• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.2 Koperasi Unit Desa (KUD)

2.2.1 Arti Pentingnya Koperasi Unit Desa

Kehidpuan dalam masyarakat pada hakekatnya tersusun atas dasar ide yang sangat rapi. Tiap orang cukup bekerja dalam suatu lapangan usaha tertentu sebagai pekerjaan pokok, sedangkan barang-barang lain yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya hampir seluruhnya diusahakan oleh orang lain.

Saying sekali pembagian kerja yang berlaku dalam suatu masyarakat tidak selalu diikuti oleh pembagian hasil yang seadil-adilnya. Di dalam praktek golongan yang kuat perekonomiannya lebih leluasa mencari keuntungan bagi dirinya sendiri sehingga golongan yang lemah perekonomiannya hampir selalu dirugikan.

Di Indonesia sebagian besar pendapatan masyarakat diperoleh dari sektor pertanian, baik dari pertanian rakyat, perkebunan, peternakan, perikanan dan kehutanan. Apabila kita teliti lebih mendalam, pada umumnya tingkat hidup petani masi sangat rendah, terutama golongan petani kecil dan buruh tani yang tidak memiliki tanah.

Lapangan usaha petani biasanya terbatas pada pengolahan tanah sampai menghasilkan barang (panen) yang masih merupakan bahan mentah. Selanjutnya hasil tersebut dikuasai oleh pedagang untuk diekspor keluar negari atau dikuasai oleh pihak lain yang mengolah barang tadi menjadi barang yang lebih bermanfaat bagi masyarakat.

Dengan demikian keuntungan sebagian besar jatuh kepihak lain yang mempunyai modal yang cukup untuk menguasai hasil pertanian. Sedangkan petani hanya hanya menerima sebagian kecil saja keuntungan yang ada. Dengan membentuk koperasi pertanian, para petani dan para buruh tani yang tenaganya sangat diperlukan dalam mengadakan kerjasama untuk meningkatkan kesejahteraan mereka. (Suradjiman, Jakarta, 1964)

Usaha yang dapat dilakukan koperasi pertanian mulai dari koperasi primer, pusat, gabungan maupun induk koperasi antara lain :

a. Menyediakan bahan-bahan/alat-alat pertanian seperti : bibit, pupuk obat-obatan pemberantas hama dan sebagainya.

b. Menyediakan kredit bagi anggota yang memerlukan untuk tujuan yang produktif.

c. Mengusahakan pengolahan hasil pertanian mulai dari bahan mentah sampai bahan tersebut siap untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

d. Mengusahakan penjualan sampai tingkat ekspor.

e. Mengusahakan perbaikan teknik pertanian seperti perbaikan irigasi, mekanisme pertanian, mengadakan penyelidikan dan sebagainya.

Dalam mengadakan pembangunan ekonomi, pemerintah mengarahkan perhatiannya pada pembangunan pertanian pedesaan. Dalam kebijaksanaan ekonomi dan pembangunan, pemerintah menempatkan koperasi sebagai alat kebijaksanaan pemerintah. Dari situ pemerintah memiliki rencana dan anggaran yang harus dijalankan oleh koperasi. Agar dapat menjalankan tugasnya koperasi harus menertibkan diri dilain pihak supaya koperasi dapat hidup maka harus diberi bantuan.

Dalam rangka meningkatkan produktifitas pertanian dan kehidupan rakyat di daerah pedesaan, pemerintah menganjurkan pembentukan Koperasi Unit Desa (KUD). Dalam suatu kecamatan terdiri dari beberapa desa yang merupakan satu kesatuan potensi ekonomi. Untuk satu wilayah potensi ekonomi ini dianjurkan membentuk satu Koperasi Unit Desa.

Dan apabila potensi ekonomi satu kecamatan memungkinkannya, maka dapat dibentuk lebih dari satu KUD. Dengan kemudian ada kemungkinan satu KUD meliputi satu atau beberapa desa saja, tetapi diharapkan agar dapat meliputi semua desa satu kecamatan.

beranggotakan koperta, lebih intensif didirikan sebagai bentuk usaha memiliki anggota koperasi.

Badan Usaha Unit desa (BUUD)/ KUD dalam perkembangannya dapat mengelola setiap kegiatan koperasi sampai kedesa-desa dan untuk meningkatkan usahanya, koperasi-koperasi desa tersebut digabungkan dalam almagasi atau penyatuan, koperasi akan dapat menyeragamkan usaha-usahanya.

Bentuk almagasi mula-mula dapat penyatuan luas daerah kerja KUD dalam wilayah sekurang-kurangnya 600 Ha. Mulai tahun 1978, wilayah KUD mencakup di kawasan kecamatan. Daerah kerja koperasi dapat dipertanggungjawabkan dalam bidang pertanian, industri kecil, peternakan sesuai dengan pertumbuhan ekonomi. Setiap usaha dapat dipertanggungjawabkan dan akan terus berkembang dengan sistem perwakilan dalam almagasi.

Peningkatan usaha KUD dapat menumbuhkan koperasi di daerah yang dikoordinir oleh PUSKUD (pusat koperasi unit desa) tingkat propinsi dan induk koperasi unit desa (INKUD) tingkat untuk nasional. Koperasi Unit Desa (KUD) yang merupakan salah saru koperasi ditetapkan berdasarkan Impres No.2/1978 yang menetapkan agar KUD menjadi pusat/pelopor perekonomian pedesaan. (Sri Edi Swasono, 1982)

Tentu saja anggota koperasi ini lebih mengutamakan juga pada perkumpulan anggota masyarakat desa untuk membangun perekonomian desa secara bersama-sama. Majunya perekonomian di desa itu terjadi karena adanya pembangunan pertanian yang dilakukan oleh KUD. Oleh karena itu pemerintah melalui lembaga

KUD berusaha untuk menyediakan sarana produksi pertanian dengan harga yang layak dan tidak terlalu menyulitkan bagi para petani.

Disamping itu juga menyediakan kredit dengan bunga yang rendah dan dengan persyaratan yang mudah dan melakukan penyuluhan-penyuluhan. Didalam pembangunan pertanian itu pemerintah merubah struktur pada berbagai kegiatan masyarakat pedesaan seperti penyaluran sarana produksi pertanian, kredit, pengadaan pangan dan tata niaga dimanapun merupakan bagian structural dari sistim yang berlaku dan dalam waktu yang relatif pendek mampu menggantikan dan menjadi pelopor dalam berbagai kegiatan dimasyarakat. Koperasi Unit Desa mempunyai peranan yang sangat penting bagi masyarakat, khususnya bagi anggotanya. Peranan tersebut sebagai berikut :

1. Koperasi membantu para anggotanya dalam meningkatkan penghasilannya. Dengan adanya koperasi kredit, masyarakat dapat membeli peralatan yang dibutuhkan sesuai dengan yang dibutuhkan.

2. Koperasi menciptakan dan memperluas lapangan kerja. Disini tampil peranan koperasi yakni mempersatukan daya upaya masyarakat untuk berusaha mencapai tujuan bersama atas asas kekeluargaan. Dalam kegiatan-kegiatannya koperasi memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada anggota untuk ikut bekerja dalam kegiatan koperasi. Berkat peranan koperasi pengangguran dapat dikurangi oleh usaha dan kegiatan mereka sendiri dalam koperasi. 3. Koperasi mempersatukan dan mengembangkan daya usaha orang-orang, baik

4. Koperasi ikut meningkatkan taraf hidup rakyat. Dengan meningkatkan penghasilan anggota-anggotanya, berarti koperasi juga ikut meningkatkan taraf hidup rakyat.

5. Koperasi berperan dalam penyelenggaraan kehidupan ekonomi secara demokrasi. Kehidupan ekonomi artinya kehidupan masyarakat yang berhubungan dengan usaha-usaha untuk memenuhi kebutuhannya yang beraneka ragam. Demokrasi artinya menurut banyaknya suara rakyat. Keputusan atau segala tindakan yang diambil berdasarkan kehendak dan keinginan rakyat banyak, berarti keputusan atau tindakan itu dilakukan secara demokrasi.

6. Koperasi ikut meningkatkan tingkat pendidikan rakyat. Koperasi ikut berperan menyelenggarakan usaha-usaha pendidikan, guna menambah dan mengembangkan pengetahuan dan kecakapan para anggota. Kegiatan dan usaha pendidikan yang diselenggarakan koperasi bagi para anggotanya berupa latihan-latihan keterampilan dan pengetahuan tentang cara-cara menghadiri rapat anggota. Cara-cara mendirikan koperasi serta pengetahuan tentang hak dan kewajiban anggota. Kegiatan koperasi yang lainnya adalah ikut melakukan pemberantasan buta aksara. Kegiatan-kegiatan dan usaha pendidikan ini tentu saja akan menambah pengetahuan dan keterampilan para anggota dan masyarakat sekitarnya.

Dokumen terkait