• Tidak ada hasil yang ditemukan

Asisten Tata Usaha dan Personalia

Dalam dokumen UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2009 (Halaman 33-39)

GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

14. Asisten Tata Usaha dan Personalia

Tugas dan tanggung jawab Asisten Tata Usaha dan Personalia yaitu : a. Mengkoordinir pekerjaan bidang personalia, umum, jamsostek dan bidang

laporan peristiwa masalah umum.

b. Menjamin bahwa semua personil dibagian personalia dan tata usaha mengerti, menerapkan dan memelihara kebijakan mutu yang telah ditetapkan oleh Top Management.

c. Menjamin bahwa semua aktifitas-aktifitas pelatihan dengan prosedur mutu dan catatan mutu yang telah didokumentasikan dan diterapkan sampai dengan efektif.

d. Mengidentifikasi kebutuhan pelatihan untuk semua personil yang ada di bagian personalia.

15. Pengamanan

Adapun tugas-tugas Pengamanan yaitu :

a. Menciptakan kondisi aman agar PTPN IV PKS Pabatu dapat melaksanakan program peningkatan produksi semaksimal mungkin.

b. Memelihara keamanan dan ketertiban agar tercipta kondisi yang nyaman di lingkungan perusahaan

c. Melaksanakan pengamanan terhadap gangguan yang datang dari luar dan dalam perusahaan.

2.3.3. Jumlah Tenaga Kerja dan Jam Kerja 2.3.3.1.Jumlah Tenaga Kerja

Tenaga kerja merupakan orang yang mampu melakukan pekerjaan guna menghasilkan barang atau jasa baik untuk memenuhi kebutuhan sendiri maupun untuk masyarakat. Adapun jumlah karyawan di PTPN IV PKS Pabatu diklarifikasikan berdasarkan karyawan pimpinan, karyawan pelaksana. Data jumlah karyawan PTPN IV PKS Pabatu dapat dilihat pada tabel 2.1

Tabel 2.1. Jumlah Tenaga Kerja PTPN IV PKS Pabatu

AFD/BAG Karyawan Pimpinan Karyawan Pelaksana Total Lk Pr Jlh Lk Pr Jlh Manajer 1 - 1 - - - 1 Kepala Dinas 4 - 4 - - - 4 I 1 - 1 65 96 161 162 II 1 - 1 96 58 154 155 III 1 - 1 90 71 161 162 IV 1 - 1 38 32 70 71 V 1 - 1 93 32 125 126 VI 1 - 1 106 29 135 136 VII 1 - 1 72 41 113 114 PKS 2 - 2 106 - 106 108 Pengaman 1 - 1 41 - 41 42

2.3.3.2. Jam Kerja

Sesuai dengan peraturan DEPNAKER (Departemen Tenaga Kerja) jam

kerja seseorang karyawan adalah 40 jam kerja per minggu, selebihnya diperkirakan jam lembur. Pengaturan jam kerja di PTPN IV PKS Pabatu adalah: 1. Semua karyawan kecuali bagian pengolahan dan pengamanan hari kerjanya

adalah senin – sabtu, dengan ketentuan jam kerja sebagai berikut: a. Senin – kamis

− Jam 06.30 – 09.30 WIB Waktu Kerja (dinas) − Jam 09.30 – 10.30 WIB Waktu Istirahat − Jam 10.30 – 15.00 WIB Waktu Kerja (dinas) b. Jum’at - Sabtu

− Jam 06.30 – 09.30 WIB Waktu Kerja (dinas) − Jam 09.30 – 10.30 WIB Waktu Istirahat − Jam 10.30 – 12.00 WIB Waktu Kerja (dinas)

2. Bagian pengolahan, jam kerja dibagi atas dua shift setiap harinya dan jam kerja ini melihat situasi buah (TBS) yang tersedia yaitu:

a. Jika buah banyak, diterapkan:

− Shift I : jam 06.30 – 16.00 WIB − Shift II : jam 16.00 – 06.30 WIB

3. Bagian pengamanan (security), jam kerja dibagi atas tiga shift setiap harinya: − Shift I : jam 06.00 – 14.00 WIB

− Shift II : jam 14.00 – 22.00 WIB − Shift III : jam 22.00 – 06.00 WIB

2.3.4. Sistem Pengupahan dan Fasilitas yang Digunakan 2.3.4.1.Sistem Pengupahan

Sistem pengupahan pada PTPN IV PKS Pabatu ditentukan menurut tingkat golongannya. Para karyawan mendapatkan gaji pada awal bulan dan dilakukan dalam sebulan sekali. Gaji pokok merupakan imbalan uang yang diterima setiap bulan oleh karyawan dari perusahaan atas pekerjaan yang dilakukan, tidak termasuk tunjangan, santunan sosial.

2.3.4.2.Fasilitas Lainnya

Insentif dan fasilitas pendukung ini hanya diberikan pada karyawan tetap. Untuk membuat karyawan lebih berprsetasi dalam berkerja maka diberikan beberapa insentif yang dapat memotifasi kerja diantaranya:

1. Jaminan Sosial Tenaga Kerja

PTPN IV PKS Pabatu memberikan asuransi jaminan sosial tenaga kerja jika terjadi sesuatu/kecelakaan yang menimpa tenaga kerja.

2. Pemberian Cuti

Perusahaan memberikan cuti tahunan/hari besar agama dan cuti sakit kepada karyawan.

3. Tunjangan Hari Besar Agama

Perusahaan memberikan tunjangan hari besar agama kepada karyawan. 4. Fasilitas Kerja

Fasilitas yang disediakan perusahaan diantaranya : a. Perumahan untuk karyawan

c. Listrik dan air d. Sekolah

Untuk menunjang kelancaran tugasnya perusahaan juga menyediakan peralatan-peralatan yang dibutuhkan oleh karyawan untuk meningkatkan keselamatan kerja seperti safety shoes, hand gloves, alat pemadam api, helm, masker, kacamata pelindung, dll.

2.4. Proses Produksi

Proses produksi CPO (Crude Palm Oil) dan PKO (Palm Oil Kernel) yang menggunakan bahan baku utama kelapa sawit pada PTPN IV PKS Pabatu sudah baik karena perusahaan menjaga kualitas produk dimulai dari hasil panen, pengolahan air, proses pengolahan bahan baku sampai dengan produk jadi.

2.4.1. Bahan-bahan yang Digunakan 2.4.1.1.Bahan Baku

Bahan baku adalah bahan utama dalam kegiatan proses produksi yang sifat dan bentuknya akan mengalami perubahan baik fisik maupun kimia, dimana bahan ini langsung ikut dalam proses produksi sampai dihasilkannya produk. Di PKS Pabatu, bahan baku yang digunakan adalah tandan buah segar (TBS). Kualitas bahan baku yang digunakan sangat menentukan kualitas produk yang akan dihasilkan. Oleh karena itu bahan baku yang digunakan adalah TBS yang harus memenuhi standar mutu yang telah ditentukan pada tabel 2.2. berikut

Tabel 2.2. Kriteria Kematangan TBS, Persyaratan Mutu dan Komposisi Panen yang Ideal

Fraksi Kematangan Buah Luar

Memberondol

Komposisi Panen Ideal

Fraksi 00 Sangat Mentah Tidak ada Tidak boleh ada

Fraksi 0 Mentah 0 - 12,5% Tidak boleh ada

Fraksi 1 Kurang Matang 12,5% - 25% Max. 20% Fraksi 2 & 3 Matang 25% - 75% Min. 68% Fraksi 4 & 5 Lewat Matang

75% - 100% & buah dalam ikut memberondol

Max. 12%

Sumber: PTPN IV PKS Pabatu,Tebing Tinggi

Bahan baku tandan buah segar (TBS) yang dipakai untuk menghasilkan produk yang berkualitas adalah jenis buah jenis Tenera yang mempunyai tebal cangkang 0,5-4 mm dengan kandungan minyak 22-24 %. Kriteria matang panen merupakan faktor penting dalam pemeriksaan kualitas buah.

2.4.1.2. Bahan Tambahan

Bahan tambahan adalah bahan yang digunakan dan ditambahkan pada

proses produksi untuk membantu menghasilkan produk, namun bahan tambahan tersebut tidak terlihat atau tidak terkandung pada produk akhir. Bahan tambahan ini dibutuhkan jauh lebih kecil dibanding bahan baku. Proses produksi di PTPN IV PKS Pabatu tidak menggunakan bahan tambahan.

2.4.1.3. Bahan Penolong

Bahan penolong adalah bahan yang digunakan untuk menyelesaikan suatu

produk dan keberadaan dari bahan penolong ini tidak mengurangi nilai produk yang dihasilkan. atau dengan kata lain, bahan ini tidak terdapat pada produk. Bahan penolong yang dipergunakan dalam proses produksi adalah steam, air panas, caustik soda, tawas yang berfungsi sebagai penjernihan air.

2.4.2. Uraian Proses Produksi

2.4.2.1.Proses Pegolahan Minyak Sawit

Di PTPN IV PKS Pabatu proses produksi dilakukan melalui beberapa tahapan pengolahan, prosesnya adalah sebagai berikut:

Dalam dokumen UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2009 (Halaman 33-39)

Dokumen terkait