• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.2 Aspek-Aspek Penyebab UHI

Menurut Lowry (1976) dalam Adiningsih (2001) terdapat 5 (lima) sifat fisik penyebab terjadinya UHI, meliputi bahan penutup permukaan, bentuk dan orientasi permukaan, sumber kelembaban, sumber kalor, dan kualitas udara. Sementara menurut Rizwan, dkk. (2008) menyebutkan faktor yang berperan terhadap perbedaan suhu terdiri dari faktor yang dapat dikendalikan oleh manusia dan faktor yang tidak dapat dikendalikan oleh manusia. Faktor penyebab yang dapat dikendalikan oleh manusia, meliputi desain dan struktur kota (bahan bangunan, ruang terbuka hijau, dan sky view factor), jumlah populasi yang berpengaruh terhadap panas antropogenik. Sedangkan faktor yang tak dapat dikendalikan oleh manusia, meliputi musim, tutupan, awan, serta dinamika atmosfer.

Rushayati (2012) menyebutkan aktivitas manusia yang menghasilkan emisi bahan pencemar sebagai penentu terjadinya

heat island, antara lain transportasi, industri, sampah, serta

konsumsi energi domestik. Sumber-sumber aktivitas tersebut secara garis besar terbagi menjadi aktivitas rumah tangga, lalulintas, dan industri. Aktivitas manusia disamping menghasilkan bahan pencemar, juga menghasilkan panas antropogenik yang dapat memberi efek pada peningkatan suhu. Panas antropogenik yang dihasilkan di daerah perkotaan umumnya lebih besar dibandingkan di daerah pedesaan. Hal itu terjadi karena daerah perkotaan biasanya memiliki kawasan permukiman, sarana transportasi maupun kawasan industri yang lebih banyak dibandingkan daerah pedesaan.

Urban Heat Island dipengaruhi oleh perubahan pola

tutupan lahan, seperti komposisi vegetasi air, lahan terbangun dan perubahannya (Iswanto, 2008). Perubahan tutupan lahan tersebut terutama akibat adanya urbanisasi yang berasosiasi

dengan pertambahan penduduk dan ekonomi. Penggantian vegetasi alam oleh permukaan yang sulit mengalami evaporasi dan transpirasi seperti logam, aspal, dan beton sebagai dampak dari pembangunan kota, telah mempengaruhi redistribusi radiasi matahari, kontras radiasi permukaan dan suhu udara di daerah perkotaan terhadap daerah sekelilingnya. Sementara Tursilowati (2012) mengemukakan beberapa faktor yang mempengaruhi UHI di daerah urban, yaitu pelepasan energi antropogenik dari sistem air conditioning (AC), emisi energi dari kegiatan perindustrian, kendaraan bermotor, perbandingan banyaknya permukaan campuran serta perbedaan kapasitas panas dari material bangunan dengan struktur alam.

Givoni (1989) mengungkapkan bahwa terdapat lima faktor berbeda yang tidak terikat satu sama lainnya, yang menyebabkan perkembangan heat island, yaitu:

1) Perbedaan keseimbangan seluruh radiasi antara daerah perkotaan terhadap daerah terbuka di sekitarnya.

2) Penyimpanan energi matahari pada gedung-gedung di kota selama siang hari kemudian dilepaskan pada malam hari.

3) Konsentrasi panas yang dihasilkan oleh aktivitas sepanjang tahun di perkotaan, seperti aktivitas transportasi, industri, dan lain-lain.

4) Evaporasi dari permukaan dan vegetasi di perkotaan lebih rendah bila dibandingkan dengan daerah pedesaan. 5) Sumber panas musiman, yaitu adanya pemanasan dari gedung-gedung pada musim dingin dan pemanasan dari pendingin ruangan pada musim panas, yang dilepaskan ke udara.

Pendapat tersebut diperkuat oleh Owen (1975) dalam Adiningsih (2001) yang menyebutkan faktor-faktor yang menciptakan terjadinya heat island, yaitu:

1) Adanya lebih banyak sumber yang menghasilkan panas di daerah perkotaan dibandingkan daerah di luar kota. 2) Adanya beberapa bangunan yang meradiasikan panas

lebih cepat daripada lapangan hijau atau danau.

3) Jumlah permukaan air per satuan luas di dalam perkotaan lebih kecil daripada di pedesaan. Sehingga di kota lebih banyak panas yang tersedia untuk memanaskan atmosfer dibandingkan dengan daerah di luar kota.

Tabel 2.1 Komparasi Teori Aspek-Aspek Penyebab Urban Heat Island

Sumber Aspek dalam Teori

Lowry, 1976  Bahan Penutup Permukaan

 Bentuk dan Orientasi Permukaan

 Sumber Kelembaban

 Sumber Kalor

 Kualitas Udara

Rizwan, 2008  Desain dan Struktur Kota

 Jumlah Populasi  Musim  Tutupan Awan  Dinamika Atmosfer Iswanto, 2008  Urbanisasi  Tutupan Lahan

Rushayati, 2012  Aktivitas Rumah Tangga

 Aktivias Lalulintas

 Aktivitas Industri

Tursilowati, 2012  Pelepasan Energi Antropogenik

 Emisi Kendaraan Bermotor

 Permukaan Campuran

 Kapasitas Panas Benda Sumber: Peneliti, 2016

Dari penjelasan teori-teori tersebut, dapat diketahui aspek-aspek penyebab terjadinya UHI yang akan dijelaskan lebih lanjut sebagai berikut.

1. Bahan Penutup Permukaan disebutkan oleh Lowry (1976) dalam Adiningsih (2001), merupakan permukaan perkotaan yang terdiri dari beton dan semen yang memiliki konduktivitas panas sekitar tiga kali lebih besar dibanding tanah berpasir yang basah. Hal serupa juga dikemukaan oleh Tursilowati (2012) yang menyebutnya sebagai kapasitas panas benda dan Rizwan (2008) yang termasuk ke dalam aspek desain dan struktur kota. 2. Bentuk dan Orientasi Permukaan daerah perkotaan lebih

bervariasi daripada daerah hinterland-nya sehingga energi matahari yang diterima mengalami pemantulan berkali-kali disamping juga disimpan dalm bentuk panas. Hal tersebut juga sejalan dengan pendapat Rizwan (2008) yang termasuk dalam aspek desain dan struktur kota yang termasuk di dalamnya sky view.

3. Jumlah Populasi penduduk kota yang tinggi berpotensi menghasilkan panas yang lebih besar dibandingkan daerah pedesaan. Aspek serupa yang terkait dengan jumlah populasi penduduk adalah urbanisasi (Iswanto, 2008) dan sumber kalor yang berasal dari kepadatan penduduk kota (Lowry, 1976, dalam Adiningsih, 2001). 4. Aktivitas Manusia yang menghasilkan berbagai sumber bahan pencemar disamping panas antropogenik sehingga mempengaruhi peningkatan suhu dan kualitas udara

perkotaan. Rushayati (2012), membedakan aktivitas manusia yang mempengaruhi heat island menjadi aktivitas rumah tangga, lalulintas atau transportasi, dan industri. Hal tersebut juga disebutkan oleh Lowry (1976) dalam Adiningsih (2001), dan Tursilowati (2012). 5. Tutupan Lahan mempengaruhi redistribusi radiasi

matahari serta memicu kontrasnya radiasi permukaan dan suhu udara. Hal tersebut diakibatkan oleh penggantian tutupan lahan berupa vegetasi alami menjadi permukaan yang sulit berevaporasi (beton, logam, maupun aspal). Aspek serupa juga disebutkan oleh Lowry (1976) dalam Adiningsih (2001) yang menyebutnya sumber kelembaban.

6. Aspek lain yang mempengaruhi UHI disebutkan berupa aspek fisik yang tidak dapat dikendalikan manusia, seperti musim, tutupan awan, dan dinamika atmosfer. Dari berbagai aspek yang telah dikemukakan maka untuk menjawab tujuan dari penelitian ini, maka aspek yang menjadi fokusan penelitian adalah aspek tutupan lahan dalam mempengaruhi suhu permukaan. Tutupan lahan dapat mempengaruhi redistribusi radiasi matahari serta memicu kontrasnya radiasi permukaan dan suhu udara.

Dokumen terkait