1. Kadang-kadang kita sendiri menjadi sebab penderitaan kita. Pesta pora dan
kekurangan disiplin, membawa akibat-akibat yang tak membahagiakan.
Penyalahgunaan tubuh dalam jangka panjang, menyebabkan penyakit. Pilihan-pilihan salah kelak menghantui kita.
2. Pembimbing bisa bertanya: "Menurut anda, hal ini terjadi karena keputusan salah
atau tindakan tak terkontrol anda sendiri? Tidak adakah langkah yang dapat anda ambil untuk meringankan penderitaan anda?
3. Kadang-kadang Allah bertindak mengoreksi dosa dan ketidaktaatan kita. Allah
akan memperbaiki dan mendisiplin kepunyaan-Nya. Melalui hajaran, Dia
membuktikan bahwa Dia mengasihi kita dan bahwa kita sungguh milik Dia (Ibrani
12:5-11).
4. Kadang-kadang Allah mengizinkan penderitaan agar kita boleh belajar
menanggapi masalah dan Allah secara Alkitabiah. Alkitab berkata bahwa Yesus belajar "taat dari apa yang telah diderita- Nya" (Ibrani 5:8).
Sasaran kita hendaknya bukan saja terlepas dari penderitaan, tetapi belajar menyukakan Allah dengan bersikap responsif dan taat kepada Dia dan Firman-Nya (Lihat Roma 12:1,2).
5. Kadang-kadang Allah mengizinkan kita menderita agar kita mengerti bahwa
kepedihan adalah salah satu bagian hidup. Tidak satu kali pun Alkitab pernah
berkata, bahwa Kristen kebal terhadap penderitaan dan kesulitan! Dalam Filipi
1:29 Paulus berkata, "Sebab kepada kamu dikaruniakan bukan saja untuk
percaya kepada Kristus, melainkan juga untuk menderita untuk Dia." Penderitaan bisa merupakan karunia dari Allah. Mengapa kita sulit sekali melihatnya dalam pengertian ini?
Kristus tidak mengelakkan Salib agar dapat menghindari penderitaan. Ibrani 12:2
berkata bahwa Dia "mengabaikan kehinaan tekun memikul salib." Mengapa? "Ganti sukacita yang disediakan bagi Dia." Dia tahu bahwa kata akhir bukanlah penyaliban (penderitaan), tetapi kebangkitan (kemenangan).
Kita bisa menderita sebentar, atau sepanjang hidup kita. Untuk sementara orang yang menderita, nampaknya deritanya tak akan pernah berakhir. Biar
63
diri dalam kasihan diri dan kepahitan. Seharusnya kepada hasil akhirnyalah, mata kita tertuju. Berada bersama Tuhan yang di surga, membuat segala sesuatu memiliki makna.
6. Kadang-kadang Allah mengizinkan kita menderita karena bermaksud baik bagi
hidup kita. "Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah." (Roma 8:28). Kita harus menerima ini dengan iman dan berdoa agar kebaikan Allah tertinggi untuk hidup kita, dapat terjadi akibat penderitaan kita. Hanya melalui penderitaan terdalam, seringkali pelajaran-pelajaran hidup yang paling berharga dapat kita terima. Percayalah Allah untuk mengerjakan kehendak dan maksud-Nya dalam kita,
agar kita menjadi makin serupa dengan Kristus (lihat Roma 8:29).
Tidak seperti penderitaan Kristus, penderitaan kita tidak membawa dampak penebusan. Tetapi bila kita setia dalam penderitaan, kita mengambil bagian "dalam penderitaan-Nya" (Filipi 3:10).
7. Kadang-kadang Allah mengizinkan kita menderita, agar kita dapat menghibur
orang lain melalui hidup dan kesaksian kita. Menurut Yesus, penderitaan orang yang buta sejak lahir itu, ialah supaya pekerjaan-pekerjaan Allah dinyatakan di dalamnya.
Allah bisa bekerja melalui penderitaan dalam hidup anda, supaya orang lain mendapat ilham melalui teladan anda dalam penderitaan. Mereka yang pernah menderita, mampu bersimpati dan menempatkan diri secara lebih berhasil dalam penderitaan orang-orang lain. Kita belajar menghibur orang lain, seperti halnya kita pernah dihibur. "Terpujilah Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, Bapa yang penuh belas kasihan dan Allah sumber segala penghiburan, yang menghibur kami dalam segala penderitaan kami, sehingga kami sanggup menghibur mereka, yang berada dalam macam-macam penderitaan dengan penghiburan yang kami terima sendiri dari Allah." (2Korintus 1:3,4).
Strategi Bimbingan
Untuk yang Bukan Kristen:
1. Bersimpatilah. Dengarkan masalah yang ingin dibagikannya dengan penuh
perhatian. Memperjelas masalah, kerap bermanfaat. Ambillah prakarsa mengarahkan percakapan itu, agar anda dapat menawarkan bantuan rohani.
2. Berikan kekuatan dan pengharapan. Nyatakan padanya bahwa Allah mengasihi
dia dan mengetahui apa yang terjadi padanya. Dia tidak sendirian. "Apabila engkau menyeberang melalui air, Aku akan menyertai engkau, atau melalui sungai-sungai, engkau tidak akan dihanyutkan; apabila engkau berjalan melalui api, engkau tidak akan dihanguskan, dan nyala api tidak akan membakar
64
Nyatakan kesukaan anda membantu dia dan kesediaan mencari jalan keluar bersama dia.
3. Tanyakan, apakah dia pernah menerima Yesus Kristus sebagai Juruselamat dan
Tuhannya. Kadang-kadang Allah mengizinkan penderitaan. Dia ingin kita
memberi perhatian pada-Nya, untuk membawa kita pada keselamatan. Jelaskan "Damai dengan Allah". "Damai dengan Allah" -- Traktat untuk
menolong/menuntun orang non-Kristen agar dapat menerima Kristus (dari LPMI/PPA); atau Buku Pegangan Pelayanan, halaman 5; CD-SABDA: Topik 17750.
4. Berdoalah dengannya untuk keselamatan dan kelepasan, sambil anda
menyerahkan dia kepada Tuhan.
5. Dorong dia untuk mulai membaca dan mempelajari Firman Allah. Belajar berdoa
akan memberi kekuatan dan pengertian tentang masalah-masalah hidup. Tawarkan dia "Hidup dalam Kristus" yang akan menolongnya memulai penelaahan Alkitab. "Hidup dalam Kristus" -- Buklet yang berisi pelajaran-pelajaran dasar tentang prinsip memulai Kehidupan Kristen (dari PPA, Persekutuan Pembaca Alkitab); CD-SABDA: Topik 17453.
6. Anjurkan dia untuk melibatkan diri dalam suatu gereja yang mementingkan
Firman Tuhan. Persekutuan dengan sesama Kristen sejati, akan memberi
pengaruh yang mendewasakan hidupnya dan membantu dia mengerti jalan-jalan Allah dan jalan-jalan hidup ini. Kesempatan PA dan pelayanan Kristen, akan disediakan oleh gereja bersangkutan pula.
Untuk yang Kristen:
Jika dia seorang Kristen yang merasa tertekan oleh kesusahan atau penderitaan yang menimpanya, usahakan untuk membahas beberapa kemungkinan penyebab yang diijinkan Allah.
1. Bersimpatilah dengannya. Kuatkan dia sambil memberikan penghiburan dari
Allah. Beberapa wawasan dalam Latar Belakang, dapat anda bagikan kepadanya. Kaitkan pokok-pokok yang nampaknya cocok.
2. Jika nampak perlu pemulihan atau penyerahan ulang, jelaskan tentang mencari
keampunan dan pemulihan.
3. Anjurkan dia menggali Firman Tuhan dan berdoa dengan tulus, agar Tuhan
membeberkan maksud-Nya dan penderitaan itu.
A. Apa yang Allah ingin katakan padaku?
B. Apa yang Allah ingin ajarkan padaku?
C. Langkah-langkah apa yang sepatutnya aku ambil?
4. Jika belum pernah terlibat, anjurkan dia melibatkan diri dalam suatu gereja yang
mementingkan Firman Tuhan. Firman Tuhan dapat memperdalam pengertiannya tentang kehendak dan jalan Allah.
5. Dorong dia bergaul dengan sesama sahabat Kristen. Adanya telinga-telinga yang
terbuka, akan membawa banyak faedah. Hasilnya adalah, penghiburan, pengertian dan kekuatan.
65
6. Berdoalah pribadi dengannya, memohonkan kelepasan.
Sumber:
Judul Buku: Buku Pegangan Pelayanan Penulis : Charles G. Ward
Penerbit : Persekutuan Pembaca Alkitab Halaman : 162 - 166
66