Supratiknya (1995) mengemukakan aspek-aspek komunikasi secara umum antara lain :
a. Pembukaan diri
Saling terbuka dan jujur dalam berhubungan atau berintraksi dengan orang lain. b. Mampu mendengarkan lawan bicara, memahami pesan atau ide dengan baik c. Mampu mengkomunikasikan ide atau gagasan dengan baik
Mampu mengungkapkan ide-ide, gagasan atau perasaannya dan menyampaikan pesan tersebut dengan tepat.
d. Penerimaan terhadap orang lain
Menghargai pendapat orang lain atau mampu menerima gagasan dari sudut pandang orang lain.
Lunandi (1995) menyatakan aspek-aspek komunikasi yaitu : a. Mendengarkan
Mendengarkan suatu komunikasi harus dilakukan dengan pikiran dan hati serta segenap indra yang diharapkan kepada si pembicara.
b. Pernyataan
Untuk dapat menyampaikan suatu pernyataan kepada orang lain, pertama-tama gagasan itu harus dipahami terlebih dahulu, kalau gagasan masih samar-samar bagi kita, maka bagi orang lain akan menjadi lebih kabur lagi.
c. Keterbukaan
Terbuka untuk menyatakan isi hati dan terbuka untuk mendengarkan. Terbuka untuk mengungkapkan diri dengan jujur, terbuka untuk menerima orang lain akan membuka komunikasi lebih berarti.
d. Kepekaan
Untuk melakukan komunikasi yang mengena, pihak-pihak yang berkomunikasi perlu memiliki kepekaan. Jadi tidak asal mengungkapkan apa yang ada dalam hati dan pikiran, sedangkan kepekaan diartikan sebagai kemahiran membaca bahasa badan dan komunikasi yang tidak diungkapkan dengan kata-kata.
e. Umpan Balik
Sebuah komunikasi disebut umpan balik kalau pesan yang dikirim terpantul yaitu mendapat tanggapan yang dikirimkan kembali. Memberikan umpan balik memungkinkan kita mengetahui isi pesan lebih sempurna dan lebih baik.
Tambunan(dalam, Sobur 1991) mengungkapkan aspek komunikasi orangtua -anak antara lain adalah :
a. Mendengarkan
Aspek ini dapat dilihat dari kemampuan untuk saling mendengarkan dengan cermat setiap ide dan gagasan dari lawan bicaranya. Jika orang tua mendengarkan ide dan gagasan dari anaknya, maka rasa percaya diri anak akan semakain tumbuh. b. Kedekatan dangan orangtua
Ada tidaknya komunikasi antara remaja dan orangtua biasanya tampak dari memberikan kesempatan pada anak untuk menyatakan pendapat merupakan hal
yang positif untuk mendorong anak mau terbuka dengan orang tua dan anak akan belajar untuk menghargai orang tua.
Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa aspek –aspek komunikasi orang tua-anak adalah saling mendengarkan, saling terbuka, mampu mengungkapkan ide-ide, gagasan atau perasannya dan mampu mengadakan umpan balik dengan lawan bicara.
2.4. Perilaku
Perilaku merupakan bagian dari kesehatan masyarakat yang berfungsi sebagai media atau sarana untuk menyediakan kondisi sosio-psikologis sedemikian rupa sehingga individu atau masyarakat berperilaku sesuai dengan norma-norma hidup sehat (Soekidjo, 2007). Pada proses pembentukan dan atau perubahan perilaku dipengaruhi oleh beberapa faktor yang berasal dari dalam diri individu itu sendiri.
Faktor-faktor tersebut antara lain : susunan saraf pusat, persepsi, motivasi, emosi dan belajar. Notoatmodjo(1993) mengatakan bahwa perilaku adalah hal-hal yang dikerjakan oleh organisme, baik yang dapat diamati secara langsung ataupun yang dapat diamati secara tidak langsung. Secara umum perilaku manusia dipengaruhi oleh faktor genetik dan lingkungan. Hereditas (keturunan) merupakan konsepsi dasar atau modal bagi perkembangan perilaku, sedangkan lingkungan merupakan kondisi atau lahan untuk perkembangan perilaku tersebut. Mekanisme pertemuan antara kedua faktor tersebut dalam rangka terbentuknya perilaku disebut proses belajar (Learning process). Notoatmodjo membedakan perilaku atas dua : (1)
bentuk pasif yang terjadi dalam diri manusia dan tidak secara langsung dapat dilihat oleh orang lain seperti berpikir, pengetahuan, sikap, dan (2) bentuk aktif, apabila perilaku itu jelas dapat diobservasi secara langsung. Bentuk pertama disebut juga dengan covert behaviour, sedangkan yang kedua disebut overt behaviour.
Skiner (1938) dalam buku Soekidjo (2007) seorang ahli psikologi, merumuskan bahwa perilaku seseorang terhadap stimulus (rangsangan dari luar). Teori Skiner ini disebut teori S_O_R atau Stimulus Organisme Respons yang dapat digambarkan sebagai berikut :
Gambar 2.2. Skema Teori Perilaku S_O_R
Teori yang mengungkapkan determinan perilaku dari analisis faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku, khususnya perilaku yang berhubungan dengan kesehatan (Soekidjo, 2007), antara lain :
Stimulus Organisme • Perhatian • Pengertian • Penerimaan Reaksi (Perubahan Sikap) Reaksi (Perubahan Praktik)
1. Teori Lawrrence Green
Menurut Green perilaku ditentukan atau terbentuk dari 3 faktor, yaitu:
a. Faktor-faktor predisposisi (predisposing factors), yakni faktor pencetus timbulnya perilaku seperti pikiran dan motivasi untuk berperilaku yang meliputi pengetahuan, sikap, kepercayaan, keyakinan, nilai-nilai dan sebagainya.
b. Faktor-faktor pendukung (enabling factors), yakni faktor yang mendukung timbulnya perilaku sehingga motivasi atau pikiran menjadi kenyataan, termasuk di dalamnya adalah lingkungan fisik dan sumber-sumber yang ada di masyarakat.
c. Faktor-faktor pendorong (reinforcing factors), yakni faktor yang merupakan sumber pembentukan perilaku yang berasal dari orang yang merupakan kelompok referensi dari perilaku, seperti keluarga, teman, guru atau petugas kesehatan.
2. Teori Snehandu B. Kar
Kar menganalisis perilaku kesehatan dengan bertitik tolak bahwa perilaku itu merupakan fungsi dari :
a. Niat seseorang untuk bertindak sehubungan dengan kesehatan atau perawatan kesehatannya (behaviour intention)
b. Dukungan sosial dari masyarakat sekitarnya (sosial-support)
c. Ada atau tidak adanya informasi tentang kesehatan atau fasilitas kesehatan (accessebility of information)
d. Otonomi pribadi yang bersangkutan dalam hal ini mengambil tindakan atau keputusan (personal autonomy)
e. Situasi yang memungkinkan untuk bertindak atau tidak bertindak (action situation)
3. Teori WHO
Tim kerja dari WHO menganalisis bahwa yang menyebabkan seseorang itu berperilaku tertentu adalah karena adanya 4 alasan pokok. Pemikiran dan perasaan, yakni dalam bentuk pengetahuan, persepsi, sikap, kepercayaan- kepercayaan, dan nilai-nilai seseorang terhadap objek yang dalam hal ini objek kesehatan.
Menurut WHO, perubahan perilaku itu dikelompokan menjadi 3, yaitu : a. Perubahan alamiah (Natural Change)
Perubahan alamiah dimana apabila dalam masyarakat sekitar terjadi suatu perubahan lingkungan fisik atau sosial budaya dan ekonomi, maka anggota-anggota masyarakat didalamnya juga akan mengalami perubahan.
b. Perubahan Terencana (Planned Change)
Perubahan ini terjadi karena memang direncanakan sendiri oleh subjek. c. Kesediaan untuk berubah (Readdiness to Change)
Apabila terjadi sesuatu, inovasi atau program-program pembangunan didalam masyarakat, maka yang sering terjadi adalah sebagian orang sangat cepat untuk menerima inovasi atau perubahan tersebut, dan sebagian lagi sangat lambat untuk menerima inovasi atau perubahan tersebut. Hal ini disebabkan setiap orang mempunyai kesediaan untuk berubah yang berbeda-beda.
2.5. Remaja