• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III. METODOLOGI PENELITIAN

Total 7 Data: diolah

4.3.3. Aspek Keuangan

Untuk melakukan analisis aspek keuangan diperlukan adanya beberapa asumsi sebagai dasar perhitungan dalam kajian aspek keuangan. Dalam hal ini, asumsi yang digunakan ditentukan berdasarkan hasil penilitian terhadap unit usaha agroindustri tepung gandum dan acuan pustaka. Asumsi tersebut disajikan dalam Tabel 11 dan Lampiran 1.

Pada dasarnya, ada dua modal yang diperlukan untuk melakukan usaha , yakni modal tetap dan modal variabel. Modal tetap dalam hal ini adalah modal yang diperlukan untuk mengadakan fasilitas berupa peralatan dan bangunan tempat produksi. Sedangkan modal berjalan atau modal variabel adalah modal yang diperlukan untuk kegiatan operasional proses produksi selama kegiatan usaha tersebut berlangsung hingga periode waktu tertentu. Dasar untuk menilai kelayakan suatu proyek investasi dilakukan dengan menggunakan kriteria yang lazim digunakan dalam mengevaluasi layak dan tidak layaknya suatu proyek dijalankan dengan melihat kriteria-kriteria investasi.

Pada perkiraan biaya unit usaha agroindustri tepung gandum di Gapoktan Gandum, rendemen tepung yang dihasilkan di asumsikan 95% dan proses penepungan yang dilakukan sebanyak 2 kali proses dalam sehari. Jumlah tepung yang dihasilkan pada unit usaha agroindustri gandum di Gapoktan Gandum, Kabupaten Bandung adalah 209 Kg per proses. Unit agroindustri tepung gandum ini berproduksi selama 3 bulan dan setiap bulan memliki hari kerja selama 24 hari dan jam kerja perharinya selama 8 jam.

Adapun perkiraan biaya unit usaha agroindustri tepung gandum dapat dilihat dari tabel 11 dan lampiran 1.

Tabel 11. Perkiraan Biaya Unit Usaha Agroindustri Tepung Gandum

No. Komponen Kelayakan Keterangan

1 Harga Paket Penepung dan Motor Penggerak 90.000.000 Rp/unit

17 karung 9000 Rp/proses

18 Bunga modal per tahun 14 % 22 Jumlah tepung gandum hasil penepungan per proses

209 kg Data: diolah

Dari hasil Tabel 11 dan lampiran 1. dapat dilihat hasil penjualan tepung gandum per proses adalah Rp 1.358.500,- dengan asumsi rendemen tepung yang

dihasilkan unit agroindustri tepung adalah 95 % dan proses produksi yang dilakukan dua kali proses dalam sehari dengan harga jual per Kg tepung gandum yang dihasilkan Rp. 6.500.

Tabel 12. Perkiraan Biaya Operasional Unit Usaha Agroindustri Tepung Gandum

No Komponen Keterangan Satuan Satuan

I Biaya Tetap

- Penyusutan alat per tahun Rp 15.528.796,8 per tahun

- Penyusutan bangunan per

tahun Rp 3.932.328,9 per tahun

- Biaya gaji/TK Tetap Rp 3.240.000,0 per tahun

126.720.000,0 per tahun - Biaya bahan bakar Rp 1.687,5 per jam

972.000,0 per tahun - Biaya kayu bakar Rp - per jam - per tahun - Biaya Pelumas/ oli Rp 1.250,0 per jam

720.000,0 per tahun

- Biaya Kemasan Rp 2.250,0 per jam

1.296.000,0 per tahun

- Biaya pemeliharaan dan

perawatan Rp 520,8 per jam

300.000,0 per tahun - Biaya TK kerja lepas per jam Rp 3.750,0 per jam

2.160.000,0 per tahun

- Biaya lain-lain Rp 260,4 per jam

150.000,0 per tahun

Biaya Variabel Rp

132.318.000,0 per tahun Biaya Variabel per jam (b) Rp 229.719,8 per jam

Biaya Variabel per kg (c) Rp 4.396,5 per kg

III Biaya Pokok ( a+b ) Rp 269.130,4 per jam

Biaya Pokok Rp 4.893,3 per kg

Dari analisis perkiraan biaya operasional unit usaha agroindustri tepung gandum seperti dicantumkan dalam Tabel 12 diperoleh biaya tetap Rp 22.701.125 per tahun atau Rp 717,6 per kg dan biaya variabel Rp 132.318.000 per tahun atau Rp 4.397,- per kg seperti ditunjukkan dalam Tabel 12 dan Lampiran 2.

Dari nilai biaya tetap dan variabel yang diperoleh, maka biaya pokok usaha penepungan gandum Rp. 269.130 tiap jam atau Rp 4.893,3 tiap kg gandum kering. Biaya pokok merupakan penjumlahan biaya tetap dan biaya variabel yang dikeluarkan oleh unit usaha agroindustri tepung gandum.

Tabel 13: Nilai Kriteria Kelayakan Usaha Unit Agroindustri Tepung Gandum

Uraian Tahun 1 Tahun 2 Tahun 3 Tahun 4 Tahun 5

Total pendapatan (B)

195.624.000,00 195.624.000,00 195.624.000,00 195.624.000,00 195.624.000,00

Pengeluaran

126.720.000,00 126.720.000,00 126.720.000,00

Biaya Bahan bakar 972.000,00 972.000,00 972.000,00 972.000,00 972.000,00 Total Biaya Variabel 132.318.000,00 132.318.000,00 132.318.000,00 132.318.000,00 132.318.000,00 Total Biaya

operasional

155.019.124,69

155.019.124,69

155.019.124,69 155.019.124,69 155.019.124,69

Total pengeluaran (C )

260.019.124,69

155.019.124,69

155.019.124,69 155.019.124,69 155.019.124,69

B – C

Dari analisis perhitungan komponen-komponen biaya seperti dicantumkan dalam Tabel 11 dan 12 didapatkan nilai kriteria kelayakan usaha unit agroindustri tepung gandum di Gapoktan Gandum sebagai berikut :

1. NPV

NPV merupakan nilai sekarang dari sejumlah uang di masa yang akan datang dan dikonversikan ke masa sekarang dengan menggunakan tingkat bunga terpilh.

Produk yang memberikan nilai sekarang bersih positif layak dikelola. Berdasarkan perhitungan dengan menggunakan DF 14 % (Lampiran 3), maka nilai NPV unit usaha Agroindustri tepung Gandum Rp 21.464.361,47 selama 5 tahun investasi.

Nilai NPV positif mengindikasikan bahwa unit usaha Agroindustri Tepung Gandum layak dikelola oleh Gapoktan Gandum.

2. IRR

IRR merupakan alat untuk mengukur tingkat pengembalian hasil internal. Usulan tingkat bunga pengembalian (IRR) yang lebih tinggi dari pada bunga modal yang diminta yang diminta merupakan hasil-hasil yang dapat dipilih. Nilai IRR unit usaha Agroindustri tepung gandum dari perhitungan NPV1; DF 14 % dan nilai NPV2; DF 20 % (Lampiran 3) diperoleh IRR 22,68 % dimana nilai ini lebih besar dari suku bunga bank komersial yang berlaku saat penelitian (14%). IRR lebih besar dari bunga bank komersial mengindikasikan bahwa unit usaha agroindustri tepung gandum Gapoktan Gandum layak dilaksanakan.

3. PBP

PBP merupakan teknik penilaian terhadap jangka waktu (periode) pengembalian investasi suatu proyek atau usaha. Berdasarkan analisis perhitungan, PBP usaha Agroindustri tepung Gandum Gapoktan Gandum 2,17 tahun (Lampiran 3). Total investasi Rp 105.000.000 , dengan umur ekonomis paket agroindustri tepung gandum selama 5 (lima) tahun, maka proyek ini dapat dikembalikan melalui Cash flow selama 2,17 tahun, lebih pendek dari jangka waktu umur ekonomis proyek investasi. Hal ini mengindikasikan bahwa usaha agroindustri tepung gandum layak dikembangkan.

4. B/C Ratio ( BCR)

Perbandingan untung dan biaya dapat ditentukan sebagai perbandingan nilai keuntungan ekuivalen terhadap nilai biaya ekuivalen. Berdasarkan analisis perhitungan BCR (Lampiran 1) diperoleh nilai BCR 1,38 (lebih besar dari 1). Nilai BCR lebih besar dari 1 menunjukkan bahwa unit usaha agroindustri tepung gandum di Gapoktan Gandum layak dilaksanakan bila dilihat dari dampak sosial yang ditimbulkannya maupun dari segi finansialnya. Namun nilai BCR 1,38 sangat

sensitif dengan perubahan biaya-biaya tetap maupun variabel. Hal ini disebakan waktu kerja agroindustri tepung gandum yang hanya 3 (tiga) bulan dalam setahun, untuk itu perlu dikaji pemanfaatan penepung untuk komoditi serealia lainnya dengan mepertimbangkan waktu kerja agroindustri tepung tidak beroperasi sehingga BCR nya lebih besar lagi.

Dokumen terkait