• Tidak ada hasil yang ditemukan

SEKOLAH PASCASARJANA INSTITUT PERTANIAN BOGOR

BOGOR

2006

PERNYATAAN

Saya menyatakan dengan sesungguhnya, bahwa segala pernyataan dalam disertasi yang berjudul:

Hubungan Pengelolaan Air dengan Produksi, Kandungan Gula dan Nikotin Daun Tembakau

adalah gagasan dan hasil penelitian saya beserta komisi pembimbing, kecuali yang dengan jelas ditunjukkan rujukannya. Disertasi ini belum pernah diajukan untuk memperoleh gelar pada program sejenis di perguruan tinggi lain.

Semua data dan informasi yang digunakan telah dinyatakan dengan jelas dan dapat diperiksa kebenarannya.

Bogor, Januari 2006

Eko Sulistyono NIM. A156010011

ABSTRAK

EKO SULISTYONO. Hubungan Pengelolaan Air dengan Produksi, Kandungan Gula dan Nikotin Daun Tembakau. Dibimbing oleh SUDRADJAT, M.HASJIM BINTORO DJOEFRIE, HANDOKO dan GATOT IRIANTO.

Tujuan penelitian adalah (1) mendapatkan metode pengelolaan air untuk menghasilkan daun tembakau dengan kandungan nikotin rendah tetapi kandungan gula tinggi, (2) hubungan sistem irigasi dengan produksi dan kandungan gula serta nikotin dan, (3) hubungan transpirasi dengan kandungan gula dan nikotin dalam bentuk persamaan matematik.

Penelitian terdiri dari dua percobaan yaitu (1) Pengaruh Tingkat dan Waktu Irigasi terhadap Produksi, Kandungan Gula dan Kandungan Nikotin (2) Pengaruh Sistem Irigasi terhadap Produksi, Kandungan Gula dan Kandungan Nikotin. Percobaan pertama dilaksanakan di rumah kaca Institut Pertanian Bogor. Percobaan kedua dilaksanakan di lahan tembakau milik petani di Selopamioro, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, Yogjakarta. Data dari percobaan pertama digunakan untuk kalibrasi hubungan transpirasi dengan kandungan gula dan nikotin. Data dari penelitian kedua digunakan untuk validasi hubungan tersebut. Perlakuan dari percobaan pertama adalah kombiasi antara tingkat irigasi (1 hari sekali, 2 hari sekali, 4 hari sekali, 6 hari sekali, 25%, 50% dan 75% air tersedia) dengan waktu irigasi (dari 2 minggu setelah tanam sampai panen, 2 minggu, 4 minggu, 6 minggu dan 8 minggu sebelum panen). Perlakuan dari percobaan kedua adalah sistem irigasi konvensional, irigasi drip ditambah mulsa dan irigasi drip tanpa mulsa.

Hasil percobaan pertama penunjukkan bahwa kandungan gula berkorelasi negatif dengan kandungan nikotin, artinya semakin tinggi kandungan gula akan diikuti oleh kandungan nikotin yang semakin rendah. Kurva kandungan gula dan nikotin pada berbagai umur tanaman berbentuk sigmoid dengan titik kritis sintesis gula dan nikotin terjadi setelah umur tanaman 8 minggu yaitu setelah berbunga. Pengelolaan air yang menghasilkan efisiensi pemakaian air, produksi, kandungan gula tinggi dan nikotin rendah adalah irigasi setiap hari sampai kapasitas lapang dari saat tanam tanam sampai 2 minggu sebelum panen, selanjutnya irigasi dilakukan jika 30.3% air tersedia telah digunakan. Berdasarkan percobaan kedua diketahui bahwa sistem irigasi drip tanpa mulsa menghasilkan produksi dan efisiensi pemakaian air lebih tinggi dari pada irigasi konvensional.

Hubungan antara transpirasi (Tr, dalam mm/hari) dengan kandungan gula adalah [Gula, dalam %] = 2.07 Tr-1 + 14.34. Hubungan antara transpirasi dengan kandungan nikotin adalah [Nikotin, dalam %] = 0.23 Tr + 2.30. Pengaturan kandungan gula dan nikotin dapat dilakukan dengan mengatur besarnya transpi-rasi selama 2 minggu sebelum panen. Panen dilakukan pada 12 minggu setelah tanam.

ABSTRACT

EKO SULISTYONO. The Relationship between Water Management and Production, Sugar and Nicotine Content of Tobacco Leaf. Adviced by SUDRADJAT, M. HASJIM BINTORO DJOEFRIE, HANDOKO and GATOT IRIANTO.

The objective of this research was to obtain water management method for resulting tobacco with high sugar content and low nicotine content by making relation between each of (1) irrigation level and irrigation time, (2) between irri-gation system and sugar content or nicotine content, and (3) transpiration and sugar content or nicotine content.

Research included two experiments: (1) The Effect of Irrigation Level and Irrigation Time on Yield, Sugar Content and Nicotine Content, (2) The Effect of Irrigation System on Yield, Sugar Content and Nicotine Content. The First ex-periment was conducted at green house of Bogor Agricultural University, Dar-maga, Bogor from February to June 2004. The Second Experiment was con-ducted at tobacco farmer’s field in village of Selopamioro, Imogiri, District of Bantul, Province of Yogjakarta from May to August 2003.. Data of The first experiment was used for calibration of relationship between transpiration and sugar content or nicotine content. Data of the second experiment was used for validation of those relationship. The treatment of the first exeperiment were combination between irrigation level (irrigation every days, 2 days, 4 days, 6 days until field capacity, irrigation everyday until 75%, 50% and 25% of avail-able soil moisture) and irrigation time (during 2 weeks after planting until har-vesting, 2 weeks, 4 weeks, 6 weeks and 8 weeks before harvesting). The treat-ments of the second experiment were conventional irrigation, drip irrigation added mulch and drip irrigation without mulch.

Result of the first experiment showed that sugar content correlated with nicotine content negatively that means the higher sugar content the lower nico-tine content. The curve of sugar content and niconico-tine content with plant age was sigmoid pattern which rapid synthesis of sugar and nicotine occurred after flow-ering. Water management that resulted high water used efficiency, high sun cured leaf weight, high sugar content and low nicotine content was irrigation everyday until field capacity from planting until 2 weeks before harvesting fol-lowed by irrigation when 30.3% available water had been used. Result of the second experiment showed that drip irrigation plus mulch resulted higher sun cured leaf weight and water used efficiency than conventional irrigation.

The relationship between transpiration (Tr, in mm/day) and sugar content was [sugar, in %] = 2.07 .Tr-1 + 14.34. The relation between transpiration and nicotine content was [nicotine, in %] = 0.23. Tr + 2.30. Controlling of sugar content and nicotine content could be done by controlling transpiration for 2 weeks before harvesting. Harvesting was conducted at 12 weeks after planting.

HUBUNGAN PENGELOLAAN AIR DENGAN PRODUKSI,

KANDUNGAN GULA DAN NIKOTIN DAUN TEMBAKAU

EKO SULISTYONO

Disertasi

Sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Doktor pada

Departemen Agronomi dan Hortikultura

SEKOLAH PASCASARJANA

INSTITUT PERTANIAN BOGOR

2006

Judul Disertasi : Hubungan Pengelolaan Air dengan Produksi, Kandungan Gula dan Nikotin Daun Tembakau

Nama Mahasiswa : Eko Sulistyono NIM : A 156010011

Disetujui:

Komisi Pembimbing

Dr Ir. Sudradjat, MS Prof Dr Ir H. M. Hasjim Bintoro Djoefrie, MAgr Ketua Anggota

Dr Ir. Handoko, MS Dr Ir. H.Gatot Irianto, MS Anggota Anggota

Diketahui:

Ketua Program Studi Agronomi Dekan Sekolah Pascasarjana

Dr. Ir.Satriyas Ilyas, MS Prof. Dr Ir. Syafrida Manuwoto, M.Sc Tanggal Lulus:

PRAKATA

Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT, atas rahmatNya sehingga Disertasi dengan judul Hubungan Pengelolaan Air dengan Produksi, Kandungan Gula dan Nikotin Daun Tembakau dapat diselesaikan.

Penulis menyampaikan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada: 1. Dr Ir. Sudradjat MS sebagai ketua Komisi Pembimbing yang telah

mengarah-kan secara keseluruhan bidang.

2. Prof Dr Ir. H.M.H. Bintoro Djoefrie MAgr sebagai anggota Komisi Pem-bimbing yang telah mengarahkan dalam bidang fisiologi.

3. Dr Ir. Handoko MS sebagai anggota Komisi Pembimbing yang telah mengarahkan dalam bidang pemodelan khususnya pembentukan persamaan. 4. Dr Ir. Gatot Irianto MS sebagai anggota Komisi Pembimbing yang telah

mengarahkan dalam aspek hidrologi untuk irigasi.

5. Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi yang telah memberikan beasiswa BPPS sehingga proses belajar dan penelitian dapat berjalan lancar.

6. Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanah dan Agroklimat (Departemen Pertanian) dan CIRAD atas bantuannya dalam pelaksanaan penelitian la-pang.

7. Ketua Program Studi Agronomi Pasca Sarjana, Ketua Departemen Agrono-mi dan Hortikultura, Dekan Fakultas Pertanian, Dekan Sekolah Pasca Sar-jana dan Rektor Institut Pertanian Bogor atas fasilitas yang di-sediakan. Kritik dari berbagai pihak akan berguna bagi penulis dalam mengem-bangkan ilmu pengelolaan air khususnya dan agronomi umumnya. Mudah-mudahan penelitian ini dapat memperluas atmosfir ilmu Pengelolaan Air pada khususnya dan Agronomi pada umumnya.

Bogor, Januari 2006

Eko Sulistyono