• Tidak ada hasil yang ditemukan

ASET TETAP (lanjutan) PROPERTY, PLANT, AND EQUIPMENT (continued)

RESTRICTED CASH

11. ASET TETAP (lanjutan) PROPERTY, PLANT, AND EQUIPMENT (continued)

Pada tanggal 30 Juni 2010 dan 2009, perincian dari aset dalam penyelesaian terdiri dari:

As of June 30, 2010 and 2009, the details of construction in progress consist of:

2010 2009

Perusahaan The Company

Jaringan Pipa Transmisi Sumatera Selatan - Transmission Pipelines South Sumatera -

Jawa Barat (SSWJ) 674.960.990.993 655.344.324.784 West Java (SSWJ)

Jaringan Pipa Proyek Distribusi West Java Distribution Projects

Jawa Barat (PDJB) 745.071.884.524 617.291.225.904 (PDJB)Pipelines

Lain-lain 130.812.888.615 160.474.448.306 Others

1.550.845.764.132 1.433.109.998.994

Anak Perusahaan 1.864.287.542.511 1.536.124.097.656 Subsidiary

Jumlah 3.415.133.306.643 2.969.234.096.650 Total

Proyek SSWJ SSWJ Project

a. SSWJ I terdiri dari pekerjaan pipanisasi gas melalui beberapa jalur yaitu jalur Pagardewa-Labuhan Maringgai (270 km), Pagardewa-Labuhan Maringgai - Cilegon (105 km) (lepas pantai) dan jalur Cilegon - Serpong (75 km),

pengadaan Supervisory Control and Data

Acquisition (SCADA), pembangunan stasiun kompresor di Pagardewa, Sumatera Selatan, dan pembangunan stasiun dan fasilitas penunjang di Grissik, Pagardewa, Terbanggi Besar, dan Labuhan Maringgai di Sumatera Selatan, dan Muara Bekasi dan Bojonegara di Jawa Barat.

a. SSWJ I comprises of the construction of the gas pipelines pass through Pagardewa-Labuhan Maringgai (270 km), Pagardewa-Labuhan Maringgai - Cilegon (105 km) (offshore), and Cilegon - Serpong (75 km), procurement of Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA), gas compressor station at Pagardewa, South Sumatera, and supporting station and facilities at Grissik, Pagardewa, Terbanggi Besar, and Labuhan Maringgai, South Sumatera, and Muara Bekasi and Bojonegara, West Java.

b. SSWJ II terdiri dari pekerjaan pipanisasi gas yang melalui jalur Grissik - Pagardewa (196 km), Pagardewa - Labuhan Maringgai (272 km), Labuhan Maringgai - Muara Bekasi (161 km) (lepas pantai), dan Muara Bekasi - Rawa Maju (34 km).

b. SSWJ II comprises of the construction of the gas pipelines pass through Grissik - Pagardewa (196 km), Pagardewa - Labuhan Maringgai (272 km), Labuhan Maringgai - Muara Bekasi (161 km) (offshore), and Muara Bekasi - Rawa Maju (34 km).

Seluruh pekerjaan fisik SSWJ II telah selesai dibangun pada tahun 2007 dan tanggal untuk jalur waktu gas-in adalahsebagai berikut:

· Jalur Pagardewa - Labuhan Maringgai dan

Labuhan Maringgai - Muara Bekasi pada tanggal 9 Maret 2007;

· Jalur Muara Bekasi - Rawa Maju pada tanggal

30 Juli 2007; dan

· Jalur Grissik - Pagardewa pada tanggal

15 Oktober 2007.

All physical work of SSWJ II has been completed in 2007 and the date of officially operated gas-in were as follows:

· Pagardewa - Labuhan Maringgai and Labuhan

Maringgai - Muara Bekasi pipelines on March 9, 2007;

· Muara Bekasi - Rawa Maju pipelines on

July 30, 2007; and

· Grissik - Pagardewa pipelines on

October 15, 2007.

Pada tanggal 30 Juni 2010, manajemen

Perusahaan memperkirakan persentase

penyelesaian SSWJ I dan SSWJ II dari aspek keuangan adalah sebesar 84% dan 93% (tidak direview) (Catatan 38).

As of June 30, 2010, the Company’s management estimated the percentage of completion in financial terms of the SSWJ I and the SSWJ II are 84% and 93%, respectively (unreviewed) (Note 38).

11. ASET TETAP (lanjutan) 11. PROPERTY, PLANT AND EQUIPMENT (continued)

Proyek Distribusi Jawa Barat (PDJB) West Java Distribution Projects (PDJB) Aset dalam penyelesaian dari PDJB terdiri dari

dua paket:

Construction in progress of PDJB consists of two packages as follows:

a. Pembiayaan dari International Bank for

Reconstruction and Development (IBRD) yang terdiri dari paket 1 - paket 9B, meliputi:

a. International Bank for Reconstruction and Development (IBRD)’s financing consisting of package 1 - package 9B, including:

· Paket untuk pembelian pipa konstruksi

untuk jaringan pipa distribusi, offtake station, Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA).

· Package for engineering procurement

construction of pipeline distribution, offtake station, Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA).

· Paket untuk pemasang pipa distribusi,

jasa konsultan manajemen proyek dan pengawasan pihak ketiga.

· Package for pipeline distribution

construction, management consultant project and the third parties’ inspection services.

b. Dibiayai oleh dana Perusahaan terdiri dari paket 8B dan paket 10A - paket 22, meliputi:

b. The Company’s financing are consisting of package 8B and package 10A - package 22, including:

· Paket untuk pembelian pipa, valve, fitting

dan Metering Regulating Station (MRS).

· Package for procurement of pipe, valve,

fitting and Metering Regulating Station (MRS).

· Paket untuk pekerjaan konstruksi

jaringan pipa distribusi. ·

Package for pipeline construction contractor for pipeline distribution.

· Paket untuk pemasangan metering

station serta pengawasan pihak ketiga. ·

Package for metering station instalation and the third parties’ inspection services.

Pada tanggal 30 Juni 2010, manajemen

Perusahaan memperkirakan persentase

penyelesaian PDJB untuk paket yang dibiayai oleh IBRD dan dana Perusahaan dari aspek keuangan masing-masing sebesar 56% dan 82% (tidak direview) (Catatan 38).

As of June 30, 2010, the Company’s management estimated the percentage of completion in financial terms of PDJB which came from IBRD and the Company’s financing are 56% and 82% (unreviewed), respectively (Note 38).

Pada tanggal 30 Juni 2010, aset dalam penyelesaian Anak Perusahaan sebagian besar

berasal dari aset dalam penyelesaian

Transgasindo yang terdiri dari proyek buckles dan proyek Jabung dengan perkiraan persentase penyelesaian berkisar antara 85%-97% (tidak direview).

As of June 30, 2010, the Subsidiaries’ construction in progress mainly represent Transgasindo’s construction in progress which consists of buckles project and Jabung project with the estimated percentage of completion is ranging from 85%-97% (unreviewed).

11. ASET TETAP (lanjutan) 11. PROPERTY, PLANT AND EQUIPMENT (continued)

Pada tanggal 30 Juni 2010, aset tetap dan persediaan Perusahaan diasuransikan terhadap kerugian akibat kebakaran dan risiko lain berdasarkan suatu paket polis tertentu dengan jumlah nilai pertanggungan untuk pipa onshore sebesar USD50.000.000 untuk setiap kejadian

kerugian atas nilai pertanggungan sebesar

USD549.135.599 dan sebesar USD392.084.629 dan Rp3.267.814.402.595. Aset tetap Anak Perusahaan diasuransikan terhadap kerugian akibat kebakaran dan risiko lain berdasarkan suatu

paket polis tertentu dengan jumlah nilai

pertanggungan untuk pipa onshore sebesar

USD10.000.000, pipa offshore sebesar

USD20.000.000 dan proyek stasiun Jabung gas booster sebesar USD10.000.000 untuk setiap kejadian kerugian dan sebesar USD242.892.561

dan Rp12.779.550.000 untuk aset lainnya.

Manajemen Perusahaan dan Anak Perusahaan berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian atas aset yang dipertanggungkan.

As of June 30, 2010, property and equipment and inventories are covered by insurance against losses from fire and other risks under certain blanket policies for with sum insured for onshore pipeline of USD50,000,000 for any one accident or occurrence of sum insured totaling USD549,135,599 and totaling USD392,084,629 and Rp3,267,814,402,595 for other assets. The Subsidiary’s property and equipment are covered by insurance against losses from fire and other risks under certain blanket policies for with sum insured for onshore pipeline of USD10,000,000, offshore pipeline of USD20,000,000 and Jabung gas booster station project of USD10,000,000 for any one accident or occurrence and totaling USD242,892,561 and Rp12,779,550,000 for other assets. The management of the Company and Subsidiary are of the opinion that the sums insured are adequate to cover possible losses from such risks.

Pada tahun 2009, tanah seluas 79.983 meter persegi, terdiri dari 33.720 meter persegi berlokasi di Jakarta dan 46.263 meter persegi berlokasi di cabang Surabaya serta bangunan diatasnya

dengan jumlah nilai tercatat senilai

Rp292.404.085.000 dan seluruh aset bergerak yang ada di cabang Surabaya dengan nilai tercatat sebesar Rp170.634.550.238 dijaminkan untuk fasilitas-fasilitas Standby Letter of Credit (SBLC) yang diperoleh dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

Berdasarkan amandemen perjanjian fasilitas

penerbitan SBLC No. KP-COCD/03/PKSBLC/ 2000, tanggal 13 November 2009, fasilitas ini tidak dijamin lagi dengan pendapatan atau aset Perusahaan.

In 2009, land titles covering 79,983 square meters, comprising of 33,720 square meters located in Jakarta and 46,263 square meters located in Surabaya branch, including buildings thereon with a total carrying amount of Rp292,404,085,000, and all movable assets located in the Surabaya branch with a book value of Rp170,634,550,238 are pledged as collateral to the Standby Letter of Credit (SBLC) facilities from PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Based on the amendment of the SBLC issuance facility Agreement No. KP-COCD/03/PK-SBLC/2000, dated November 13, 2009, this facility is no longer secured by the Company’s revenues or assets.

Berdasarkan penilaian manajemen Perusahaan dan Anak Perusahaan, tidak ada kejadian-kejadian

atau perubahan-perubahan keadaan yang

mengindikasikan penurunan nilai aset tetap pada tanggal 30 Juni 2010 dan 2009.

Based on the the assessment of the management of the Company and Subsidiaries, there are no events or changes in circumstances which may indicate impairment in the value of property, plant, and equipment as of June 30, 2010 and 2009.