Air minum perlakuan
D. Konsumsi air minum
4.2.2 Aspek finansial
Sebagai parameter untuk menyatakan bisnis layak untuk dikembangkan kita dapat melihat dari analisis finansialnya, dimana jika anasisis finansialnya mendapatkan suatu keuntungan maka usaha dapat dilanjutkan dan dikembangkan. Untuk pertimbangan dapat dilihat dari hasil analisis R/C ratio, dan BEP dari usaha
Untuk periode pertama dan kedua R/C Ratio ini lebih dari 1, baik dari yang kontrol maupun yang perlakuan, dengan begitu dapat dikatakan usaha ini mendapatkan keuntungan. Periode I dan II R/C Ratio kontrol berturut-turut yaitu 1,08 dan 1,59 sedangkan untuk perlakuan R/C Ratio berturut-turut yaitu 1,09 dan 1,59. Berarti dapat di simpulkan bahwa usaha yan dilakukan mendapatkan
29
keuntungan. Dilihat dari BEP Harga harga jual terendah pada periode I dan II kontrol yaitu Rp 18.346,- dan Rp 14.024,- sedangkan untuk perlakuan yaitu Rp 18.315,- dan Rp 14.909,-. BEP Skala usaha adalah banyaknya broiler yang dihasilkan agar dapat mengembalikan modal (impas). Pada periode I yaitu 46 kontrol dan perlakuan, pada periode II yaitu 32 kontrol perlakuan.
Pada periode I tingkat kematian broiler yaitu 3 ekor dimana 3 ekor broiler terbagi 2 untuk kontrol dan 1 untuk perlakuan, penyebab mati broiler yang berkemungkinan besar yaitu strees broiler karena terjadi setelah vaksin ND untuk kontrol dan yang 1 untuk perlakuan karena masalah teknis yaitu ayam terjepit oleh lantai dari kayu. Sedangkan untuk periode II tingkat kematian broiler tidak terjadi kematian pada broiler. Akan tetapi selama pemeliharaan broiler terserang penyakit pernafasan (ngorok dan bersin-bersin) yang mengganggu pertumbuhan broiler namun dapat diatasi dengan pemberian neomeditril.
Bila dibandingkan rencana dengan realisasi dalam aspek finansial maka realisasi dalam pelaksanaan PUM ini mendapat keuntungan yang jauh berbeda, dimana pada realisasi periode I dan II kontrol mendapatkan keuntungan sebesar Rp 76.485,- dan Rp 445.518,- sedangkan untuk perlakuan Periode I dan II yaitu Rp 95.525,- dan Rp 482.964,-. Untuk perencanaan didapatkan untung sebanyak Rp 66.202,- dan Rp 43.827,-, selisih keuntungan yang berbeda antara rencana dan realisasi ini dapat terjadi karena sistem pemasaran hasil dari produk dijual secara langsung kepada konsumen dengan kesepakatan harga dan tidak dijual ke pedagang pengepul karena bila dijual kepedagang pengepul akan mengalami kerugian.
30 4.2.3 Aspek teknis
Selama menjalankan usaha ini (PUM) berjalan dengan prosedur sesuai proposal. akan tetapi kendala yang dihadapi selama proyek ini berlangsung adalah timbulnya gejala penyakit ngorok dan bersin pada ayam yang mengakibatkan laju pertumbuhan broiler lambat ini dicirikan dengan menurunnya nafsu makan pada broiler. Namun penyakit ini tidak berakibat fatal karena dilapangan hanya nafsu makan yang terganggu yang menyebabkan pertumbuhan broiler menjadi lambat.
31
V. KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Pemberian rebusan air daun beluntas 10% pada air minum dapat :
1. Meningkatkan pertambahan bobot badan broiler perlakuan periode I dan II yaitu 1.129 gr dan 1.038 gr sedangkan untuk kontrol yaitu 1.099 gr dan 1018 gr.
2. Menurunkan konsumsi pakan dimana pakan perlakuan periode I dan II yaitu 1.654,40 gr dan 1.473,28 gr sedangkan untuk kontrol yaitu 1.682,80 gr dan 1.545,78 gr.
3. Memperbaiki konversi ransum perlakuan periode I dan II yaitu 6,01 dan 5,77 sedangkan untuk kontrol yaitu 6,49 dan 6,27.
4. Meningkatkan konsumsi air minum broiler perlakuan periode I dan II yaitu 169,86 ltr dan 114,4 ltr sedangkan untuk kontrol yaitu 158,8 ltr dan 104,7 ltr.
5.2 Saran
Pemberian rebusan air daun beluntas hingga 10% dalam air minum secara diskontiniu dapat mensubsitusi suplemen kimia. Selain itu juga biaya pembuatan yang relatif murah, mudah dalam membuatnya dan ramah lingkungan.
32 Daftar Pustaka
AAK, 1986. Beternak ayam pedaging. Kanius. Yogyakarta
Badan Pusat Statistik. 2014. Jumlah penduduk berdasarkan jenis kelamin di provinsi. http://regionalinvestment.bkpm.go.id/newsipid/id/demografipendud uk jke.php?ia=13&is=37 akses 8 mei 2014
Badan meteorologi dan geofisika Sumbar. 2014. akses 22 juli 2014
Dalimartha, S. 1999. Atlas tumbuhan obat indonesia. Trubus Agriwidya. Jakarta Dinas Peternakan. Sumbar, 2012.Unggas Kabupaten Limapuluh Kota. www.disnaksumbarprov.go.id. akses 20 juli 2014
Direktorat Jenderal Peternakan. 2014.populasi ayam pedaging menurut provinsi. www.deptan.go.id/infoekslusifNak/2013pop_AyamRasPedaging_Pr0p2013. pdf-Adobe Reader, akses 6 mei 2014
Hariana, A. 2004. Tumbuhan obat dan khasiatnya. Penebar swadaya. Jakarta. 38-40 hal
Nilawati dan Fati, N. 2014. BKPM Produksi unggas pedaging. 53-54 hal
Novary, Eti, W. 1997. Penanganan dan pengolahan sayuran segar. Penebar Swadaya. Jakarta. 17 hal
Rasyaf, M. 2004. Beternak ayam pedaging. Penebar Swadaya. Jakarta
Setiaji, D dan Sudarman, A. 2005. Ekstrak daun beluntas (Pluchea Indica Less) sebagai obat anti stress pada ayam broiler. Departemen Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan, Fakultas Peternakan IPB. Bogor
Sudaryani, T dan Santoso, H. 2009. Pembesaran ayam pedaging dikandang panggung terbuka. Penebar Swadaya. Jakarta
Survei Sosial Ekonomi Nasional, konsumsi rata-rata per kapita setahun beberapa bahan makanan di Indonesia 2009-2013. www.pertanian.go.id/indicator/tabe-15b-konsumsi-rata,pdf akses 10 mei 2014
33
Lampiran
Lampiran I. R/C Ratio, B/C Ratio, BEP Harga, BEP Hasil, dan BEP Skala usaha broiler kontrol, PUM periode I dan II
Keterangan Peroide I Periode II
Uraian Hasil Uraian Hasil R/C Ratio (reneveu/cost) 1.080.000 1,08 1.200.000 1,58
1.003.515 754.482
B/C Ratio (benefit /cost) 76.485 0,08 445.518 0,59 1.003.515 754.482
BEP harga (cost/total produksi kg) 1.003.515 18.346 754.482 14.024 54,7 53,8
BEP Hasil (cost/ harga rata-rata
perkg ) 1.003.515 50,83 754.482 33,83 19.744 22.305
BEP Skala Usaha (cost*jumlah
populasi/pendapatan) 1.003.515 46 754.482 32 1.080.000 1.200.000
50 51
Lampiran 2. R/C Ratio, B/C Ratio, BEP Harga, BEP Hasil, dan BEP Skala usaha broiler perlakuan, PUM periode I dan II
Keterangan Peroide I Periode II
Uraian Hasil Uraian Hasil R/C Ratio (reneveu/cost) 1.145.000 1,09 1.300.000 1,59
1.049.475 817.036
B/C Ratio (benefit /cost) 95.525 0,09 482.964 0,59 1.049.475 817.036
BEP harga (cost/total produksi ) 1.049.475 18.315 817.036 14.909 57,3 54,8
BEP Hasil (cost/ harga rata-rata
perkg ) 1.049.475 52,52 817.036 34,44 19.982 23.723
BEP Skala Usaha (cost*jumlah
populasi/pendapatan) 1.049.475 46 817.036 32 1.145.000 1.300.000
34
Lampiran 3. Pertambahan bobot badan
Minggu Periode I Periode II
Kontrol (gr) Perlakuan (gr) Kontrol (gr) Perlakuan (gr)
I 119 121 103 105
II 347 293 238 238
III 442 488 434 388
IV 191 227 226 307
Jumlah 1099 1129 1018 1038
Lampiuran 4. Konsumsi pakan broiler
Minggu Periode I Periode II
Kontrol (gr) Perlakuan (gr) Kontrol (gr) Perlakuan (gr)
I 144,20 140,80 156,86 158,86 II 336,30 328,00 387,25 348,04 III 659,40 645,00 552,45 516,18 IV 542,90 540,60 449,22 450,20 Jumlah 1.682,80 1.654,40 1.545,78 1.473,28
Lampiran 5. Konsumsi air minum
Minggu I Periode I Periode II
Kontrol (ltr) Perlakuan (ltr) Kontrol (ltr) Perlakuan (ltr)
I 0,20 0,23 0,22 0,24
II 0,56 0,66 0,59 0,61 III 1,18 1,21 0,68 0,81 IV 1,28 1,30 0,57 0,58
35
Lampiran 6. Jadwal pelaksanaan PUM
No Kegiatan Waktu Pelaksanaan
1 2 3
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 Periode I
1 Persiapan Kandang Dan Peralatan 2 Penyediaan Bibit 3 Pemeliharaan Dan Pengambilan Data 4 Panen Periode I
5 Persiapan Kandang Dan Peralatan
6 Penyediaan Bibit 7 Pemeliharaan Dan
Pengambilan Data 8 Panen
36
Lampiran 7. Layout Proyek
Gambar 1. Letak dari penempatan tempet pakan, tempat minum dan lampu dalam kandang pelaksanaan proyek.
Keterangn Gambar :
37
Lampiran 8. Dokumentasi PUM