• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN LITERATUR dan PERUMUSAN HIPOTESIS

2.3 Lingkungan Kerja

2.3.2 Aspek Pembentuk Lingkungan Kerja

Lingkungan kerja di dalam perusahaan dibentuk oleh 3 aspek (Agus Ahyari, 1994;33) yaitu:

1. Pelayanan karyawan

Sikap karyawan dalam perusahaan sedikit banyak mempunyai hubungan dengan pelayanan karyawan dari perusahaan sehingga perusahaan harus benar-benar menyiapkan pelayanan yang tepat bagi para karyawan. Pelayanan karyawan yang diberikan perusahaan meliputi:

1) Pelayanan makanan

Pelayanan makanan mempunyai hubungan yang cukup besar bagi produktivitas kerja karyawan. Karena makanan dapat memberikan energi bagi karyawan dalam bekerja.

Ada beberapa cara yang dapat ditempuh perusahaan untuk mengadakan pelayanan makanan ini yaitu dengan menyediakan cafetaria perusahaan, toko makanan dalam perusahaan, kereta makanan atau mesin pelayanan otomatis (Agus Ahyari, 1994; 132). Dalam pemilihan beberapa alternatif untuk pelayanan makanan ini perusahaan harus benar-benar mempertimbangkan keadaan finansial perusahaan sehingga tidak menjadi beban bagi perusahaan, perlu diingat juga bahwa pengadaan fasilitas ini bukan untuk tujuan kemewahan akan tetapi semata-mata untuk meningkatkan produktivitas perusahaan.

2) Pelayanan kesehatan

Karyawan perusahaan akan selalu produktif apabila dalam kondisi yang baik. Beberapa fasilitas makanan yang diselenggarakan oleh perusahaan dimaksudkan untuk menunjang kesehatan para karyawan sehingga tingkat produktivitas kerja karyawan juga meningkat. Di samping itu pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh tenaga ahli medis untuk para karyawan akan menunjang tugas-tugas yang dikerjakan.

3) Penyediaan kamar mandi dan kamar kecil

Peningkatan semangat kerja karyawan antara lain juga akan ditunjang oleh adanya fasilitas kamar mandi dan kamar kecil. Fasilitas kamar mandi dan kamar kecil dapat direncanakan

untuk diletakkan di dekat ruang kerja karyawan yang mudah terjangkau. Kamar mandi harus selalu dijaga kebersihannya. 2. Kondisi kerja

Kondisi kerja adalah kondisi yang dapat dipersiapkan oleh manajemen perusahaan yang bersangkutan pada pabrik yang didirikan oleh perusahaan tersebut.

Kondisi kerja yang buruk akan mempunyai hubungan yang buruk pula bagi karyawan karena karyawan merasa terganggu dalam pekerjaannya, sehingga tidak dapat mencurahkan perhatian secara penuh terhadap pekerjaannya. Beberapa hal yang termasuk dalam kondisi kerja karyawan (Agus Ahyari,1994;142) adalah:

1) Faktor penerangan

Penerangan disini bukanlah terbatas pada penerangan listrik, tetapi termasuk juga penerangan matahari. Dalam melaksanakan tugas sering kali karyawan membutuhkan penerangan yang cukup, apalagi bila pekerjaan yang dilakukan tersebut menuntut ketelitian.

Dalam mengatur lampu tersebut harus diperhatikan ketepatannya, sehingga dapat memberikan penerangan yang cukup tapi tidak menyilaukan. Perusahaan harus selalu ingat bahwa penerangan yang terlalu besar akan membuat rasa panas pada karyawan sehingga akan dapat menimbulkan rasa kegelisahan. Tetapi sebaliknya apabila penerangan kurang maka

karyawan akan lekas mengantuk dan kemungkinan pekerjaan banyak yang keliru.

2) Faktor kebisingan

Suara bising, dapat mengganggu konsentrasi dan ketenangan karyawan dalam bekerja. Dengan terganggunya konsentrasi kerja maka pekerjaan yang dilakukan akan banyak timbul kesalahan ataupun kerusakan. Kebisingan yang terus menerus akan mengganggu kesehatan karyawan terutama pendengaran karyawan.

Ada beberapa cara untuk mengurangi suara bising tersebut, yaitu:

a) Pengendalian sumber suara. b) Isolasi dari suara.

c) Penggunaan peredam suara. d) Penggunaan sistem akustik.

e) Pemakaian alat perlindungan suara. 3) Faktor suhu udara

Suhu udara pada ruang kerja karyawan akan ikut berhubungan dengan produktivitas karyawan, dimana suhu udara yang terlalu panas atau dingin akan mengakibatkan turunnya semangat kerja karyawan. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan oleh perusahaan dalam pengaturan suhu udara dalam ruang kerja yaitu ventilasi yang cukup pada gedung

pabrik, pemasangan kipas angin dan air conditioner (AC) yang bermanfaat ganda yaitu sebagai pengatur suhu udara dalam ruang kerja dan sekaligus sebagai alat untuk mengurangi kelembapan udara dalam ruangan kerja.

4) Faktor pewarnaan

Pewarnaan dapat berhubungan dalam diri manusia karena warna dapat mempengaruhi semangat dan kegairahan kerja para karyawan. Komposisi warna yang salah akan dapat mengganggu pemandangan, sehingga dapat menimbulkan rasa tidak atau kurang menyenangkan bagi mereka yang memandangnya. Rasa tidak menyenangkan ini dapat mempengaruhi semangat dan kegairahan kerja para karyawan. Misalnya warna biru yang dijajarkan dengan warna ungu, salah satunya akan suram. Meskipun apabila warna-warna tersebut berdiri sendiri akan tampak baik.

5) Faktor keamanan kerja

Keamanan kerja dapat ditingkatkan dengan berbagai cara, yaitu: penyediaan fasilitas alat pemadam kebakaran yang cukup memadai, penyediaan fasilitas tanda bahaya (alarm), penyediaan tempat parkir kendaraan para karyawan dan tempat penitipan barang pribadi untuk karyawan, jumlah pintu darurat yang cukup banyak dalam mengantisipasi bahaya yang terjadi sewaktu-waktu, lantai ruang kerja yang tidak licin.

3. Hubungan karyawan

Hubungan karyawan sangat diperlukan untuk kelangsungan pekerjaan karyawan. Hubungan dan kerjasama yang baik dapat mendorong motivasi karyawan untuk bekerja sesuai dengan harapan perusahaan, sehingga akan meningkatkan semangat kerja karyawan yang dapat pula berpengaruh dalam peningkatan produktivitas kerja karyawan.

Adapun hubungan karyawan ini dikelompokkan menjadi 2 (Agus Ahyari,1994) yaitu:

1) Karyawan sebagai individu

Para karyawan yang bekerja dalam perusahaan juga mengharapkan adanya penghargaan sebagai manusia. Manajemen perusahaan yang kurang memberikan perhatian dan pengarahan terhadap para karyawan akan mengakibatkan banyaknya karyawan yang mengabaikan produktivitas dan kualitas kerja. Para karyawan sebagai individu pada umumnya mempunyai 3 keinginan yang utama, yaitu keinginan ekonomi, keinginan sosial dan keinginan sosial psikologis.

2) Karyawan sebagai kelompok

Disamping pengarahan yang diberikan oleh manajemen perusahaan pada karyawan sebagai individual, maka pengarahan terhadap para karyawan sebagai kelompok juga dilaksanakan oleh manajemen. Beberapa masalah yang perlu diperhatikan

dalam pengarahan karyawan sebagai kelompok adalah sebagai berikut:

a) Kepemimpinan yang baik

Dengan adanya kepemimpinan yang baik, maka karyawan dalam bekerja pasti akan merasa senang dan gairah kerja tinggi, sehingga pekerjaan dapat dilakukan dengan sebaik-baiknya. Sebaliknya kepemimpinan yang tidak baik akan mengundang protes dan pemogokan. b) Informasi yang lancar

Dengan kelancaran informasi baik tentang tugas-tugas maupun hak-hak yang dapat diperoleh di perusahaan, para karyawan akan dapat melaksanakan pekerjaan dengan sebaik-baiknya.

c) Hubungan karyawan yang baik

Hubungan yang baik akan menimbulkan perasaan aman dalam pelaksanaan tugas dan para karyawan akan dapat menghindarkan diri dari konflik-konflik yang mungkin timbul di perusahaan, adanya konflik dapat menurunkan semangat kerja karyawan.

d) Sistem pengupahan yang mudah dimengerti

Sistem pengupahan yang mudah dimengerti oleh para karyawan akan mendorong karyawan untuk bekerja

dengan lebih baik karena merasa puas dengan upah dan gaji yang diterimanya.

Dokumen terkait