B. URAIAN HASIL EVALUASI GCG
4. Aspek Direksi
Aspek governance yang terkait dengan Direksi dinilai berdasarkan 13 (tiga belas) indikator dan 52 (lima puluh dua) parameter yang mencerminkan compliance dan best practice penerapan GCG. Indikator yang terkait dengan aspek Direksi adalah :
(1) Direksi melaksanakan program pelatihan/pembelajaran secara berkelanjutan;
(2) Direksi melakukan pembagian tugas/fungsi, wewenang dan tanggung jawab secara jelas;
(3) Direksi menyusun perencanaan perusahaan;
(4) Direksi berperan dalam pemenuhan target kinerja perusahaan;
(5) Direksi melaksanakan pengendalian operasional dan keuangan terhadap implementasi rencana dan kebijakan perusahaan;
(6) Direksi melaksanakan pengurusan perusahaan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan anggaran dasar;
Laporan Evaluasi Penerapan GCG Tahun 2014 42
PT PERKEBUNAN NUSANTARA III (PERSERO)
(7) Direksi melakukan hubungan yang bernilai tambah bagi perusahaan dan stakeholders;
(8) Direksi memonitor dan mengelola potensi benturan kepentingan anggota direksi dan manajemen di bawah direksi;
(9) Direksi memastikan perusahaan melaksanakan keterbukaan informasi dan komunikasi sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku dan penyampaian informasi kepada Dewan Komisaris dan Pemegang Saham tepat waktu;
(10) Direksi menyelenggarakan rapat Direksi dan menghadiri rapat Dewan Komisaris sesuai dengan ketentuan perundang-undangan;
(11) Direksi menyelenggarakan pengawasan intern yang berkualitas dan efektif;
(12) Direksi menyelenggarakan fungsi sekretaris perusahaan yang berkualitas dan efektif;
(13) Direksi menyelenggarakan RUPS Tahunan dan RUPS lainnya sesuai peraturan perundang-undangan.
Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan terhadap penerapan 13 (tiga belas belas) indikator dan 52 (lima puluh dua) parameter dapat disimpulkan bahwa penerapan GCG pada aspek Direksi termasuk dalam kategori “Sangat Baik” dengan capaian skor 33,88 dari skor maksimal 35,00 atau 96,79%.
Tingkat pemenuhan untuk masing-masing indikator dapat dijelaskan sebagai berikut :
Indikator yang tingkat pemenuhannya sudah baik, tercermin dalam praktik sebagai berikut :
1) Direksi melaksanakan program pelatihan/pembelajaran secara berkelanjutan.
(a) Dewan Komisaris/Dewan Pengawas yang baru diangkat mengikuti program pengenalan yang diselenggarakan oleh perusahaan.
2) Direksi melakukan pembagian tugas/fungsi, wewenang dan tanggung jawab secara jelas.
Laporan Evaluasi Penerapan GCG Tahun 2014 43
PT PERKEBUNAN NUSANTARA III (PERSERO)
(a) Direksi menetapkan struktur/susunan organisasi yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
(b) Direksi menetapkan kebijakan-kebijakan operasional dan standard operasional baku (SOP) untuk proses bisnis inti (core business) perusahaan.
(c) Direksi menetapkan mekanisme pengambilan keputusan atas tindakan perusahaan (corporate action) sesuai ketentuan perundang-undangan dan tepat waktu.
3) Direksi menyusun perencanaan perusahaan.
(a) Direksi memiliki Rencana Jangka Panjang (RJPP) yang disahkan oleh RUPS/Pemilik Modal.
(b) Direksi memiliki Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) yang disahkan oleh RUPS/Menteri/Pemilik Modal.
(c) Direksi menempatkan karyawan pada semua tingkatan jabatan sesuai dengan spesifikasi jabatan dan memiliki rencana suksesi untuk seluruh jabatan dalam perusahaan.
(d) Direksi memberikan respon terhadap usulan peluang bisnis yang berpotensi meningkatkan pendapatan perusahaan, penghematan/ efisiensi perusahaan, pendayagunaan aset, dan manfaat lainnya. (e) Direksi merespon isu-isu terkini dari ekstemal mengenai perubahan
lingkungan bisnis dan permasalahannya, secara tepat waktu dan relevan.
4) Direksi berperan dalam pemenuhan target kinerja perusahaan.
(a) Direksi melaksanakan program/kegiatan sesuai dengan RKAP dan mengambil keputusan yang diperlukan melalui analisis yang memadai dan tepat waktu.
(b) Direksi menetapkan target kinerja berdasarkan RKAP dan diturunkan secara berjenjang di tingkat unit, sub unit dan jabatan di dalam organisasi (struktural) di organisasi.
(c) Direksi melaporkan pelaksanaan sistem manajemen kinerja kepada DewanKomisaris/Dewan Pengawas.
Laporan Evaluasi Penerapan GCG Tahun 2014 44
PT PERKEBUNAN NUSANTARA III (PERSERO)
(d) Direksi menyusun dan menyampaikan kepada RUPS/Pemilik Modal tentang usulan insentif kinerja untuk Direksi.
(e) Direksi menerapkan sistem tentang teknologi informasi sesuai dengan kebijakan yang telah ditetapkan.
(f) Direksi melaksanakan sistem peningkatan mutu produk dan pelayanan.
(g) Direksi melaksanakan pengadaan barang dan jasa yang
menguntungkan bagi perusahaan, baik harga maupun kualitas barang dan jasa tersebut.
(h) Direksi mengembangkan SDM, menilai kinerja dan memberikan remunerasi yang layak, dan membangun lingkungan SDM yang efektif mendukung pencapaian perusahaan.
(i) Direksi menerapkan kebijakan pengaturan untuk anak perusahaan (subsidiary governance) dan/atau perusahaan patungan.
Berdasarkan hasil evaluasi terdapat area of improvement yang termasuk dalam cakupan indikator ini, yaitu sebagai berikut :
- Penerapan tata kelola teknologi informasi terbatas kepada pengguna (user), belum diterapkan kepada personil Teknologi Informasi;
- Penerapan SMK3 pada faktor egronomis (tempat duduk,
pencahayaan ruang kerja, suhu dan kelembaban ruang kerja) belum diterapkan dan diukur kesesuaiannya.
Kepada Direksi direkomendasikan agar:
- Penerapan tata kelola teknologi informasi dapat diterapkan kepada pengguna (user) dan personil Teknologi Informasi;
- Menerapkan dan melakukan pengukuran terhadap faktor egronomis (tempat duduk, pencahayaan ruang kerja, suhu dan kelembaban ruang kerja).
5) Direksi melaksanakan pengendalian operasional dan keuangan terhadap implementasi rencana dan kebijakan perusahaan.
Laporan Evaluasi Penerapan GCG Tahun 2014 45
PT PERKEBUNAN NUSANTARA III (PERSERO)
(a) Direksi menerapkan kebijakan akuntansi dan penyusunan laporan keuangan sesuai dengan standar akuntansi keuangan yang berlaku umum di Indonesia (SAK).
(b) Direksi menerapkan manajemen risiko sesuai dengan kebijakan yang telah ditetapkan.
(c) Direksi menetapkan dan menerapkan sistem pengendalian intern untuk melindungi mengamankan investasi dan aset perusahaan. (d) Direksi menindaklanjuti hasil pemeriksaan SPI dan auditor eksternal
(KAP dan BPK).
Berdasarkan hasil evaluasi terdapat area of improvement yang termasuk dalam cakupan indikator ini, yaitu sebagai berikut :
- Direksi memberikan informasi hasil analisis risiko yang dilakukan terbatas kepada Dewan Komisaris belum disampaikan kepada Pemegang Saham
- Satuan Pengawasan Intern belum melakukan evaluasi/penilaian atas efektivitas pengendalian intern tingkat entitas pada tahun 2014.
Kepada Direksi direkomendasikan agar:
- Direksi memberikan informasi hasil analisis risiko yang dilakukan kepada Dewan Komisaris dan kepada Pemegang Saham;
- Satuan Pengawasan Intern melakukan evaluasi/penilaian atas efektivitas pengendalian intern tingkat entitas.
6) Direksi melaksanakan pengurusan perusahaan sesuai dengan peraturan perundang- undangan yang berlaku dan anggaran dasar.
(a) Direksi menetapkan mekanisme untuk menjaga kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan dan perjanjian dengan pihak ketiga; (b) Perusahaan menjalankan peraturan perundang-undangan yang
berlaku dan perjanjian dengan pihak ketiga;
(c) Direksi melakukan hubungan yang bernilai tambah bagi perusahaan dan stakeholders;
(d) Pelaksanaan hubungan dengan pemasok; (e) Pelaksanaan hubungan dengan kreditur;
Laporan Evaluasi Penerapan GCG Tahun 2014 46
PT PERKEBUNAN NUSANTARA III (PERSERO)
(f) Pelaksanaan kewajiban kepada Negara;
(g) Pelaksanaan hubungan dengan karyawan perusahaan;
(h) Terdapat prosedur tertulis menampung dan menindaklanjuti keluhan-keluhan stakeholders;
(i) Upaya untuk meningkatkan nilai pemegang Saham secara konsisten dan berkelanjutan;
(j) Perusahaan melaksanakan tanggung jawab sosial perusahaan untuk mendukung keberlanjutan operasi perusahaan.
Berdasarkan hasil evaluasi terdapat area of improvement yang termasuk dalam cakupan indikator ini, yaitu sebagai berikut :
- Perusahaan belum memiliki metode sistematis menggunakan media sosial dan teknologi berbasis web untuk mendengarkan suara pelanggan.
Kepada Direksi direkomendasikan agar:
- Mekanisme penanganan keluhan pelanggan dikelola dengan metode sistematis menggunakan media sosial dan teknologi berbasis web untuk mendengarkan suara pelanggan.
7) Direksi memonitor dan mengelola potensi benturan kepentingan anggota Direksi dan manajemen di bawah Direksi.
(a) Direksi menetapkan kebijakan tentang mekanisme bagi Direksi dan pejabat struktural untuk mencegah pengambilan keuntungan pribadi dan pihak lainnya disebabkan benturan kepentingan;
(b) Direksi menerapkan kebijakan untuk mencegah benturan
kepentingan.
8) Direksi memastikan perusahaan melaksanakan keterbukaan informasi dan komunikasi sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku dan penyampaian informasi kepada Dewan Komisaris/Dewan Pengawas dan Pemegang Saham tepat waktu.
(a) Direksi melaporkan informasi-informasi yang relevan kepada Pemegang Saham dan Dewan Komisaris/Dewan Pengawas;
Laporan Evaluasi Penerapan GCG Tahun 2014 47
PT PERKEBUNAN NUSANTARA III (PERSERO)
(b) Direksi memberikan perlakukan yang sama (fairness) dalam memberikan informasi kepada Pemegang Saham/pemilik Modal dan anggota Dewan Komisaris/Dewan Pengawas.
9) Direksi menyelenggarakan rapat Direksi dan menghadiri Rapat Dewan Komisaris/Dewan Pengawas sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.
(a) Direksi memiliki pedoman/tata tertib Rapat Direksi, minimal mengatur etika rapat dan penyusunan risalah rapat, evaluasi tindak lanjut hasil rapat sebelumnya, serta pembahasan atas arahan/usulan dan/atau keputusan Dewan Komisaris/Dewan Pengawas;
(b) Direksi menyelenggarakan Rapat Direksi sesuai kebutuhan, paling sedikit sekali dalam setiap bulan;
(c) Anggota Direksi menghadiri setiap rapat Direksi maupun rapat Direksi & Komisaris, jika tidak dapat hadir yang bersangkutan harus menjelaskan alasan ketidakhadirannya;
(d) Direksi melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan keputusan hasil rapat sebelumnya;
(e) Direksi menindaklanjuti arahan, dan/atau keputusan Dewan Komisaris/Dewan Pengawas.
10) Direksi wajib menyelenggarakan pengawasan intern yang berkualitas dan efektif.
(a) Perusahaan memiliki Piagam Pengawasan Intern yang ditetapkan oleh Direksi;
(b) SPI/Fungsi Audit Internal dilengkapi dengan faktor-faktor pendukung keberhasilan pelaksanaan tugasnya;
(c) SPI melaksanakan fungsi pengawasan intern untuk memberikan nilai tambah dan memperbaiki operasional perusahaan.
Berdasarkan hasil evaluasi terdapat area of improvement yang termasuk dalam cakupan indikator ini, yaitu sebagai berikut :
- Staf auditor SPI belum seluruhnya mendapat sertifikasi profesi dalam fungsi auditor internal;
Laporan Evaluasi Penerapan GCG Tahun 2014 48
PT PERKEBUNAN NUSANTARA III (PERSERO)
- Fungsi audit internal penilaian atas program jaminan kualitas dan peningkatan fungsi audit internal secara keseluruhan belum pernah dilakukan asesmen oleh auditor independen dalam 5 (lima) tahun terakhir;
- Penyusunan Program Kerja Pengawasan Tahunan Bagian SPI belum menggunakan pendekatan risiko (risk based auditing);
- Bagian SPI belum mengevaluasi keselarasan kegiatan operasional dengan sasaran dan tujuan organisasi yang bermanfaat dalam melaksanakan upaya pencapaian strategi bisnis perusahaan.
Kepada Direksi direkomendasikan agar:
- Staf Auditor SPI memiliki pengetahuan dan keahlian yang diperlukan dengan mendapatkan sertifikasi profesi yang tepat dengan jenjang jabatan dalam Fungsi Auditor Internal;
- Melakukan penilaian/evaluasi jaminan kualitas dan peningkatan fungsi audit internal secara keseluruhan;
- Penyusunan Program Kerja Pengawasan Tahunan Bagian SPI menggunakan pendekatan risiko (risk based auditing);
- Muatan hasil evaluasi yang dilakukan bagian SPI dapat memberikan masukan/kontribusi dalam upaya pencapaian strategi bisnis perusahaan sehingga mencerminkan adanya keselarasan kegiatan operasional terhadap sasaran dan tujuan organisasi.
11) Direksi menyelenggarakan fungsi sekretaris perusahaan yang berkualitas dan efektif.
(a) Sekretaris Perusahaan dilengkapi dengan faktor-faktor pendukung keberhasilan pelaksanaan tugasnya;
(b) Sekretaris perusahaan menjalankan fungsinya;
(c) Direksi mengevaluasi kualitas fungsi sekretaris perusahaan.
12) Direksi menyelenggarakan RUPS Tahunan dan RUPS lainnya sesuai peraturan perundang- undangan.
Laporan Evaluasi Penerapan GCG Tahun 2014 49
PT PERKEBUNAN NUSANTARA III (PERSERO)
(a) Direksi menyelenggarakan RUPS sesuai dengan prosedur yang ditetapkan dalam Anggaran Dasar dan peraturan perundang-undangan;
(b) Direksi menyediakan akses serta penjelasan lengkap dan informasi akurat berkenaan dengan penyelenggaraan RUPS agar dapat melaksanakan hak-haknya berdasarkan anggaran dasar dan peraturan perundang-undangan.
Berdasarkan hasil evaluasi terdapat area of improvement yang termasuk dalam cakupan indikator ini, yaitu sebagai berikut :
Realisasi pelatihan anggota Direksi belum sesuai dengan rencana kerja Direksi dan Dewan Komisaris dan belum menyampaikan hasil pelatihan yang diikuti anggota Direksi.
Kepada Direksi direkomendasikan agar:
Realisasi pelatihan anggota Direksi sesuai dengan rencana kerja Direksi dan Dewan Komisaris dan laporan pelatihan yang diikuti Direksi tahun 2014