• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V : HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

ANALISIS DAN PEMBAHASAN

5.1 Identifikasi Pelakasanaan Strategi Sanitasi Kota (SSK) Kota Pekanbaru tahun 2014-2018

5.1.3 Penyusunan Buku Putih Sanitasi (BPS) dan Penyusunan Dokumen Strategi Sanitasi Kota (SSK) Kota Pekanbaru

5.2.1.2 Aspek Kelembagaan dan Peraturan Sub Sektor Persampahan

Aspek kelembagaan dan peraturan yang di bahas dalam hal ini adalah kelembagaan yang mengelola sarana dan prasarana dalam pengelolaan persampahan disertai dengan Perda yang mengatur dalam pengelolaan persampahan. Adapun sarana dan prasarana dalam pengeloaan persampahan di Kecamatan Tampan berdasarkan dokumen Strategi Sanitasi Kota (SSK) kota Pekanbaru tahun 2014-2018 berupa pewadahan komunal (TPS, TPS 3 R, Bank Sampah) dan sarana pengangkut sampah (truk sampah) yang berada di kecamatan Tampan.

Sistem pengelolaan sampah kota Pekanbaru didasarkan pada sistem zona.

Untuk sarana pengangkutan sampah di Kota Pekanbaru terbagi menjadi 3 Zona wilayah dengan kerja sama dari pihak ke-3 yaitu PT Godang Tua Jaya dan PT Samhana Indah. Untuk Wilayah zona 1 terdiri dari Kecamatan Marpoyan Damai, Kecamatan Payung Sekaki, dan Kecamatan Tampan, zona 1 merupakan wilayah zona yang di kelola oleh PT Godang Tua Jaya. Untuk Wilayah zona 2 terdiri Kecamatan Sail, Kecamatan Senapelan, Kecamatan Sukajadi, Kecamatan Bukit Raya, Kecamatan Tenayan Raya, Kecamatan Limapuluh, dan Kecamatan Pekanbaru Kota, zona 2 merupakan wilayah zona yang di kelola oleh PT Samhana Indah. Sedangkan untuk wilayah zona 3 terdiri Kecamatan Rumbai dan

123 Kecamatan Rumbai Pesisir, zona 3 merupakan wilayah zona yang di kelola langsung oleh DLHK Kota Pekanbaru (sumber : DLHK) Kota Pekanbaru, 2020).

Jadi berdasarkan pembagian sistem zona tersebut, untuk kecamatan Tampan termasuk kedalam zona 1 (satu), sedangkan lembaga yang mengelola sarana pengangkutan sampah di kecamatan Tampan yaitu dari pihak swasta / pihak ke-3 (tiga) yakni PT Godang Tua Jaya.

Selanjutnya, untuk tempat Penampungan Sementara (TPS) Sampah yang berada di Kecamatan Tampan, terdapat 23 titik Tempat Penampungan Sementara (TPS) Sampah yang tersebar di kecamatan Tampan, dimana diantaranya 2 titik TPS dengan status kepemilikan lahan dari masyarakat berlokasi di TPS Perum Wadya Graha II (Jl. Srikandi) yang berada di lahan kosong dan di lokasi TPS Simpang Jalan Abadi (Jl. Soekarno Hatta) yang berada di pinggir jalan. Lalu, terdapat 4 titik TPS dengan status kepemilikan swasta yaitu TPS milik RS.Awalbros, TPS milik RS.Aulia, TPS milik RS Tipe C. dan TPS milik Toko Dunlop. (Sumber DLHK,2020).

Selain Tempat Penampungan Sementara (TPS), terdapat TPS 3R dan Bank Sampah di Kecamatan Tampan. Untuk TPS 3R di kelola oleh lembaga lokal yang di sebut dengan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM). Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) yang mengelola TPS 3R di kecamatan Tampan yaitu KSM Mandiri Bersama (Sumber DLHK,2020). TPS 3R yang diberi nama unit pengolahan TPS 3R KSM Mandiri Bersama dirikan dari tahun 2015 dan hingga sekarang masih berfungsi. TPS 3R KSM Mandiri Bersama berdasarkan SK/BH nomor 02/BAST-TPS3R/DLHK/1/2017 dikelola oleh Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Mandiri Bersama yang saat ini diketuanya oleh bapak Tri

124 Joko Waluyo, TPS 3R KSM Mandiri Bersama memiliki jumlah nasabah mencapai 2800 orang.

Sedangkan untuk bank sampah, terdapat 2 bank sampah di Kecamatan Tampan yang dikelola oleh pihak swasta yaitu bank sampah mutiara dikelola oleh PT Pengadaian (Persero) dan Bank Sampah Bukit Hijau Berlian yang di bangun dan berada di bawah naungan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) kota Pekanbaru yang hingga saat ini dikelola oleh pak Syarifah Anum sebagai ketua pengurus Bank Sampah Bukit Hijau Berlian. (Sumber DLHK,2020).

Selanjutnya untuk aspek peraturan persampahan, sudah ada Perwako Pekanbaru nomor 95 tahun 2016 yang mengatur tentang Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) yang dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru di bagian persampahan dan Peraturan Wali kota Pekanbaru nomor 60 Tahun 2015 tentang Kebijakan dan Strategi Daerah Pengelolaan Sampah, Pedoman Penyelenggaraan Pengelolaan sampah dan Perizinan Usulan Pengelolaan Sampah (Sumber : SSK Kota Pekanbaru tahun 2014-2018).

Sedangkan untuk Perda kota pekanbaru yang mengatur pengelolaan sampah sudah diatur juga didalam Peraturan Daerah Kota Pekanbaru Nomor 8 Tahun 2014.

Peraturan Daerah Kota Pekanbaru Nomor 8 Tahun 2014 ini berisikan segala bentuk hal mengenai persampahan seperti ruang lingkup pengelolaan sampah yang meliputi sampah rumah tangga, sampah sejenis sampah rumah tangga dan sampah spesifik, pengurangan dan penanganan sampah, prasarana dan sarana, sistem pembiayaan pengelolaan sampah, retribusi dan iuran sampah, peran serta masyarakat, perizinan, insentif dan disinsentif, dan kerja sama.

125 Berdasarkan hasil wawancara bersama pak Novan selaku Kasi bidang pengelolaan sampah di Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru, pak Novan menyampaikan hal yang sama pula mengenai pengelolaan sampah di Kota Pekanbaru, khususnya di Kecamatan Tampan. Menurut pak Novan, jenis sampah yang di kelola hanya sampah rumah tangga dan jenis sampah rumah tangga saja tidak dengan sampah spesifik, hal ini di karenakan volume yang di miliki sampah itu masih bisa di layani, sampah rumah tangga adalah sampah yang di hasilkan dari kegiatan kita sehari hari. Berikut pernyataan pak Novan berdasarkan hasil wawancara.

“Di tampan sampah itu dikelola dari TPS ke TPS, TPS liar, pasar, dan dari permukiman masyarakat, nah disini kita berpedoman kepada perda nomor 8 tahun 2014 tentang masalah persampahan, jenis sampah apa saja yang kita kelola, sampah yang kita kelola hanya sampah rumah tangga dan hanya sampah jenis rumah tangga.sampah rumah tangga adalah sampah yang dihasilkan dari kegiatan kita sehari-hari apapun itu, sampah sejenis rumah tangga sampah yang dihasilkan dari tempat-tempat umum, wisata, halte, perusahaan, sekolah, ruko-ruko,kenapa hanya sampah itu saja, karena sampah itu yang memiliki volume yang bisa kita layani, kalau seandainya sampahnya seperti onggokan batu-btua, pemecahan rumput atau potong-potongan ranting atau pohon, ranting, dan sebagain yaitu volumenya besar, tonasenya besar, cuman sampahnya gak ada, nanti sampahnya segini beratnya minta ampun, kita gak mau kriterianya sampai disitu”.(Wawancara, 11 november 2020).

Pernyataan pak Novan diatas didukung dengan nomor kontrak 02/KONTRAK-JAP1/ LELANG /DLHK/APBD/2018 dimana untuk jasa pengangkutan sampah di kecamatan Tampan yang merupakan wilayah zona 1 di operasionalkan oleh pihak ke-3 (tiga) / pihak swasta yaitu PT. Godang Tuah Jaya.

PT. Godang Tuah jaya memilki kerjasama dengan pemerintah Kota Pekanbaru dalam bidang persampahan yaitu dalam rangka kegiatan pengangkutan sampah ke TPA, baik dengan sistem langsung maupun tidak langsung.

126 Jadi, berdasarkan berdasarkan hasil wawancara dan data yang di peroleh melalui DLHK Kota Pekanbaru, untuk kegiatan pengangkutan sampah di Kecamatan Tampan saat ini di kelola oleh lembaga swasta / pihak ke-3 (tiga) yaitu PT Godang Tua Jaya. Sedangkan, untuk peraturan di gunakan Peraturan Wali Kota (Perwako) Pekanbaru nomor 95 tahun 2016, Peraturan Wali kota Pekanbaru nomor 60 Tahun 2015, dan Peraturan Daerah Kota Pekanbaru Nomor 8 Tahun 2014.

5.2.2 Aspek Peran Serta Stakeholders

Sektor sanitasi tidak bisa ditangani oleh satu sektor saja, tetapi harus multi sektor, karena itu semua perlu bersinergi untuk menangani. Selain peran dari pemerintah, peran partisipasi masyarakat/kelompok masyarakat (LSM) dan swasta merupakan aspek yang sangat menentukan dalam keberhasilan upaya pengelolaan sanitasi lingkungan. Pemerintah akan sulit mencapai keberhasilan programnya tanpa dukungan peran serta aktif seluruh masyarakat maupun swasta yang terlibat dalam kegiatan dan program tersebut, tanpa adanya peran serta masyarakat maupun swasta yang terlibat terhadap semua program pengelolaan sanitasi lingkungan yang direncanakan akan kurang optimal.