Merupakan hal-hal yang diketahui pengguna mengenai penggunaan sistem, operasi yang dapat dilaksanakan, serta prosedur yang diikuti agar operasi yang dilakukan berjalan dengan baik.
2.10.5 Deployment Environment
Deployment environment menurut Satzinger, Jackson dan Burd (2012 : 270), terdiri dari hardware, system software, serta network environment yang memiliki hubungan bagaimana sistem akan beroperasi.Zhao,j and Wang,X. (2011) mengatakan Diagram deployment tidak hanya menunjukkan perangkat keras sistem, namun juga perangkat lunak sistem yang relevan dan middleware untuk menghubungkan sistem heterogen.
● Single Computer and Multitier Architecture
Single – computer bekerja pada sebuah single computer system dan secara langsung dipasang pada device di mana bisa berdiri sendiri dalam sebuah PC application. Keuntungan utama dari single – computer architecture adalah simple dan sistem informasi yang digunakan secara relatif mudah dirancang, dibangun, dioperasikan, dan dipertahankan.
Multitier Architecture bekerja pada multiple computer system dalam sebuah upaya yang korporatif dan sesuai dengan kebutuhan proses informasi. Multitier Architecture dapat dibagi dua yakni Clustered architecture dan Multicomputer architecture.
Clustured architecture adalah kumpulan komputer dengan tipe yang sama di mana dapat saling bertukar informasi dan bertindak sebagai suatu sistem komputer dalam skala yang besar. Sedangkan multicomputer architecture adalah kumpulan dari berbagai macam komputer yang berbeda di mana dapat saling bertukar informasi melalui fungsi yang spesifik.
● Centralized and Distributed Architecture
Centralized architecture merupakan arsitektur yang melokasikan seluruh computing resources dalam sebuah lokasi yang sentral atau single location.
Centralized architecture biasanya digunakan pada proses aplikasi dalam skala yang besar dan real time application.
Distributed architecture adalah arsitektur yang mengembangkan computing resources pada beberapa lokasi di mana terhubung oleh sebuah computer network.
● Internet, Intranet and Extranet
Internet adalah sebuah kumpulan jaringan global yang menggunakan protocol-TCP/IP dari jaringan yang sama. World Wide Web (WWW), juga biasa disebut dengan Web merupakan sebuah kumpulan sumber-sumber seperti dokumen-dokumen dan program-program yang dapat diakses dengan internet menggunakan protokol standar.
Sedangkan Intranet adalah jaringan pribadi yang menggunakan protokol Internet tapi dapat diakses hanya dengan kumpulan pengguna internal yang terbatas. Intranet juga menggambarkan kumpulan sumber-sumber yang dapat diakses secara pribadi yang dikelola dan dikirimkan lewat satu protokol Web atau lebih dengan jaringan yang mendukung TCP/IP.
Extranet merupakan intranet yang telah diperluas diluar organisasi, untuk secara langsung dihubungkan dengan organisasi, untuk memfasilitasi arus informasi.
2.11 Software Architecture
Software Architecture menurut Bass, Clements, dan Kazman (Bass, 2003 via Pressman, 2010) mendefinisikan: Arsitektur software menjelaskan susunan sistem yang terdiri dari komponen software, atribut dari komponen dan hubungan antar komponennya. Komponen dapat berupa modul, database, middleware, atau class.
Formatiert: Einzug: Links: 0 cm, Hängend: 0,5 cm
Atribut adalah ciri dan fungsi modul. Hubungan antar komponen adalah cara antar komponen tersebut berkomunikasi, seperti modul satu memanggil modul lain.
Beberapa arsitektur dapat dikategorikan menjadi centered architectures, data-flow architectures, call and return architectures, object-oriented architectures dan layered architectures.
● Data-centered architectures
Pada data-centered architectures suatu data store menjadi pusat di antara komponen lain yang mengaksesnya dalam rangka untuk melakukan update, tambah, hapus atau ubah data. Data store tersebut adalah repository pusat. Tiap komponen yang mengakses data berdiri sendiri sehingga memungkinkan adanya tambahan komponen tanpa mengganggu komponen lain.
Gambar 2.20202018data-centered architectures ( Sumber : Pressman, Roger S.(2010 : 251))
● Data-flow architectures
Data-flow architectures menggambarkan input data yang diubah melalui serangkaian penghitungan dan manipulasi untuk menjadi output. Seperti pada Gambar 2.20 pipa dan filter menggambarkan aliran data dan komponen yang mengubah aliran data sehingga input menjadi output.
Gambar 2.21212119data-flow architectures ( Sumber : Pressman, Roger S.(2010 : 252))
● Call and return architectures
Call and return achitechtures menggambarkan struktur program yang disusun secara hirarki. Program dibagi menjadi beberapa sub program yang terdiri dari program utama dan beberapa sub program. Komponen mewakili sub program atau program utama. Gambar 2.21 menjelaskan hirarki dari program utama dan sub program lain
Gambar 2.22222220call and return achitechtures ( Sumber : Pressman, Roger S.(2010 : 252))
● Object-oriented architectures
Pada object-oriented architecture kompnen suatu sistem melakukan enkapsulasi data dan operasi ini harus diterapkan untuk memanupulasi data.
komunikasi dan kordinasi antara komponen dilakukan melalui message passing(Suatu proses mengirimkan message yang mewakili suatu request, Message disampaikan ke penerima yang kemudian memproses request tersebut dan mengirim pesan balasan).
● Layered architectures
Pada layered architectures setiap lapisan menjalankan operasinya dan makin ke dalam komponennya makin mendekati perintah mesin. Yang terluar adalah lapisan yang paling dekat dengan pengguna.
Gambar 2.23232321layered architectures ( Sumber : Pressman, Roger S.(2010 : 253))
2.12 kerangka Pikir
Untuk menentukan langkah-langkah dalam penelitian, maka dibuat kerangka pikir ini untuk membantu penelitian lebih teroganisir dan tersusun dengan rapi.
Kerangka pikir ini dapat digambarkan sebagai berikut :
Formatiert: Einzug: Erste Zeile: 1,27 cm
Gambar 2.24242422 Kerangka Pikir Fase Perencanaan
- Identifikasi kegiatan operasional karyawan - Menentukan ruang lingkup, tujuan, dan manfaat - Melakukan Survey awal, interview, dan orbeservasi
Fase Perancangan
Pada tahap ini, digunakan metode analisis dan perancangan sistem berorientasi objek (Object Oriented Analysis and Design) dengan Unified Process Life Cycle Model, yaitu :
1. Fase Inception
a. Business Modeling: Memahami lingkungan bisnis perusahaan beserta visi dari perancangan sistem.
b. Requirements: Mendefinisikan kebutuhan perusahaan dengan bagian terkait dan pengguna yang akan menggunakan sistem.
2. Fase Elaboration
Merencanakan desain database, desain sistem dan user interface.
3. Fase Construction
Melakukan pengembangan perancangan sistem dikarenakan perubahan pada
Kesimpulan dan Saran
Menemukan kesimpulan dan saran atas penelitian yang sudah berjalan