• Tidak ada hasil yang ditemukan

Arah Kebijakan Pembangunan Kabupaten Gianyar

b. Sasaran Strategis

B. Arah Kebijakan Pembangunan Kabupaten Gianyar

Selaras dengan arahan kebijakan yang tertuang dalam pembangunan Pemerintah Provinsi, Kebijakan Pembangunan Daerah Kabupaten Gianyar berupaya

mewujudkan visi dan misi, strategi, serta arah kebijakan pembangunan disajikan pada Tabel 3.3

Arah kebijakan umum program prioritas di bidang sarana dan prasarana infrastruktur wilayah Kabupaten Gianyar 2013-2018 meliputi:

1. Meningkatkan kondisi jalan di perdesaan, termasuk jalan Subak untuk menjamin akses ekonomi masyarakat.

2. Meningkatkan pelayanan, akses dan ketersediaan air bersih dengan melakukan pemeliharaan sumber-sumber air masyarakat di pedesaan, di perkotaan dan layanan PDAM yang reponsif dengan harga yang terjangkau.

3. Memperbaiki dan pembangunan sarana irigasi pertanian/Subak.

4. Mengalokasikan anggaran secara signifikan dari APBD dan mengupayakan sumber-sumber tambahan dari pemerintah atasan.

Sesuai dengan arah kebijakan umum di atas, maka program prioritas 5 tahun mendatang akan difokuskan pada:

1. Program peningkatan pembangunan infrastruktur bagi masyarakat secara merata

dan proporsional dan sesuai dengan penataan ruang.

2. Program peningkatan sarana dan prasarana infrastruktur perhubungan.

3. Program peningkatkan akses jaringan irigasi air baku (Subak), air bersih/air minum

(layanan PDAM), air limbah, sanitasi lingkungan, perumahan, transportasi jaringan

jalan dan jembatan, listrik, drainase, persampahan, dan lainnya.

4. Program peningkatan pembangunan jaringan telekomunikasi dan informatika

untuk mendekatkan jarak fisik yang berjauhan mengingat wilayah Kabupaten Gianyar yang luas.

5. Program pengelolaan sumber daya air beserta daerah tangkapan air secara

efisien.

Berdasarkan dengan visi misi Pemerintah Daerah Kabupaten Gianyar didapat Program Prioritas Berdasarkan Urusan (terkait Bidang Cipta Karya). Program unggulan sebagai prioritas pembangunan merupakan penjabaran strategis dari Visi dan Misi pembangunan Kabupaten Gianyar. Secara garis besar, untuk melaksanakan Visi dan Misi, maka disusun rencana strategis intansi terkait Pembangunan Bidang Cipta Karya di Kabupaten Gianyar.

1. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Gianyar.

2. Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Gianyar. 3. Dinas Lingkungan HIdup

4. Bappeda dan Litbang 5. PDAM

Untuk mewujudkan tujuan dan sasaran dari Visi dan Misi serta Kebijakan yang telah diuraikan sebelumnya, disusun program prioritas pembangunan yang disertai

DOKUMEN RENCANA

KABUPATEN/KOTA VISI MISI KEBIJAKAN STRATEGI

RPJMD 2013 - 2018 2 - -4 - -5 -

-Mewujudkan ketersediaan jaringan infrastruktur yang mampu mendorong perekonomian desa dan berkembangnya keterpaduan antar sektor dalam pengelolaan potensi ekonomi daerah yang berwawasan lingkungan.

Meningkatkan mutu infrastruktur secara bertahap baik di perkotaan maupun pedesaan.

Membangun jaringan infrastruktur untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Menjadikan Gianyar yang bersih, hijau, dan elok berdasarkan penerapan rencana tata ruang secara konsisten dan berwawasan lingkungan, sehingga dapat mewujudkan Gianyar yang alami, dan terbebas dari masalah-masalah kependudukan, lingkungan dan sosial.

Menumbuhkembangkan budaya masyarakat yang berbasis nilai nilai kearifan lokal yang dapat menumbuhkan relegiusitas, disiplin, kerja keras berorientasi pada prestasi, dengan meningkatkan peranan desa pakraman, banjar, subak, dan sekaa-sekaa serta institusi institusi yang telah ada dalam menjaga adat, budaya dan agama.

Meningkatkan peranan adat istiadat dan nilai-nilai budaya lokal sebagai pedoman hidup (way of life) di dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia yang kompetitif, beintegritas, profesional dan berjiwa kewirausahaan (enterpreneurship), dengan mengimplementasikan wajib belajar 12 tahun, beasiswa bagi anak kurang mampu dan berporestasi sampai ke jenjang perguruan tinggi,

meningkatkan kualitas, insentif dan renumerasi bagi pendidik dan tenaga kependidikan, serta menjadikan ruang-ruang publik di desa sebagai rumah belajar.

Peningkatan akses dan kualitas infrastruktur wilayah melalui Pengembangan dan pengelolaan jaringan irigrasi serta penanggulangan banjir.

Peningkatan prasarana dan sarana dasar permukiman dan Pengelolaan air minum dan air limbah.

Melestarikan berbagai peninggalan sejarah/ purbakala, dan warisan adat/budaya/pusaka bangsa guna

menumbuhkembangkan nilai-nilai budaya di masyaraka

Mewujudkan penurunan jumlah penduduk miskin, pengangguran terbuka dan berkurangnya kesenjangan antar wilayah dan kesenjangan sosial.

Meningkatkan pemberdayaan masyarakat dalam memecahkan masalah dalam upaya penanggulangan kemiskinan di daerah melalui : pemenuhan pelayanan dasar bagi masyarakat miskin, pengembangan usaha ekonomi produktif bagi masyarakat miskin dan pengembangan infrastruktur perdesaan bagi masyarakat miskin.

“Terwujudnya Gianyar Bagus (Bersih, Alami, Giat, Berbudaya, Dan Sejahtera)” Menuju Jagadhita

SPPIP 2011 1 1 Aspek Fisik a 2 2 Keterpaduan pengembangan infrastruktur b 3 3

4 c Revitalisasi kawasan permukiman

4 d Penataan Kawasan Kumuh

5 e

5 f

6

g Penataan Ruang Terbuka

6 h i j k l m Meningkatkan kualitas lingkungan yang

berlandaskan Gianyar Bersemi Meningkatkan peran serta masyarakat dalam pengembangan permukiman.

Pengembangan dan Peningkatan Pelayanan Jaringan air minum Pengembangan Jaringan Air Limbah Perkotaan dan Permukiman Pengembangan Jaringan Drainase dan Pengendalian Banjir Kawasan Perkotaan dan Permukiman

Pengelolaan Persampahan Kota dan Permukiman Pengembangan mitigasi bencana kawasan permukiman Penataan Tata Bangunan dan Lingkungan yang mendukung jatidiri/kearifan lokal

Pengembangan perumahan bertipe vertikal/susun Pengembangan sistem transportasi kota dan lingkungan perumahan

Mengupayakan pembangunan perumahan yang terjangkau oleh masyarakat

Mengendalikan pembangunan untuk mencegah terjadinya kerusakan dan pencemaran guna pelestarian lingkungan

Pengembangan/Penataan kawasan permukiman

Penataan permukiman yang tersebar (cluster) secara terpadu sehingga saling

terintegrasi Mendorong peran serta masyarakat

dalam pengembangan permukiman. Pengendalian dan pelestarian lingkungan guna mencegah terjadinya kerusakan dan pencemaran Peningkatan kualitas lingkungan yang berlandaskan Gianyar Bersemi (Bersih, Sehat, Indah, Memikat) ”Terwujudnya permukiman yang

sehat dan layak yang berlandaskan Tri Hita Karana.”

Meningkatkan kualitas perumahan dan permukiman yang sehat dan layak huni serta selaras dengan kearifan lokal

Meningkatkan kualitas dan kuantitas infrastruktur secara merata

Peningkatan dan pengembangan kawasan permukiman yang sehat dan layak huni serta selaras dengan kearifan lokal

Peningkatan kualitas dan kuantitas infrastruktur secara merata

KABUPATEN/KOTA

Aspek Sosial

a Pemberdayaan masyarakat dalam pelestarian lingkungan b Pelestarian budaya lokal

c Peningkatan kapasitas SDM Aspek Kelembagaan

a Dokumen Perencanaan

b Peningkatan kapasitas Kelembagaan Aspek Pebiayaan

a

b Investasi pengelolaan persampahan c Investasi pengelolaan Drainase d Investasi pengelolaan Air Bersih e Investasi pengelolaan Air Limbah

f Investasi pengelolaan Jalan Aspek Ekonomi

a

b Pengembangan kawasan wisata c Pengaturan pedagang kaki lima Aspek Pelibatan Masy & Pelaku Terkait Lain

a Pemberdayaan masyarakat b

c d Aspek Legal

a Legalisasi Penataan Ruang dan Tata Bangunan b

c

Menyusun Norma, Standar, Panduan dan Manual/Kriteria (NSPM/K) di bidang perumahan dan permkiman

Memperkuat kepranataan sosial tradisional Bali (awigawig adat) di dalam pengembangan dan pemeliharaan lingkungan perumahan dan permukiman.

Meningkatkan kapasitas penyediaan kredit pemilikan rumah (KPR)

Pengembangan sarana dan fasilitas perekonomian kawasan permukiman

Peningkatan Partisipasi Masyarakat dalam pengembangan permukiman dan Infrastruktur Perkotaan

Meningkatkan penerapan perlaku hidup bersih dan sehat (PHBS) Meningkatkan peran desa pekraman dan desa dalam pengelolaan sampah mandiri

3. Kontribusi dalam stimulasi pembangunan dan pengembangan kota dengan bobot 15%

4. Sesuai dengan kebijakan pembangunan dan pengembangan kota dengan bobot 10% 5. Dominasi permasalahan terkait dengan bidang keciptakaryaan dengan bobot 15% 6. Dominasi penanganan melalui bidang keciptakaryaan dengan bobot 15%

7. Identitas lokal dengan bobot 15%

Berdasarkan analisa terhadap masing‐masing kawasan permukiman di seluruh

Kabupaten Gianyar dengan menggunakan indikator tersebut diatas, maka kawasan prioritas pembangunan permukiman adalah sebagai berikut. Hasil skoring Kawasan Prioritas Utama (1) adalah :

1. Kecamatan Gianyar, meliputi :Kel. Gianyar, Kel. Bitra, Kel. Abian Base,Kel. Beng, Kel. Samplangan;

2. Kecamatan Ubud, meliputi : Kel. Ubud, Desa Mas, Desa Peliatan, Desa Petulu, Desa Kedewatan, Desa Lod Tunduh, Desa Sayan;

3. Kecamatan Sukawati,meliputi Desa Sukawati, Desa Celuk, Desa Singapadu Tengah, Desa Batu Bulan Kangin, Desa Batu Bulan, Desa Guwang, Desa Ketewel.

Dalam penyusunan program strategis merupakan tahap dalam merumuskan program – program sebagai langkah – langkah aplikatif dalam melaksanakan strategi pengembangan permukiman dan infrastruktur perkotaan. Langkah – langkah aplikatif pelaksanaan pembangunan yang disusun merupakan langkah – langkah riil dan terukur yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan daerah. Program – program strategis ini dirumuskan dengan mengacu pada rumusan strategi pengembangan permukiman dan infrastruktur perkotaan yang telah disepakati oleh seluruh pemangku kepentingan terkait di daerah, serta memperhatikan dampak dan korelasi dengan program pembangunan sektor lainnya.

Bentuk program strategis ini terdiri atas :

a. Lingkup Wilayah : yang meliputi wilayah Kabupaten Gianyar secara makro,

b. Lingkup Kawasan : yang meliputi 3 kawasan utama sebagai kawasan prioritas utama yaitu Kawasan Ubud, Kawasan Gianyar dan Kawasan Sukawati.

c. Program Strategi dirinci dalam skema pentahapan untuk lima tahunan dan pada lima tahun pertama akan dirinci pertahunnya.

Perkembangan kawasan permukiman ini pada dasarnya terbagi ke dalam dua jenis. Jenis yang pertama yaitu permukiman yang terbentuk sebelum suatu wilayah/kota berkembang pesat. Kawasan permukiman jenis ini berkembang secara alami di berbagai

yang subur. Jenis yang kedua adalah permukiman berkembang karena diciptakan oleh para pengembang, dan bisanya berada di pinggiran kota untuk memenuhi kebutuhan permukiman akibat tumbuhnya pusat-pusat baru di pinggiran kota.

Banyaknya kemungkinan persoalan yang muncul sebagai akibat dari perkembangan kawasan permukiman ini menyebabkan perlunya penanganan khusus. Faktor-faktor seperti perbedaan luas kawasan permukiman dan karakkteristik penduduk menyebabkan tiap kawasan permukiman di berbagai daerah memiliki penanganan yang berbeda-beda. Persoalan yang muncul bisa saja mempengaruhi perkembangan kota/wilayah secara keseluruhan sehingga ada beberapa bagian dari sebuah kawasan yang harus ditangani terlebih dahulu. Berdasarkan pertimbangan tersebut, perlu adanya penanganan yang didasarkan pada skala prioritas kawasan, atau yang biasa disebut sebagai kawasan permukiman prioritas.

1. Konsep Penanganan Infrastruktur a) Pengelolaan Persampahan

Reduce, adalah upaya pengelolaan sampah dengan cara mungurangi volume sampah.

Reuse, yaitu suatu cara untuk menggunakan kembali sampah yang ada, untuk keperluan yang sama atau fungsinya yang sama.

Recycle, atau daur ulang, adalah pemanfaatan limbah melalui pengolahan fisik atau kimia, untuk menghasilkan produk yang sama atau produk yang lain. Konsep penanganan sampah 3R dapat terlaksana dengan melibatkan masyarakat, dalam upaya mereduksi volume sampah dan meningkatkan nilai ekonomi sampah. Kegiatan-kegiatan yang dapat dilaksanakan adalah : pemilahan sampah, pemanfaatan sampah menjadi kerajinan, mengumpulkan dan menjual sampah yang masih memiliki nilai ekonomi, atau mengolah sampah menjadi kompos, yang dapat dilakukan dalam skala keluarga maupun skala komunal serta dengan keterlibatan pihak swasta.

b) Pengelolaan Air Limbah

Pengolahan sistem di tempat ( on site)

Pengolahan air limbah rumah tangga/domestik sistem di tempat (on site), dilaksanakan dengan melakukan pengolahan air limbah domestik/rumaha tangga di tempat dimana air limbah dihasilkan.

Pengolahan sistem terpusat (off site)

Pengolahan air limbah rumah (domestik) secara terpusat adalah mengalirkan air limbah yang dihasilkan dari setiap rumah tangga sebagai sumber limbah cair menuju satu tempat pengolahan limbah cair domestik. Hal ini dapat terlaksana bila kota memiliki IPAL (Instalasi Pengolah Air Limbah) atau (sewage treatment plant).

c) Sistem Penyediaan Air minum

Suatu program penyediaan air minum, sanitasi, dan kesehatan akan efektif dan berkelanjutan bila berbasis pada masyarakat melalui pelibatan seluruh masyarakat (perempuan, laki-laki, kaya dan miskin) dan dilakukan melalui pendekatan yang tanggap terhadap kebutuhan masyarakat (demand responsive approach). Proyek yang tanggap terhadap kebutuhan berarti bahwa proyek menyediakan sarana dan

strategi pengembangan permukiman perlu dilakukan. A. Perumusan Rencana Aksi Program

Kriteria dalam penyusunan dan pemilihan komponen pembangunan dalam RPKPP adalah :

a. Merupakan prioritas utama bagi penataan kawasan yang langsung dirasakan. b. Memberikan dampak yang nyata terhadap perbaikan lingkungan.

c. Komponen yang akan dibangun terlihat jelas secara visual untuk memberikan dorongan moril bagi masyarakat maupun pemerintah dan berdampak positif bagi lingkungan dan masyarakatnya.

d. Komponen yang akan dibangun mudah dilaksanakan pembangunannya dan tidak berada dalam tanah/lahan yang disengketakan.

e. Komponen yang akan dibangun dapat tercukupi oleh pembiayaan yang telah disediakan.

Dokumen terkait