4) Komposisi penduduk berdasarkan tingkat pendidikan
2.1.3. Aspek Pelayanan Umum Sarana dan Prasarana
1.Infrastruktur Jalan
Menurut statusnya pada tahun 2010, jaringan jalan di Kabupaten Karawang terdiri dari jalan negara sepanjang 50,55 km, jalan propinsi sepanjang 48,35 km, dan jalan kabupaten sepanjang 2.598,55 km. Untuk jalan kabupaten ditinjau dari konstruksinya 1.136,67 km (43,7 %) berupa jalan beraspal, 887,85 km (34,17 %) jalan kerikil dan 574,03 km (22,1 %) masih berupa tanah.
2.Energi Listrik
Kebutuhan akan energi listrik dilayani oleh PLN dan Non PLN. Sampai dengan tahun 2010 kapasitas terpasang yang dilayani oleh PLN sebesar 1.660.491.236 Kw dengan daya mampu sebesar 1.173.750 KVA.
3.Air Bersih
Berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 6 tahun 2010 tentang Perusahaan Daerah Air Minum, daerah diwajibkan untuk menyediakan air minum bukan hanya sekedar air bersih bagi masyarakat, oleh karenanya Pemerintah mempunyai kewajiban untuk meningkatkan kualitas pelayanannya dari air bersih menjadi air minum. Sumber air baku yang digunakan oleh PDAM - Tirta Tarum adalah dari air permukaan yaitu dari air irigasi yang saat ini sangat tersedia. Hal ini dimungkinkan karena ketersediaan air dari
29
irigasi sangat mencukupi dan tidak memungkinkan penggunaan air dalam, karena kualitasnya kurang baik untuk air minum yang disebabkan oleh adanya instrusi air laut, terutama diwilayah Utara Kabupaten Karawang. Usaha penyediaan air bersih bagi penduduk di pusat-pusat permukiman dilakukan melalui instalasi air bersih ke rumah-rumah, penyediaan hidran/kran umum dan kran tangki air umum. Cakupan layanan PDAM sampai dengan Desember 2010 tercatat 45.735 sambungan rumah (16,12%). Adapun wilayah yang dilayani oleh PDAM saat ini mempunyai 6 cabang dan 9 IKK, yang mencangkup 22 Kecamatan, 91 Desa dengan 334.220 jiwa. Tidak ada sistem yang dikelola oleh swasta atau oleh kelompok masyarakat, kecuali untuk beberapa industri dan hotel memiliki sistem penyediaan air minum perpipaan dengan skala kecil. Tingkat total pelayanan perpipaan untuk daerah Kabupaten Karawang terdiri dari jumlah penduduk yang terlayani sebanyak 334.220 jiwa atau 16,12 %.
4. Persampahan
Cakupan pelayanan persampahan baru melayani sekitar 20% saja dari seluruh wilayah Kabupaten Karawang, terutama yang berada di pusat – pusat Ibu Kota kecamatan yang tersebar di Kabupaten Karawang. Rendahnya cakupan pelayanan ini, antara lain disebabkan karena luasnya wilayah Kabupaten Karawang, keterbatasan sarana dan prasarana penunjang, serta keterbatasan anggaran biaya yang tersedia. Saat ini sampah di buang ke lokasi tempat pembuangan akhir (TPA) Jalupang meskipun sudah ada lahan TPA Leuwisisir, namun TPA tersebut belum dimanfaatkan karena berbagai kendala yang ada, diantaranya jalan menuju TPA yang belum memadai. TPA Jalupang yang mempunyai luas sekitar 2,5 Ha berada di desa Wancimekar Kecamatan Kota Baru. Sistem pengelolaan dan pengolahan TPA masih dilakukan secara Open Dumping karena pada umumnya lebih mudah dan cepat serta tidak banyak mengeluarkan biaya operasi dan pemeliharaan. TPA Leuwisisir yang mempunyai luas sekitar 5 Ha berada di desa Mekar Mulya Kecamatan Teluk Jambe Barat. TPA Jalupang direncanakan untuk melayani daerah – daerah di sekitar kawasan Cikampek dan sekitarnya, yaitu Kecamatan Kota Baru, Cikampek, Jatisari,
30
Cilamaya Kulon, Cilamaya Wetan dan Kecamatan Purwasari, sedangkan TPA Leuwisisir melayani sekitar kawasan Kota Karawang dan sekitarnya yaitu Kecamatan Karawang Barat, Karawang Timur, Telukjambe Barat, Telukjambe Timur, Klari, Majalaya, Talagasari dan Wilayah Rengasdengklok yang meliputi Kecamatan Rengasdengklok, Pedes dan Batujaya. TPA Jalupang sebenarnya sudah mulai jenuh karena hampir 90% dari total lahan yang sudah ada dimanfaatkan untuk pembuangan sampah secara Open Dumping, melalui sel-sel/galian tempat pembuangan dengan kedalaman rata-rata 7 meter. Sehingga untuk kedepan diperlukan perluasan area lahan TPA. Sedangkan TPA Leuwisisir saat ini belum beroperasi dan masih terdapat lahan-lahan dan bangunan yang tidak dimanfaatkan termasuk IPLT (Instalasi Pengolahan Limbah Tinja). Belum beroperasinya TPA Leuwisisir ini, disebabkan karena sebagian besar sampah-sampah yang seharusnya di buang ke TPA ini, ternyata masih banyak yang buang ke TPA Jalupang. Kurang berfungsinya TPA ini juga akibat jalan masuk yang masih kurang memadai dibandingkan dengan jalan menuju TPA Jalupang.
Pada periode tahun 2011 penanganganan infrastruktur jalan masih menjadi salah satu prioritas dalam penganggaran. Selain pembangunan infrastruktur jalan, bersamaan dengan itu dibangun juga infrastruktur jembatan di ruas jalan yang membutuhkan jembatan dan didalamnya termasuk pembangunan gorong-gorong/box culvert. Pada prinsipnya pembangunan jalan harus sebanding atau diikuti dengan jembatan pada ruas yang ditangani, karena merupakan satu kesatuan ruas jalan. Pemerintah Kabupaten Karawang juga membangun infrastruktur dalam bidang pengairan
irigasi, yang di dalamnya adalah
pembangunan/rehabilitasi/normalisasi sejumlah saluran dari mulai saluran sekunder, tersier dan saluran penunjang lainnya, di samping itu juga membangun bangunan air lainnya, seperti pintu air, embung/dam mini, yang semuanya adalah untuk menunjang sistem pertanian, khususnya padi sawah yang sangat erat hubungannya dengan produktivitas petani secara menyeluruh.
31 Tabel. 2.11
Analisa Perbandingan Kinerja Sasaran Dinas Bina Marga dan Pengairan Tahun 2010-2011
REALISASI
NO URAIAN
2010 2011
1 Terlaksananya peningkatan jalan kabupaten minimal
80 km 83,48 km 100,48 km
2 Terlaksananya rehabilitasi jalan & bahu jalan
kabupaten minimal sepanjang 40 km 21,45 km 21,18 km
3 Terlaksananya pemeliharaan rutin jalan kabupaten
minimal sepanjang 350 km 316,25 km 319,72 km
4 Terlaksananya penyirtuan jalan desa minimal 100,00
km 21,45 km 44,07 km
5 Terlaksananya rehabilitasi/
pemeliharaan/pelebaran/ penggantian jembatan minimal 4 unit
948,50 M’ 4 unit/716 M’ 6 Terlaksananya pembuatan turap & badan jalan
minimal 12 km 2.004 M’ 1.889 M’
7 Terlaksananya pembuatan/ perbaikan
assainerring/drainage minimal 2.000 M’ 1.596 M’ 2.000 M’
8 Terlaksananya pembangunan jembatan minimal 8
unit 224 M’ 119 M’
9 Terlaksananya pemeliharaan jaringan irigasi minimal
100,00 km 20,93 km 20,00 km
10 Terlaksananya rehabilitasi/ perbaikan jaringan
irigasi minimal 25 km 12,77 km 13,88 km
11 Terlaksananya pengerukan & normalisasi jaringan
irigasi minimal 10 km - -
12 Terlaksananya pembuatan turap, talang air, pintu air, bangunan bagi, bendung, saluran minimal 1 km/6 unit dan pembinaan pengelolaan jaringan irigasi
9 unit 6 unit
13 Terlaksananya rehabilitasi, pengerukan dan normalisasi sungai, saluran pembuan dan muara minimal 10 km
12,77 km 10,77 km
14 Terlaksananya pembangunan pengamanan daerah
abrasi pantai minimal 800 M’ - -
15 Terlaksananya rekruitmen waker sebanyak 400 orang; terlaksananya pembinaan waker sebanyak 400 orang
400 orang 400 orang
16 Terlaksananya pengadaan alat berat dan dump truck - -
Sumber : Dinas Bina Marga & Pengairan Kabupaten Karawang
Dalam pelaksanaan peningkatan jalan dan jembatan kabupaten minimal 80 Km pertahunnya, pada tahun 2011 mengalami kenaikan. Dari tabel terlihat realisasi peningkatan jalan pada tahun 2011 mengalami kenaikan bila dibandingkan dengan tahun 2010.
32 Tabel 2.12
Realisasi Program-program Peningkatan Jalan/Jembatan Tahun 2010-2011
REALISASI
NO URAIAN
2010 (Km) 2011 (Km)
1 Peningkatan Jalan Kabupaten 83,48 100,48
2 Pembangunan Jalan Kabupaten 21,45 21,18
3 Peningkatan Jembatan Kabupaten - -
4 Pembangunan Jembatan
Kabupaten
0,224 0,119
JUMLAH 105,154 102,299
Sumber : Dinas Bina Marga & Pengairan Kabupaten Karawang
Pelaksanaan program pembangunan saluran
drainase/gorong-gorong minimal 2.000 M’ pertahunnya, secara umum dapat terpenuhi dengan baik, dengan realisasi pencapaian rata-rata lebih dari 100%.
Tabel 2.13
Realisasi Program-program Pembagunan Drainase/Gorong Tahun 2010-2011 REALISASI NO URAIAN 2010 (Km) 2011 (Km) 1 Pembangunan drainase/gorong 1,596 2,000 JUMLAH 1,596 2,000
Sumber : Dinas Bina Marga & Pengairan Kabupaten Karawang
Pelaksanaan pembangunan turap/talud/bronjong minimal 1.000 M’ mengalami penurunan, demikian pula dengan rehabilitasi/pemeliharaan jembatan minimal sepanjang 40 Km, sedangkan rehabilitasi/pemeliharaan jalan mengalami peningkatan hingga akhir tahun rencana, seperti tampak pada tabel berikut ini.
Tabel 2.14
Realisasi Program-program Rehabilitasi/Pemeliharaan Jalan/Jembatan Tahun 2010-2011 REALISASI NO URAIAN 2010 (Km) 2011 (Km) 1 Rehabilitasi/Pemeliharaan Jalan 316,25 319,72 2 Rehabilitasi/Pemeliharaan Jembatan 0,9485 0,716
3 Pembuatan turap dan badan jalan 2,004 1,889
JUMLAH 319,2025 322,325
Sumber : Dinas Bina Marga & Pengairan Kabupaten Karawang
Dalam hal antisipasi dan penanggulangan kerusakan infrastuktur jalan, jembatan serta pengairan/jaringan irigasi terkait bencana alam, dilaksanakan program tanggap darurat jalan,
33
jembatan dan pengairan. Bencana alam yang sering terjadi di wilayah Kabupaten Karawang adalah banjir yang diakibatkan oleh luapan sungai-sungai yang melintas kota Karawang, diantaranya sungai Citarum dan Cibeet, serta curah hujan yang tinggi dan naiknya muka air laut saat air pasang terjadi. Bentuk kegiatan yang dilaksanakan adalah, perbaikan tanggul, pengadaan karung dan perbaikan infrastruktur jalan, jembatan dan pengairan yang rusak akibat banjir.
Salah satu bentuk dukungan terhadap sektor pertanian, adalah dilaksanakannnya pengembangan dan pengelolaan jaringan irigasi, rawa dan jaringan pengairan lainnya minimal 40,00 Km dan pengembangan, pengelolaan dan konservasi sungai, danau dan sumber daya air lainnya minimal 40 Km.
Kabupaten Karawang dikenal sebagai lumbung padi Jawa Barat, sehingga perannya sangat vital bagi program ketahanan pangan nasional, kegiatan pembangunan yang ditujukan untuk menjaga Kabupaten Karawang sebagai lumbung padi Jawa Barat adalah pengembangan, pengelolaan pada daerah irigasi dengan luasan dibawah 1.000 Ha
Tabel 2.15
Realisasi Program-program Pengembangan dan Pengelolaan Jaringan Irigasi, Rawa dan Jaringan Pengairan Lainnya
Tahun 2010-2011
REALISASI
NO URAIAN
2010 (Km) 2011 (Km)
1 Rehabilitasi Jaringan Irigasi 12,77 13,88
2 Pemeliharaan jaringan irigasi 20,93 20,00
JUMLAH 33,70 33,88
Sumber : Dinas Bina Marga & Pengairan Kabupaten Karawang
Pengembangan, pengelolaan dan konservasi sungai, danau dan sumberdaya air lainnya diperlukan untuk menjaga kelestariannya dalam rangka menjaga fungsinya untuk menyokong pembangunan yang berkelanjutan yang berwawasan lingkungan. Hal tersebut sangat penting mengingat Kabupaten Karawang memiliki banyak sungai, situ serta sumber air tanah.
34 Tabel 2.16
Realisasi Program-program Pengembangan, Pengelolaan dan Konservasi Sungai, Danau dan Sumberdaya Air
Tahun 2010-2011
REALISASI
NO URAIAN
2010 (Km) 2011 (Km)
1 Normalisasi saluran pembuang 12,77 10,77
2 Pembangunan pengamanan daerah pantai - -
JUMLAH 12,77 10,77
Sumber : Dinas Bina Marga & Pengairan Kabupaten Karawang
Pelayanan dan daya dukung yang prima bagi pengguna sarana dan prasarana transportasi jalan, jembatan dan pengairan dapat terpenuhi dengan baik. Secara kuantitatif data kondisi infrastruktur jalan, jembatan, pengairan/jaringan irigasi hingga tahun 2011 dapat dilihat pada tabel berikut ini.
Tabel 2.17
Kondisi Jalan, Jembatan dan Pengairan/Jaringan Irigasi di Wilayah Kabupaten Karawang Tahun 2011
STATUS VOLUME (KM) KELAS TONASE BAIK (KM) SEDANG (KM) RUSAK (KM) KET -Jalan Negara -Jalan Provinsi -Jalan Kabupaten -Jalan Layang (Fly
Over) -Jalan Tol -Jalan Desa -Assainering/ drainage 46,34 48,19 861,73 2,80 28,60 1.778,30 - II III A III A** III A III ** 23,17 24,09 430,8 6 2,80 28,60 889,1 5 - 23,17 24,10 258,53 - - 533,49 - - - 172,34 - - 355,66 - -Jembatan Negara -Jembatan Provinsi -Jembatan Kabupaten 2,19 0,16 2,55 1,09 0,08 1,02 1,10 0,08 1,53 - - - 57 buah 6 buah 178 buah -Bendung -Bangunan Bagi/Sadap dan bangunan lainnya -Saluran Induk -Saluran Sekunder 4 buah 382 buah 120,00 589,60 2,00 115,0 0 40,00 176,8 8 2,00 229,00 40,00 353,76 - 38,00 40,00 58,96 -Citarum -Cibeet -Cigentis -Kali Cilamaya -Situ -Saluran Pembuang -Muara -Pantai 60,00 35,00 20,00 30,00 12 buah 912 ,00 27 buah 57,00 - - - - - 273,6 0 - 17,10 - - - - - 547,20 - 34,20 - - - - - 91,20 - 5,70 Sumber : Dinas Bina Marga & Pengairan Kabupaten Karawang Tahun 2011
35 Tabel 2.18
Realisasi Program-program Peningkatan Sasaran Perencanaan dan Database Jalan, Jembatan serta Pengairan
Tahun 2010-2011
REALISASI
NO URAIAN
2010 (Paket) 2011 (Paket)
1 Penyusunan perencanaan jalan, jembatan dan
pengairan 432 452
2 Pembangunan sistem informasi/ database jalan, jembatan dan pengairan
- -
3 Penyusunan DED perencanaan fisik tertentu 1 -
JUMLAH 433 452
Sumber : Dinas Bina Marga & Pengairan Kabupaten Karawang
SDA dan Lingkungan Hidup
1. Pertanian
Hasil evaluasi selama 10 tahun ke belakang ternyata lahan pertanian yang beralih fungsi menjadi lahan non pertanian rata-rata 181,87 Ha per tahun, dengan rincian untuk keperluan rumah tinggal (1,5 %), peruntukan perumnas/BTN (54,6 %), industri (34,4 %) dan Jasa (9,5 %). Pemerintah Kabupaten Karawang telah menetapkan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), apabila tidak dapat dihindari harus menggunakan lahan pertanian maka diupayakan ada kompensasi dalam bentuk pencetakan sawah teknis/perbaikan saluran air/pembeliaan pompa air. Produktivitas usahatani padi, palawija, hortikultura dan perkebunan belum optimal, sehingga pendapatan yang diperoleh petani rendah. (rata-rata produktivitas padi selama 10 tahun 61,69 kwintal/Ha). Kalau dilihat dari potensi hasil padi, maka produktivitas tersebut masih dapat ditingkatkan lagi dengan syarat menggunakan kawalan teknologi anjuran seperti: SRI, PTT , benih padi hibrida dan menekan kehilangan hasil (losses). Kehilangan hasil padi di Kabupaten Karawang rata-rata sebesar 16,47 %. Kabupaten Karawang merupakan daerah lumbung padi Jawa Barat dan penghasil sayuran dataran rendah yang cukup potensial dengan produk ungulan diantaranya adalah jamur merang. Pengembangan potensi tersebut didukung dengan potensi lahan pertanian :
36 a. Potensi tanaman padi sawah
• Luas baku sawah : 93.456 Ha.
- Sawah pengairan teknis : 81.698 Ha
- Sawah setengah teknis : 4.256 Ha
- Sawah pengairan sederhana : 3.857 Ha
- Sawah tadah hujan : 3.645 Ha
• Luas pemanfaatan lahan sawah
- Ditanami padi 2 kali satu tahun : 90.393 Ha
- Ditanami padi 1 kali satu tahun : 2.170 Ha
- Ditanami tanaman sayuran/palawija : 893 Ha
b. Lahan sawah teknis berdasarkan golongan air (Sumber : PJT II) : - Golongan air I : 21.384 Ha
- Golongan air II : 27.031 Ha - Golongan air III : 21.736 Ha - Golongan air IV : 15.942 Ha - Golongan air V : 19.728 Ha
c. Potensi Holtikultura
Potensi produksi sayuran di Kabupaten Karawang sangat tinggi dengan jenis sayuran antara lain : kacang panjang, mentimun, terong, caisin, kangkung, bayam, cabe merah, dan jamur merang.
2. Sumberdaya air
Sumber daya air yang dimanfaatkan dalam pengembangan pertanian di Kabupaten Karawang sebagian besar diambil dari Waduk Jatiluhur. Dari waduk tersebut air dialirkan ke Daerah Irigasi Tarum Barat, Tarum Timur dan Tarum Utara melalui Sungai Citarum, dengan pengambilan nerupa bendung. Dari bendung selanjutnya air dialirkan lagi ke Daerah Irigasi melalui Saluran Induk, saluran sekunder, saluran tertier dan kwarter, untuk mengairi areal persawahan di wilayah Kabupaten Karawang. Air dari Waduk Jatiluhur dialirkan ke Daerah Irigasi Tarum Barat dan TarumTimur melalui pengambilan Bendung Curug, sedangkan air yang dialirkankan ke Daerah Irigasi Tarum Utara melalui Bendung Walahar. Selain memanfaatkan air dari Waduk Jatiluhur, beberapa daerah irigasi di Kabupaten Karawang juga memanfaatkan sumber
37
daya air dari sungai-sungai yang ada. Di antaranya adalah Daerah Irigasi Pundong yang memanfaatkan air sungai Cibinong melalui Bendung Pundong. Daerah Irigasi Barugbug memanfaatkan air Sungai Cilamaya melalui Bendung Barugbug. Daerah Irigasi Waru melakukan pengambilan bendung Waru dengan memanfaatkan air sungai Cigentis. Daerah Irigasi Cibeet melakukan pengambilan melalui bendung Cibeet dengan memanfaatkan air sungai Cibeet. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air yang kemudian ditindaklanjuti dengan Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2006 tentang Irigasi, maka penyelenggaraan dan pengelolaan irigasi di Kab. Karawang adalah sebagai berikut :
a. Pada Daerah Irigasi (DI) di atas 3.000 Ha menjadi kewenangan Pemerintah Pusat, yaitu terdiri dari :
1). DI Tarum Barat, dengan luas areal : 3.781 Ha. 2). DI Tarum Timur, dengan luas areal : 10.973 Ha. 3). DI Tarum Utara, dengan luas areal : 87.431 Ha.
Sistem pengelolaannya dilaksanakan oleh BBWS Citarum dan Perum Jasa Tirta II.
b. Pada Daerah Irigasi (DI) dengan luas areal 1.000 s/d 3.000 Ha yang menjadi Kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, yaitu pada DI Pundong dengan luas areal 1.450 Ha sistem pengelolaanya dilaksanakan oleh Dinas PSDA Provinsi Jawa Barat.
c. Pada Daerah Irigasi (DI) dengan luas areal di bawah 1.000 Ha, yaitu pada DI Barugbug, DI Waru, DI Tonjong, DI Parakan Badak dan daerah-daerah irigasi lain yang memiliki luas areal di bawah 1.000 Ha sistem pengelolaanya dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Karawang dan dilaksanakan oleh Dinas Bina Marga dan Pengairan.
3. Sumberdaya akuatis
Dengan luas laut yang dimiliki Kabupaten Karawang, sektor perikanan memiliki potensi yang tidak kecil oleh, berdasarkan data tahun 1995 produksi ikan budidaya sebesar 26.234,4 ton dan mengalami kenaikan cukup baik pada tahun 2005 yaitu sebesar
38
31.691,4 ton. Produksi ikan tangkap juga tidak kalah menggembirakan karena menurut data statistik terjadi kenaikan 8,6 persen dari 9,974.5 ton di tahun 1995 menjadi 10,835.7 ton di tahun 2005. Kabupaten Karawang memiliki panjang pantai lebih kurang 73 Km dan sejumlah muara yang dapat dilalui oleh perahu nelayan berkapasitas besar sehingga potensi perikanan dapat dikembangkan. Potensi perikanan yang dapat dikembangkan di kabupaten karawang anatar lain ; Budi daya Ikan Tambak (payau), budi daya ikan kolam air tawar (darat) dan budi daya hasil tangkapan baik dilaut maupun di perairan umum. Sarana dan prasarana pengembangan budi daya perikanan yang ada adalah :
Budidaya air payau (tambak) seluas 13.831 Ha
Budi daya kolam darat seluas 180 Ha
Tempat Pelelangan Ikan (TPI) 11 unit
Tempat Pelelangan Hasil Tambak (TPHT) 14 unit
Sejalan dengan berlakunya Undang-Undang No. 32 tahun 2004, salah satu kewenangan yang dilimpahkan kepada kabupaten adalah pengelolaan 4 mil laut. Dari kewenangan tersebut potensi sumber daya alam berupa hutan bakau, minyak bumi dan gas serta sumber daya laut terkandung didalamnya merupakan sumber pendapatan masyarakat maupun pemerintah (PAD), namun pengelolaannya belum optimal mengingat keterbatasan teknologi yang dimiliki oleh masyarakat maupun kurangnya aparatur profesional dalam pengelolaan kawasan pesisir.
4. Sumberdaya mineral
Kabupaten Karawang memilik berbagai jenis sumber daya mineral dan yang paling besar adalah Bahan Galian C. Dari jenis bahan mineral tersebut yang paling banyak ditambang dan dimanfaatkan adalah jenis bahan galian untuk bahan bangunan seperti batu belah, pasir dan sirtu. Sedangkan jenis bahan galian untuk industri manufaktur dan pertanian belum dimanfaatkan secara maksimal.
39
5. Sumberdaya Hutan
Berdasarkan fungsinya hutan memiliki fungsi ekologi/konservasi dan fungsi ekonomi. Sebagai fungsi ekologi hutan menghisap udara karbon (CO2) dari udara dan mengembalikan oksigen (O2) bersih pada manusia disamping berfungsi sebagai pengatur tata air. Sedangkan sebagai fungsi ekonomi, hutan memiliki nilai manfaat bagi pemenuhan kebutuhan manusia, yaitu berupa hasil hutan baik kayu maupun non kayu. Keberadaan hutan di Kabupaten Karawang telah mengalami degradasi baik fungsi maupun luasannya, salah satu dampaknya adalah terjadinya lahan kritis. Luas lahan kritis di Kabupaten Karawang berdasarkan data dari Dinas Kehutanan dan Perkebunan seluas 31.466,90 Ha, terdiri dari 10.624,90 Ha hutan kritis di dalam kawasan hutan (darat 4.120,90 Ha dan pantai 6.504 Ha) dan 20.842 Ha hutan kritis di luar kawasan hutan/milik masyarakat ( darat 14.338 Ha dan pantai 6.504 Ha). Terjadinya lahan kritis tersebut pada umumnya disebabkan oleh pemanfaatan lahan yang tidak memperhatikan kaidah-kaidah konservasi tanah dan air dan akibat yang sering terjadi longsor di daerah perbukitan dan banjir di daerah dataran atau hilir. Upaya Pemerintah Daerah dalam penanganan lahan kritis dilakukan melalui berbagai program dan kegiatan, salah satunya adalah pengembangan hutan rakyat. Selain hutan rakyat, Kabupaten Karawang juga memiliki hutan negara yang dikelola oleh Perum Perhutani melalui KPH Purwakarta yaitu seluas 20.031,98 Ha terdiri dari hutan produksi 7.035,28 Ha dan hutan lindung darat 4.260,80 Ha dan hutan lindung pantai 8.735,90 Ha. Dengan demikian luas hutan keseluruhan mencapai 27.256,98 Ha atau 15,54 % dari seluruh wilayah Kabupaten Karawang.
6. Lingkungan Hidup
Pembangunan di Bidang Lingkungan Hidup di Kabupaten masih memerlukan perhatian untuk mengantisipasi kasus-kasus pencemaran dan kerusakan lingkungan yang sering terjadi dan menimbulkan kerugian bagi masyarakat.
Beberapa upaya yang dilakukan oleh Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup adalah dalam bentuk : (1) Rehabilitasi lingkungan; yaitu dengan : melakukan upaya penghijauan melalui
40
penanaman pohon baik pohon pelindung maupun pohon produktif melalui Gerakan Rehabilitasi Lahan Kritis (GRLK), Gerakan Nasional Rehabilitasi Hutan dan Lahan (GNRHL), Kegiatan Hutan Rakyat serta kegiatan pengkayaan hutan, selain itu juga dilakukan upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan melalui pengelolaan persampahan, pembuatan dan perbaikan drainase
jalan, pemeliharaan tanaman/penghijauan, pengerukan
sungai/saluran pembuangan ;(2) Kajian lingkungan, yaitu melalui pendataan perusahaan penghasil limbah industri, mengintensifkan laporan monitoring masing-masing industri, pengujian kualitas air, udara dan Baku Mutu Pencemaran dan kerusakan lingkungan; (3) Penegakan hukum, yaitu melalui pengawasan dan pengendalian rutin ke perusahaan-perusahaan yang ada di zona dan kawasan industri dalam bentuk pemeriksaan dokumen dan pemeriksaan lapangan, selain itu juga dilakukan penanganan dan pelayanan pengaduan pencemaran lingkungan serta penertiban perijinan bidang lingkungan hidup; (4) Meningkatkan peran masyarakat melalui sosialisasi pada pihak industri, lembaga kemasyarakat, dunia pendidikan, unsur pemerintah dan lainnya; dan (5) Penguatan kelembagaan lingkungan hidup, diantarnya melalui pengembangan sarana laboratorium lingkungan, peningkatan kualitas dan kuantitas SDM, serta penyusunan produk hukum bidang lingkungan hidup.
Tabel 2.19
Dokumen Pengelolaan Lingkungan yang Dimiliki oleh Industri di Kab. Karawang Tahun 2010-2011
Jumlah
No Uraian
2010 2011
1 Industri yang memiliki AMDAL 15 16
2 Industri yang memiliki UKL/UPL 382 459
3 Industri yang memiliki SPPL 3 8
Sumber : Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Kab. Karawang
Tabel 2.20
Pengelolaan Lingkungan yang dilaksanakan BPLH Tahun 2010-2011
Jumlah
No Uraian
2010 2011
1 Pengawasan dan Pengendalian
Lingkunga hidup di perusahaan
50 perusahaan 160 perusahaan
2 Pengambilan sampel uji air sungai 22 titik 36 titik
3 Pengambilan sampel uji air limbah industri
- 34 titik
41 Jumlah
No Uraian
2010 2011
cerobong industri
5 Verifikasi TPS limbah B3 dari perusahaan di kawasan dan zona industri
57 lokasi 92 lokasi
6 Penanganan kasus lingkungan
hidup
8 kasus 8 kasus
7 Jumlah LSM lingkungan Hidup : (GALIH – Gerakan Lingkungan Hidup; PSPLP – Pengembangan Strategi Pemberdayaan Lingkungan Petani; Biharia Lingkungan Hidup; LP2D – Lembaga Lingkungan dan Pembangunan Daerah; Sar Sagara,
Himpunan Kerukunan Tani
Indonesia (HKTI DPC Karawang); UPAS, Korak, Lodaya, Sepetak, Laskar Karawang dan AMIB)
12 LSM 12 LSM
8 Produk hukum bidang pengelolaan LH
a. Peraturan Daerah 11 buah 7 buah
b. Peraturan Bupati 5 buah 3 buah
c. Keputusan Bupati - 5 buah
Sumber : Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Kab. Karawang
Rehabilitasi lahan kritis di Kabupaten Karawang dilakukan melalui kegiatan penghijauan dan serta reklamasi yang penanganannya dilaksanakan secara terpadu dan lintas sektor bersama-sama dengan Dinas Pertanian dan Kehutanan, Dinas Perikanan, Kelautan dan Peternakan serta Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Kabupaten Karawang, selain itu juga dilakukan upaya meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui penanaman pohon.
Tabel 2.21
Luas Kawasan Hutan Menurut Fungsi/Statusnya
Luas (Ha) No Uraian 2010 2011 A. Kawasan Konservasi - - 1. Cagar Alam - - 2. Suaka Margasatwa - - 3. Taman Wisata - - 4. Taman Buru - - 5. Taman Nasional - -
6. Taman Hutan Raya - -
B. Hutan Lindung 8.454 8.454
C. Hutan Produksi
1. Hutan Produksi Terbatas 12.355 12.355
2. Hutan Produksi Konservasi 2.897 2.897
3. Hutan Kota 2 2
Sumber Data: Tahun 2010 dan 2011 dari Dinas Pertanian dan Kehutanan
Hutan mangrove di Kabupaten Karawang tersebar di sembilan kecamatan, yaitu : Kecamatan Pakisjaya, Batujaya, Tirtajaya,
42
Cibuaya, Pedes, Cilebar, Tempuran, Cilamaya Kulon dan Cilamaya Wetan. Potensi koloni hutan mangrove yang terbesar terdapat di