BAB II STUDI PUSTAKA 2.4.6.2 Salinitas
4. Krib Krib Silang dan Memanjang
2.6 Aspek Penanganan Panta
2.6.1 Kriteria Perencanaan
Bangunan pantai digunakan untuk melindungi pantai terhadap kerusakan karena serangan gelombang dan arus. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk melindungi pantai, yaitu :
1. Memperkual/melindungi pantai agar mampu menahan serangan gelombang.
2. Mengubah laju transport sedimen sepanjang pantai. 3. Mengurangi energi glombang yang sampai ke pantai.
4. Reklamasi dcngan menambah suplai sedimen ke pantai atau dengan cara lain. Sesuai dengan fungsinya, bangunan pantai dapat dikasifikasikan dalam tiga kelompok, yaitu :
1. Konstruksi yang dibangun di pantai dan sejajar dengan garis pantai.
2. Konstruksi yang dibangun kira - kira tegak lurus pantai dan sambung ke pantai.
3. Konstruksi yang dibangun lepas pantai dan kira - kira sejajar dengan garis pantai.
Menurut bentuknya bangunan pantai dapat dibedakan menjadi bangunan sisi miring dan sisi tegak. Termasuk dalam kelompok pertama adalah bangunan dari tumpukan batu yang bagian luarnya diberi lapis pelindung yang terbuat dari batu - batu ukuran besar, blok beton, atau batu buatan dari beton dengan bentuk khusus seperti tetrapod, quadripod, tribar, dolos, dan sebagainya. Lapis pelindung ini hams mampu menahan serangan gelombang. Sedang yang termasuk dalam tipe kedua adalah bangunan yang terbuat dari pasangan batu, kaison beton, tumpukan buis beton, dinding turap baja atau beton dan sebagainya.
BAB II STUDI PUSTAKA
Gambar 2.51. Bangunan Pantai Sisi Tegak
Tipe bangunan yang digunakan biasanya ditentukan oleh ketersediaan material di dekat lokasi pekeriaan, kondisi dasar laut, kedalaman air, dan ketersediaan peralatan untuk pelaksanaan pekerjaan. Faktor terpenting lainnya adalah karakteristik dasar laut yang mendukung bangunan tersebut di bawah pengaruh gelombang.
2.6.2 TembokLaut
Tembok laut adalah jenis konstruksi pengaman pantai yang ditempatkan sejajar atau kira-kira sejajar dengan garis pantai, membatasi secara langsung bidang daratan dengan air laut; dapat dipergunakan untuk pengamanan pada pantai berlumpur atau berpasir. Fungsi utama jenis konstruksi pengaman pantai tersebut antara lain : melindungi pantai bagian darat langsung di belakang konstruksi terhadap erosi akibat gelombang dan arus dan sebagai penahan tanah di belakang konstruksi.
Tembok laut merupakan konstruksi yang masif, direncanakan untuk dapat menahan gaya gelombang yang relatif tinggi secara keseluruhan. Bahan konstruksi yang lazim dipergunakan antara lain pasangan batu dan beton.
Gambar 2.52 Sketsa Konstruksi Tembok Laut
2.6.3 Revetment
Revetmen merupakan konstruksi yang tidak masif. Fungsinya antara lain melindungi langsung pantai bagian darat di belakang struktur.
Bahan konstruksi yang lazim dipergunakan antara lain susunan batu kosong, blok- blok beton, plat beton, pasangan batu dan beton. Susunan batu kosong atau blok-blok beton dengan kemtringan tertentu disebut konstruksi tipe rubble mound lapisan pelindung luar disebut armor.
BAB II STUDI PUSTAKA
Nama lain untuk pelindung tebing dari susunan armor dari batu batu kosong campuran adalah rip-rap. Antara pantai yang dilindungi dan revetmen harus ada lapisan filter yang berfungsi mencegah hanyutnya material pantai yang halus.
Gambar 2.53 Tampak Atas Konstruksi Revetment
Gambar 2.54 Konstruksi Revetment
2.6.4. Krib tegak lurus pantai (Groin)
Krib tegak lurus pantai atau groin adalah konstruksi pengaman pantai terhadap erosi yang disebabkan oleh terganggunya keseimbangan angkutan pasir sejajar pantai (longshore sanddrift). Krib tegak lurus pantai berfungsi menahan atau mengurangi besarnya angkutan pasir sejajar pantai. Oleh karena itu maka krib ini hanya cocok untuk pengamanan pada pantai yang berpasir. Bahan konstruksi yang lazim dipergunakan antara lain susunan batu kosong, pasangan batu, tiang pancang beton atau baja dan blok-blok beton. Dengan dipasangnya krib, maka gerakan sedimen sejajar pantai akan tertahan dibagian hulu (updrift) dari krib dan sebaliknya akan terjadi erosi di bagian hilir (downdrift) krib. Tergantung dari makin panjang krib makin tinggi kapasitas menahannya. Sebaliknya untuk krib yang rendah dan pendek kapasitas menahannya akan berkurang. Namun demikian ada suatu harga batas maximum dan minimum, dimana bila krib dibuat lebih tinggi dan Jebih panjang tidak akan menambah kapasitasnya, sebaliknya bila krib dibuat lebih rendah dan lebih pendek dari harga batas minimum tidak akan berfungsi sama sekali.
BAB II STUDI PUSTAKA
Gambar 2.55. Tampak Atas Konstruksi Groin
Gambar 2.56. Tampak Memanjang dan Melintang Groin dari Tumpukan Batu
2.6.5. Krib sejajar pantai ( Breakwater )
Bangunan krib ini dipasang atau ditempatkan sejajar dengan garis pantai. Fungsi dari krib sejajar pantai ini atau biasa disebut juga pemecah gelombang (breakwater) adalah untuk meredam dan mereduksi energi gelombang. Selain itu juga krib sejajar pantai ini juga berfimgsi sebagai penahan dan pereduksi besarnya angkutan sedimen sejajar pantai maupun sedimen tegak lurus pantai. Karena fungsinya sebagai pereduksi energi gelombang yang datang, maka perairan di belakang krib tersebut menjadi relatif tenang yang memungkinkan terjadinya proses pengendapan sedimen.
Tipe krib sejajar pantai bila ditinjau posisi elevasi mercunya dapat dibedakan menjadi 3 macam yaitu: non overtopping breakwater, over topping breakwater, submerged breakwater. Struktur bangunan krib atau pemecah gelombang ini biasanya dibuat dari tumpukan batu. Batu yang dipakai untuk lapis pelindung dapatberupa batu alam ataupun akmond.
BAB II STUDI PUSTAKA
Gambar 2.57. Konstruksi Krib sejajar pantai
2.6.6. Tanggul Laut
Tanggul laut adalah struktur pengaman pantai yang dipasang sejajar atau kira-kira
sejajar dengan garis pantai, oleh karena itu sering disebut juga krib sejajar pantai. Tanggul laut ini merupakan struktur yang tidak masif dan dipasang beberapa puluh meter di depan pantai yang akan dilindungi.
Tanggul laut biasanya terbuat dari tumpukan batu (rubble mound). Batu yang biasa
dipakai dapat berupa batu alam ataupun batu buatan (artificial) misalna seperti tetrapod, kubus beton, dolos ataupun akmond.
Gambar 2.58. Sketsa Konstruksi Tanggul Laut
2.6.7. Penimbunan Pasir di Sekitar Garis Pantai
Di dalam melakukan penimbunan pasir terdapat dua cara yang biasa di lakukan, yaitu dengan melakukan pengangkutan menggunakan jalan darat, atau bisa juga dengan menggunakan float ing dredger untuk melakukan pengambilan pasir dari quary dan disalurkan menggunakan pipa menuju daerah penimbunan.
Metode penimbunan pasir di sekitar garis pantai dibagi menjadi dua macam :
1. Sand nourishment adalah penambahan pasir pada garis pantai yang
terabrasi atau pantai yang akan di reklamasi dengan cara pasir di daerah yang terkena sedimentasi dipindahkan melalui pipa ke daerah yang terkena abrasi dengan menggunakan pompa.
2. Sand by passing adalah dengan memindahkan material dasar pantai dari daerah yang terakresi ke daerah yang tererosi yang ditimbulkan dari
BAB II STUDI PUSTAKA
pengaruh bangunan pengaman pantai terhadap gans pantai dengan menggunakan kapal keruk.