Bagian Kesatu Umum Pasal 65
(1) Arahan pemanfaatan ruang wilayah kabupaten terdiri dari indikasi program utama jangka menengah lima tahunan, indikasi sumber pendanaan, indikasi pelaksana kegiatan, dan waktu pelaksanaan.
(2) Indikasi program utama jangka menengah lima tahunan meliputi : a. indikasi program utama perwujudan struktur ruang wilayah; b. indikasi program utama perwujudan pola ruang wilayah; dan c. indikasi program utama perwujudan kawasan strategis kabupaten.
(3) Indikasi sumber pendanaan terdiri dari dana pemerintah, pemerintah provinsi, pemerintah kKabupaten, swasta, kerjasama pemerintah - swasta, dan masyarakat.
(4) Indikasi pelaksana kegiatan terdiri dari pemerintah, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, swasta dan masyarakat.
(5) Indikasi waktu pelaksanaan terdiri dari 4 (empat) tahapan, yaitu :
a. tahap pertama, tahun 2011–2016, diprioritaskan pada upaya peningkatan berbagai kondisi esksisting, pengembangan baru, peningkatan kapasitas dan kinerjapelayanan; b. tahap kedua, tahun 2016–2021, diprioritaskan pada upaya peningkatan lebih lanjut,
serta peningkatan kapasitas dan kinerja pelayanan;
c. tahap ketiga, tahun 2021–2026, diprioritaskan pada upaya peningkatan lebih lanjut kapasitas dan kinerja pelayanan, serta beberapa pemantapan; dan
d. tahap keempat, tahun 2026–2031, diprioritaskan pada upaya pemantapan.
(6) Indikasi program utama jangka menengah lima tahunan, indikasi sumber pendanaan, indikasi pelaksana kegiatan, dan waktu pelaksanaan secara lebih rinci disajikan pada Lampiran 4 yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini.
Bagian Kedua Indikasi Program Utama Perwujudan Struktur Ruang Wilayah
Pasal 66
Indikasi program utama perwujudan struktur ruang wilayah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 65 ayat (2) huruf a meliputi indikasi program untuk perwujudan sistem perkotaan, sistem jaringan transportasi, sistem jaringan energi, sistem jaringan telekomunikasi, dan sistem jaringan sumber daya air.
Pasal 67
(1) Indikasi program utama perwujudan struktur ruang wilayah tahap pertama tahun 2011- 2016 diarahkan untuk meningkatkan keterpaduan sistem perkotaan melalui persiapan pembangunan, pembangunan lanjut, peningkatan, dan pembangunan baru fungsi-fungsi perkotaan serta jaringan prasarana dan sarana, meliputi :
a. peningkatan pengembangan fungsi serta prasarana dan sarana perkotaan Indrapura sebagai PKWp;
b. peningkatan pengembangan PKL Kawasan Perkotaan Lima Puluh, Kuala Tanjung dan Tanjung Tiram;
c. peningkatan dan pengembangan PPK Kawasan Perkotaan Perupuk, Pangkalan Dodek dan Sei Balai;
e. peningkatan pengembangan fungsi serta prasarana dan sarana seluruh perkotaan PPL Kawasan Perkotaan Sei Suka Deras, Labuhan Ruku dan Pulau Salah Nama dan Pulau Padang, secara bertahap untuk memperkuat sistem perdesaan;
f. peningkatan kondisi jalan dan melakukan pemeliharaan secara berkala yang dikelola oleh pemerintah pusat;
g. mengintegrasikan pembangunan jalan kolektor primer ke jalan arteri primer;
h. memantapkan fungsi sebagai akses utama yang menghubungkan sentra-sentra produksi pertanian diwilayah Kabupaten Batubara dan di wilayah kabupaten yang berbatasan ke kawasan industri dan pelabuhan pengumpan regional Kuala Tanjung;
i. peningkatan kondisi jalan dan melakukan pemeliharaan secara berkala, yang dikelola oleh pemerintah provinsi;
j. mengintegrasikan pembangunan jalan lokal primer ke jalan kolektor primer;
k. pembangunan terminal penumpang type C yang dialokasikan di Kawasan Perkotaan Lima Puluh;
l. meningkatkan kondisi dan fungsi Pelabuhan Kuala Tanjung; m. meningkatkan kondisi pelabuhan Tanjung Tiram;
n. studi kelayakan sumber energi alternatif;
o. meningkatkan kapasitas daya serta penambahan jaringan baru, terutama di kota-kota utama kabupaten serta pusat-pusat pertumbuhan kabupaten;
p. pembangunan jaringan listrik ke wilayah-wilayah tertinggal dan atau terisolasi yang selama ini belum mendapatkan pelayanan energi listrik;
q. pengembangan sistem jaringan prasarana sumber daya air dan pengembangan instalasi pengolahan air minum;
r. peningkatankapasitas produksi PDAM Kabupaten Batubara dan peningkatan pelayanan Instalasi Pengolahan Air (IPA);
s. penyusunan peraturan pengaturan menara secara bersama sama dan pengaturan jarak dengan bangunan terdekat (sesuai dengan Siaran Pers No. 80/DJPT.1/ KOMINFO /VI/2006);
t. peningkatan pelayanan telekomunikasi;
u. pembangunan Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT);
v. rehabilitasi dan pemeliharaan TPA (tempat pembuangan akhir) sampah; w. rencana pengembangan jaringan irigasi dan sistem pengendali banjir;
x. rehabilitasi jaringan drainase yang telah ada dan pengembangan sistem drainase baru.
y. penyusunan rencana detail tata ruang kawasan perkotaan Indrapura, penyusunan rencana detail tata ruang kawasan perkotaan Lima Puluh dan penyusunan rencana detail tata ruang kawasan perkotaan Tanjung Tiram;
z. penyusunan rencana rinci kawasan kawasan pusat niaga Indrapura, penyusunan rencana rinci kawasan industri Kuala Tanjung, dan penyusunan rencana rinci kawasan pariwisata Pulau Salah Nama dan Pulau Padang;
aa. penyusunan rencana detail kawasan pusat niaga Lima Puluh; ab.penataan bangunan pertokoan;
ac. pengembangan pusat permukiman perkotaan; ad.pengembangan pusat kuliner kota Lima Puluh; ae. pengembangan pusat pendidikan;
af. penataan bangunan pertokoan Tanjung Tiram;
ag.pengembangan sarana dan prasarana kawasan permukiman Sei Balai, Kuala Tanjung, Pulau Salah Nama dan Pulau Padang;
(2) Indikasi program utama perwujudan struktur ruang wilayah tahap kedua tahun 2016 - 2021 ditujukan untuk meningkatkan lebih lanjut keterpaduan sistem perkotaan melalui pembangunan lanjut, peningkatan, dan pembangunan baru fungsi-fungsi perkotaan serta jaringan prasarana dan sarana, meliputi :
a. peningkatan lebih lanjut pengembangan fungsi serta prasarana dan sarana perkotaan PKW Perkotaan Indrapura;
b. peningkatan lebih lanjut pengembangan PKL Kawasan Lima Puluh, Kuala Tanjung dan Tanjung Tiram;
c. peningkatan lebih lanjut pengembangan PPK Kawasan Perkotaan Perupuk, Pangkalan Dodek dan Sei Baalai;
e. peningkatan lebih lanjut pengembangan fungsi serta prasarana dan sarana seluruh perkotaan PPL Kawasan Perkotaan Sei Suka Deras, Labuhan Ruku, Pulau Salah Nama dan Pulau Pandang, secara bertahap untuk memperkuat sistem perdesaan;
f. peningkatan lebih lanjut kondisi jalan dan melakukan pemeliharaan secara berkala yang dikelola oleh pemerintah pusat;
g. peningkatan lebih lanjut pembangunan jalan kolektor primer ke jalan arteri primer; h. pemantapan lebih lanjut fungsi sebagai akses utama yang menghubungkan
sentra-sentra produksi pertanian diwilayah Kabupaten Batu Bara dan di wilayah kabupaten yang berbatasan ke kawasan industri dan pelabuhan pengumpan regional Kuala Tanjung;
i. peningkatan lebih lanjut pembangunan jalan lokal primer ke jalan kolektor primer; j. peningkatan lebih lanjut kondisi dan fungsi Pelabuhan Kuala Tanjung;
k. peningkatan lebih lanjut kondisi pelabuhan Tanjung Tiram;
l. peningkatan lebih lanjut kapasitas daya serta penambahan jaringan baru, terutama di kota-kota utama kabupaten serta pusat-pusat pertumbuhan kabupaten;
m. peningkatan lebih lanjut jaringan listrik ke wilayah-wilayah tertinggal dan atau terisolasi yang selama ini belum mendapatkan pelayanan energi listrik;
n. peningkatan lebih lanjut pengembangan sistem jaringan prasarana sumber daya air dan pengembangan instalasi pengolahan air minum;
o. peningkatan lebih lanjut kapasitas produksi PDAM Kabupaten Batubara dan peningkatan pelayanan Instalasi Pengolahan Air (IPA);
p. peningkatan lebih lanjut pelayanan telekomunikasi;
q. peningkatan lebih lanjut pemeliharaan TPA (tempat pembuangan akhir) sampah; r. pengembangan lebih lanjut jaringan irigasi dan sistem pengendali banjir;
s. peningkatan jaringan drainase yang telah ada dan pengembangan sistem drainase baru.
t.penataan lebih lanjut bangunan pertokoan;
u. pengembangan lebih lanjut pusat permukiman perkotaan; v.pengembangan lebih lanjut pusat kuliner kota Lima Puluh; w. pengembangan lebih lanjut pusat pendidikan;
x. penataan lebih lanjut bangunan pertokoan Tanjung Tiram;
y. pengembangan lebih lanjut sarana dan prasarana kawasan permukiman Sei Suka Deras, Labuhan Ruku, pulau Salah Nama dan pulau Pandang;
(3) Indikasi program utama perwujudan struktur ruang wilayah tahap ketiga tahun 2021– 2026 ditujukan untuk terus meningkatkan kapasitas dan kinerja pelayanan sistem perkotaan secara terpadu melalui pembangunan lanjut, peningkatan, dan pembangunan baru fungsi-fungsi perkotaan serta jaringan prasarana dan sarana, meliputi :
a. peningkatan lebih lanjut pengembangan fungsi serta prasarana dan sarana perkotaan PKWp Perkotaan Indrapura;
b. peningkatan lebih lanjut pengembangan PKL Kawasan Perkotaan Lima Puluh; c. peningkatan lebih lanjut pengembangan PPK Kawasan Perkotaan Tanjung Tiram;
e. peningkatan lebih lanjut pengembangan fungsi serta prasarana dan sarana seluruh perkotaan PPL Kawasan Perkotaan Labuhan Ruku, permukiman pulau Salah Nama dan pulau Pandang, secara bertahap untuk memperkuat sistem perdesaan;
f. peningkatan lebih lanjut kondisi jalan dan melakukan pemeliharaan secara berkala yang dikelola oleh pemerintah pusat;
g. peningkatan lebih lanjut pembangunan jalan kolektor primer ke jalan arteri primer; h. pemantapan lebih lanjut fungsi sebagai akses utama yang menghubungkan
sentra-sentra produksi pertanian diwilayah Kabupaten Batu Bara dan di wilayah kabupaten yang berbatasan ke kawasan industri dan pelabuhan pengumpan regional Kuala Tanjung;
i. peningkatan lebih lanjut pembangunan jalan lokal primer ke jalan kolektor primer; k. peningkatan lebih lanjut kondisi dan fungsi Pelabuhan Kuala Tanjung;
l. peningkatan lebih lanjut kondisi pelabuhan Tanjung Tiram;
m. peningkatan lebih lanjut kapasitas daya serta penambahan jaringan baru, terutama di kota-kota utama kabupaten serta pusat-pusat pertumbuhan kabupaten;
n. peningkatan lebih lanjut jaringan listrik ke wilayah-wilayah tertinggal dan atau terisolasi yang selama ini belum mendapatkan pelayanan energi listrik;
o. peningkatan lebih lanjut pengembangan sistem jaringan prasarana sumber daya air dan pengembangan instalasi pengolahan air minum;
p. peningkatan lebih lanjut kapasitas produksi PDAM Kabupaten Batubara dan peningkatan pelayanan Instalasi Pengolahan Air (IPA);
q. peningkatan lebih lanjut pelayanan telekomunikasi;
r. peningkatan lebih lanjut pemeliharaan TPA (tempat pembuangan akhir) sampah; s. pengembangan lebih lanjut jaringan irigasi dan sistem pengendali banjir;
t. peningkatan jaringan drainase yang telah ada dan pengembangan sistem drainase baru.
u.penataan lebih lanjut bangunan pertokoan;
v. pengembangan lebih lanjut pusat permukiman perkotaan; w.pengembangan lebih lanjut pusat kuliner kota Lima Puluh; x. pengembangan lebih lanjut pusat pendidikan;
y. penataan lebih lanjut bangunan pertokoan Tanjung Tiram;
z. pengembangan lebih lanjut sarana dan prasarana kawasan permukiman Sei Balai, Kuala Tanjung, Pulau Salah Nama dan Pulau Padang;
(4) Indikasi program utama perwujudan struktur ruang wilayah tahap keempat tahun 2026– 2031 ditujukan untuk memantapkan kinerja pelayanan sistem perkotaan secara terpadu melalui pembangunan lanjut, peningkatan, dan pembangunan baru fungsi-fungsi perkotaan serta jaringan prasarana dan sarana sesuai kebutuhan dan perkembangan, meliputi :
a. pemantapan fungsi dan kinerja peran prasarana dan sarana perkotaan PKW Perkotaan Lima Puluh;
b. pemantapan fungsi dan peran PKL Kawasan Perkotaan Indrapura;
c. pemantapan fungsi dan peran PPK Kawasan Perkotaan Tanjung Tiram;
e. pemantapan fungsi dan peran prasarana dan sarana seluruh perkotaan PPL Kawasan Perkotaan Labuhan Ruku, Kawasan Perkotaan Sei Suka, Kawasan Perkotaan Pangkalan Dodek, Kawasan Perkotaan Sei Balai, Kawasan Perkotaan Kuala Tanjung
dan Kawasan Perkotaan Pulau Salah Nama dan Pulau Padang, secara bertahap untuk memperkuat sistem perdesaan;
g. pemantapan fungsi dan peran jalan kolektor primer ke jalan arteri primer;
h. pemantapan fungsi dan peran jalan akses utama yang menghubungkan sentra-sentra produksi pertanian diwilayah Kabupaten Batubara dan di wilayah kabupaten yang berbatasan ke kawasan industri dan pelabuhan pengumpan regional Kuala Tanjung; i. pemantapan fungsi dan peran pembangunan jalan lokal primer ke jalan kolektor
primer;
k. pemantapan fungsi dan peran Pelabuhan Kuala Tanjung; l. pemantapan fungsi dan peran pelabuhan Tanjung Tiram;
m. pemantapan lebih lanjut kapasitas daya serta penambahan jaringan baru, terutama di kota-kota utama kabupaten serta pusat-pusat pertumbuhan kabupaten;
n. pemantapan pelayanan jaringan listrik ke wilayah-wilayah tertinggal dan atau terisolasi yang telah mendapatkan pelayanan energi listrik;
o. peningkatan lebih lanjut pengembangan sistem jaringan prasarana sumber daya air dan pengembangan instalasi pengolahan air minum;
p. peningkatan lebih lanjut kapasitas produksi PDAM Kabupaten Batubara dan peningkatan pelayanan Instalasi Pengolahan Air (IPA);
q. peningkatan lebih lanjut pelayanan telekomunikasi;
r. peningkatan lebih lanjut pemeliharaan TPA (tempat pembuangan akhir) sampah; s. pengembangan lebih lanjut jaringan irigasi dan sistem pengendali banjir;
t. peningkatan jaringan drainase yang telah ada dan pengembangan sistem drainase baru.
u.penataan lebih lanjut bangunan pertokoan;
v. pengembangan lebih lanjut pusat permukiman perkotaan; w.pengembangan lebih lanjut pusat kuliner kota Lima Puluh; x. pengembangan lebih lanjut pusat pendidikan;
y. penataan lebih lanjut bangunan pertokoan Tanjung Tiram;
z. pemantapan fungsi dan pelayanan sarana dan prasarana kawasan permukiman Sei Balai, Kuala Tanjung, Pulau Salah Nama dan Pulau Padang;
Bagian Ketiga Indikasi Program Utama Perwujudan Pola Ruang Wilayah
Pasal 68
(1) Indikasi program utama perwujudan pola ruang wilayah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 67 ayat (2) huruf b terdiri dari indikasi program utama perwujudan kawasan lindung, indikasi program utama kawasan suaka alam, pelestarian alam dan cagar budaya, dan indikasi program utama perwujudan kawasan budidaya.
(2) Indikasi program utama perwujudan kawasan lindung meliputi indikasi program untuk perwujudan kawasan hutan lindung, kawasan yang memberikan perlindungan terhadap terhadap kawasan bawahannya; kawasan lindung setempat; kawasan sempadan pantai, dan kawasan sempadan sungai;
(3) Indikasi program utama perwujudan kawasan suaka alam, pelestarian alam, dan cagar budaya meliputi indikasi program untuk perwujudan kawasan rawan abrasi, kawasan rawan gelombang tinggi, dan kawasan rawan banjir;
(4) Indikasi program utama perwujudan kawasan budidaya meliputi indikasi program untuk perwujudan kawasan peruntukan hutan produksi, kawasan peruntukan pertanian, kawasan peruntukan perkebunan, kawasan peruntukan perikanan, kawasan/zona perikanan tangkap, kawasan peruntukan industri, kegiatan peternakan, dan kawasan peruntukan permukiman.
Pasal 69
(1) Indikasi program utama perwujudan pola ruang wilayah tahap pertama tahun 2011-2016 ditujukan untuk meningkatkan efektivitas fungsi kawasan lindung, kawasan suaka alam, pelestarian alam, dan cagar budaya, dan perwujudan kawasan-kawasan budidaya sesuai lokasi, karakteristik ruang, dan potensi sumber daya yang dimiliki, meliputi :
a. melakukan deliniasi dan tata batas kawasan hutan lindung;
b. memberikan tanda-tanda khusus (tanaman, buah-buahan tertentu atau tanaman khusus lainnya) pada batas terluas kawasan hutan lindung;
c. melakukan kegiatan reboisasi kawasan hutan lindung; d. membatasi perijinan pemanfaatan lahan disekitar kawasan hutan lindung, melalui
pengendalian dengan menerapkan ketentuan diinsentif;
e. membatasi pembangunan jaringan jalan dan pelabuhan disekitar kawasan hutan lindung;
f. melakukan sosialisasi kepada masyarakat tempatan;
g. melakukan deliniasi dan tata batas kawasan yang dilindungi;
h. melakukan tata batas kawasan lindung setempat disekitar kawasan danau;
i. mengembangkan kegiatan ekowisata dan budidaya perikanan dengan menerapkan prinsip kehati-hatian;
j. mengembangkan tanaman khusus pada batas terluar kawasan lindung setempat; k. mengembalikan fungsi lindung pantai yang telah mengalami kerusakan;
l. penanaman bakau pada kawasan sempadan pantai yang berlumpur; m. penyusunan rencana tindak pengembangan pemeliharaan kawasan sungai;
n. penanaman bakau atau tanaman api-api sebagai salah satu alternatif solusi untuk menaggulangi abrasi;
o. penyuluhan dan penyadaran masyarakat tentang fungsi penting tanaman hutan mangrove;
p. studi dan rekayasa struktur penahan gelombang (revetmen dan dinding laut) pada pantai-pantai yang berhadapan langsung dengan Selat Malaka;
q. penetapan kawasan pinggir pantai seluas minimal 500 meter sebagai daerah yang bebas dari aktivitas sosial ekonomi;
r. perbaikan dan penambahan melakukan deregulasi dan menciptakan iklim investasi yang sehat untuk mendorong investasi swasta di berbagai sektor/subsektor perekonomian wilayah kabupaten.
(2) Indikasi program utama perwujudan pola ruang wilayah tahap kedua tahun 2016-2021 ditujukan untuk meningkatkan keamanan kawasan-kawasan lindung, meningkatkan
kualitas kawasan-kawasan budidya, dan meningkatkan mutu serta daya saing produk dari berbagai sektor/subsektor perekonomian wilayah, meliputi :
a. peningkatan upaya pemeliharaan, pengawasan, dan pengamanan fisik di lapangan seluruh jenis kawasan-kawasan lindung;
b. melanjutkan upaya reboisasi hutan-hutan yang rusak pada setiap jenis kawasan lindung yang belum terselesaikan pada tahap pertama;
d. pegembangan kawasan produksi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi wilayah melalui pengembangan kawasan perkebunan;
e. pengembangan pertanian tanaman pangan lahan basah di semua kecamatan. f. memtakan dan menetapkan tentang kawasan pertanian pangan abadi sebagai food
security Bagi Kabupaten Batu Bara; g. Pemberdayaan Masyarakat Ne-la yan;
h. Pemberian Kemudahan Akses bagi Nelayan untuk Menda-patkan Modal Usaha Melalui Kredit Mikro;
i. Mempersiapkan Sarana dan Pra- sarana Dasar Kawasan Permukiman; j. Evaluasi dan pengawasan;
(3) Indikasi program utama perwujudan pola ruang wilayah tahap ketiga tahun 2021-2026 ditujukan untuk memantapkan pengamanan kawasan-kawasan lindung dan memantapkan mutu serta daya saing produk dari berbagai sektor/subsektor perekonomian wilayah, meliputi :
a. pemantapan upaya pemeliharaan, pengawasan, dan pengamanan fisik di lapangan seluruh jenis kawasan-kawasan lindung;
b. pemantapan upaya pemeliharaan, pengawasan, dan pengamanan fisik di lapangan kawasan-kawasan hutan yang telah selesai direboisasi pada tahap kedua;
c. pemantapan upaya pengawasan dan pengamanan fisik di lapangan terhadap kawasan-kawasan rawan bencana alam yang telah dibersihkan dari permukiman penduduk;
d. pengembangan lebih lanjut, pemantapan mutu, dan daya saing dari produk-produk subsektor pertanian lahan basah, lahan kering, dan hortikultura;
e. pengembangan lebih lanjut, pemantapan mutu, dan daya saing dari produk-produk perkebunan rakyat;
f. pengembangan lebih lanjut, pemantapan mutu, dan daya saing dari produk-produk perikanan budidaya air tawar, budidaya pesisir dan laut, serta perikanan tangkap; g. pengembangan kawasan produksi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi wilayah
melalui pengembangan kawasan perkebunan;
h. mempersiapkan sarana dan prasarana produksi pertanian sesuai kebutuhan untuk meningkatkan jumlah produksi pertanian;
i. meningkatkan produktifitas lahan-lahan pertanian potensial sebagai upaya menjaga ketahanan pangan diwilayah Kabupaten Batu Bara;
j. menciptakan nilai tambah terhadap produk perikanan lokal yang didukung dengan pengembangan kegiatan industri pengolahan perikanan;
k. pengembangan zona penangkapan ikan
o. memantapkan upaya deregulasi dan menciptakan iklim investasi yang sehat untuk mendorong investasi swasta di berbagai sektor/subsektor perekonomian wilayah kabupaten.
(4) Indikasi program utama perwujudan pola ruang wilayah tahap keempat tahun 2026– 2031 ditujukan untuk pemantapan lebih lanjut pengamanan kawasan-kawasan lindung dan pemantapan lebih lanjut mutu serta daya saing produk dari berbagai sektor/subsektor perekonomian wilayah, meliputi :
a. pemantapan lebih lanjut upaya pemeliharaan, pengawasan, dan pengamanan fisik di lapangan seluruh jenis kawasan-kawasan lindung;
b. pemantapan lebih lanjut upaya pemeliharaan, pengawasan, dan pengamanan fisik di lapangan kawasan-kawasan hutan yang telah selesai direboisasi pada tahap kedua; c. memperkuat kelembagaan usaha tani dan memberikan kemudahan dalam
mendapatkan batuan modal usaha;
f. pemantapan lebih lanjut upaya pengawasan dan pengamanan fisik di lapangan terhadap kawasan-kawasan rawan bencana alam yang telah dibersihkan dari permukiman penduduk;
g. pengembangan dan pemantapan lebih lanjut mutu serta daya saing dari produk-produk subsektor pertanian lahan basah, lahan kering, dan hortikultura;
h. pengembangan dan pemantapan lebih lanjut mutu serta daya saing dari produk-produk perkebunan rakyat;
i. pengembangan dan pemantapan lebih lanjut mutu serta daya saing dari produk-produk perikanan budidaya air tawar, budidaya pesisir dan laut, serta perikanan tangkap;
o. memantapkan lebih lanjut upaya deregulasi dan menciptakan iklim investasi yang sehat untuk mendorong investasi swasta di berbagai sektor/subsektor perekonomian wilayah kabupaten.
Bagian Keempat Indikasi Program Utama
Perwujudan Kawasan Strategis Kabupaten Pasal 70
(1) Indikasi program utama perwujudan kawasan strategis kabupaten sebagaimana dimaksud dalam Pasal 69 terdiri dari indikasi program utama perwujudan struktur ruang dan pola ruang wilayah yang diprioritaskan penanganannya karena mempunyai pengaruh yang sangat penting dalam pengembangan wilayah kabupaten secara ekonomi, sosial budaya dan lingkungan.
(2) Indikasi program utama yang diprioritaskan dalam tahap pertama tahun 2011- 2015 untuk perwujudan kawasan-kawasan strategis kabupaten adalah :
a. penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kawasan Strategis Indrapura, Kuala Tanjung dan Tanjung Tiram;
b. penyusunan DED untuk seluruh fasilitas dan utilitas yang harus dibangun; c. pembebasan lahan sesuai masterplan yang sudah dibuat;
d. penyiapan pembangunan fisik pembangunan fisik secara bertahap; e. pelaksanaan pembangunan fisik secara bertahap;
g. penyusunan DED untuk seluruh fasilitas yang harus dibangun; h. pembebasan lahan sesuai masterplan yang sudah dibuat;
i. penyiapan pembangunan fisik secara bertahap; dan j. evaluasi dan pengawasan.
(3) Indikasi program utama yang diprioritaskan dalam tahap kedua tahun 2016- 2020 untuk perwujudan kawasan-kawasan strategis kabupaten adalah :
a. evaluasi dan pengawasan; serta
(4) Indikasi program utama yang diprioritaskan dalam tahap ketiga tahun 2021- 2025 untuk perwujudan kawasan-kawasan strategis kabupaten adalah :
a. evaluasi dan pengawasan;
(5) Indikasi program utama yang diprioritaskan dalam tahap keempat tahun 2026- 2031 untuk perwujudan kawasan-kawasan strategis kabupaten adalah :
a. evaluasi dan pengawasan .
Bagian Kelima Indikasi Sumber Pendanaan
Pasal 71
(1) Dana yang diperlukan untuk membiayai program-program pembangunan dan pemeliharaan dapat berasal dari pemerintah kabupaten (APBD Kabupaten), pemerintah provinsi (APBD Provinsi), pemerintah pusat (APBN), swasta, perusahaan negara/daerah, hibah atau bantuan luar negeri, pinjaman swasta dari luar negeri, kerjasama pemerintah-swasta, dan masyarakat.
(2) Pengelolaan aset hasil kerjasama pemerintah-swasta dilakukan sesuai kesepakatan yang menguntungkan pemerintah berdasarkan analisa kelayakan ekonomi dan finansial.
Bagian Keenam Indikasi Pelaksana Kegiatan
Pasal 72
Indikasi pelaksana kegiatan terdiri dari satuan kerja perangkat pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, dan pemerintah pusat, serta swasta, pemerintah bersama swasta, dan masyarakat.
BAB VIII