C.2 Kawasan strategis dari sudut kepentingan sosial budaya, meliputi:
III.1.4 Arahan Rencana Pembangunan Daerah
4.1 Arahan RPJMD Provinsi Kalimantan Selatan 2016-2021
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Kalimantan Selatan merupakan pembangunan jangka menengah tahap ketiga atas pelaksanaan RPJPD Provinsi Kalimantan Selatantahun 2005-2025. Visi Pembangunan Jangka Panjang Daerah Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2005-2025 sesusai Perda Nomor 17 Tahun 2009 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2005- 2025, yang merupakan kristalisasi, komitmen dan kesepakatan
III - 28
seluruh lapisan masyarakat Provinsi Kalimantan Selatan adalah “Kalimantan Selatan 2025 Maju Dan Sejahtera Sebagai Wilayah Perdagangan Dan Jasa Berbasis Agroindustri”
Visi Pembangunan dalam lima tahun kedepan yang merupakan Visi Kepala Daerah terpilih yang ditetapkan sebagai visi Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMD Provinsi Kalimantan Selatan) Tahun 2016 – 2021 yaitu: “Kalsel Mapan (Mandiri dan Terdepan) Lebih Sejahtera, Berkeadilan, Berdikari dan Berdaya Saing”.
Misi Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMD Prov. Kalimantan Selatan) Tahun 2016 –
2021 yaitu:
1. Mengembangkan dan meningkatkan kualitas SDM, dengan menitikberatkan pada aspek kesehatan, pendidikan dan kehidupan sosial budaya dan agama berlandaskan pada IPTEK dan IMTAQ.
2. Mengembangkan ekonomi kearah industri dan perdagangan, yang berbasis pada potensi agraris dan kerakyatan dengan dukungan transportasi yang baik.
3. Mengembangkan prasarana dan sarana pembangunan, yang relatif merata pada berbagai wilayah pembangunan
4. Mendorong pengelolaan SDA secara efisien, untuk menjamin kelanjutan pembangunan dan menjaga keseimbangan lingkungan.
5. Menciptakan taat asas dan tertib hukum, bagi penyelenggaraan pemerintahan daerah, kehidupan berpolitik, sosial, budaya dan agama.
Berdasarkan visi dan misi pembangunan jangka menengah, maka ditetapkan tujuan dan sasaran pembangunan pada masing-masing misi dan prioritas pembangunan sebagai berikut:
Terkait Bidang Cipta Karya pada Misi RPJMD Provinsi Kalimantan Selatan yaitu Mengembangkan Sumber Daya Manusia Yang Agamis, Sehat, Cerdas Dan Terampil dilaksanakan 4 (empat) prioritas Utama yaitu: Prioritas Kalsel Cerdas, Prioritas Kalsel Sehat, Prioritas Kalsel Terampil dan Prioritas Kalsel Beriman. Agar Pembangunan Kalimantan Selatan dalam 5 tahun kedepan dapat lebih terarah dan lebih fokus, maka ditetapkan 13 (tiga belas) prioritas pembangunan daerah yang akan menjadi acuan, yaitu :
1. Kalsel Cerdas 2. Kalsel Sehat
3. Kalsel Terampil 4. Kalsel Beriman
5. Kalsel Dengan Pemda Berkinerja Baik 6. Kalsel Berbudaya
7. Kalsel Aman
8. Kalsel Menuju Tuan Rumah PON
III - 29
10. Kalsel Sentra Pangan
11. Kalsel Menuju Salah Satu Destinasi Wisata Nasional 12. Kalsel Menuju Daerah Industri, Perdagangan Dan Jasa 13. Kalsel Menuju Lingkungan Berkualitas
Terkait Bidang Cipta Karya pada 13 point prioritas RPJMD Provinsi Kalimantan Selatan pada point ; Point 2. Kalsel Sehat
SASARAN : Meningkatnya derajat kesehatan masyarakat
KEBIJAKAN : Meningkatkan penyediaan supply air bersih dan sanitasi layak. Fasilitasi penyediaan permukiman sehat
Point 9. Kalsel Dengan Infrastruktur Yang Berkualitas
SASARAN : Meningkatnya Kuantitas dan Kualitas Infrastruktur Dasar
Meningkatnya Kuantitas dan Kualitas Infrastruktur Perekonomian KEBIJAKAN :
- Mendorong perkuatan kelembagaan masyarakat pengelola air bersih untuk masyarakat perdesaan
- Peningkatan jaringan telekomunikasi di seluruh wilayah Kalimantan Selatan
- Meningkatkan konektivitas antar wilayah baik untuk kawasan produksi dengan kawasan industri dan pelabuhan serta mengatasi peningkatan kuantitas moda lalu lintas
- Mendorong pengembangan sistem jaringan jalan yang merata di antara wilayah pembangunan - Melaksanakan kerjasama dengan pemerintah dan swasta untuk merealisasikan pembangunan
jalan bebas hambatan.
- Membangun moda transportasi masal (pembangunan BRT)
- Penyediaan sarana prasarana fasilitas perhubungan untuk keselamatan berkendara
- Mendorong pembangunan waduk/embung sebagai upaya ketahanan air membangun embung /waduk untuk penyediaan air bersih dan ketahanan air
- Mendorong pembangkit listrik altrernatif
- Meningkatkan jaringan listrik diseluruh wilayah Kalimantan Selatan Point 13. Kalsel Menuju Lingkungan Berkualitas
SASARAN : Menurunnya kerusakan dan pencemaran lingkungan KEBIJAKAN :
- Mengurangi luasan lahan kritis di luar KPH
- Meningkatkan pengawasan illegal loging, illegal mining dan illegal fishing - Mengendalian pencemaran akibat usaha pertambangan
III - 30
- Pengurangan pencemaran kualitas air
- Pembinaan, pengawasan, pelestarian dan rehabilitasi kawasan mangrove dan terumbu karang - Pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan
- Penanggulangan banjir di daerah - Penanganan Persampahan
III - 31 Tabel III. 3 Penjabaran Misi, Sasaran, strategi dan arah kebijakan RPJMD Provinsi Kalimantan Selatan 2016-2021 terkait Program Bidang Cipta Karya
III - 32 Tabel III. 4 Indikasi Rencana Program Prioritas dan Pendanaan Provinsi Kalimantan Selatan
III - 34
4.2 Arahan RPJMD Kabupaten Hulu Sungai Selatan 2014- 2018
Dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Hulu Sungai Selatan 2014- 2018 merupakan dokumen yang menjabarkan rencana pembangunan lima tahun sesuai masa bhakti kepala daerah terpilih yaitu 2014- 2018 dalam proses pemilihan kepala daerah secara langsung.
Berdasarkan pada kondisi daerah, potensi daerah, peluang dan tantangan dalam pembangunan daerah, dengan mengacu pada visi kepala daerah terpilih dalam pemilihan kepala daerah tahun 2013, maka pembangunan Kabupaten Hulu Sungai Selatan dalam 5 (lima) tahun ke depan terarah pada VISI:
“ Terwujudnya Kabupaten Hulu Sungai Selatan Yang Sejahtera, Agamis Dan Produktif”
Pemahaman terhadap visi di atas ada 3 (tiga) keadaan yang dicita- citakan, yaitu:
“ Terciptanya keadaan Daerah Kabupaten Hulu Sungai Selatan yang sejahtera” yang ditandai dengan meningkatnya kualitas sumberdaya manusia, meningkatnya kesempatan berusaha, meningkatnya pendapatan per kapita masyarakat, meningkatnya daya beli masyarakat, meningkatnya keberdayaan masyarakat dalam kehidupan sosial.
“ Terciptanya keadaan Daerah Kabupaten Hulu Sungai Selatan yang agamis” yang ditandai dengan suasana kondusif dan religius yang sudah menjadi ciri dan identitas masyarakat Hulu Sungai Selatan selama ini. Oleh karenanya sangat penting untuk menjaga dan mempertahankan nilai- nilai keagamaan yang menjadi ciri masyarakat Kabupaten Hulu Sungai Selatan.
“ Terciptanya keadaan Daerah Kabupaten Hulu Sungai Selatan yang Produktif” yang ditandai dengan antara lain meningkatnya kualitas layanan publik pada sektor pemerintahan, meningkatnya efisiensi dan efektifitas penggunaan keuangan, meningkatnya kemandirian daerah, meningkatnya efisiensi ekonomi masyarakat sehingga dapat memacu pertumbuhan ekonomi daerah.
Adapun misi pembangunan yang harus dilaksanakan dalam RPJMD tahun 2014 - 2018 adalah sebagai berikut:
1. Meningkatkan Kehidupan Beragama.
- Meningkatkan dukungan fasilitas pelaksanaan nilai-nilai agamis dalam kehidupan sehari-hari. - Meningkatkan pelaksanaan kehidupan beragama yang berkualitas dan lebih religius.
- Meningkatkan kerjasama dengan lembaga keagamaan dalam kehidupan beragama. 2. Meningkatkan Dan Mengembangkan Potensi Daerah.
2.1. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia, mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, bersih dan melayani, meliputi:
III - 35
- Tata kelola pemerintahan yang baik, bersih dan melayani, terdiri dari bidang pemerintahan dan bidang hukum
- Kualitas sumber daya manusia ini terdiri dari layanan pendidikan, layanan kesehatan, - Pemasyarakatan dan peningkatan prestasi pada bidang olah raga, senidan budaya. 2.2. Mengembangkan potensi masyarakat berbasis pertanian secara luas, industri kecil, dan
pariwisata, meliputi:
- Sektor Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura, Perikanan, Peternakan, Perkebunan dan Kehutanan.
- Sektor Pariwisata dan Industri Pariwisata - Sektor Industri Kecil dan Menengah
3. Meningkatkan Perekonomian Masyarakat dan Pendapatan Daerah, terkait misi program kegiatan Bidang Cipta Karya ;
3.1. Membangun semangat dan mewujudkan tingkat produktivitas dan kinerja dan menggali sumber- sumber pendapatan daerah, meliputi:
- Peningkatan Pendapatan Daerah (Pendapatan Asli Daerah, Perimbangan dan Penerimaan Sah lainnya)
- Perekonomian Masyarakat ( Sektor Industri, Sektor Perdagangan dan Jasa, Sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah dan Koperasi Koperasi )
3.2. Meningkatkan Infrastruktur yang Berkualitas, Penataan Ruang dan Pengembangan Kawasan Pembangunan
- Meningkatkan ketersediaan dan kualitas Infrastruktur
- Meningkatan kualitas kawasan Permukiman, ketersediaan Fasilitas Transportasi dan Fasilitas Umum lainnya
- Pengembangan Kawasan Pembangunan agropolitan - Penataan Tata Ruang dan Lingkungan
- Meningkatkan Pengelolaan dan Pemanfaatan Sumber Daya Alam yang ramah lingkungan 4. Meningkatkan pemanfaatan Teknologi Dan Informatika
- Meningkatkan Pengembangan dan pemanfaatan Iptek dalam upaya menumbuhkembangkan kapasitas produksi.
- Meningkatkan penyebarluasan informasi dan pemanfaatannya guna mendukung pembangunan daerah.
III - 36
Tujuan yang diinginkan dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Hulu Sungai Selatan Tahun 2014 - 2018 pada dasarnya adalah menciptakan kesejahteraan bagi masyarakat di masa 5 (lima) tahun mendatang dengan kehidupan keagamaan dan produktivitas yang tinggi serta stabilitas sosial yang kondusif. Tujuan pembangunan Kabupaten Hulu Sungai Selatan untuk 5 (lima) tahun ke depan adalah sebagai berikut :
1. Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, bersih dan melayani. 2. Meningkatkan pemerataan dan mutu pendidikan
3. Meningkatkan derajad kesehatan masyarakat
Kesehatan merupakan hak dasar bagi setiap individu dan menjadi layanan dasar wajib yang harus diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah. Pembangunan kesehatan di Kabupaten Hulu Sungai Selatan bertujuan untuk meningkatkan derajad kesehatan masyarakatnya, sehingga mampu lebih berdaya dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik. Mewujudkan pelayanan kesehatan yang prima dan masyarakat Hulu Sungai Selatan yang Sehat dengan memberdayakan masyarakat untuk hidup sehat, peningkatan jangkauan dan pemerataan pelayanan, terciptanya lingkungan yang sehat.
4. Meningkatkan pemberdayaan masyarakat, khususnya masyarakat kurang mampu.
5. Mengembangkan Potensi masyarakat berbasis pertanian, perkebunan, perikanan, industri kecil, dan pariwisata.Potensi sumber daya alam (SDA) dan sumber daya manusia (SDM) di Kabupaten Hulu Sungai Selatan cukup besar untuk dikembangkan dan dimanfaatkan untuk kepentingan pertanian rakyat, yaitu pertanian tanaman pangan, perikanan, peternakan, perkebunan dan kehutanan. Dalam hal ini dibutuhkan peran Pemerintah Daerah yang lebih serius dalam menyediakan sarana dan prasarana terkait, termasuk penggunaan teknologi dan pembinaan terhadap masyarakat sehingga nilai tambah produk pertanian dapat ditingkatkan dan ketahanan pangan daerah dapat diwujudkan. 6. Meningkatkan pendapatan sumber keuangan daerah dan perekonomian masyarakat.
7. Menciptakan tenaga kerja produktif yang mampu diserap dunia kerja.
8. Meningkatkan ketersediaan daya dukung sarana dan prasarana fisik wilayah.
Penyediaan infrastruktur berupa sarana dan prasarana wilayah yang memadai, efisien dan efektif mutlak diperlukan. Infrastuktur merupakan faktor penunjang bagi aktivitas masyarakat di dalam suatu wilayah. Secara tidak langsung infrastuktur yang baik akan meningkatkan kualitas dan kesejahteraan hidup masyarakat, membuka daerah-daerah yang terisolir, meningkatkan aksesibilitas masyarakat terhadap pusat-pusat pendidikan, kesehatan dan perekonomian. Sehingga dari sini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan berimplikasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
III - 37
10. Mewujudkan kelestarian lingkungan hidup dan pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan. Pemanfaatan sumberdaya alam untuk kepentingan ekonomi menjadi hal yang memang seharusnya diupayakan untuk kesejahteraan masyarakat. Namun dalam hal ini perlu tetap memperhatikan kelestarian lingkungan hidup dengan tetap melindungi sumberdaya hayati maupun sumberdaya alam yang ada. Pengelolaan sumberdaya alam yang memperhatikan kaidah kelestariannya menjadi hal yang harus diwujudkan di Kabupaten Hulu Sungai Selatan agar tujuan pembangunan berkelanjutan dapat tercapai. Mewujudkan kawasan perkotaan dan perdesaan yang tertata dan pembangunan yang ramah lingkungan
Sasaran pembangunan Kabupaten Hulu Sungai Selatan 5 (lima) tahun mendatang adalah sebagai berikut :
1. Terwujudnya penyelenggaraan pemerintahan yang transparan dan akuntabel serta melayani 2. Terwujudnya pelayanan publik yang prima
3. Terwujudnya perbaikan tunjangan aparatur pemerintahan
4. Meningkatnya kesadaran hukum dan ketaatan terhadap norma dan peraturan perundang-undangan yang berlaku
5. Meningkatnya jangkauan dan kualitas pendidikan 6. Tersedianya sarjana pendamping desa sejahtera
7. Meningkatnya sumber daya tenaga kependidikan di Kementerian Agama dan Pemerintah Daerah 8. Meningkatnya jangkauan dan kulitas pelayanan kesehatan
9. Tersedianya Kartu Hulu Sungai Selatan sehat
10. Meningkatnya kemandirian dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan 11. Meningkatnya kualitas hidup angkatan kerja usia produktif
12. Meningkatnya ketersediaan bibit bagi petani 13. Meningkatnya produksi hasil pertanian
14. Meningkatnya nilai tambah produk hasil pertanian 15. Meningkatnya ketahanan pangan daerah
16. Meningkatnya fasilitas beras untuk orang miskin (raskin)
17. Terwujudnya Kota Kandangan dan sekitarnya menjadi kota seni dan olah raga 18. Terwujudnya Kota Kandangan dan sekitarnya menjadi kota kuliner.
19. Terciptanya peningkatan PAD, Dana Perimbangan dan Pendapatan lainnya
20. Terciptanya struktur ekonomi yang kuat dengan tingkat pertumbuhan berkualitas dan merata 21. Meningkatnya pendapatan per kapita
III - 38
22. Menurunnya persentase kemiskinan
23. Berkembangnya peran usaha mikro, kecil dan menengah 24. Meningkatnya pembinaan untuk 5.000 pengusaha kecil produktif 25. Meningkatnya jangkauan dan kualitas infrastruktur perhubungan 26. Meningkatnya pemenuhan sarana dan prasarana permukiman
27. Terpenuhinya infrastruktur yang mendorong peningkatan produksi pertanian, perikanan, peternakan dan perkebunan
28. Tersedianya bus untuk pelajar dan guru
29. Terwujudnya fasilitas teknologi dan informasi, serta penguasaan Iptek yang ramah lingkungan. 30. Terlindunginya sumberdaya hayati dan sumber daya alam yang terkelola dengan sangat
memperhatikan kaidah kelestarian, ramah lingkungan serta kearifan lokal 31. Terwujudnya Hulu Sungai Selatan sebagai daerah oksigen
32. Terwujudnya kehidupan yang kondusif bagi umat beragama.
33. Tersedianya fasilitas sosial untuk alim ulama/ tokoh agama/ tokoh adat. 34. Tersedianya fasilitas penerangan/listrik untuk tempat peribadatan
35. Tersedianya dana jaminan bagi lansia, anak yatim/ piatu dan penyandang cacat 36. Terwujudnya tatanan sosial kemasyarakatan yang beriman dan bertaqwa.
Analisis Isu Strategis Pembangunan Kabupaten Hulu Sungai Selatan 2014-2018 terkait Isu Perencanaan Pusat, Regional dan Kabupaten serta Permasalahan Pembangunan Kabupaten Hulu Sungai Selatan dalam RPJPD 2005-2025 Tahap III, sebagai berikut :
III - 39 Tabel III. 5 Tabel Analisa Isu Strategis Perencanaan Pusat, Regional dan Kab serta Permasalahan
III - 40
Indikasi rencana program prioritas mengacu pada program-program sesuai dengan yang termaktub dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri nomor 13 Tahun 2006 Tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah, beserta perubahannya yakni Peraturan Menteri Dalam Negeri nomor 59 Tahun 2007 Tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 Tentang Pengelolaan Keuangan Daerah. Secara lengkap Indikasi Rencana Program Prioritas berdasarkan urusan wajib dan urusan pilihan yang disertai kebutuhan pagu indikatif pendanaan per SKPD pada lima tahun kedepan (tahun 2014- 2018), sebagai berikut :
III - 41 Tabel III. 6 Rencana Capaian dan Pendanaan Program Bid. Cipta Karya Kab.Hulu Sungai Selatan (RPJMD Kab. Hulu Sungai Selatan 2014-2018)
target Rp target Rp target Rp target Rp target Rp target Rp
Pengembangan Kinerja Pengelolaan Air Minum dan Air Limbah
Terselenggaranya Pengembangan Kinerja Pengelolaan Air Minum dan Air Limbah
sanitasi 33,32%, air bersih 46,99% (pipanisasi 31,88%) sanitasi 34,33% dan air bersih 35,73% 2.559.750.000 sanitasi 35,33% dan air bersih 39,60% 6.536.542.500 sanitasi 36,33% dan air bersih 43,40% 6.732.638.775 sanitasi 37,33% dan air bersih 47,30% 6.934.617.938 sanitasi 38,33% dan air bersih 51,15% 7.142.656.476 sasanitasi 38,33% dan air bersih 51,15% 29.906.205.690 Program Pembangunan Infrastruktur Perdesaan Terlaksananya Pembangunan Infrastruktur Perdesaan 0 jalan agropolita n 8 ruas 5.605.491.000 jalan agropolita n 11 ruas 2.500.000.000 jalan agropolita n 11 ruas 2.550.000.000 jalan agropolita n 11 ruas 2.601.000.000 jalan agropolita n 11 ruas 2.653.020.000 jalan agropolita n 52 ruas 15.909.511.000 Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Persampahan Tersedianya kinerja pengelolaan persampahan Persentase penanganan sampah se kabupaten = 26,42% 34,69% 3.479.531.800 45,91% 3.549.122.436 51,65% 3.620.104.885 57,42% 3.692.506.982 69,19% 3.766.357.122 69,19% 18.107.623.225 Program pengelolaan ruang terbuka hijau (RTH)
Terlaksananya program ruang terbuka hijau (RTH) RTH Publik (5,185 Ha) = 25% 26,00% 1.554.825.000 27,00% 1.585.921.500 28,00% 1.617.639.930 29,00% 1.649.992.729 30,00% 1.682.992.583 30,00% 8.091.371.742 RTH Private (2,593) = 5% 6,00% 8,00% 9,00% 10,00% 11,00% 11,00%
2017 2018 Kondisi Kinerja pada akhir periode RPJMD 2014 Bidang Urusan Pemerintahan dan Program Prioritas Pembangunan Indikator Kinerja Program (outcome Kondisi Kinerja Awal RPJMD (2013) 2015 2016