Akun ini merupakan piutang karyawan non manajerial. 14. HUTANG BANK DAN CERUKAN
The Bank of Tokyo Mitsubishi UFJ, Ltd.
Perusahaan memperoleh fasilitas kredit rekening koran sebesar Rp150.000.000.000 dengan tingkat bunga sebesar cost of fund ditambah margin sebesar 2,50% per tahun atau 8,75% p.a selama tahun 2013 (2012: berkisar 8,75% - 9,00% per tahun).Fasilitas ini dijamin dengan persediaan Perusahaan
sebesar Rp150.000.000.000 yang diikat secara fidusia. Fasilitas ini berakhir pada tanggal 20 September 2013.
31 MAR' 2013 31 DES' 2012
Hutang bank
The Bank of Tokyo Mitsubishi UFJ, Ltd., Jakarta 110.000.000.000 150.000.000.000 The Hongkong and Shanghai Banking Corporation
Limited (HSBC), Cabang Jakarta 125.000.000.000 149.000.000.000
PT Bank OCBC NISP Tbk 170.000.000.000 100.000.000.000
PT Bank Chinatrust Indonesia 90.000.000.000 100.000.000.000
PT Bank ANZ Indonesia - 97.573.666.596
PT Bank CIMB Niaga Tbk 30.000.000.000 90.000.000.000
PT Bank Commonwealth Indonesia 30.000.000.000 50.000.000.000 Standard Chartered Bank, Cabang Jakarta 45.822.732.727 38.568.484.530
Sub-jumlah 600.822.732.727 775.142.151.126
Cerukan
PT Bank Central Asia Tbk 9.667.019.569
-PT Bank CIMB Niaga Tbk 2.758.195.551 3.783.857.519
PT Bank OCBC NISP Tbk 8.939.101.009 3.210.508.969
- 33 -
Pinjaman tersebut mengharuskan Perusahaan untuk menjaga current ratio minimal sebesar 1,1x;
gearing ratio maksimal 1,5x; dan interest coverage ratio minimum 2x.
The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited (HSBC)
Pada bulan Juni 2011 Perusahaan memperoleh fasilitas kredit sebesar Rp150.000.000.000 yang digunakan untuk membiayai pembelian produk-produk susu milik Debitur dan para suppliernya yang telah disetujui oleh bank, yaitu PT Sari Husada, PT Nutricia Indonesia Sejahtera, PT Wyeth Indonesia, dan Kimberly Clark. Pada bulan April 2012 jumlah fasilitas dinaikkan menjadi Rp200.000.000.000 dengan fasilitas limit gabungan antara sub limit fasilitas Receivable Financing sebesar Rp100.000.000.000 dengan tingkat bunga diskonto sebesar 3,00% per tahun dibawah suku bunga kredit (Term Lending Rate) dari HSBC atau berkisar antara 8,40% dan fasilitas Supplier
Financing sebesar Rp100.000.000.000 dengan tingkat bunga diskonto sebesar 2,75% per tahun
dibawah suku bunga kredit (Term Lending Rate) dari HSBC sebesar 8,50%. Fasilitas ini akan berakhir pada tanggal 30 April 2013. Pinjaman ini dijamin dengan piutang usaha sebesar Rp100.000.000.000 (Catatan 6) dan persediaan sebesar Rp100.000.000.000 (Catatan 8) yang diikat secara fidusia.
Pinjaman tersebut mengharuskan Perusahaan untuk menjaga current ratio minimum 1,1x, interest
coverage ratio minimum 2,0x, gearing ratio maksimal 1,5x, dividend payout ratio maksimum 50% dari
saldo laba. Selain itu, Perusahaan diharuskan untuk melakukan penerimaan atas piutang usaha yang dijaminkan melalui rekening bank HSBC.
PT Bank OCBC NISP Tbk
Perusahaan memperoleh fasilitas kredit yang dapat diperpanjang berupa kredit rekening koran (KRK) sebesar Rp15.000.000.000, Letter of Credit (LC) sebesar USD500.000, Bank Guarantee (BG) sebesar Rp5.000.000.000, Committed Demand Loan Facility (DL-1) sebesar Rp120.000.000.000 dan Uncommitted Demand Loan Facility (DL-2) sebesar Rp60.000.000.000 dengan tingkat suku bunga mengambang yang berkisar antara 8,50% - 9,30% per tahun selama tahun 2013 (2012: berkisar antara 9,00% - 9,30% per tahun). Fasilitas ini berakhir pada tanggal 1 Februari 2014.
Fasilitas kredit ini dijamin dengan beberapa bidang tanah Perusahaan yang terletak di Bandung HGB No.1901, Semarang HGB No.19, HGB No.20, HGB No.21, HGB No.2, dan Yogyakarta HGB No.00124, HGB No.02443 yang seluruhnya atas nama Perusahaan dengan total seluas 22.813m2 (Catatan 11), piutang usaha sebesar Rp100.000.000.000 (Catatan 6), persediaan sebesar Rp65.000.000.000 (Catatan 8) dan cash margin 10% terhadap pembukaan LC yang diikat secara fidusia pada tanggal 27 April 2012.
PT Bank Chinatrust Indonesia
Pada bulan Desember 2012, Perusahaan memperoleh fasilitas kredit (Short Term Loan) sebesar Rp100.000.000.000 dengan tingkat suku bunga mengambang sebesar 8,40% per tahun. Fasilitas tersebut akan jatuh tempo pada tanggal 17 Desember 2013. Pinjaman ini dijamin dengan persediaan Perusahaan sebesar Rp70.000.000.000 dan piutang usaha sebesar Rp30.000.000.000 yang diikat secara fidusia.
Pinjaman tersebut mengharuskan Perusahaan untuk menjaga current ratio minimum 1,1x, interest
coverage ratio minimum 2,0x dan bank debt to equity ratio maksimum 2,5x.
PT Bank ANZ Indonesia
Pada tahun 2009, Perusahaan memperoleh fasilitas kredit modal kerja sebesar Rp100.000.000.000 untuk pembelian barang dari prinsipal, yaitu PT Sari Husada, PT Nutricia Indonesia, dan PT Wyeth Indonesia, yang dikenakan bunga sebesar cost of fund ditambah 2,75% per tahun atau berkisar
- 34 -
antara 8,75% per tahun selama tahun 2013 (2012: dikenakan bunga berkisar antara 8,75% - 9,10% per tahun).
Fasilitas kredit ini dijamin dengan piutang sebesar Rp60.000.000.000 (Catatan 6) dan persediaan sebesar Rp65.000.000.000 (Catatan 8) yang diikat secara fidusia. Fasilitas kredit ini akan berakhir 30 Juni 2013. Pinjaman tersebut mengharuskan Perusahaan untuk menjaga interest coverage ratio minimum 2,0x dan EBITDA ratio maksimum 4,0x.
PT Bank CIMB Niaga Tbk
Perusahaan memperoleh dua fasilitas kredit pinjaman rekening koran (PRK) dengan jumlah total sebesar Rp17.000.000.000 dan fasilitas kredit pinjaman tetap sebesar Rp115.000.000.000, yang digunakan untuk modal kerja Perusahaan. Pinjaman ini dikenakan bunga sebesar bunga deposito ditambah margin 1,50% per tahun untuk PRK 1, sedangkan bunga sebesar 9,62% per tahun untuk PRK 2 dan bunga sebesar 9,50% per tahun untuk kredit pinjaman tetap. Pinjaman akan jatuh tempo pada tanggal 5 September 2013. Pinjaman ini dikenakan bunga berkisar antara 9,50% - 9,60% selama tahun 2013.
Fasilitas pinjaman ini dijamin dengan tanah HGB No.03 milik Perusahaan seluas 15.600 m2 dan tanah HGB No.2569 milik BGI, Entitas Anak, seluas 7.500 m2 (Catatan 11), piutang usaha sebesar Rp35.000.000.000 (Catatan 6) dan persediaan sebesar Rp75.000.000.000 (Catatan 8), yang diikat secara fidusia. Untuk fasilitas pinjaman PRK 1 dijamin dengan deposito berjangka sebesar Rp2.000.000.000 yang ditempatkan pada bank tersebut (Catatan 5).
Pinjaman tersebut mengharuskan Perusahaan untuk menjaga leverage ratio maksimal 3,5x, EBITDA/interest expense ratio minimum 2x, dan meyakinkan bahwa nilai piutang ditambah nilai persediaan harus lebih besar dari nilai hutang bank jangka pendek ditambah hutang usaha.
PT Bank Commonwealth Indonesia
Pada bulan Juni 2011, Perusahaan memperoleh fasilitas kredit (Demand Loan) sebesar Rp50.000.000.000 dengan tingkat suku bunga 9,00% per tahun selama tahun 2013. Fasilitas tersebut akan jatuh tempo pada tanggal 9 Juni 2013. Pinjaman ini dijamin dengan persediaan Perusahaan sebesar Rp50.000.000.000 yang diikat secara fidusia.
Pinjaman tersebut mengharuskan Perusahaan untuk menjaga gearing ratio (Debt to Networth) maksimal 1,5x, dan interest coverage ratio minimum 1,5x.
Standard Chartered Bank, Cabang Jakarta
Perusahaan memperoleh fasilitas kredit pembiayaan piutang sebesar Rp1000.000.000.000 dengan tingkat bunga sebesar 2,00% di atas biaya pinjaman (cost of fund).
Pada bulan Juni 2011, fasilitas kredit diturunkan menjadi sebesar Rp50.000.000.000 dengan tingkat bunga 8,40% per tahun selama tahun 2013 (2012: sebesar 8,40% per tahun). Fasilitas tersebut jatuh tempo pada tanggal 28 Februari 2014. Pinjaman ini dijamin dengan piutang usaha sebesar Rp50.000.000.000 yang diikat secara fidusia.
PT Bank Central Asia Tbk
Perusahaan memperoleh fasilitas kredit lokal rekening koran sebesar Rp10.000.000.000 dengan tingkat bunga sebesar 1,00% di atas tingkat bunga tertinggi dari deposito yang dijaminkan pada tahun 2013. Pinjaman tersebut jatuh tempo pada tanggal 9 September 2013.
Fasilitas kredit ini dijamin dengan deposito berjangka sebesar Rp10.000.000.000 yang ditempatkan di bank tersebut (Catatan 5).
- 35 -
Pada tanggal 31 Maret 2013 dan 31 Desember 2012, kecuali sebagaimana dijelaskan di atas, Perusahaan telah memenuhi semua rasio keuangan yang dipersyaratkan.