BAB III. METODE PENELITIAN
3.2. Kriteria Inklusi
Kriteria inklusi pada penelitian ini adalah semua jurnal yang memuat penelitian mengenai Pola kepekaan bakteri penghasil Extend Spectrum Beta-Laktamase (ESBL) dan Carbapenemase terhadap antibiotik, Jurnal dengan jenis penelitian Randomized Control Trials (RCT), Cross Sectional Stusy, Cohort Study, Case-Control Study, Studi Prevalensi, ExperimentalStudy dan jurnal yang dipublikasikan dalam 5 tahun terakhir.
3.3. PENELURUSAN LITERATUR
Penelusuran literature online bersumber dari Pubmed, Cochrane, dan Google Scholar. Kata kunci meggunakan Logika BOOLEAN “Sensitivity” AND (Extend Spectrum Beta-Laktamase) AND “Carbapenemase”.
3.4. METODE PENGUMPULAN DATA
Semua data jurnal yang ditinjau secara sistematis mengenai Pola Kepekaan Bakteri Penghasil ESBL dan Carbapenemase yang di kumpulkan dan ditetapkan oleh dua reviewer (Enda Agustina dan dr.R.Lia Kusumawati MS., Sp.MK(K),Ph.D. Semua jurnal selanjutnya di skrining dan dan diseleksi sesuai dengan data yang relevan dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Kriteria inklusi yang digunakan ialah data Sensitifitas atau pola kepekaan bakteri yang
25
menghasilkan ESBL dan Carbapenemase dan jurnal yang dipublikasikan 5 tahun terakhir (2015-2020). Sedangkan kriteria ekslusi adalah jurnal yang abstrak dan tidak lengkap (fulltext). Jurnal yang telah memenuhi kriteria inklusi selanjutnya di telaah secara sistematis.
3.5. METODE ANALISIS DATA
Metode penelitian menggunakan metode dengan pendekatan kualitatif
“metasintesis” yaitu untuk mensisntesis atau merangkum (summarizing) hasil-hasil penelitian yang bersifat deskriptif kualitatif. Dalam penelitian ini, semua jurnal yang dipublikasikan terkait dengan pola kepekaan bakteri penghasil ESBL dan Carbapenemase ditelaah dengan pendekatan meta-agregasi untuk menjawab pertanyaan penelitian dan menghasilkan “aggregat” sebagai hasil penelitian.
3.6. DEFENISI OPERASIONAL
Tabel 3.1. Defenisi Operasional
Variabel Defenisi operasional
Resistensi Kemampuan bakteri untuk terus bertumbuh walau terpapar suatu antibiotik Pola kepekaan Gambaran kemampuan bakteri untuk peka terhadap paparan antibiotik
dilingkungannya.
ESBL Suatu enzim yang berasal dari beta-laktamase termutasi sehingga memapukan bakteri untuk resisten terdahap antibiotik umunya golongan betalaktam
Carbepenemase Suatu enzim yang dihasilkan oleh bakteri yang mampu menghidrolisis antibiotik golongan karbapenem.
26
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 PENELUSURAN LITERATUR
Setelah dilakukan penulusuran literatur melalui Pubmed, Cochrane dan Google Scholar didapati 367 literatur, kemudian 222 literatur dieksklusikan karena 62 literatur merupakan penelitian yang dilakukan pada hewan, 6 diantaranya mengalami duplikasi,. Selanjutnya, dari total 145 literatur yang memenuhi seluruh kriteria inklusi, didapati dua literatur bersifat Review article dan 134 literatur membahas aspek yang berbeda. Kemudian terhadap sembilan literatur dilakukan telaah secara detail dan dikategorikan dengan baik selanjutnya dilakukan ekstraksi data. Ekstraksi data ini dilakukan dengan menganalisa data berdasarkan nama penulis, tahun, judul, tujuan, dan metode penelitian.
367 literatur database 222 literatur dieksklusikan :
- 154 dieksklusikan berdasarkan judul
- 62 literatur dilakukan pada hewan
- 6 literatur mengalami duplikasi
9 literatur relevan dianalisis Gambar 4.1 Penelusuran Literatur
136 literatur dieksklusikan : - 2 literatur bersifat Review
article
- 134 literatur membahas aspek yang berbeda
145 literatur relevan dianalisis
27
28
29
Tabel 4.2 Bakteri penghasil Extended Spectrum Beta-Lactamase (ESBL) dan Carbapenemase.
30
Tabel 4.3 Pola Kepekaan Bakteri penghasil Extended Spectrum Beta-Lactamase (ESBL) dan Carbapenemase terhadap antibiotik.
Antibiotik Referensi E. coli (%
rata-rata)
31
Dari semua literatur yang dikumpulkan, didapatkan 9 literatur yang terdiri dari 5 literatur dengan metode penelitian Eksperimental, 2 literatur dengan metode Case Control study, 1 literatur dengan metode penelitian Cross Sectional study, dan 1 literatur dengan metode Cohort Study. Rentang tahun publikasi literatur adalah tahun 2015-2019. Berdasarkan enzim yang dihasilkan yaitu Extended Spectrum Beta-Lactamase (ESBL) dan Carbapenemase, penelitian terhadap bakteri penghasil ESBL lebih sering dilakukan jika dibandingakn dengan bakteri yang menghasilkan Carbapenemase yang masih terbatas penelitiannya. Terdapat 8 literatur yang menyajikan data bakteri penghasil Extended Spectrum Beta-Lactamase (ESBL), 6 literatur yang menyajikan data bakteri penghasil Carbapenemase, dan 5 literatur yang membahas keduanya
Literatur-literatur tersebut berasal dan dilakukan dari berbagai negara, sehingga terdapat perbedaan geografis dapat menjadi faktor yang membedakan pola kepeakaan bakteri penghasil Extended Spectrum Beta-Lactamase (ESBL) ataupun Carbapenemase.. Tidak semua literatur melakukan penelitian pada spesies bakteri yang sama. Terdapat 7 literatur yang membahas Escherichia coli, 6 literarur membahas Klebsiella pnemumoniae, untuk Enterobacteriaceae dan Citrobacter freundiimasing masing 2 literatur, dan 1 literatur membahas Proteus mirabilis. Namun semua bakteri tersebut merupakan bakteri yang menghasilkan Extended Spectrum Beta-Lactamase (ESBL), Carbapenemase maupun keduanya.
Setiap spesies dari bakteri pun memiliki pola kepekaan yang berbeda-beda terhadap antibiotik.
4.3 PEMBAHASAN
Kemampuan enzim Extended Spectrum Beta-Lactamase (ESBL) untuk menghidrolisis beberapa golongan antibiotik, khususnya golongan beta laktam, menyebabkan kejadian resistensi terhadap antibiotik semakin meningkat.
Beberapa contoh bakteri yang menghasilkan enzim Extended Spectrum Beta-Lactamase (ESBL) diantaranya Escherichia coli, Klebsiella pneumonia,
32
Enterobacteriaceae, dan Citrobacter freundi. Bakteri Escherichia coli merupakan spesies yang paling banyak menghasilkan ESBL hal ini dibuktikan oleh Koren, et al. yang menyatakan 98.5% dinyatakan positif mengasilkan ESBL dari total isolat E.coli yang diteliti, tentu ini merupakan angka yang sangat tinggi. Angka terendah menurut penelitian yang dilakukan oleh Zhao, et al terdapat 45.75%
bakteri yang mampu meghasilkankan enzim tersebut. data ini menunjukkan bahwa E.coli merupakan bakteri yang berpotensi sangat besar untuk menhasilkan enzim Extended Spectrum Beta-Lactamase (ESBL).
Klebsiella pneumonia merupakan bakteri yang juga memiliki kemampuan mengahsilkan ESBL. Kemampuan Klebsiella pneumonia dalam menghasilkan ESBL dilaporkan oleh Beyene, et al dimana angkanya mencapai 76.4% diikuti oleh penelitian yang dilakukan oleh Yusuf, et al dan Zhao, et al yang melaporkan angka yg relatif sama yaitu 37.1% dan 37.5%. Namun angka yang cukup rendah juga dilaporkan oleh Koren, et al. yaitu 4.9 %.. Enterobacter sp juga dinyatakan mampu menghasilkan angka yang tinggi dalam menghasilkan ESBL yaitu 66.7%
menurut Koren, et al. Namun cukup berbeda dengan angka yg dilaporkan oleh Gonzales, et al. yaitu 28.6 %. Sedangkan untuk data Citrobacter freundi dalam kemampuannya menghasilkan ESBL diteliti oleh Beyene, et al. dan Gonzales, et al.yaitu masing masing 50% dan 14.3%.
Carbapenemase juga telah banyak dihasilkan oleh sejumlah spesies bakteri.
Dalam penelitian Yusuf, et al sebanyak 62.4% E.coli dan 36.6% K.pneumonia dinyatakan positif menghasilkan Carbapenemase. Dalam literatur yang ditulis oleh Saharman, et al sebanyak 27.9% Enterobacteriaceae menghasilkan Carbapenemase dan angka yang relatif kecil disampaikan oleh Koren, et al, Komatsu, et al, dan Beyene, et al yaitu 7.3% (Klebsiella pneumonia), 2.6 % (Escherchia coli), 5.6% (Klebsiella pneumonia) secara berurutan positif menghasilkan Carbapenemase.
Pada umumnya jika suatu bakteri menghasilkan enzim Carbapenemase maka bakteri tersebut juga menghasilkan enzim Extended Spectrum Beta-Lactamase
33
(ESBL) sehingga tingkat resistensi bakteri yang telah menghasilkan enzim Carbepenmase lebih tinggi terhadap antibiotik jika dibandingkan dengan bakteri penghasil Extended Spectrum Beta-Lactamase (ESBL). Tingkat resistensi terhadap antibiotik berbeda setiap spesies bakteri yang dapat dilihat pada tabel 4.3 dimana resistensi terhadap golongan karbapenem relatif lebih kecil jika dibandingkan dengan antibiotik lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa obat golongan karbapenem seperti doripenem, ertapenem, imipenem, dan meropenem yang dapat dijadikan obat pilihan dalam mengatasi infeksi yang disebabkan oleh bakteri.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 KESIMPULAN
Kesimpulan yang dapat diambil dari hasil penelitian yang berjudul “Pola Kepekaan Bakteri Penghasil Extended Spectrum Beta-Lactamase (ESBL) dan Carbapenemase :Telaah Sistematis” adalah sebagai berikut :
1. Kemampuan suatu bakteri untuk menghasilkan enzim Extended Spectrum Beta-Lactamase (ESBL) maupun Carbapenemase sangat mempengaruhi resistensi bakteri terhadap suatu antibiotik.
2. Beberapa spesies bakteri yang mampu menghasilkan Extended Spectrum Beta-Lactamase (ESBL), Carbapenemase, maupun keduanya antara lain : Escherichia coli, Klebsiella pneumonia, Enterobacteriaceae, dan Citrobacter freundi..
3. Tingkat kepekaaan bakteri terhadap antibiotik golongan karbapenem lebih timgg bila dibandingkan dengan antibiotik golongan lainnya sehingga antibiotik golongan karbapenem dapat menjadi obat pilihan dalam mengatasi infeksi bakteri yang reisten terhadap beberapa golongan antibiotik
5.2 SARAN
1. Pemerintah dalam hal ini dinas kesehatan perlu mengeluarkan suatu pedoman dalam penggunaan antibiotik sehingga penggunaan antibiotik lebih terarah. Selain itu juga dibutukan profil bakteri dalam suatu lingkungan pusat pelayanan kesehata sebagai rujukan dalam tatalaksana infeksi bakteri.
35
2. Diharapkan para tenaga medis baik dokter maupun apoteker memiliki pemahanan yang baik untuk peresepan maupun distribusi dari suatu antibiotik.
3. Diharapkan dalam pendidikan kedokteran perlu menekankan pemahaman pada mahasiswa mengenai pola resistensi bakteri dan pedoman pengunaan antibiotik.
4. Peneliti selanjutnya diharapkan dapat melakukan penelitian yang lebih lanjut tentang Pola Kepekaan Bakteri Penghasil Extended Spectrum Beta-Lactamase (ESBL) dan Carbapenemase dengan jumlah cakupan yang lebih luas di berberapa database mesin pencarian .
DAFTAR PUSTAKA
Abodakpi H, Chang K, Diaz A M S, Cnaton R, Lascu T M, Chan K, Sofjan A K, Tam V H, 2017, „Prevalence of extended-spectrum beta-lactamase and carbapenemase-producing bloodstream isolates of Klebsiella pneumoniae in a tertiary care hospital‟ Journal of Chemotherapy DOI:
10.1080/1120009X.2017.1399233
Anggraini D, Sholihin UH, Savira M, Djojosugito FA, Irawan D, Rustam RP.
2018, „Prevalensi dan Pola Sensitivitas Enterobacteriaceae Penghasil ESBL di RSUD Arifin Achmad‟, Jurnal Kedokteran Brawijaya, Vol. 30, no.1, pp. 47-52.
Bedenić B, Plečko V, Sardelić S, Uzunović S, Godič Torkar K. 2014,
„Carbapenemases in gram-negative bacteria: Laboratory detection and clinical significance‟, BioMed Research International, Vol. 2014, Article ID 841951, pp. 1-3.
Beyene D, Bitew A, Fantew S, Mihret A, Evans M. 2019, „Multidrug-resistant profile and prevalence of extended spectrumβ-lactamase and carbapenemase production in fermentative Gram-negative bacilli recovered from patients and specimens referred to National Reference Laboratory, Addis Ababa, Ethiopia‟ PLoS ONE 14 (9):
e0222911.https://doi.org/10.1371/journal. pone.0222911
Biutifusari, Verna.2018. „Extended Spectrum Beta-Lactamase (ESBL)‟, Oceana Biomedicina Journal, Vol.1.no.1.pp.2-5.
Centers for Disease Control. 2019, Antibiotic Resistance Threats in the United States. Centers for Disease Control and Prevention, United States.
Cornelissen, C.N, Hobbs, M.M. 2020, Lippincott Illustrated Reviews Microbiology, 4th edn, Wolters Kluwer, Philadelphia. Bab V hal. 40-44 Cui X, Zhang H, Du H. 2019, „Carbapenemases in Enterobacteriaceae: Detection
and Antimicrobial Therapy‟, Frontiers in Microbiology, Vol. 10, pp. 1-2.
Fauziyah S. 2010, Hubungan Antara Penggunaan Antibiotika Pada Terapi Empiris Dengan Kepekaan Bakteri Di Ruang Perawatan ICU (Intensive Care Unit) RSUP Fatmawati Jakarta Periode Januari 2009 - Maret 2010, Tesis, Program Studi Pasca Sarjana Ilmu Kefarmasian, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Indonesia.
Gauthier L, Dortet L, Cotellon G, Creton E, Cuzon G, Ponties V. 2018, „Diversity of carbapenemase-producing Escherichia coli isolates in France in 2012-2013‟, American Society for Microbiology, Vol. 62, Issue 8, pp. 1-8.
37
Gonzalez D, Gallagher E, Zuniga T, Leiva J, Vita A I. 2018,‟ Prevalence and characterization of β-lactamase-producing Enterobacteriaceae in healthy
human carriers‟ International Microbiology
https://doi.org/10.1007/s10123-019-00087-z
Gupta A, Ampofo K, Rubenstein D, Saiman L. 2003, „Extended spectrum β lactamase-producing Klebsiella pneumoniae infections: A review of the literature‟, Journal of Perinatology 2003, pp. 439–443
Hasibuan, Mirzan.2017, Deteksi Gen Resisten CTX-M, SHV, OXA-48 pada Isolat Klinis Bakteri Escherichia coli dan Klebsiella pneumoniae yang Tergolong Multiple Drug Resistant Organisms, Tesis, Program Sudi Pasca Sarjana Magister Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Sumatera Utara.
Hayati,Z ,Rizal S, dan Putri .R. 2019, „Isolation of Extended-Spectrum B-Lactamase (ESBL) Producing Escherichia Coli and Klebsiella Pneumoniae from Dr. Zainoel Abidin General Hospital, Aceh‟, Int. J. Trop. Vet.
Biomed. Res. Vol. 4 (1) pp. 16-22.
Humaida, Rifka . 2014, Kesesuaian Penggunaan Antibiotik Pada Balita Berdasarkan Formularium Spesialistik Ilmu Kesehatan Anak IDAI di Puskesmas Way Urang Kecamatan Kalianda Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2013, Skripsi, Program Studi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran, Universitas Lampung.
Ibrahim Y, Sani Y, Saleh Q, Saleh A, Hakeem G. 2017, „Phenotypic Detection of Extended Spectrum Beta lactamase and Carbapenemase Co-producing Clinical Isolates from Two Tertiary Hospitals in Kano, North West Nigeria‟ Ethiop J Health Sci 27(1):3-10
Kamlesh, K., Nabaraj, A., Rama, K., Anil, D and Bibha, S. 2015, „Multidrug Resistant Enterobacteriaceae and Extended Spectrum β-lactamase
Producing Escherichia coli: A Cross-sectional Study in National Kidney Center, Nepal‟, Journal Antimicrobial Resistance and Infection Control, Vol. 4 (42) pp. 1-7.
Kastawa, N.W.E.P.K., Ramona,Y.,Fatmawati,N.N.D. 2020, „Metode Deteksi Carbapenem Resistant Enterobacteriaceae Carbapenem Resistant Enterobacteriaceae Detection Methods (Suatu Kajian Pustaka)‟, Journal of Biological Sciences vol. 7(1): 48-56
Katzung, B.G., Masters, S.B, Trevor, A.J. 2012, Basic & Clinical Pharmacology, 12th edition, The McGraw-Hill Companies, United States. Bab 43 hal. 790-808.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2011, Pedoman Umum Penggunaan Antibiotik. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Jakarta.
38
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2018, Pedoman Umum Penggunaan Antibiotik, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Jakarta.
Komatsu Y, Kasahara K, Inoue T, Lee S T, Muratani T, Yano H, Kirita T, Mikasa K. 2018, „Molecular epidemiology and clinical features of extended-spectrum beta-lactamase- or carbapenemase-producing Escherichia coli bacteremia in Japan‟ Plos one 13(8)
Koren J, Hubenakova Z, Drahovska H, Ozaee, Markuskova B, Lichvarikova . 2019, „Emergence of extended-spectrum β-lactamase (ESBL) and/or carbapenemase producing Enterobacteriaceae (CPE) and their antimicrobial resistance‟ Bratisl Med J 120 (12) 935-940
Mathlouthi N, Al-Bayssari C, Salabi A E, Bakour S, Gwierif S B, Zorgani A A, Jrid Y, Slama k B, Rolain J-M, Chouchani C. 2016, „Carbapenemases and extended-spectrum β-lactamases producing Enterobacteriaceae isolated from Tunisian and Libyan hospitals‟ The Journal of Infection In
Developing Countries 10 (7): 718-727
Nordmann P, Poirel L. 2019, „Epidemiology and Diagnostics of Carbapenem Resistance in Gram-negative Bacteria‟, Oxford University Press for the Infectious Diseases Society of America, vol. 69 Suppl 7 .
Paterson DL, Bonomo RA. 2005, „Clinical Update Extended-Spectrum Beta-Lactamases : a Clinical Update‟, American Society for Microbiology, Vol.
18, No. 4, pp. 657–686.
Percival SL, Williams DW. 2013, Microbiology of Waterborne Diseases:
Microbiological Aspects and Risks, 2nd edition, Elsevier, United Kingdom.
Bab 6 Hal 89-91.
Saharman Y R, Lestari D C. 2016, Phenotype Characterization of Beta-Lactamase Producing Enterobacteriaceae in the Intensive Care Unit (ICU) of Cipto Mangunkusumo Hospital in 2011, Acta Medica Indonesiana - The Indonesian Journal of Internal Medicine Vol 45 No. 1
Shaikh J, Fatima J, Shakil S, Rizvi S,dan Kamal M. 2015, „Antibiotic Resistance and Extended Spectrum BetaLactamase: Types, Epidemiology, and Treatment‟, Saudi Journal of Biological Sciences, Vol. 22 pp. 90-101.
Trevor, A.J, Katzung, B.G, Kruidering-hall,M. 2015, Pharmacology Examination
& Board Review, 11th edition .The McGraw-Hill Education, United States. Bab 43 Hal 363-364
World Health Organization. 2015, Antimicrobial Resistance: Global Report on Surveillance, World Health Organization (WHO) , [Online], accessed 12
march 2020, available at:
39
Zhao S-Y, Zhang J, Zhang Y-L, Wang Y-C, Xiao S-Z, Gu F-F, Guo X-K, Ni,Y-X, Han L-Z. 2016. „Epidemiology and risk factors for faecal extended-spectrum β-lactamase-producing Enterobacteriaceae (ESBL-E) carriage derived from residents of seven nursing homes in western Shanghai, China‟ Epidemiol. Infect. Cambridge University, 144, 695–702
40
LAMPIRAN
Lampiran A Biodata Penulis
DAFTAR RIWAYAT HIDUP
Nama : Enda Agustina NIM : 170100173
Tempat / Tanggal Lahir : Biru-Biru / 20 Agustus 1999 Agama : Kristen Protestan
Nama Ayah : Julianto Tarigan Nama Ibu : Kristina Barus
Alamat : Jalan Besar Biru-Biru, Gg. Mawar No.51 Dusun I desa Biru-Biru, Kec. Biru-Biru, Kab. Deli Serdang, Sumatera Utara, 20358
Riwayat Pendidikan : 1. TK Mbelin Gunana (2004-2005) 2. SDN 101810 BIRU-BIRU (2005-2011) 3. SMP N 1 BIRU-BIRU (2011-2014) 4. SMA N 1 DELITUA (2014-2017)
5. Fakultas Kedokteran USU (2017- Sekarang)
Riwayat Kepanitiaan : 1. Peserta Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) Fakultas Kedokteran
Universitas Sumatera Utara (USU) Tahun 2017
41
2. Peserta Manajemen Mahasiswa Baru (MMB) Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara (USU) Tahun 2017
3. Anggota Seksi Acara Workshop dan Sirkumsisi SCORA PEMA FK USU 2019
4. Anggota Seksi Acara Pengabdian Masyarakat SCORA PEMA FK USU 2019
5. Anggota Seksi Acara BAKSOS Keluarga Kristen KMK FK USU 2018
6. Anggota Seksi Acara BAKSOS Keluarga Kristen KMK FK USU 2019
Riwayat Organisasi : 1. SCORA PEMA FK USU (2018-2020) 2. KMK USU (2017 – Sekarang)
42
Lampiran B. Lembar Orisinalitas
PERNYATAAN
POLA KEPEKAAN BAKTERI PENGAHASIL EXTENDED SPECTRUM BETA-LACTAMASE (ESBL) DAN CARBAPENEMASE : TELAAH
SISTEMATIS
Dengan ini penulis menyatakan bahwa skripsi ini disusun sebagai syarat untuk memperoleh Sarjana Kedokteran pada Program Studi Pendidikan Dokter pada Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara adalah benar merupakan hasil karya penulis sendiri.
Adapun pengutipan yang penulis lakukan pada bagian tertentu dari hasil karya orang lain dalam penulisan skripsi ini, telah penulis cantumkan sumbernya secara jelas sesuai dengan norma, kaidah dan etika penelitian ilmiah.
Apabila dikemudian hari ternyata ditemukan seluruh atau sebagian skripsi ini bukan hasil karya penulis sendiri atau adanya plagiat dalam bagian tertentu, penulis bersedia menerima sanksi pencabutan gelar akademik yang penulis sandang dan sanksi lainnya sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Medan, 08 Desember 2020
Enda Agustina NIM. 170100173
43
Lampiran C. Ethical Clereance Penelitian
44
Lampiran D. Surat Izin Penelitian