Identifikasi dan menetapkan perlunya tindakan segera oleh bidan atau dokter dan atau untuk dikosultasikan atau ditangani bersama dengan anggota tim kesehatan lain sesuai dengan kondisi pasien. 5. PERENCANAAN
Langkah – langkah ini ditentukan oleh langkah – langkah sebelumnya yang merupakan lanjutan dari masalah atau diagnosa yang telah diidentifikasi atau di antisipasi. Rencana asuahan yang menyeluruh tidak hanya meliputi apa yang sudah dilihat dari kondisi pasien atau dari setiap masalah yang berkaitan, tetapi juga berkaitan dengan kerangka pedoman antisipasi bagi wanita tersebut yaitu apa yang akan terjadi berikutnya. Penyuluhan, konseling dari rujukan untuk masalah – masalah social,ekonomi atau masalah psikososial.
Pelaksanaan rencana asuhan penyuluhan pada klien dan keluarga. Mengharapkan atau melaksanakan rencana asuhan secara efisien dan aman.
7. EVALUASI
Mengevaluasi keefektifitasan dari asuahn yang diberikan, ulangi kembali proses manajemen dengan benar terhadap setiapn aspek asuhan yang sudah dilaksanakan tapi belum efektif atau merencanankan kembali yang belum terlaksana.
1. Aspek Hukum
a. Pada Permenkes Nomor 1464/MENKES/PER/X/2010 Bab III
Penyelenggaran Praktik Pasal 9
Bidan dalam menjalankan praktik, berwenang untuk memberikan pelayanan yang meliputi :
a. Pelayanan kesehatan b. Pelayanan kesehatan anak
c. Pelayanan kesehatan reproduksi perempuan dan keluarga berencana.
Pasal 10
1) Pelayanan kesehatan ibu sebagaimana dimaksud dalam pasal 9 huruf a diberikan pada masa pra hamil kehamilan, masa persalinan, masa nifas, masa menyusui dan masa antara 2 kehamilan.
2) Pelayanan kesehatan ibu sebagaimana dimaksud pada ayat(1) meliputi :
a) Pelayanan konseling pada masa pra hamil b) Pelayanan antenatal pada kehamilan normal c) Pelayanan perslinan normal
d) Pelayanan ibu nifas normal, dan
e) Pelayanan konseling pada masa antara 2 kehamilan
3) Bidan dalam memberikan pelayanan sebagaiman dimaksud pada ayat (2) berwenang untuk :
a) Episiotomi
b) Penjahitan luka jalan lahir tingkat satu dan dua
c) Penanganan kegawat daruratan, dilanjutkan dengan perujukan d) Pemberian tablet Fe pada ibu hamil
e) Pemberian vitamin A dosis tinggi pada ibu nifas
f) Fasilitas atau bimbingan inisiasi menyusui dini dan promosi air susu ibu eksklusif
g) Pemberian uterotonika pada manajemen aktif kala III dan post partum
h) Penyuluhan dan konseling
i) Bimbingan oada kelompok ibu hamil
j) Pemberian surat keterangan kematian, dan k) Pemberian surat keterangan cuti bersalin Pasal 11
a. Pelayanan kesehatan anak sebagaimana dimaksud dalam pasal 9 huruf b diberikan pada bayi baru lahir, bayi, anak balita, dan anak pra sekolah.
b. Bidan dalam memberikan pelayanan kesehatan anak – anak sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berwenang untuk
1) Melakukan asuhan bayi baru lahir normal termasuk resusitas, pencegahan hipotermi, inisiasi menyusui dini, injeksi Vitami K1, perawatan bayi baru lahir pada masa neonatal (0-28 hari), dan perawatan tali pusat.
2) Penanganan hipotermi pada bayi baru lahir dan segera merujuk
3) Penanganan kegawatdaruratan, dilanjut dengan perujukan 4) Pemberian imunisasi rutin sesuai program pemerintah
5) Pemantauan tumbuh kembang bayi, anak balita dan anak pra sekolah
6) Pemberian konseling dan penyuluhan 7) Pemberian surat keterangan kelahiran 8) Pemberian surat keterangan kematian b. Peran Fungsi dan Kompetensi Bidan
1) Peran Sebagai Pelaksana a) Tugas Mandiri
Memberikan asuhan kebidanan kepada klien dalam masa perslinan dengan melibatkan klien/ keluarga:
a) Mengkaji kebutuhan asuhan kebidanan pada klien pada masa persalinan.
b) Mementukan diagnosa dan kebutuhan asuhan kebidanan dalam masa persalinan.
c) Menyusun rencana asuhan kebidanan bersma klien sesuai dengan prioritas masalah.
d) Melaksanakan asuahn kebidanan sesuai dengan rencana yang telah disusun.
e) Mengevaluasi bersama klien asuhan yang telah diberikan. b) Tugas Kolaborasi / kerjasama
Memberikan asuhan kebidanan pada ibu dlam masa persalinan dengan resiko tinggi dan keadaan kegawatan yang memerlukan pertolongan pertama dengan tindakan kolaborasi dengan melibatkan klien dan keluarga.
(1) Mengkaji kebutuhan asuhan kebidanan pada ibu dalam masa persalinan dengan resiko tinggi dan kegawat daruratan yang memerlukan pertolongan pertama dengan tindakan kolaborasi.
(2) Menentukan diagnosa, prognosa, dan prioritas sesuai dengan faktor resiko dan keadaan gawat
(3) Menyusun rencana asuhan kebidanan pada ibu dalam masa persalinan dengan resiko tinggi dan pertolongan pertama sesuai prioritas.
(4) Melaksanakan asuahan kebidanan ibu dalam amsa persalinan dengan resiko tinggi dan memberikan pertolongan sesuai dengan prioritas.
(5) Mengevaluasi hasil asuahn kebidanan dan pertolongan pertama pada ibu hamil dengna resiko tinggi.
(7) Membuat catatan dan laporan. c) Tugas Ketergantungan / merujuk
Memberikan asuhan kebidanan melalui konsultasi dan rujukan pada masa persalinan dengan penyulit tertentu dengan melibatkan klien dan keluarga :
(1) Mengkaji adanya penyulit dan keadaan kegawatan pada ibi dalam persalinan yang menentukan konsultasi dan rujukan. (2) Menentukan diagnosa, prognosa dan prioritas.
(3) Memberikan pertolongan pertama pada kasus yang memerlukan rujukan.
(4) Mengirim klien untuk intervensi lebih lanjut kepada petugas/ instansi pelayanan kesehatan yang berwenang.
(5) Membuat catatan dan laporan serta mendokumentasikan seluruh kejadian intervensi yang sudah diberikan(Ikatan Bidan Indonesia. 2008. Hal 114-117).
a. Peran sebagai pengelola
1) Mengembangkan pelayanan kesehatan terutama pelayanan kebidanan untuk individu, keluarga, kelompok khusus dan masyarakat di wilayah kerja dengan melibatkan masyarakat atau klien
2) Berpartisipasi dalam tim untuk melaksnakan program kesehatan dan sektor lain di wilayah kerjanya melalui peningkatan kemampuandukun bayi, kader kesehatan dan tenaga kesehatan lain yang berada dibawah bimbingan dalam wilayah kerjanya.(Ikatan Bidan Indonesia. 2008. Hal 122-123)
b. Peran Sebagai Pendidik
1) Memberikan pendidikan dan penyuluhan kesehatan kepada individu keluarga kelompok dan masyarakat tentang penanggulangan masalah kesehatan khususnya yang berhubungan dengan pihak terkait kesehatan ibu, anak dan keluarga.
2) Melatih dan membimbing kader termasuk siswa bidan dan keperawatan serta membina dukun bayi di wilayah atau tempat kerjanya.(Ikatan Bidan Indonesia. 2008. Hal 121-122)
c. Peran sebagai Peneliti/ investigator
1) Melakukan investigasi atau penelitian terapan dalam bidang kesehatan baik secara mandiri maupun secara kelompok.
a) Mengidentifikasi kebutuhan investigasi yang akan dilakukan b) Menyusun rencana kerja pelatihan
c) Melaksanakan investigasi sesuai dengan rencana
d) Mengolah dan menginterpretasikan data hasil data investigasi e) Meyusun laporan hasil investigasi dan tindak lanjut
f) Memanfaatkan hasil investigasi untuk meningkatkan dan mengembangkan program kerja atau pelayanan kesehatan. (Ikatan Bidan Indonesia. 2008. Hal 123)