SUMBER UTAMA KETIDAKPASTIAN ESTIMASI 4. CRITICAL ACCOUNTING JUDGMENTS AND KEY SOURCES OF ESTIMATION UNCERTAINTY
6. ASET KEUANGAN LAINNYA OTHER FINANCIAL ASSETS
Lancar Current
MII menunjuk PT Asuransi Jiwa Manulife (”AJM”) untuk mengelola dana pesangon karyawan MII.
AJM diberi wewenang untuk mengelola portofolio sesuai pedoman yang ditentukan dengan cara menginvestasikan dana di pasar uang. Nilai tercatat atas dana merupakan nilai wajar dari instrumen pasar uang yang ditentukan berdasarkan harga pasar kuotasi instrumen tersebut.
MII appointed PT Asuransi Jiwa Manulife ("AJM") to manage the pension fund for MII’s employees. AJM is authorized to manage the portfolio in accordance with the prevailing regulation investing in money market. The underlying carrying value of funds is the fair value of money market instruments determined based on the quoted market prices of the instrument.
Pada tahun 2020, MII melakukan penarikan dana untuk pembayaran pesangon kepada peserta sebesar Rp 2.712 juta. Pada tanggal 31 Desember 2020, saldo nilai wajar dana pesangon sebesar Rp 5.252 juta (31 Desember 2019: Rp 7.664 million).
In 2020, MII withdrawing funds for severance pay to participants amounted to Rp 2,712 million. As of December 31, 2020, the fair value of pension fund amounted to Rp 5,252 million (December 31, 2019: Rp 7,664 million).
Tidak Lancar Non-Current
2020 2019
Rp'Juta/ Rp'Juta/
Rp'Million Rp'Million
Simpanan yang dijaminkan - pihak ketiga Pledged deposits - third parties
Rupiah Rupiah
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 33.005 26.044 PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) - 13 PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero)
Dolar Amerika Serikat U.S. Dollar
PT Bank Danamon Indonesia Tbk 3.528 3.475 PT Bank Danamon Indonesia Tbk
Jumlah 36.533 29.532 Total
Tingkat bunga simpanan yang Interest rates for pledged deposits
dijaminkan per tahun per annum
Rupiah 3,25% - 5,50% 4,25% - 5,50% Rupiah
Dolar Amerika Serikat 0,97% - 0,98% 2,18% U.S. Dollar
31 Desember/December 31,
Simpanan yang dijaminkan merupakan penempatan simpanan pada beberapa bank, yang dipergunakan sebagai jaminan untuk bank garansi dalam rangka pelaksanaan tender, pembukaan fasilitas letter of credit dan untuk memenuhi persyaratan penjualan dari pelanggan Grup.
The pledged deposits represent deposits placed in certain banks, which are used as bank guarantee for biddings and letters of credit facilities and to comply with the sales requirements of the Group’s customers.
7. PIUTANG USAHA 7. TRADE ACCOUNTS RECEIVABLE
2020 2019
Rp'Juta/ Rp'Juta/
Rp'Million Rp'Million
a. Berdasarkan pelanggan a. By debtor
Pihak berelasi (Catatan 33) 4.221 2.324 Related parties (Note 33)
Pihak ketiga 1.477.431 2.088.452 Third parties
Cadangan kerugian kredit (51.611) (30.726) Allowance for credit losses
Bersih 1.425.820 2.057.726 Net
Piutang usaha - bersih 1.430.041 2.060.050 Trade accounts receivable - net
b. Berdasarkan mata uang b. By currency
Rupiah 1.449.129 2.086.783 Rupiah
Dolar Amerika Serikat 32.523 3.993 U.S. Dollar
Jumlah 1.481.652 2.090.776 Total
Cadangan kerugian kredit (51.611) (30.726) Allowance for credit losses Piutang usaha - bersih 1.430.041 2.060.050 Trade accounts receivable - net
31 Desember/December 31,
(Lanjutan) (Continued) Jangka waktu rata-rata kredit penjualan barang
dan jasa adalah 14 - 45 hari. Tidak ada bunga yang dibebankan pada piutang usaha. Sebelum menerima setiap pelanggan baru, Grup menganalisa kualitas kredit untuk menentukan batas kredit dan jangka waktu pembayaran. Tidak ada piutang usaha dari satu pelanggan yang mewakili 5% lebih dari jumlah saldo piutang usaha.
The average credit period on sales of goods and services is 14 - 45 days. No interest is charged on trade receivable. Before accepting any new customer, the Group assesses the potential customer’s credit quality to determine the customer’s credit and term of payment. There is no trade accounts receivable from individual customers that represents 5% from total trade accounts receivable.
Cadangan kerugian kredit untuk piutang usaha telah diukur sejumlah ECL sepanjang umur. ECL pada piutang usaha diestimasi berdasarkan matriks provisi dengan mengacu pada pengalaman gagal bayar debitur masa lalu dan analisis posisi keuangan debitur saat ini, disesuaikan dengan faktor-faktor yang spesifik dari debitur dan kondisi ekonomi umum industri di mana debitur beroperasi. Perusahaan telah mengakui penyisihan kerugian sebesar 100% atas seluruh piutang yang telah tertunggak lebih dari 180 hari karena pengalaman historis mengindikasikan bahwa piutang tersebut umumnya lebih sulit untuk dipulihkan.
Allowance for credit losses for trade accounts receivable has been measured at an amount equal to lifetime ECL. The ECL on trade accounts receivable are estimated using a provision matrix by reference to past default experience of the debtor and an analysis of the debtor’s current financial position, adjusted for factors that are specific to the debtors and general economic conditions of the industry in which the debtors operate. The Group has recognized a loss allowance of 100% against all receivables over 180 days past due because historical experience has indicated that these receivables are generally more difficult to recover.
Grup tidak memiliki jaminan atau peningkatan kredit lainnya atas piutang dan juga tidak memiliki hak hukum yang saling hapus dengan setiap jumlah yang terhutang oleh Grup kepada pihak lawan.
The Group neither hold any collateral or other credit enhancements over these balances nor has legal right to offset against any amounts owed by the Group to the counterparty.
Tabel berikut merinci profil risiko piutang usaha dari kontrak dengan pelanggan berdasarkan matriks provisi Grup. Karena pengalaman historis kerugian kredit Grup tidak menunjukkan pola kerugian yang berbeda signifikan untuk segmen pelanggan yang berbeda, ketentuan untuk cadangan kerugian berdasarkan status masa lalu tidak lagi dipisahkan antara basis pelanggan Grup yang berbeda.
The following table details the risk profile of trade accounts receivable from contracts with customers based on the Group’s provision matrix. As the Group’s historical credit loss experience does not show significantly different loss patterns for different customer segments, the provision for loss allowance based on past due status is not further distinguished between the Group’s different customer base.
Belum jatuh tempo/
Not past due
< 30 hari/
days
31 – 60 hari/
days
61 – 90 hari/
days
91 – 120 hari/
days
121 - 150 hari/
days
151 - 180 hari/
days
> 180 hari/
days
Jumlah/
Total
Rp Juta/ Rp Juta/ Rp Juta/ Rp Juta/ Rp Juta/ Rp Juta/ Rp Juta/ Rp Juta/ Rp Juta/
Rp Million Rp Million Rp Million Rp Million Rp Million Rp Million Rp Million Rp Million Rp Million Tingkat kerugian kredit
ekspektasian/
Expected credit loss rate 0,22% 1,41% 7,39% 25,98% 29,31% 60,97% 65,72% 100,00%
Estimasi jumlah tercatat bruto pada saat gagal bayar/
Estimated total gross carrying
amount at default 1.137.091 267.777 16.407 8.213 3.480 4.581 5.018 34.864 1.477.431 ECL sepanjang umur/
Lifetime ECL (2.501) (3.788) (1.213) (2.134) (1.020) (2.793) (3.298) (34.864) (51.611)
Total/Jumlah 1.425.820
Jatuh tempo/Past due
(Lanjutan) (Continued) Mutasi cadangan kerugian kerugian kredit adalah
sebagai berikut:
The movements in allowance for credit losses are as follows:
ECL sepanjang umur - Kredit
memburuk/
Lifetime ECL -Credit impaired
Rp Juta/
Rp Million
Saldo awal tahun 30.726 Balance at beginning of year
Penerapan PSAK 71 (Catatan 2) 6.255 Adoption of PSAK 71 (Note 2)
Saldo awal tahun berjalan Balance at beginning of the year
(setelah penyesuaian) 36.981 (adjusted)
Perubahan cadangan kerugian
karena piutang usaha yang baru, Change in loss allowance due to
setelah dikurangi piutang yang new trade receivables originated,
dihentikan pengakuannya net of those derecognized
karena penyelesaian 16.761 due to settlement
Jumlah dipulihkan (2.131) Amounts recovered
Saldo akhir tahun 51.611 Balance at end of year
Kebijakan akuntansi sebelumnya untuk penurunan
nilai piutang usaha Previous accounting policy for impairment of trade accounts receivable
Pada 2019, Grup mengakui cadangan kerugian penurunan nilai piutang terhadap piutang atas pelanggan yang diprediksi tidak dapat tertagih.
Cadangan kerugian penurunan nilai piutang diakui berdasarkan jumlah estimasi yang tidak terpulihkan yang ditentukan dengan mengacu pada pengalaman masa lalu pihak lawan dan analisis posisi keuangan kini pihak lawan.
In 2019, the Group had recognized the allowance for impairment losses against the related trade accounts receivable from customers that were deemed uncollectible. Allowance for impairment losses was recognized based on estimated irrecoverable amounts as determined by reference to past default experience of the counterparty and an analysis of the counterparty’s current financial position.
Umur piutang usaha adalah sebagai berikut: Aging of trade accounts receivable was as follows:
31 Desember/
2019 Rp'Juta/
Rp'Million
Belum jatuh tempo 1.408.785 Not yet due
Lewat jatuh tempo: Past due:
Sampai dengan 1 bulan 516.998 Up to 1 month
> 1 bulan - 3 bulan 103.708 > 1 month - 3 months
> 3 bulan - 6 bulan 25.048 > 3 months - 6 months
> 6 bulan - 1 tahun 5.511 > 6 months - 1 year
Piutang usaha - bersih 2.060.050 Trade accounts receivable - net
December 31,
Mutasi cadangan kerugian penurunan nilai adalah
sebagai berikut: Movements in the allowance for impairment losses
were as follows:
2019 Rp'Juta/
Rp'Million
Saldo awal tahun 39.345 Balance at beginning of year
Pengakuan kerugian penurunan piutang Impairment losses recognized on receivables
(Catatan 28) 10.367 (Note 28)
Jumlah yang dihapus selama tahun Amounts writen off during the year as
berjalan atas piutang tidak tertagih (16.419) uncollectible
Pemulihan kerugian penurunan nilai (2.567) Impairment losses reversed
Saldo akhir tahun 30.726 Balance at end of year
(Lanjutan) (Continued) Dalam menentukan cadangan kerugian penurunan
nilai, Grup mempertimbangkan perubahan dalam kualitas kredit piutang usaha dari pertama kali kredit tersebut diberikan sampai dengan akhir periode pelaporan. Berdasarkan penilaian ini, manajemen berkeyakinan bahwa cadangan kerugian penurunan nilai adalah cukup.
In determining the allowance for impairment losses, the Group considered any change in the credit quality of the trade accounts receivable from the date the credit was initially granted to the end of the reporting period. Based on its assessment, the management believed the allowance for imparment losses was adequate.
Pada tahun 2019, piutang usaha digunakan
sebagai jaminan atas utang bank (Catatan 14). In 2019, trade accounts receivable was used as collateral for bank loans (Note 14).
8. PIUTANG SEWA PEMBIAYAAN 8. FINANCE LEASE RECEIVABLES