105 sebagai upaya untuk mengurangi akibat yang tidak diharapkan karena pembangunan Toserba
6.5. ASPEK, IMPLIKASI DAN PENANGANAN MASALAH AKIBAT PEMBANGUNAN TOSERBA BORMA DANGDEUR TOSERBA BORMA DANGDEUR
6.5.1. Aspek-Aspek, Implikasi dan Penanganan Masalah Sosial
Berikut ini aspek-aspek, implikasi dan penanganan masalah sosial sebagai akibat pembangunan Toserba Borma Dangder .
Tabel 6.17. Aspek-Aspek, Implikasi dan Penanganan Masalah Sosial
Aspek Sosial Implikasi Usulan Penanganan Masalah
Penanggungjawab Keteganakerjaan Secara umum dampak
yang akan ditimbulkan terhadap aspek ketenagakerjaan adalah Menurunnya omset usaha, khususnya ritel kecil yang dapat berakibat terjadinya PHK atau bahkan menutup usahanya. Hal ini tentu
akan menjadi
permasalahan serius dalam ketenagakerjaan.
Memberikan prioritas utama dalam rekrutmen tenaga yang diperlukan oleh Toserba Borma kepada ritel kecil yang ada disekitar lokasi Toserba Borma . Memberikan prioritas utama
bagi ritel kecil yang mempunyai minat untuk
membuka usaha
informal/turunan-pendukung di lokasi Toserba Borma.
Usulan personalia untuk bekerja dari Pemerintah Desa dan BPD
Kriteria personal yang diperlukan diberikan oleh Toserba Borma. Keputusan penerimaan merupakan otoritas Toserba Borma. Toserba Borma mengakomodasi sektor informal dalam
110
Pemusatan penduduk di lokasi sekitar Toserba Borma Dangder berada. Perkembangankawasan bisnis, akan meningkatkan kegiatan di kawasan tersebut. Akibatnya kepadatan wilayah tersebut bertambah. Meningkatnya
kepadatan ini berakibat terhadap kenyamanan wilayah tersebut.
Mengatur pertumbuhan kegiatan usaha ataupun non usaha di sekitar lokasi. Pembentukan tim pemantau terhadap perkembangan daerah sekitar lokasi Toserba Borma. Toserba Borma, Pemerintah Desa, BPD dan Pemerintah Kecamatan, bersama dinas/instansi terkait. Pertumbuhan Penduduk Terhadap keberadaan Infrastruktur Pertumbuhan penduduk yang tidak diimbangi oleh penyediaan infrastruktur, terutama fasilitas sosial/umum, dapat berdampak negatif terhadap kehidupan sosial masyarakat. Penyediaan sarana prasarana yang memadai secara berkelanjutan. Pembentukan tim pemantau
terhadap perkembangan daerah sekitar lokasi Toko Modern Borma Toserba Borma, Pemerintah Desa, BPD dan Pemerintah Kecamatan, bersama dinas/instansi terkait. Alternatif Pelayanan Dalam Pemenuhan Kebutuhan Masyarakat Masyarakat memiliki banyak pilihan dalam layanan publik sektor perdagangan ritel. Timbulnya
persaingan/persekongk olan ritel yang dapat merugikan masyarakat sebagai konsumen.
Sosialisasi kepada masyarakat dapat memilih tempat belanja yang tepat sesuai kebutuhan. Toserba Borma, Pemerintah Desa, BPD dan Pemerintah Kecamatan, bersama dinas/instansi terkait. Perubahan Perilaku Konsumsi Masyarakat
Berdirinya ritel modern dapat mendorong perubahan budaya konsumsi/belanja
masyarakat. Masyarakat diarahkan menjadi lebih konsumtif dibanding sebelumnya.
Sosialisasi kepada masyarakat, khususnya anak-anak, wanita dan ibu rumah tangga agar berbelanja sesuai dengan keperluan dan kemampuan.
Toserba Borma, Pemerintah Desa, BPD dan Pemerintah Kecamatan, bersama dinas/instansi terkait. Timbulnya Masalah-Masalah Sosial Perkembangan sebuah kawasan yang cepat dapat menjadi magnet bagi masyarakat untuk ikut menikmati perkembangan tersebut, tidak kecuali kegiatan yang tidak diinginkan yang termasuk penyakit masyarakat.
Mengatur pertumbuhan kegiatan usaha dan non usaha di sekitar lokasi. Perlu dibentuk tim
pemantau terhadap kegiatan masyarakat disekitar lokasi, sehingga dapat dicegah terjadinya masalah-masalah sosial. Pemerintah Desa, BPD dan Pemerintah Kecamatan, bersama dinas/instansi terkait. Kecemburuan/ Konflik Sosial
Kesempatan bekerja dan berusaha yang timbul karena keberadaan Toserba Borma mempunyai keterbatasan. Akibatnya masyarakat akan berebut untuk mendapatkannya. Kondisi ini dapat berdampak negatif
Proses rekrutmen dan pemberian kesempatan untuk membuka usaha informal harus dilakukan secara transparan dan terbuka. Toserba Borma, Pemerintah Desa, BPD dan Pemerintah Kecamatan, bersama dinas/instansi terkait.
111
terhadap hubungan sosial dan dapat menimbulkan konflik sosial. Tempat-Interaksi Sosial/ Rekreasi Untuk menarik pengunjung Toko Modern biasanya menyediakan pula tempat rekreasi dengan berbagai kegiatanya. Hal ini dapat menimbulkan ekses lain terhadap kegiatan usaha yang sama milik penduduk.
Agar tidak berdampak terhadap usaha penduduk yang sejenis maka produk Toserba Borma di batasi.
Pemerintah Desa, BPD dan Pemerintah Kecamatan, bersama dinas/instansi terkait Keamanan dan Ketertiban Perkembangan suatu wilayah yang cepat dapat berkibatnya berubahnya tatanan sosial. Perubahan tatanan tersebut dapat berakibatnya keamanan dan ketertiban menjadi terganggu.
Untuk mencegah terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban maka perlu pembentukan petugas keamanan beserta kelengkapannya. Toserba Borma, Pemerintah Desa, BPD dan Pemerintah Kecamatan, bersama dinas/instansi terkait. Partisipasi Masyarakat Dalam Pembangunan dan Operasional Berkembangnya suatu kegiatan usaha tentau akan berdampak pula terhadap kegiatan lain. Untuk pemberdayaan maka keterlibatan masyarakat menjadi mutlak adanya. Namun demikian kesempatan partisipasi masyarakat yang terbatas akan menyisakan persoalan keadilan terhadap kesempatan partisipasi.
Melibatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan fisik dan operasional Toserba Borma. Toserba Borma, Pemerintah Desa, BPD dan Pemerintah Kecamatan, bersama dinas/instansi terkait. Pencemaran Lingkungan Pencemaran lingkungan merupakan dampak lain yang akan timbul dari perkembangan suatu kawasan. Hal ini terkait
erat dengan
kenyamanan area sekitar lokasi Toserba Borma.
Membuat analisis dampak lingkungan sesuai dengan peraturan yang ada.
Sosialisai kesadaran lingkungan kepada konsumen dan masyarakat.
Toserba Borma, Pemerintah Desa, BPD dan Pemerintah Kecamatan, bersama dinas/instansi terkait. Corporate Social Rensposibility (CSR) Corporate Social Rensposibility (CSR) menjadi solusi terhadap kepedulian kepada masyarakat sekitar lokasi usaha.
Memberikan bantuan sosial kepada masyarakat, utamanya bagi keluarga ritel kecil sejenis.
Melakukan pembinaan dan pemberdayaan kepada ritel kecil sejenis sekitar lokasi Toserba Borma. Toserba Borma, Pemerintah Desa, BPD dan Pemerintah Kecamatan, bersama dinas/instansi terkait.
Sumber: Analisis Sosial Ekonomi Pembangunan Toserba Borma Dangdeur Tahun 2015
112
6.5.2. Aspek-Aspek Implikasi dan Penanganan Masalah PerekonomianBerikut ini aspek-aspek, implikasi dan Penanganan Masalah Perekonomian sebagai akibat pembangunan Toserba Borma Dangdeur.
Tabel 6.18.
Aspek-Aspek, Implikasi dan Penanganan Masalah Perekonomian
Aspek-Aspek Ekonomi
Implikasi Usulan Penanganan Masalah Penanggungjawab Pedagang ritel kecil sekitar lokasi Pengaruh keberadaan Toserba Borma terhadap ritel kecil sekitar lokasi, diantaranya, adalah: terjadinya penurunan daya saing yang berakibat terhadap penurunan omset, PHK, penutupan usaha yang akan menimbulkan kesulitan ekonomi.
Perlu dilakukan perlindungan dan
pembinaan/pemberdayaan terhadap ritel kecil yang ada disekitar lokasi. Perlindungan dan
pembinaan/pemberdayaan tersebut melalui berbagai cara, seperti pembatasan belanja minimal, pembatasan jenis produk yang diperjualbelikan, jam operasional, pemberian kesempatan berusaha dan bekerja, dan melakukan kemitraan. Toserba Borma, Pemerintah Desa, BPD dan Pemerintah Kecamatan, bersama dinas/instansi terkait Pedagang non ritel Pengaruh peningkatan potensi pembeli karena keberadaan Toserba
Borma terhadap
usaha/pedagang kecil sekitar lokasi, diantaranya, adalah: terjadi kenaikan omset, penambahan tenaga kerja, kinerja usaha makin berkembang.
Untuk menghindari persaingan tidak sehat dan tumbuhnya disekitar lokasi yang dapat mengganggu kinerja usaha yang ada maka maka perlu dilakukan pengaturan yang ketat. Hal ini dilakukan agar usaha
tersebut dapat mempertahankan kinerjanya. Toserba Borma, Pemerintah Desa, BPD dan Pemerintah Kecamatan, bersama dinas/instansi terkait. Pengaruh Terhadap Pasar Tradisional Sedikit banyaknya keberadaan Toserba Borma dapat mengakibatkan terjadi penurunan omset pasar tradisional.
Perlu dijaga persaingan sehat dan komunikasi yang intensif antara Toserba Borma dengan pasar tradisional.
Toserba Borma,
UPTD Pasar,
Pemerintah Desa dan Kecamatan, bersama dinas/instansi terkait Pengaruh Terhadap Masyarakat Keberadaan Toserba Borma bagi masyarakat sekitar lokasi, diantaranya, adalah: terbukanya kesempatan bekerja dan berusaha baik disektor usaha maupun bukan, dan peningkatnya
kesejahteraan.
Untuk mempertahankan persaingan yang sehat dan tumbuhnya sektor informal disekitar lokasi maka perlu dilakukan pengaturan yang ketat dan trasparan. Hal ini dilakukan agar dapat menjaga keberlangsungan usaha. Toserba Borma, Pemerintah Desa, BPD dan Pemerintah Kecamatan, bersama dinas/instansi terkait Peluang Pengembangan Keberadaan Toserba Borma Dangder dapat
Memberikan kesempatan produk lokal untuk menjadi
Toserba Borma, Pemerintah Desa,
113
Produk Lokal meningkatkan omset perdagangan produk lokal dan peningkatan nilai tambah yang pada dapat meningkatkan
kesejahteraan masyarakat.
produk unggulan Toserba Borma. BPD dan Pemerintah Kecamatan, bersama dinas/instansi terkait Peningkatan Produktifitas Masyarakat
Pengolahan produk lokal yang berilai tambah, kesempatan masyarakat untuk bekerja dan berusaha tentu berdampak terhadap peningkatan produktifitas masyarakat.
Memberikan kesempatan berusaha dan bekerja kepada masyarakat setempat.
Memberi kesempatan kepada produk lokal untuk tumbuh dan berkembang.
Toserba Borma, Pemerintah Desa, BPD dan Pemerintah Kecamatan, bersama dinas/instansi terkait.
Minat investasi Keberadaan sebuah kawasan perdagangan senantiasa diikuti oleh keberadaan sector-sektor usaha pendukung lainnya. Sehingga tingkat investasi akan tumbuh dan berkembang.
Memberikan dukungan terhadap Toserba Borma agar dapat tumbuh dan berkembang dengan baik dengan tetap memelihara keharmonisan dengan ritel kecil dan masyarakat sekitar. Kondisi tersebut diharapkan dapat menjadi pemicu minat investasi. Toserba Borma, Pemerintah Desa, BPD dan Pemerintah Kecamatan, bersama dinas/instansi terkait. Kesenjangan Ekonomi Keberadaan Toserba Borma sebagai sarana perdagangan berdampak luas terhadap peningkatan ekonomi masyarakat. Namun demikian karena keterbatasan, masyarakat yang dapat berartisipasi dalam ketenagakerjaan dan pengembangan usaha terbatas. Kondisi ini dapat menimbulkan kesenjangan ekonomi.
Untuk menanggulangi kesenjangan ekonomi maka perlu membuka kesempatan bekerja dan berusaha kepada masyarakat secara transparan dan terbuka. Memberi bantuan sosial kepada masyarakat sekitar melalui program CSR. Toserba Borma, Pemerintah Desa, BPD dan Pemerintah Kecamatan, bersama dinas/instansi terkait. Perekonomian Wilayah Pertumbuhan pesat ekonomi suatu kawasan tentu berdampak pada
sektor lainnya. Pertumbuhan ekonomi tersebut dapat mengakibatkan tidak terkendalinya perkembanggan wilayah.
Perlu dibuat perencanaan jangka menengah-panjang yang menempatkan lokasi Toserba Borma sebagai pusat pertumbuhan. Perencanaan ini diharapkan dapat mengantisipasi perkembangan wilayah dalam jangka menengah.
Pemerintah Desa, BPD dan Pemerintah Kecamatan, bersama dinas/instansi terkait.
Sumber: Analisis Sosial Ekonomi Pembangunan Toserba Borma Dangdeur Tahun 2015
114
6.5.3. Aspek-Aspek, Implikasi dan Penanganan Masalah Sarana PrasaranaBerikut ini aspek-aspek, implikasi dan Penanganan Masalah infrastruktur sebagai akibat pembangunan Toserba Borma Dangdeur .
Tabel 6.19.
Aspek-Aspek, Implikasi dan Penanganan Masalah Sarana Prasarana
Aspek Sarana Prasarana
Implikasi Usulan Penanganan Masalah Penanggungjawabjawab Jalan dan Trotoar Meningkatnya mobilitas masyarakat berakibat terhadap kepadatan lalu lintas/pergerakan manusia dan barang. Sementara lebar jalan dan trotoar tetap. Kondisi ini tentu dapat berkibat terjadinya kerawanan dan kemacetan lalu lintas.
Penyediaan dan pemeliharaan Jalan Raya dan Trotoar di sekitar lokasi Toserba Borma.
Toserba Borma, Pemerintah Desa, BPD
dan Pemerintah
Kecamatan, bersama dinas/instansi terkait.
Area Parkir Karena intensitas pergerakan barang dan manusia tinggi maka perlu disediakan area parkir yang memadai, terutama bagi pengunjung. Hal dilakukan untuk menghindari tumbuhnya parkir liar.
Penyediaan area parkir yang cukup dan penegakan ketentuan mengenai perparkiran.
Toserba Borma, Pemerintah Desa, BPD dan Pemerintah Kecamatan, bersama dinas/instansi terkait.
Drainase Meningkatnya kegiatan sekitar lokasi menuntut ketersediaan sarana drainase yang baik. Utamanya untuk mencegah banjir daerah sekitar Toserba Borma.
Pembuatan drainse yang baik, khususunya drainase disekitar lokasi Toserba Borma. Hal ini dilakukan untuk menghindari banjir dan kelancaran aliran air pembuangan/limbah.
Toserba Borma, Pemerintah Desa, BPD dan Pemerintah Kecamatan, bersama dinas/instansi terkait. Prasarana Transportasi Ketersediaan prasarana transportasi yang perlu dilakukan. Utamanya agar kondisi lalu lintas tetap nyaman, lancar dan menghindari
kecelakaan lalu lintas.
Perlu penyediaan sarana transportasi, seperti: area pemberhentian angkot, traffic light, rambu lalu lintas, zebra cross, halte, pos polisi/keamanan, dan prasarana lalu lintas lain yang diperlukan.
Toserba Borma,
Pemerintah Desa, BPD dan Pemerintah Kecamatan, bersama dinas/instansi terkait.
Sarana Ibadah Sebagai bagian penting dalam beribadah, ketersediaan sarana ibadah menjadi mutlak.
Pembuatan sarana ibadah, khususnya bagi karyawan Toserba Borma .
Toserba Borma, Pemerintah Desa, BPD dan Pemerintah Kecamatan, bersama dinas/instansi terkait.
Prasarana Bagi
Sebagai area publik maka Toserba Borma
Penyediaan hydran, peralatan pemadam
Toserba Borma,
115
Pemadam Kebakaran
harus mempersiapkan hal-hal yang tidak terduga, termasuk kemungkinan
terjadinya musibah kebakaran.
kebakaran darurat, area yang cukup untuk pergerakan mobil kebakaran dan mempunyai hot line dengan Dinas Kebakaran Kabupaten Bandung. Pemerintah Kecamatan, bersama dinas/instansi terkait. Penerangan Jalan Umum (PJU) Penerangan Jalan Umum (PJU) merupakan sarana yang tidak bisa diabaikan. Karena PJU menjadi bagian penting untuk memperlancar dan mengamankan kegiatan sekitar lokasi, khusunya malam hari.
Penyediaan PJU,
khususnya di sekitar lokasi Toserba Borma berada.
Toserba Borma,
Pemerintah Desa, BPD dan Pemerintah Kecamatan, bersama dinas/instansi terkait. Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPS) Kesehatan merupakan hal yang penting. Ketidaktersediaan Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPS) akan merugikan masyarakat. Karena lingkungan menjadi kotor dan tercemar.
Penyediaan Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPS), khususnya untuk keperluan Toserba Borma.
Toserba Borma,
Pemerintah Desa, BPD dan Pemerintah Kecamatan, bersama dinas/instansi terkait.
Sumber: Analisis Sosial Ekonomi Pembangunan Toserba Borma Dangdeur Tahun 2015