Pada tanggal 30 September 2011 dan 31 Desember 2010 Entitas dan Entitas Anak memiliki aset moneter dalam mata uang asing sebagai berikut:
Mata Uang Ekuivalen Mata Uang Ekuivalen
Asing Rupiah Asing Rupiah
Aset
Kas dan Setara Kas
USD 1.271.249,44 11.216.233.808 1.265.754,30 11.380.396.918
Jumlah Aset - Bersih 11.216.233.808 11.380.396.918
30 September 2011 31 Desember 2010
Pada tanggal 30 September 2011 dan 31 Desember 2010, kurs konversi yang digunakan Entitas dan Entitas Anak adalah sebagai berikut:
30 September 2011 31 Desember 2010
Rp Rp
d1/October 29, 2011 55 Paraf : 38. Manajemen Risiko Keuangan
Dalam menjalankan aktivitas operasi, investasi dan pendanaan, Entitas menghadapi risiko keuangan yaitu risiko kredit, risiko likuiditas, dan risiko pasar, dengan mendefinisikan risiko sebagai berikut:
Risiko Kredit: Kemungkinan bahwa debitur tidak membayar semua atau sebagian pinjaman atau tidak membayar secara tepat waktu dan akan menyebabkan kerugian bagi Entitas
Risiko Likuiditas: Entitas menetapkan risiko kolektibilitas dari piutang usaha seperti dijelaskan diatas sehingga mengalami kesulitan dalam memenuhi liabilitas yang terkait dengan liabilitas keuangan.
Risiko Pasar: Pada saat ini tidak terdapat risiko pasar, selain risiko suku bunga dan risiko nilai tukar karena Entitas tidak berinvestasi di instrumen keuangan dan usaha.
Risiko keuangan utama yang dihadapi Entitas adalah risiko kredit, risiko mata uang, risiko suku bunga, risiko likuiditas. Melalui pendekatan manajemen risiko, Entitas mencoba untuk meminimalkan potensi dampak negatif dari risiko-risiko di atas.
Tabel berikut menyajikan nilai tercatat aset dan liabilitas keuangan pada tanggal 30 September 2011:
2011 Rp Aset Keuangan
Kas dan Setara Kas 273.951.094.692
Piutang Usaha 192.657.128.130
Piutang Lain-lain 1.734.163.614
Jum lah 468.342.386.436
Kewajiban Keuangan
Hutang Usaha dan Lain-lain 47.922.589.881
Biaya Yang Masih Harus Dibayar 61.911.072.456
Pendapatan Diterima di Muka 85.001.075.102
Hutang Obligasi 119.797.671.889
Jum lah 314.632.409.328
Perbedaan nilai wajar dengan nilai tercatat pada 30 September 2011 tidak signifikan.
Kebijakan Manajemen Risiko
Bisnis Entitas dan Entitas Anak mencakup aktivitas pengambilan risiko dengan sasaran tertentu dengan pengelolaan yang profesional. Fungsi utama dari manajemen risiko Entitas dan Entitas Anak adalah mengidentifikasi seluruh risiko kunci, mengukur risiko-risiko ini dan mengelola posisi risiko. Entitas dan Entitas Anak secara rutin menelaah kebijakan dan sistem manajemen risiko untuk menyesuaikan dengan perubahan di pasar, produk dan praktek pasar terbaik.
Entitas dan Entitas Anak mendefinisikan risiko keuangan sebagai kemungkinan kerugian atau laba yang hilang, yang disebabkan oleh faktor internal maupun faktor eksternal yang berpotensi negatif terhadap pencapaian tujuan Entitas.
Tujuan Entitas dan Entitas Anak dalam mengelola risiko keuangan adalah untuk mencapai keseimbangan yang sesuai antara risiko dan tingkat pengembalian serta meminimalisasi potensi efek memburuknya kinerja keuangan Entitas.
Risiko keuangan utama yang dihadapi Entitas dan Entitas Anak adalah risiko kredit, risiko suku bunga, risiko likuiditas, risiko nilai tukar mata uang asing dan risiko perubahan kebijakan pemerintah, kondisi ekonomi dan sosial politik. Perhatian atas pengelolaan risiko ini telah meningkat secara signifikan dengan mempertimbangan perubahan dan volatilitas pasar keuangan di Indonesia dan internasional.
d1/October 29, 2011 56 Paraf : Risiko Kredit
Risiko kredit adalah kerugian yang timbul dari pelanggan yang gagal memenuhi liabilitas kontraktual mereka.
Instrumen keuangan Entitas yang mempunyai potensi atas risiko kredit terdiri dari kas dan setara kas, piutang usaha, tagihan bruto, piutang retensi dan piutang lain-lain. Jumlah eksposur risiko kredit maksimum sama dengan nilai tercatat atas akun-akun tersebut.
Berikut ini tabel yang merangkum analisis umur aset keuangan (dalam ribuan):
ASET Belum jatuh tempo 1 s/d 30 hari 31 s/d 60 hari 61 s/d 90 hari > 90 hari Jumlah
Kas dan Setara Kas -- 273.951.094.692 -- -- -- 273.951.094.692
Piutang Usaha 153.547.331.145 17.494.731.830 3.615.498.782 12.502.609.375 11.331.569.308 198.491.740.440
Piutang Lain-lain -- 1.042.209.423 -- -- 691.954.191 1.734.163.614
Jumlah 153.547.331.145 292.488.035.945 3.615.498.782 12.502.609.375 12.023.523.499 474.176.998.746 2011
Pada tanggal 30 September 2011 piutang usaha Entitas tidak terkonsentrasi pada pelanggan tertentu. Entitas dan Entitas Anak mengelola risiko kredit dengan menetapkan batasan jumlah risiko yang dapat diterima untuk masing-masing pelanggan dan lebih selektif dalam pemilihan bank dan institusi keuangan, yaitu hanya bank-bank dan institusi keuangan ternama dan yang berpredikat baik yang dipilih.
Risiko Suku Bunga
Risiko tingkat bunga arus kas adalah risiko dimana arus kas masa depan dari suatu instrumen keuangan berfluktuasi karena perubahan suku bunga pasar.
Entitas dan Entitas Anak hanya memiliki pinjaman jangka panjang dengan bunga tetap. Tingkat suku bunga tidak cukup signifikan untuk mengubah laba rugi Entitas karena selalu di monitor dan direncakan sejak awal pengaruh atas pinjaman tersebut.
Berikut ini merupakan rincian dari liabilitas keuangan berdasarkan jenis tingkat suku bunga:
2011 2010
Rp Rp
Kewajiban Keuangan
Suku Bunga Tetap 120.000.000.000 120.000.000.000
Jumlah 120.000.000.000 120.000.000.000
Dampak dari pergerakan suku bunga di pasar tidak signifikan mengubah risiko suku bunga Entitas dan Entitas Anak.
Entitas dan Entitas Anak mengelola risiko suku bunga melalui kombinasi pinjaman dengan suku bunga tetap dan pengawasan terhadap dampak pergerakan suku bunga untuk meminimalisasi dampak negatif terhadap Entitas dan Entitas Anak.
d1/October 29, 2011 57 Paraf : Risiko Likuiditas
Risiko likuiditas adalah risiko di mana posisi arus kas menunjukkan pendapatan jangka pendek mencukupi untuk menutupi pengeluaran jangka pendek.
Risiko likuiditas Entitas Anak merupakan kemampuan memenuhi liabilitas keuangan yang harus dibayar dengan kas atau aset keuangan lainnya. Entitas Anak mengharapkan dapat membayar seluruh liabilitasnya sesuai dengan tanggal jatuh tempo kontraktual. Untuk memenuhi liabilitas tersebut, maka Entitas harus menghasilkan arus kas masuk yang cukup.
Berikut ini merupakan liabilitas keuangan non-derivatif berdasarkan nilai sisa jatuh tempo yang tidak didiskonto:
Nilai Tercatat
LIABILITAS Tidak ditentukan < 1 Tahun > 1 - 2 tahun Biaya Emisi 30-Sep-11
Rp Rp Rp Rp Rp
Hutang Usaha dan Lain-lain 47.922.589.881 -- -- -- 47.922.589.881 Biaya YangMasih Harus dibayar 61.911.072.456 -- -- -- 61.911.072.456 Pendapatan Diterima di Muka 85.001.075.102 -- -- -- 85.001.075.102 Hutang Obligasi -- 120.000.000.000 -- (202.328.111) 119.797.671.889
Jumlah 194.834.737.439 -- - (202.328.111) 314.632.409.328
2011
Entitas dan Entitas Anak mengelola risiko likuiditas dengan mempertahankan kas dan setara kas yang mencukupi dalam memenuhi komitmen Entitas untuk operasi normal, rencana investasi dan secara rutin mengevaluasi proyeksi arus kas dan arus kas aktual, serta jadwal tanggal jatuh tempo aset dan liabilitas keuangan yang dimiliki.
Risiko Nilai Tukar Mata Uang Asing
Entitas dan Entitas Anak tidak secara signifikan melakukan transaksi normal dengan mata uang asing. Untuk meminimalkan risiko ini, Entitas dan Entitas Anak berusaha untuk melakukan transaksi dengan menggunakan mata uang Rupiah meminimalisir menggunakan mata uang asing. Tidak ada aktivitas lindung nilai mata uang pada tanggal 30 September 2011. Dengan demikian pengaruh dari selisih nilai tukar mata uang asing tidak signifikan.
Risiko Perubahan Kebijakan Pemerintah, Kondisi Ekonomi dan Sosial Politik
Kebijakan pemerintah baik yang menyangkut ekonomi dan moneter, serta kondisi sosial dan politik yang kurang kondusif akan berakibat menurunnya investasi dan pembangunan. Hal ini dapat mengakibatkan tertundanya proyek-proyek yang telah maupun akan diperoleh Entitas dan Entitas Anak. Risiko ini merupakan risiko yang bersifat sistemik (Systematic Risk) dimana bila risiko ini terjadi maka akan mempengaruhi secara negatif seluruh variable yang terlibat, sehingga membuat kinerja Entitas dan Entitas Anak menurun risiko ini bahkan diversifikasi pun belum mampu menghilangkan risiko ini.
d1/October 29, 2011 58 Paraf : 39. Perkembangan Terakhir Standar Akuntansi Keuangan
Berikut ini ikhtisar revisi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) yang diterbitkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) dan akan berlaku setelah 31 Desember 2010:
- PSAK 1 (Revisi 2009) ”Penyajian Laporan Keuangan” - PSAK 2 (Revisi 2009) ”Laporan Arus Kas”
- PSAK 3 (Revisi 2010) ”Laporan Keuangan Interim”
- PSAK 4 (Revisi 2009) “Laporan Keuangan Konsolidasian dan Laporan Keuangan Tersendiri” - PSAK 5 (Revisi 2009) “Segmen Operasi”
- PSAK 7 (Revisi 2010) ”Pengungkapan Pihak-Pihak yang Berelasi” - PSAK 8 (Revisi 2010) ”Peristiwa Setelah Tanggal Neraca”
- PSAK 12 (Revisi 2009) “Bagian Partisipasi dalam Ventura Bersama” - PSAK 15 (Revisi 2009) ”Investasi Pada Entitas Asosiasi”
- PSAK 19 (Revisi 2010) ”Aset Takberwujud” - PSAK 22 (Revisi 2010) ”Kombinasi Bisnis” - PSAK 23 (Revisi 2010) ”Pendapatan”
- PSAK 25 (Revisi 2009) ”Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi, dan Kesalahan” - PSAK 48 (Revisi 2009) ”Penurunan Nilai Aset”
- PSAK 57 (Revisi 2009) ”Provisi, Liabilitas Kontinjensi, dan Aset Kontinjensi”
- PSAK 58 (Revisi 2009) ”Aset Tidak Lancar yang Dimiliki untuk Dijual dan Operasi yang Dihentikan” - ISAK 7 (Revisi 2009) ”Konsolidasi Entitas Bertujuan Khusus”
- ISAK 9 ”Perubahan atas Liabilitas Aktivitas Purnaoperasi, Restorasi, dan Liabilitas Serupa” - ISAK 10 ”Program Loyalitas Pelanggan”
- ISAK 11 ”Distribusi Aset Nonkas kepada Pemilik”
- ISAK 12 ”Pengendalian Bersama Entitas –Kontribusi Nonmoneter oleh Venturer” - ISAK 14 ”Aset Takberwujud – Biaya Situs Web”
- ISAK 17 ”Laporan Keuangan Interim dan Penurunan Nilai”
Entitas dan Entitas Anak akan menerapkan secara bertahap standar – standar ini pada lapoaran keuangan Entitas dan Entitas Anak.