• Tidak ada hasil yang ditemukan

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

15. ASET TETAP (lanjutan) PREMISES AND EQUIPMENT (continued)

31 Desember 2010/31 December 2010 Saldo awal/ Beginning balance Penambahan/ Additions Akuisisi/ Acquisition1) Pengurangan/ Deductions Saldo akhir/ Ending balance Harga perolehan/nilai

penilaian kembali Cost/revalued amount

Tanah 535.852) -) -) (132.499) 403.353) Land

Bangunan 571.200) 4.810) -) (247.300) 328.710) Buildings

Instalasi 986) -) -) (986) -) Installation

Perabot dan peralatan

kantor 430.519) 71.493) 45.922) (39.249) 508.685)

Furniture, fixtures and office equipment

Kendaraan bermotor 6.238) 12) 1.147) (2.117) 5.280) Motor vehicles

1.544.795) 76.315) 47.069) (422.151) 1.246.028) Akumulasi penyusutan Accumulated depreciation Bangunan (142.390) (34.912) -) 34.104) (143.198) Buildings Instalasi (880) (106) -) 986) -) Installation

Perabot dan peralatan

kantor (267.855) (57.330) (44.537) 34.523) (335.199)

Furniture, fixtures and office equipment

Kendaraan bermotor (3.702) (625) (1.048) 1.479) (3.896) Motor vehicles

(414.827) (92.973) (45.585) 71.092) (482.293)

Nilai buku bersih 1.129.968) 763.735) Net book value

Beban penyusutan masing-masing sejumlah Rp21.685, Rp24.350 dan Rp92.973 untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2011 dan 2010, dan untuk tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2010 dibebankan dalam beban umum dan administrasi.

Depreciation charged to general and administrative expenses for the periods ended 31 March 2011 and 2010, and for the year ended 31 December 2010 amounted to Rp21,685, Rp24,350 and Rp92,973, respectively.

Berdasarkan surat keputusan Kepala Kantor Pelayanan Pajak Perusahaan Masuk Bursa No. Kep-02/WPJ.06/KP.0404/1997 tanggal 5 Agustus 1997, Bank telah mendapat persetujuan kantor pajak atas hasil penilaian kembali aset tetapnya per tanggal 31 Desember 1996 yang dilakukan berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No. 507/ KMK.04/1996 tanggal 13 Agustus 1996.

Based on the Decision Letter issued by the Head of the Tax Office for Listed Companies No. Kep-02/ WPJ.06/KP.0404/1997 dated 5 August 1997, the Bank obtained the tax office approval to revalue its premises and equipment as of 31 December 1996, based on the Decree of the Ministry of Finance No. 507/KMK.04/1996 dated 13 August 1996.

Berdasarkan hasil penilaian tanggal 12 Mei 2000 dari Penilai Independen dengan menggunakan metode pendekatan kapitalisasi pendapatan (income approach), terdapat penurunan nilai aset tetap atas tanah dan bangunan sebesar Rp289.221, dimana sebesar Rp102.001 dikompensasikan ke selisih penilaian kembali aset tetap dan sebesar Rp187.220 dibebankan dalam beban non-operasional.

Based on the appraisal report dated 12 May 2000 by the independent appraiser using the income approach method, there was an impairment in the value of land and building amounting to Rp289,221. Of this amount, Rp102,001 was compensated against the revaluation increment in premises and equipment and the balance of Rp187,220 was charged to non-operating expenses.

Berdasarkan surat keputusan Direktur Jenderal Pajak (DJP) No. KEP-55/WPJ.19/2006 tanggal 24 Agustus 2006, Bank telah mendapat persetujuan kantor pajak atas hasil penilaian kembali aset tetap berupa tanah dan bangunan per tanggal 30 Juni 2006 (berdasarkan penilaian oleh penilai independen PT VPC Hagai Sejahtera) yang dilakukan berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No. 486/KMK.03/2002 tanggal 28 Nopember 2002.

Based on the Decision Letter of Directorate General

of Tax (DGT) No. KEP-55/WPJ.19/2006 dated

24 August 2006, the Bank obtained the tax office approval to revalue its land and buildings as of 30 June 2006, (based on appraisal done by independent appraiser PT VPC Hagai Sejahtera) based on the Decree of the Ministry of Finance No. 486/KMK.03/2002 dated 28 November 2002.

* Diaudit dan disajikan hanya untuk pos-pos pada laporan posisi

keuangan konsolidasian. Audited and only presented for accounts in the * consolidated statements of financial position.

15. ASET TETAP (lanjutan) 15. PREMISES AND EQUIPMENT (continued)

Rincian selisih penilaian kembali aset tetap adalah sebagai berikut:

The details of revaluation increment in premises and equipment were as follows:

Penilaian kembali pada tanggal 31 Desember 1996: Revaluation on 31 December 1996:

- Tanah 161.833 - Land

- Bangunan (1.026) - Buildings

- Perabot dan peralatan kantor 1.144 - Furniture, fixtures and office equipment

Jumlah yang dibukukan dalam aset tetap 161.951 Amount recorded in premises and equipment

Pajak penghasilan final atas selisih Final income tax on revaluation

penilaian kembali aset tetap (16.376) increment in premises and equipment

Revaluation increment in premises and

Selisih penilaian kembali aset tetap, equipment, before effect of

sebelum pengaruh penurunan nilai atas tanah 145.575 impairment in value of land

Pengaruh penurunan nilai atas tanah (102.001) Effect of impairment in value of land

Selisih penilaian kembali aset tetap yang dicatat sebagai bagian dari Ekuitas (sejak tanggal

1 Januari 2008 telah direklasifikasi ke akun defisit) 43.574

Revaluation increment in premises and equipment as recorded under Stockholders’ Equity

(reclassified to deficit since 1 January 2008)

Penilaian kembali pada tanggal 30 Juni 2006: Revaluation on 30 June 2006:

Nilai wajar - tanah dan bangunan 1.166.199 Fair value - land and builldings

Nilai buku - tanah dan bangunan, basis pajak (634.838)

Net book value - land and buildings, income tax basis Selisih penilaian kembali aset tetap, basis pajak 531.361)

Revaluation increment in premises and equipment, income tax basis Selisih antara nilai buku, basis pajak dan basis

akuntansi:

Difference of net book value between income tax basis and accounting basis:

Nilai buku bersih, basis pajak 634.838 Net book value, income tax basis

Nilai buku bersih, basis akuntansi (664.009) Net book value, accounting basis

(29.171)

Selisih penilaian kembali, basis akuntansi 502.190 Revaluation increment, accounting basis

Pajak penghasilan final atas selisih penilaian kembali

aset tetap (53.136)

Final income tax on revaluation increment in premises and equipment

Pemulihan kewajiban pajak tangguhan atas Reversal of deferred tax liability relating

aset tetap yang dinilai kembali 8.751 to the revalued premises and equipment

Selisih penilaian kembali aset tetap yang dicatat sebagai bagian dari Ekuitas (sejak tanggal

1 Januari 2008 telah direklasifikasi ke akun defisit) 457.805

Revaluation increment in premises and equipment as recorded under Stockholders’ Equity

(reclassified to deficit since 1 January 2008)

Jumlah 501.379 Total

Sesuai dengan ketentuan transisi PSAK No. 16 (Revisi 2007) mengenai “Aset Tetap” yang berlaku efektif sejak tanggal 1 Januari 2008, Bank mereklasifikasi seluruh saldo selisih penilaian kembali aset tetap yang dicatat sebagai bagian dari ekuitas konsolidasi ke akun defisit.

In accordance with the transitional provisions of SFAS No. 16 (2007 Revision) regarding “Fixed Assets” which was effective since 1 January 2008, the Bank reclassified the total balance of revaluation increment in premises and equipment as recorded under consolidated stockholders’ equity to deficit.

Sampai dengan tanggal 31 Maret 2011, sebanyak 2 hak atas tanah dan bangunan dalam bentuk hak guna bangunan dan hak guna pakai masih dalam proses pengurusan balik nama ke dalam nama Bank. Sisa umur dari hak atas tanah dan bangunan berkisar antara 1 tahun sampai dengan 29 tahun dan dapat diperpanjang.

Up to 31 March 2011, the transfer of 2 titles of certain land and buildings in the form of “Hak Guna Bangunan” and “Hak Guna Pakai” to the Bank’s name was still in process. The remaining terms of the rights on land and buildings ranged from 1 to 29 years and can be renewed.

.

15. ASET TETAP (lanjutan) 15. PREMISES AND EQUIPMENT (continued)

Aset tetap yang dimiliki oleh Bank, kecuali tanah, pada tanggal 31 Maret 2011, diasuransikan terhadap:

• Semua risiko properti dan gempa bumi berdasarkan suatu paket polis asuransi kepada PT Asuransi Nipponkoa Indonesia dengan nilai pertanggungan sebesar Rp1.256.165 dan US$46.195.109.

• Risiko terorisme dan sabotase berdasarkan suatu paket polis asuransi kepada PT Asuransi Bintang dengan nilai pertanggungan sebesar US$42.688.386.

Manajemen Bank berpendapat bahwa asuransi tersebut di atas cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian atas aset yang dipertanggungkan.

Premises and equipments under ownership of the Bank as of 31 March 2011, except for land, are covered by insurance against the following losses:

• Property and earthquake risks under blanket policies with PT Asuransi Nipponkoa Indonesia with total sum insured amounting to Rp1,256,165 and US$46,195,109.

• Terorism and sabotage risks under blanket policies with PT Asuransi Bintang with total sum insured amounting to US$42,688,386.

The Bank’s management believes that the above insurance is adequate to cover possible losses from such risks.

Pada tanggal 28 Desember 2009, Bank mengadakan perjanjian pengikatan jual beli dengan pihak ketiga untuk menjual gedung Kantor Pusat Bank yang berlokasi di Jalan Jenderal Sudirman Kavling 27, Jakarta dengan harga jual USD44.300.000 atau ekuivalen sebesar Rp403.130 (nilai buku sebesar Rp345.143) (Catatan 44). Akta jual beli telah ditandatangani pada tanggal 23 Maret 2010. Pada tanggal 28 Desember 2009, Bank juga menandatangani perjanjian sewa dengan pihak ketiga tersebut untuk menyewa balik gedung yang sama (Catatan 52).

On 28 December 2009, the Bank entered into a sale and purchase agreement with a third party to sell the Bank’s Head Office building located at Jalan Jenderal Sudirman Kavling 27, Jakarta with selling price of USD44,300,000 or equivalent to Rp403.130 (net book value of Rp345,143) (Note 44). The signing of the sale and purchase deed was made on 23 March 2010. On 28 December 2009, the Bank also entered into a lease agreement with the third party to lease back the same building (Note 52).

16. ASET TIDAK BERWUJUD 16. INTANGIBLE ASSETS

Aset tidak berwujud terdiri dari: Intangible assets consist of the following:

31 Maret 2011/31 March 2011 Saldo awal/ Beginning balance Penambahan/ Additions Pengurangan/ Deductions Saldo akhir/ Ending balance

Harga perolehan Cost

Perangkat lunak 161.878) 6.085) (2.016) 165.947) Software

Goodwill (Catatan 1f dan 2q) 113.167) -) -) 113.167) Goodwill (Note 1f and 2q) Customer relationships 102.733) -) -) 102.733) Customer.relationships

377.778) 6.085) (2.016) 381.847)

Akumulasi amortisasi Accumulated amortization

Perangkat lunak (96.199) (4.540) 1.518) (99.221) Software

Customer relationships -) (5.859) -) (5.859) Customer.relationships

(96.199) (10.399) 1.518) (105.080)

* Diaudit dan disajikan hanya untuk pos-pos pada laporan posisi

keuangan konsolidasian. Audited and only presented for accounts in the * consolidated statements of financial position. 16. ASET TIDAK BERWUJUD (lanjutan) 16. INTANGIBLE ASSETS (continued)

31 Maret 2010/31 March 2010 Saldo awal/ Beginning balance Penambahan/ Additions Pengurangan/ Deductions Saldo akhir/ Ending balance

Harga perolehan Cost

Perangkat lunak 135.599)) 2.403) (182) 137.820) Software

Akumulasi amortisasi Accumulated amortization

Perangkat lunak (70.873) (4.130) 182 (74.821) Software

Nilai buku bersih 64.772) 62.999) Net book value

31 Desember 2010/31 December 2010 Saldo awal/ Beginning balance Penambahan/ Additions Akuisisi/ Acquisition Pengurangan/ Deductions Saldo akhir/ Ending balance

Harga perolehan Cost

Perangkat lunak 136.617) 19.369) 6.662) (770) 161.878) Software

Goodwill

(Catatan 1f) -) -) 115.085) -) 115.085) Goodwill (Note 1f)

Customer

relationships -) -) 102.733) -) 102.733) relationships Customer.

136.617) 19.369) 224.480) (770) 379.696)

Akumulasi amortisasi Accumulated amortization

Perangkat lunak (71.148) (20.000) (5.821) 770) (96.199) Software

Goodwill -) (1.918) -) -) (1.918) Goodwill

(71.148) (21.918) (5.821) 770) (98.117)

Nilai buku bersih 65.469) 281.579) Net book value

Beban amortisasi masing-masing sejumlah Rp10.399, Rp4.130 dan Rp21.918 untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2011 dan 2010, dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2010 dibebankan dalam beban operasional lainnya - beban umum dan administrasi serta lain-lain.

Amortization charged to other operating expenses - general and administrative and others for the periods ended 31 March 2011 and 2010, and for the year ended 31 December 2010 amounted to Rp10,399, Rp4,130 and Rp21,918, respectively.

17. .ASET LAIN-LAIN 17. OTHER ASSETS

.Akun ini terdiri dari: This account consists of the followings:

31 Maret/31 March

2011 2010

Tagihan lain-lain 546.466 546.466 Other receivable

Piutang penjualan efek-efek dan obligasi

pemerintah 487.705 1.566.967

Receivables from sale of marketable securities and government bonds

Beban dibayar dimuka 192.428 154.684 Prepaid expenses

Uang muka 137.583 44.024 Advances payment

Klaim pengembalian pajak (Catatan 23) 114.972 238.470 Claims for tax refund (Note 23)

Piutang kartu kredit dan debet 111.321 127.032 Credit and debit cards receivable

Agunan diambil alih - setelah dikurangi penyisihan penurunan nilai sebesar Rp49.350 (2011) dan Rp70.425 (2010) dan penyisihan penghapusan sebesar Rp60.748 (2011) dan

Rp35.197 (2010) 98.095 142.594

Foreclosed assets - net of allowance for decline in value of Rp49,350 (2011) and Rp70,425 ( 2010) and allowance for losses of Rp60,748 (2011) and Rp35,197 (2010)

Bunga masih akan diterima 36.107 10.956 Interest receivables

Uang jaminan 17.330 18.058 Guarantee deposit

Pajak dibayar dimuka 7.867 3.166 Prepaid tax

Investasi saham VISA dan MasterCard 6.634 21.563 Investment in VISA and MasterCard shares

Piutang reasuransi - 12.533 Reinsurance receivables

Lain-lain - setelah dikurangi penyisihan penghapusan sebesar Rp99.972 (2011) dan

Rp25.045 (2010) 52.093 110.194

Others - net of allowance for losses of Rp99,972 (2011) and Rp25,045 (2010)

Jumlah 1.808.601 2.996.707 Total

31 Desember 2010/

31 December 2010

Tagihan lain-lain 546.466 Other receivable

Klaim pengembalian pajak (Catatan 23) 117.703 Claims for tax refund (Note 23)

Bunga masih akan diterima 243.480 Interest receivables

Agunan diambil alih - setelah dikurangi penyisihan penurunan nilai sebesar Rp52.038 dan penyisihan

penghapusan sebesar Rp42.797 102.101

Foreclosed assets - net of allowance for decline in value of Rp52,038 and allowance

for losses of Rp42,797

Beban dibayar dimuka 155.396 Prepaid expenses

Piutang kartu kredit dan debet 47.013 Credit and debit cards receivable

Uang muka 114.405 Advances payment

Investasi saham VISA dan MasterCard 6.865 Investment in VISA and MasterCard shares

Uang jaminan 23.404 Guarantee deposit

Piutang reasuransi 18.500 Reinsurance receivables

Lain-lain - setelah dikurangi penyisihan penghapusan

sebesar Rp95.743 110.127 Rp95,743 Others - net of allowance for losses of

Jumlah 1.485.460 Total

Tagihan lain-lain sebesar Rp546,4 milyartimbul dari transaksi sebagai berikut:

Other receivable amounting to Rp546.4 billion was derived from the following transactions:

• Pada tanggal 31 Desember 1998, dalam saldo penempatan pada pasar uang Bank terdapat penempatan pada bank beku operasi dan bank yang diambil alih oleh Pemerintah Indonesia, yaitu PT Bank Dagang Nasional Indonesia Tbk (BDNI), PT Bank Umum Nasional Tbk (BUN) dan PT Bank Tiara Asia Tbk (Tiara) sebesar Rp1.477 milyar meliputi pokok dan bunganya.

• As of 31 December 1998, included in the Bank’s balance of placements at money market was placements at frozen banks and banks taken over by government of Indonesia, namely, PT Bank Dagang Nasional Indonesia Tbk (BDNI), PT Bank Umum Nasional Tbk (BUN) and PT Bank Tiara Asia Tbk (Tiara) amounting to Rp1,477 billion of principal and interests.

* Diaudit dan disajikan hanya untuk pos-pos pada laporan posisi

keuangan konsolidasian. Audited and only presented for accounts in the * consolidated statements of financial position.

17. ASET LAIN-LAIN (lanjutan) 17. OTHER ASSETS (continued)

• Pada tanggal 11 Januari 1999, saldo penempatan tersebut di atas setelah diperhitungkan dengan hutang Bank kepada BDNI dan Tiara, serta rugi selisih kurs yang diakui, berjumlah Rp1.235 milyar dengan rincian: BDNI Rp869,8 milyar, BUN Rp327,3 milyar dan Tiara Rp38 milyar. Pada tanggal tersebut, Bank mengadakan perjanjian pengalihan/cessie dengan PT Era Giat Prima (EGP) dengan tujuan untuk mengalihkan hak tagih Bank atas penempatan pada pasar uang dan kontrak-kontrak swap milik Bank dengan jumlah pokok sebesar Rp798,1 milyar, yang terdiri dari penempatan pada BDNI sejumlah Rp598,1 milyar dan pada BUN sejumlah Rp200 milyar. Sebagai kompensasinya, EGP akan menyerahkan kepada Bank efek-efek senilai Rp798,1 milyar. Bank juga mengadakan perjanjian pengalihan/cessie dengan PT Persada Harum Lestari (PHL) atas kontrak swap dengan Tiara sebesar Rp38 milyar. Sebagai kompensasinya, PHL akan menyerahkan kepada Bank efek-efek senilai Rp38 milyar.

• As of 11 January 1999, the balance of the above placements, after offsetting with the Bank’s liabilities to BDNI and Tiara, and adjustment for foreign exchange losses, was Rp1,235 billion, which consisting of Rp869.8 billion for BDNI, Rp327.3 billion for BUN and Rp38 billion for Tiara. On the same date, the Bank entered into a transfer/cessie agreement with PT Era Giat Prima (EGP) to transfer Bank’s receivable on the placements at money market and swap contracts with a total principal amount of Rp798.1 billion, consisting of placement at BDNI amounting to Rp598.1 billion and at BUN amounting to Rp200 billion. As a compensation, EGP agreed to deliver marketable securities amounting to Rp798.1 billion to the Bank. The Bank also entered into a transfer/cessie agreement with PT Persada Harum Lestari (PHL) for its swap contract with Tiara amounting to Rp38 billion. As a compensation, PHL agreed to deliver marketable securities amounting to Rp38 billion to the Bank.

Dalam pelaksanaan perjanjian pengalihan/cessie tersebut, EGP belum melaksanakan kewajibannya untuk menyerahkan efek-efek kepada Bank dan selanjutnya pada tanggal 29 Maret 1999, EGP memberikan kuasa kepada Bank untuk melakukan penagihan atas tagihannya kepada BDNI dan BUN.

During the implementation of transfer/cessie agreement, EGP had not delivered such marketable securities to the Bank and on 29.March 1999 EGP gave the Bank the power to collect its claims to BDNI and BUN.

• Pada tanggal 1 Juni 1999, Bank menerima pembayaran dari Bank Indonesia atas tagihan kepada BDNI sebesar Rp904,6 milyar.

• On 1 June 1999, the Bank received a payment from Bank Indonesia for its claim to BDNI amounting to Rp904.6 billion.

• Pada tanggal 9 Juni 1999, Bank mengadakan perjanjian penyelesaian dengan EGP. Berdasarkan perjanjian tersebut, Bank memindahkan Rp546,4 milyar ke rekening EGP sebagai penyelesaian menyeluruh dari perjanjian pengalihan/cessie atas tagihan BDNI, sehingga jumlah bersih yang diterima Bank atas penempatan pada BDNI adalah sebesar Rp358,2 milyar. Tagihan kepada BUN belum dapat diselesaikan dan Bank menerima surat dari EGP tertanggal 11 Juni 1999, yang menyatakan bahwa EGP akan menyerahkan efek-efek sebesar Rp200 milyar.

• On 9 June 1999, the Bank entered into a settlement agreement with EGP. Based on this agreement, the Bank transferred Rp546.4 billion to the account of EGP as a full settlement of the transfer/cessie agreement covering the BDNI’s claims. As a result, the net amount received by the Bank for the BDNI’s claims was Rp358.2 billion. The claims to BUN have not been settled yet. On 11 June 1999, the Bank received a letter from EGP stating that it will deliver marketable securities amounting to Rp200 billion.

17. ASET LAIN-LAIN (lanjutan) 17. OTHER ASSETS (continued) • Pada tanggal 9 Juni 1999, Bank mengadakan

perjanjian penyelesaian dengan PHL di mana kewajiban PHL untuk menyerahkan efek-efek sebesar Rp38 milyar diubah menjadi pembayaran dana sebesar Rp22,8 milyar melalui cek/bilyet giro yang dapat dicairkan selambat-lambatnya pada tanggal 17 Juni 1999. Bank telah menerima cek/bilyet giro tersebut sebesar Rp22,8 milyar pada tanggal 17 Juni 1999. Pada tanggal 19 Agustus 1999, PHL meminta Bank untuk memindahkan dana sejumlah Rp22,8 milyar ke rekening escrow Bank Bali qq. EGP.

• Dari tanggal 16 Agustus 1999 sampai dengan 19 Agustus 1999, Bank menerima transfer dana atas nama rekening escrow Bank Bali qq. EGP yang keseluruhannya berjumlah Rp523,6 milyar. Dengan demikian saldo rekening ini menjadi Rp546,4 milyar yang dibukukan sebagai rekening escrow Bank Bali qq. EGP pada Liabilitas Segera (Catatan 18).

• On 9 June 1999, the Bank also entered into a settlement agreement with PHL whereby PHL’s obligation to deliver marketable securities amounting to Rp38 billion was changed to a payment by check amounting to Rp22.8 billion. The check had to be cashed not later than 17 June 1999. The Bank received the check amounting to Rp22.8 billion on 17 June 1999. On 19 August 1999, PHL requested the Bank to transfer the fund amounting to Rp22.8 billion to the Bank Bali qq. EGP escrow account.

• From 16 August 1999 to 19 August 1999, the Bank received fund transfers to the Bank Bali qq. EGP escrow account amounting to Rp523.6 billion. Consequently, the balance in this escrow account became Rp546.4 billion, which were recorded as Bank Bali qq. EGP escrow account under Liabilities Payable on Demand (Note 18).

• Pada tanggal 15 Oktober 1999, perjanjian pengalihan/cessie dengan EGP sebagaimana diuraikan di atas dibatalkan dengan Surat Keputusan Ketua BPPN No. SK-423/BPPN/1099. Berdasarkan surat keputusan tersebut, Bank diminta untuk melakukan tindakan/upaya agar dana sebesar Rp904,6 milyar yang diterima sebagai pembayaran dalam rangka penjaminan pemerintah dapat dikuasai dan dimiliki oleh Bank. Oleh karena itu, Bank menagih kembali kepada EGP sebesar Rp546,4 milyar dan membukukan tagihan tersebut sebagai Tagihan Lain-lain. Selain itu, kewajiban EGP untuk menyerahkan efek-efek sebesar Rp200 milyar menjadi batal dan timbul kembali tagihan kepada BUN. Karena tagihan kepada BUN tidak dapat direalisasikan, maka Bank membentuk cadangan kerugian penurunan nilai atas seluruh tagihan tersebut.

• On 15 October 1999, the transfer/cessie agreement with EGP as discussed above was cancelled by virtue of the Decision Letter of the Chairman of IBRA No. SK-423/BPPN/1099. Based on this letter, the Bank was requested to take the necessary actions to gain control and ownership over the amount of Rp904.6 billion which represented the payment received under the government guarantee scheme. Because of this, the Bank claimed back from EGP the amount of Rp546.4 billion and recorded it as Other Receivable. In addition, the obligation of EGP to deliver the marketable securities amounting to Rp200 billion was cancelled; as such, the Bank had claims to BUN for such amount. Because the claims to BUN cannot be realized, the Bank provided a full impairment losses for the claims.

• Pada tanggal 30 Nopember 1999, perjanjian pengalihan/cessie dengan PHL sebagaimana diuraikan di atas dibatalkan dengan Surat Keputusan Ketua BPPN No. SK-464/BPPN/1199. Berdasarkan surat keputusan tersebut, Bank diminta untuk melakukan tindakan/upaya guna memastikan agar pelaksanaan perjanjian tersebut berlangsung sedemikian rupa seperti layaknya tidak pernah diadakan perjanjian tersebut. Oleh karena itu, Bank membukukan kembali tagihan kepada Tiara.

• On 30 November 1999, the transfer/cessie agreement with PHL as discussed above was cancelled by virtue of the Decision Letter of the Chairman of IBRA No. SK-464/BPPN/1199. Based on this letter, the Bank was requested to take the necessary actions to ensure that the implementation of that agreement occured as if the agreement never took place. Because of this, the Bank recorded back its claims to Tiara.

17. ASET LAIN-LAIN (lanjutan) 17. OTHER ASSETS (continued)

Dokumen terkait