan pada permainannya sehingga tercipta indah dan padu.
Ansambel dapat dimainkan dalam bentuk satu alat musik pokok, atau dalam bentuk gabungan alat musik lainnya. Ditinjau dari katagori alat musiknya ansambel dibedakan menjadi dua yaitu ansambel sejenis dan ansambel campuran.
Ansambel sejenis adalah ansambel yang dimainkan dengan alat musik yang sama atau sejenis. Ansambel campuran adalah ansambel musik yang penyajian musiknya dimainkan secara bersama-sama dengan menggunakan beberapa jenis alat musik lebih. Ada beberapa macam ansambel sejenis yang ditinjau dari alat musik, diantaranya adalah; ansambel perkusi, ansambel tiup, ansambel gesek dan ansambel gitar. Adapun yang akan dikaji dalam penelitian ini adalah ansambel perkusi.
b. Perkusi
Awal mula manusia membuat alat musik untuk keperluan upacara-upacara ritual, alat musik pertama dikenal manusia berasal dari bunyi yang dihasilkan dari bahan manusia itu sendiri, seperti contoh alat-alat musik perkusi. Menurut Pono Banoe (2003: 331) perkusi adalah “ragam alat musik, yang cara membunyikannya dengan dipukul, digoncang atau saling memukul sesamanya”. Soeharto (1992: 98) perkusi adalah “alat-alat musik yang dimainkan secara dipukulkan atau dibuat saling memukul”. Sedangkan menurut Mahmud (1995) perkusi adalah alat musik pukul, yang produksi suara ditimbulkan dari pukulan benda lain atau benda itu sendiri.
Alat musik perkusi merupakan suatu alat yang dapat menyampaikan pesan musik pada anak sebagai, kegiatan untuk mengisi waktu anak, sebagai hiburan yang bersifat positif, mengembangkan gerak motorik anak dan melatih kepekaan anak dalam bermusik.Permainan perkusi pada anak usia dini dapat
membangkitkan minat anak, memotivasi, dan menggairahkan anak dalam bermusik
AT. Mahmud (1995) memberikan definisi bahwa ada beberapa jenis dari alat musik perkusi yaitu: Alat musik perkusi tak bernada dan Alat musik perkusi bernada. Adapun yang ingin dikaji dalam penelitian ini adalah alat musik perkusi tak bernada.
Alat musik Perkusi Tak Bernada
Alat musik tak bernada disebut juga dengan alat musik ritmis.Perkusi jenis tak bernada ini atau ritmis berfungsi untuk menumbuh kembangkan kepekaan pada irama. Alat musik ini dibagi menjadi 2 kategori, yaitu: Membranphone dan Idiophone. Membranphone adalah alat musik yang suaranya terbentuk dari selaput tipis atau getaran membran yang direntangkan (contohnya: drum set dan kendang), sedangkan Idiophone adalah alat musik yang suaranya terbentuk dari material alat musik itu sendiri. Karena itu, suara dari alat musik ini bervariasi tergantung dari material alat musik tersebut (contohnya: triangle, marakas, tamborin, gong dan kastanyet).
Ansambel musik tersebut dimainkan secara bersamaan, maka hal yang penting dalam sebuah sajian musik ansambel adalah keterpaduan antara pemain musik. Keterpaduan di sini menyangkut keselarasan bunyi yang dihasilkan oleh setiap alat musik. Keselarasan ini menyangkut tentang tempo yang dimainkan, dimana permainan setiap alat musiknya harus menggunakan tempo yang dinamis dan serasi dengan permainan alat musik lainnya. Untuk tujuan itu, dalam penyajian musik ansambel, dibutuhkan kedisiplinan dan konsentrasi yang tinggi dari setiap pemain musik. Setiap pemain harus disiplin dan konsentrasi pada keterpaduan dengan permainan alat musik lainnya. Dengan demikian, sajian musik yang dihasilkan akan terdengar sangat padu dan enak didengar.
Ansambel perkusi adalah suatu kelompok bermain musik dimana pemainnya menggunakan alat-alat musik perkusi baik itu alat musik perkusi bernada atau tidak bernada yang dimainkan secara bersama-sama. Bentuk musik untuk ansambel akan dibentuk semenarik mungkin, menggunakan tempo yang serasi pada alat musik satu dengan alat musik perkusi lainnya. Hal ini bertujuan agar penyajian dalam permainan ansambel perkusi dapat terdengar indah.
Pada penelitian ini, peneliti memilih kelompok alat musik ritmis. Kelompok musik ritmis adalah alat musik pukul tak bernada yang memainkan pola-pola ritme saja. Kegiatan ansambel perkusi ini dapat memberikan kebebasan pada anak untuk mendengar, mengungkapkan perasaannya melalui musik, dan berkreasi, mendorong anak untuk bekerja sama dalam suatu kegiatan kelompok memainkan alat-alat musik perkusi sederhana. Berikut ini adalah keterangan dan gambar alat musik perkusi ritmis serta cara memainkannya menurut Blade James (1984):
1) Kastanyet
Kastanyet merupakan alat musik ritmis untuk mengiringi irama tari-tarian Spanyol yang berfungsi untuk mengatur perubahan ketukan. Kastanyet terdiri atas dua kepingan kayu yang berbentuk cekungan, selain terbuat dari kayu alat musik ini juga biasanya dibuat dengan menggunakan material plastik. Cara memainkan alat musik ini yaitu dengan cara saling dipukulkan antara alat musiknya. Fungsi alat musik ini adalah untuk mengatur tempo dalam suatu kelompok musik baik itu ansambel musik ataupun dalam vokal grup.
Gambar 1.Kastanyet (dok. Fairuz:2016) 2) Tamborin
Tamborin adalah salah satu alat musik tertua dalam instrumen perkusi, biasanya digunakan untuk mengiringi lagu yang berirama riang contohnya pada lagu berirama samba. Struktur dari alat musik ini adalah seperti kerangka drum yang pada setiap sisinya terdapat logam bulat tipis dipasang rangkap. Ada beberapa cara dalam memainkan alat musik tamborin, salah satunya adalah dengan cara menggenggam tamborin dengan jari-jari dan dipukulkan pada tangan atau lutut sehingga menghasilkan bunyi kerincing. Bunyi yang dihasilkan pada alat musik ini terbilang khas, biasanya tamborin digunakan untuk menambah variasi warna suara dalam suatu pertunjukan orkes, band atau suatu kelompok ansambel.
Gambar 2.Tamborin (dok.Fairuz:2016) 3) Snare Drum
Snare drum merupakan alat musik yang dipukul yang secara tehnikalnya termasuk sebagai membranphones. Snare drum awalnya terdiri atas kulit yang
direntangkan pada sebuah penyangga. Alat ini merupakan salah satu bagian pokok dari drum set, snare memiliki frekuensi suara yang tinggi dibandingkan alat musik perkusi lainnya. Cara Memainkannya dengan dipukul menggunakan alat khusus yang biasa disebut stick drum. Selama kurang lebih 250 tahun alat musik ini telah mengalami beberapa perubahan dalam bentuk dan tujuan.
Gambar 3. Snare Drum (dok.Fairuz:2016) 4) Simbal(Hand-cymbals)
Simbal merupakan alat musik yang terbuat dari piringan logam kuning berbentuk bulat dengan lubang ditengahnya, yang dimainkan saling dipertemukan. Alat musik ini biasanya digunakan dalam orkes modern, marching band dan drumband. Cara memainkan simbal yaitu dengan membenturkan atau menggesekkan kedua lempengan tersebut. Biasanya alat musik ini digunakan untuk memberikan variasi suara atau efek pada ketukan berat (down beat) dalam suatu kelompok pertunjukan.
Gambar 4.Simbal (dok.Fairuz:2016)
5. Marakas
Marakas merupakan salah satu musik ritmis yang tidak bernada. Alat musik ini termasuk dalam kategori Idiophone yang saling memukul, di dalamnya terdapat biji-bijian dan bebatuan kecil yang memukul dinding bola keras pada saat digoncangkan. Marakas berbentuk seperti bola boling yang diisi dengan butiran-butiran kecil keras. Cara memainkan alat musik ini adalah dengan digoncang-goncangkan menggunakan tangan. Alat musik ini biasanya digunakan untuk menambah variasi warna suara dalam suatu kelompok pertunjukkan.
Gambar 5. Marakas (dok.Fairuz:2016) 6. Triangle
Triangle adalah salah satu jenis dari alat musik perkusi yang berbentuk segitiga. Alat musik ini masuk dalam kategori keluarga Idiophone yang dipukul tanpa ketetapan nada tertentu. Merupakan alat musik logam yang pertama kali muncul dalam alat musik perkusi (Hamburg Opera). Cara memainkannya yaitu memukulnya dengan batang pemukul dari besi. Triangle berfungsi untuk memberikan variasi suara atau efek pada ketukan berat (down beat) dalam suatu pertunjukan.
Gambar 6.Triangle (dok.Fairuz:2016)
5) Anak Usia Dini
Pada kehidupan sehari-hari, berbagai tingkat usia anak dapat kita amati. Ada bayi, balita, anak usia TK, sampai anak usia sekolah dasar. Semua kategori umur anak tersebut dikelompokkan sebagai fase anak usia dini. Ada beberapa pendapat tentang anak usia dini, antara lain disampaikan oleh NAEYC (National Association for The Education of Young Children) sebagaimana dikutip oleh Aisyah (2012: 1,3) yang menyatakan bahwa “anak usia dini merupakan anak yang berada pada rentang usia 0-8 tahun, tercakup dalam program pendidikan di taman penitipan anak, penitipan anak pada keluarga (family child care home), pendidikan prasekolah baik swasta maupun negeri, TK, dan SD”. Menurut Asmawati (2012) anak usia dini adalah sosok individu yang sedang menjalani suatu proses perkembangan dengan pesat dan fundamental bagi kehidupan selanjutnya. Berbeda dengan fase usia anak lainnya, anak usia dini memiliki karakteristik yang khas. Beberapa karakteristik untuk anak usia dini menurut Hartati dalam Aisyah (1.4-1.9, 2012) adalah:
a. Memiliki rasa ingin tahu yang besar, anak usia dini sangat tertarik dengan dunia sekitarnya. Dia ingin mengetahui segala sesuatu yang terjadi di sekelilingnya. Untuk mengetahui rasa ingin tahunya, anak gemar bertanya.
b. Merupakan pribadi yang unik, meskipun banyak terdapat kesamaan dalam pola umum perkembangan, setiap anak meskipun kembar
memiliki keunikan masing-masing, misalnya dalam hal gaya belajar, minat, dan latar belakang keluarga.
c. Suka berfantasi dan berimajinasi, anak usia dini sangat suka membayangkan dan mengembangkan berbagai hal jauh malampaui kondisi nyata. Mereka sering menceritakan berbagai hal dengan sangat meyakinkan seolah-olah melihat atau mengalaminya sendiri, padahal itu adalah hasil fantasia tau imajinasinya saja.
d. Masa paling potensial untuk belajar, anak usia dini sering juga disebut dengan istilah golden age atau usia emas karena pada rentang usia ini anak mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat dalam berbagai aspek.
e. Menunjukan sikap egosentris, egosentris berasal dari kata ego dan sentris. Ego artinya aku, sentris artinya pusat. Jadi egosentris, artinya “berpusat pada aku”, artinya anak usia dini pada umumnya hanya memahami sesuatu dari sudut pandangnya sendiri, bukan sudut pandang orang lain.
f. Memiliki rentang daya konsentrasi yang pendek, sering kali kita saksikan bahwa anak usia dini cepat sekali berpindah dari suatu kegiatan ke kegiatan yang lain. Anak usia dini ini memang mempunyai rentang perhatian yang sangat pendek sehingga perhatiannya mudah teralihkan pada kegiatan lain. Hal ini terjadi terutama apabila kegiatan sebelumnya dirasa tidak menarik perhatiannya lagi.
g. Sebagai bagian dari mahluk sosial, anak usia dini mulai suka bergaul dan bermain dengan teman sebayanya. Ia mulai belajar berbagi, mengalah, dan antri menunggu giliran saat bermain dengan teman-temannya. Melalui interaksi sosial dengan teman sebayanya, terbentuklah konsep pada anak. Dimana Anak dapat belajar bersosialisasi dan belajar untuk dapat diterima di lingkungannya.